Era ‘Mendengar’ Buku; Ayo Pakai Bahasa Baku !

Apakah anda masih suka membaca buku sambil terkantuk-kantuk?
Itu sudah kuno, zaman sudah berubah.

Zaman ini bukan lagi era membaca buku tetapi era Mendengar buku.
Saya terbiasa mendengarkan isi buku sambil mencuci piring, setrika, menjahit baju atau menjahit sol sepatu.

Lha memang pekerjaan saya apa? eh bukan itu masalahnya. Bagaimana saya bisa mendengar isi buku sambil melakukan hal lain?

Mari kita ikuti ceritanya…

Baca selebihnya »

Kumpulan Film Dokumenter Zaman Kebangkitan Nasional hingga Kemerdekaan Indonesia | Integrasi Google Maps & Youtube

1888 M – 9 Juli 1888 terjadi Geger Cilegon

Pemberontakan Petani di Cilegon di pimpin oleh Ki Tubagus Ismail dan Ki Wasyid, tarekat Qadiriyah.

Tahun ini dilirisnya film bergerak untuk pertam kalinya berjudul Roundhay Garden Scene

1890 M – Di Belanda, Wilhelmina diangkat menjadi ratu pada umur 10 tahun (1890-1948)

Baca selebihnya »

Taliban Jilid Dua 2021 akan mengadopsi Islam Nusantara (sebuah prediksi)

Saya mulai menyukai Afghanistan dan suasananya sesudah membaca Novel Grafis Sang Fotografer karya Didier Lefevre & Emanuel Guibert.

Ada dua orang yang saya kirimi buku ini via ekspedisi yaitu;
dr. M Ramadhan Noor di Sampit
alm. dr. Joserizal Jurnalis, Sp. OT MER-C

Novel Grafis ini berisi foto hasil bidikan jurnalis Didier Lefèvre yang kemudian dirangkai menjadi cerita perjalanan menembus Afghanistan dari Peshawar Pakistan melalui jalur bukit dan pegunungan.

Saya semakin respek dengan Taliban ketika delegasi Taliban berkunjung ke kantor PBNU di jakarta.
Ah yang betul?
Mari kita ikuti kisahnya.
Baca selebihnya »

Naskah Muslihat dan Pembodohan Publik

Naskah Muslihat bukan termasuk penipuan/ hoax atau testimoni (pengakuan pribadi)
Naskah Muslihat ini disusun di era Milenial, dengan riset serius dan data-data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, namun tidak komprehensif dan menafikan fakta lain, karena Naskah Muslihat ini bertujuan untuk kepentingan sendiri/ kelompoknya.

Berbeda dengan;

  • Hoax atau naskah tipuan pasti kita tolak karena setelah dicek memang penipuan, ini akan masuk ranah pelanggaran hukum.
  • Sedangkan Testimoni adalah pengakuan pribadi, semisal mengaku bahwa bawang menyembuhkan infeksi saluran kencing. ini termasuk testimoni karena hasil uji klinis belum ada. Bawang dikategorikan Jamu dan kasus ini bukan pelanggaran hukum.

Berbeda dengan dua hal di atas, Naskah Muslihat ada ditataran ilmiah, membutuhkan waktu dan biaya untuk riset dan uji klinis, namun menafikan fakta lain.


Mari kita kupas contoh-contohnya;

  1. Muslihat dalam Hal Pemasaran Produk dalam Perdagangan
    Contoh;
    Dalam Seminar atau Pertemuan Ilmiah, maka kita akan disuguhi hasil riset riset mengenai terapi terbaru/ update.
    Produk A diklaim lebih unggul dibanding B, C dan D berbekal riset dan uji klinis.

Publik tentu ikut menilai bahwa produk A lebih unggul.
Padahal untuk kasus penyakit yang sama, ada puluhan obat yang beredar, tidak hanya A, B, C dan D.
Jadi seharusnya uji klinis itu mencakup A hingga Z.

Ini tak dilakukan/ bisa jadi sudah dilakukan, tetapi hasil ujinya tak menguntungkan obat A, maka Obat pembandingnya di persempit.

  1. Muslihat dalam hal Penulisan Sejarah
    Contoh;
    2a. Pasukan Gajah dari Ethiopia yang menyerang Mekkah.
    Dari hasil penilaian mengenai kebutuhan makan minum dan lingkungan habitatnya, kisah adanya gajah pasti FIKTIF, karena secara data dan fakta, tak mungkin muncul habitat Gajah bisa hidup di Yaman.
Baca selebihnya »

Arsip Tulisan Peradaban dari Nurseto Ardiputranto

 

Berikut ini tulisan-tulisan menarik dari Nurseto Ardiputranto yang menghubungkan antara Sains, Agama dan Peradaban Manusia. yang tersebar di facebook.

Sayang jika tak diarsipkan, sebagai pengetahuan bagi kita semua.

Ringkasan tulisan beliau kemudian saya beri komentar/ Sanggahan (Genghis Khun)
.

Cara Meluncur menuju Diskusi di Facebook, klik link yang berada di bawah nama saya;

CAra Meluncur ke Facebook

Baca selebihnya »

WAWASAN GLOBAL PERADABAN; KADRUN, ATEIS, TUHAN dan PANDEMI

Jika kita mempelajari peradaban, akan ada kelompok kelompok kaku dan terbelakang dalam menyikap sesuatu hal disamping kelompok intelektual.

Orang terbiasa menyebutnya Kadrun (Kadal Gurun).
Kadrun awalnya diidentikkan dengan dengan orang islam yang bodoh dan berpemahaman sempit.

Namun di masa pandemi, akan tampak bahwa Kadrun tak cuma berlaku bagi orang Islam, tapi juga semua orang yang kaku dan berpikiran sempit, yang tak mampu menghubungkan ribuan informasi menjadi satu makna.

PRASANGKA TANPA DATA

Baca selebihnya »

Perbandingan Naskah Hadits vs Naskah Injil

Naskah Hadits tidak termasuk Kitab Suci.
Sedangkan Naskah Injil yang beredar, akan menjadi Kitab Suci sesudah disepakati dalam sidang (Konsili).

Pasca Muhammad, banyak beredar Hadits
Pasca Yesus, banyak beredar Injil

Perbandingan Naskah Hadits vs Naskah Injil

  1. Islam Hadits Sahih/ Mutawatir = Kristen; Homologoumena (diakui), Anantireta (tidak ditolak)
  2. Islam Hadits Hasan = Kristen; Gnorima (dikenal), Amphiballomena (diperdebatkan), Antilegomena (diperdebatkan);
  3. Islam Hadits Dhoif (Lemah) = Kristen; Notha (tidak sah), Apocrypha (tersembunyi), Psethde (keliru)

Dasar Pemilahan

Baca selebihnya »

Membantah Jozeph Paul Zhang

Jozeph Paul Zhang atau Shindy Paul Soerjomoelyono, adalah seorang Apologetik Kristen.

Apologet Kristen artinya Pembela Kristen.

Kadang gara-gara terlalu bersemangat membela akhirnya ngotot dan melakukan pembenaran (bukan mencari kebenaran).

Jozeph Paul Zhang bermasalah gara-gara menghina Nabi-nya Muslim dan mengaku diri sebagai Nabi ke-26. Walaupun sebelumnya Jozeph paul Zhang sendiri juga sudah membuat suasana tak Nyaman di kalangan Kristen Trinitas.

Baca selebihnya »