FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Muslim & Navigasi Langit

Seorang Muslim yang baik & shalih dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa dilepaskan dri posisi benda-benda langit, terutama Matahari dan Bulan.
Lho kok bisa?
Ok, mari kita kupas sejak bangun tidur

FAJAR
Fajar merupakan kondisi langit temaram menjelang terbitnya matahari. Bintang-bintang masih tampak dan garis horizon (ufuk/cakrawala) sudah mulai terlihat. Shalat SUBUH (dan IMSAK pada bulan puasa) bertepatan dengan fajar. Perhitungan lebih teliti:
– Moslem World League = Ketinggian matahari -18° di bawah horizon.
– Egyptian General authority of Survey = -19,5° di bawah horizon.
– University of Islamic Science Karachi = -18° di bawah horizon
– Ummu Al Qura = -19°
– ISNA (Islamic Society of North Amerika) = -15°
– Badan Hisab dan Ru’yat Departemen Agama RI = -20°

TENGAH HARI
Shalat DHUHUR ditandai oleh tergelincirnya matahari ke arah barat, setelah mencapai Meridian Lokal. Setting standart program komputer adalah 1 menit setelah tengah hari.

Ooo, Berarti setelah jam 12 siang ya?
Maaf anda SALAH!
Tengah hari TIDAK SELALU jam 12. Waktu yang kita gunakan sehari-hari adalah waktu rata-rata. Waktu sebenarnya kadang cepat, kadang melambat (Baca lagi Equation of Time). Jadi tengah hari kadang terjadi pukul 11.15 waktu lokal, bisa juga 13.30 waktu lokal. Di bawah ini grafik Equation of Time daerah Mekkah:
Eq_of_time_mekkahslim
Rata-rata tengah hari di Mekkah adalah jam 12:21 Waktu Mekkah. Tetapi bila pada bulan Februari anda melakukan shalat Dhuhur pada jam 12:22, maka shalat anda tidak sah karena waktu sebenarnya tengah hari adalah jam 12:35!

ASHAR
Waktu Ashar ada berbagai pendapat:
Menurut mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali=
waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri.
Madzab Hanafi=
Waktu Ashar jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri.

Badan Hisab dan Ru’yat Departemen Agama RI menggunakan rumusan: panjang bayangan waktu asar = bayangan waktu dzhuhur + tinggi bendanya; tan(za) = tan(zd) + 1.

MAGHRIB
Beberapa menit setelah Sunset

ISYA
Waktu Isya adalah Senja.
– Moslem World League = Ketinggian matahari -17° di bawah horizon.
– Egyptian General authority of Survey = -17,5° di bawah horizon.
– University of Islamic Science Karachi = -18° di bawah horizon
– Ummu Al Qura = 90 menit sesudah Sunset, atau 120 menit di bulan Ramadhan
– ISNA (Islamic Society of North Amerika) = -15°

Kalender Hijriah, Awal Puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha
Berdasarkan perjalanan Bulan

Arah Kiblat
Berdasarkan Matahari, bulan dan Bintang. Panduan lengkap baca di artikel sebelumnya tentang:
Perkiraan arah Kiblat dengan Bantuan Bintang
Perkiraan Arah Kiblat Tiap Hari dengan skema

Keheranan masih menyelimuti penulis hingga saat ini tentang peristiwa pemindahan arah kiblat dan gerhana. Gerhana matahari/ bulan adalah peristiwa yang singkat, hanya beberapa menit saja, cenderung terlewatkan, tetapi Nabi tidak pernah melewatkannya bahkan menghimbau umatnya untuk melakukan shalat gerhana.
Yang kedua, yaitu peristiwa pemindahan arah kiblat konon terjadi di tengah-tengah waktu shalat, sehingga jamaah bergeser posisi dari arah Jerusalem ke arah Mekkah. shalat ini terjadi di Madinah, sedangkan kedua kota lain tersebut sangat jauh sekali.
Bila mengesampingkan adanya campur tangan dan bisikan dari langit, bukankah Nabi seorang Navigator ulung?
Bayangkan bila Nabi bukan Navigator ulung dan saat itu penulis ada di barisan jamaah memprotes;
” Ya Rasul kurang ke kiri dikit… sedikit lagi, yup persis begitu arah Ka’bah”🙂

KESIMPULAN
Karena Kegiatan ibadah sehari-hari dipengaruhi oleh benda langit, maka seorang muslim seharusnya mempelajari Navigasi Langit (Ilmu Falak). Dan, sudah tentu, setiap ULAMA dituntut untuk lebih menguasai dibanding muslim pada umumnya, agar tidak terjadi hal-hal menggelikan seperti yang pernah ditulis di sini.

Genghis Khun

Pustaka:
1. Program Athan Basic
2. Program Accurate Time
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat Lima Waktu
4. Dalil-dalil tentang Waktu shalat, www.eramuslim.com
5. Perbedaan Pendapat Seputar Waktu-waktu Sholat, Menaraislam.com
6. T. Djamaluddin, POSISI MATAHARI DAN PENENTUAN JADWAL SALAT, Komite Media Isnet
7. http://rukyatulhilal.org

Juli 26, 2008 - Posted by | Agama, Astronavigasi | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: