FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Skenario Film: Ini Kucingnya Mas Solikun?

Ini tentang nostalgia masa kuliah; Proyek pembuatan film, yang diikutkan dalam FFII SCTV 2003 (Festival Film Independen Indonesia). Walaupun tidak memperoleh penghargaan, siapa lagi yang bisa menghargai selain pembuatnya sendiriđŸ™‚
Sebagian besar para pemeran sekarang sudah berkeluarga, bahkan tokoh Fina (pemeran utama 2 sudah mempunyai momongan, hmmm selamat ya semoga menjadi anak yang shalih. Salam juga buat suami tercinta, semoga selalu sakinah mawaddah wa rahmah)

Kru (tetap maupun cabutan) sebagai berikut:
– Genghis Khun’96
– Arriyassatul Muttaqiyah (Riyas)’97
– Intan Amelia Wardati’00
– Hepi ’01
– Rochmat’01
– Heri Wijayanto ’00
– Bayu Suhartadi ’01
– Agus Ariyanto ’99
– Mochamat ’00
– Mulyono ’00
– AM Nasir ’98
– Helfi Amalia ’96
– Rochmatullah ’00
– Maulana Adrian Sukamto ’96
– Helfi Amalia ’96
Ket.
Nama-nama ini sekarang sudah bergelar dokter semua, angka dibelakang nama menunjukkan angkatan.

Skenario
Scene 1. Pembukaan
Musik soundtrack Pembuka 1
Muncul tulisan judul: Ini Kucingnya Mas solikun?
Sudut pandang seekor kucing kecil yang tertatih-tatih memasuki sebuah rumah kontrakan.
Disusul tulisan Para Pelaku:
– Akhun sebagai Solikun
– Heri sebagai Yusuf
– Rochmat sebagai Achmad
– Intan sebagai Fina
– Agus sebagai Tamu 1
– Mochamat sebagai Tamu 2
– Bayu sebagai Pengemudi Sedan
– Riyas sebagai Teman Fina

Scene 2
Close up seekor kucing kecil yang sudah berada di dalam rumah mengendus-endus mencari makanan
Seorang penghuni kontrakan, Yusuf yang hendak mandi terkejut melihat ada seekor kucing.

Yusuf = “wow, kucing siapa nih…? lucu banget! kayak si Jacky kucing dirumahku yang sudah hilang!
Sambil menimang kucing lalu diberi makan
(Yusuf adalah seorang mahasiswa yang sangat menyukai binatang termasuk kucing)

Scene 3
Tampak dari kejauhan solikun, membawa bola, bersama temannya sehabis bermain sepak bola. Mereka lalu berpisah, solikun memasuki rumah kontrakannya. Setelah menaruh bola Solikun terkejut ada seekor kucing di dalam rumah. Solikun ini sangat membenci binatang.
Solikun= Lho?! Kucing siapa nih? hmm..pasti ulah si Yusuf..
Solikun= (teriak) Yus..Yusuf!
Yusuf = Oi (dari dalam kamar mandi)
solikun= ada kucing punya siapa ini? (sambil menenteng handuk menuju depan pintu kamar mandi)
Yusuf = Kucingku! jangan diganggu ya..
Solikun= Kenapa bisa ada kucing disini?!
Yusuf = Kasihan, dia kelaparan kok…
solikun= Emang gak ada kerjaan lain apa kok memelihara kucing?? (bersungut-sungut)
Yusuf = Halaah, masak gitu aja kamu kok sewot sih? gak papalah..
Solikun= Awas ya kalo nanti bikin kotor tempat ini..
Yusuf = Iya ya, nggak kok…
solikun= Cepet hoi aku mau mandi (gak sabar) sambil ngetuk pintu kamar mandi
Yusuf = Iya sebentar aku juga baru masuk kok
Solikun= aku mau ke tempat Fina nih…
Yusuf = Kucingnya jangan diganggu ya?
Solikin= Uh, pokoknya awas kalo sampai kena aku (ancam solikun), atau kamarku bau tahi kucing ya..
Yusuf = Nggak kok, kucingku itu baunya gak kayak baumu!
Solikun= ayo cepat tho!?
Yusuf = Iya..iya…
Pintu kamar mandi di buka muncullah Yusuf yang baru mandi. lalu hendak mematikan lampu kamar mandi.
Solikun = Eit..eit jangan dimatiin!
Yusuf = Oiya kamu mau mandi ya?
Solikun= Mandi lama banget…Kamu itu mandi atau gak mandi baunya sama! (sambil masuk kamar mandi)
Yusuf = alah ya lebih bau kamu tho ya..
pintu kamar mandi ditutup…

Scene 5
Iringan music soundtrack 2.
Di kamar Ahmad tampak membenahi pakaian karena hendak pulang kampung lalu mengecek isi dompet yang sepertinya keuangannya mengkhawatirkan. View beralih ke dapur dimana Solikun yang sudah selesai mandi sedang menggoreng ikan lele. Ahmad muncul mengambil piring membelakangi solikun.

solikun = Mau kemana Mad?
Ahmad = mau pulang
solikun = Lho kok pulang?
Ahmad = uang bulananku mau habis
Solikun = bolos ya?
Ahmad = ya paling kuliahnya kosong
Solikun = Yah apinya (kompor) mati (bicara sendiri mengeluh)
Tatkala solikun membetulkan kompor tidak melihat Ahmad yang mengambil lele goreng milik solikun. Lalu mengendap-endap masuk kamar lagi.
Solikun = Dimana ya koreknya?
solikun mencari-cari korek lalu masuk ruangan lain. Sekembali di dapur kaget melihat ikannya hilang satu.
Solikun = Lho?! kok leleku hilang satu??! hmm…ini pasti kucingnya Yusuf!
solikun mengambil sapu, mencari kucing. (diiringi soundtrack 3)
Solikun = kalo ketauan Kucingnya ntar aku bantai..

Tiba-tiba kucing kecil itu muncul. solikun melemparkan sapunya. Kucing lari terbirit-birit. Bersamaan dengan itu muncul ahmad yang sudah selesai makan.
Ahmad = Lho ada apa Kun kok marah marah?
Solikun = sialan itu kucingnya Yusuf ngambil leleku satu! Lha kamu kenapa tertawa?
Ahmad tertawa sambil menunjukkan sisa kepala lele yang ada di piring.
Ahmad = Ini…hehe
Solikun = Oooh kamu tho? kirain kucingnya
Ahmad = Masa marah-marah segala. Sori ya aku ngambil. uangku tinggal 10.000 buat nge-bis nanti.
Solikun = Oo ya udah deh..kirain kucingnya
Ahmad = Aku pulang dulu ya..
solikun = langsung pulang? balik sini lagi kapan?
ahmad = paling besoklah..Ya udahya
Solikun = Iya ya hati-hati di jalan ya..
Ahmad = Assalamu’alaikum
Soliku = Waalaikum salam

Scene 6
Iringan musik soundtrack 2
solikun sedang berdandan karena hendak mengembalikan buku ke rumah Fina, perempuan pujaan hatinya dalam rangka pendekatan.
Solikun = (teriak) Yusuf, kalo ada yang nyari aku tolong bilang bahwa aku ke tempatnya Fina ya…

Fina ternyata juga mendatangi rumah Solikun karena jengkel bukunya belum dikembalikan. Tepat saat Fina hendak mengetuk pintu, solikun sudah membuka pintu hendak keluar.
Solikun = eh Fina?
Fina = (Menggerutu) Gimana sih, katanya mau balikin kemarin. besok khan mau ujian!
(sambil merebut buku yang masih dipegang Solikun)
Solikun = (serba salah) Maaf deh Fin….bener..kemarin itu mau aku balikin. Tapi anu….tapi anu…hujan! maaf deh..
Solikun = Nah ini aku mau balikin eh sudah kubalikin (cengengesan)
Fina = aaah alasan !

Kebetulan saat itu tiba-tiba si kucing kecil melintas.
Fina = Iiih puss…hiii lucunya….
Fina seorang penyayang binatang. Kucing kecil itu ditimang-timang oleh Fina
Fina = Ini Kucingnya mas solikun?
solikun = I..i..ya (gugup) itu kucingku..
Solikin menjawab gugup sambil berusaha menunjukkan rasa sayangnya pada kucing

Fina = Oh mas solikun seneng kucing tho?
Solikun = eh…iya bener seneng banget
Fina = Buat aku ya? (merajuk..)
solikun = Boleh..boleh..ambil saja ga papa. pus pus nih manis tho?
nggak ngrepotin?
Fina = Nggak jadi ah..ya udah deh aku pulang dulu
Solikun = Kok buru-buru sih?
Fina = besok mau ujian..
Solikun = Kalo gitu makasih atas pinjamannya ya..
Fina = Yooi
Solikun = Besok mungkin aku mau pinjam lagi
Fina = hmm ya.. assalamu’alaikum
Solikun = Waalaikum salam
Fina beranjak pergi, Solikun menutup pintu. diiringi lagu soundtrack ceria. Solikun hatinya berbunga-bunga

Scene 7
Malam hari datang 2 tamu. Yusuf membukakan pintu.
Tamu = Assalamu’alaikum
Yusuf = Waalaikum salam. ada apa/
Tamu 1 = ini temenku katanya mau minjam buku Histo. ada gak?
Yusuf = iya sebentar ya (masuk ke dalam)
Setelah tamu menunggu sebentar Yusuf muncul lagi sambil membawa buku.
Yusuf = ini ..nanti balikin ya..

Tamu 2 = kapan?
Yusuf = kamis ya..
Tamu 2 = Kamis? yo wis lah
Tamu 1 = Benar buku ini?
Tamu 2 = he eh ok kalo gitu makasih ya. Assalamu’alaikum
Yusuf = Waalaikum salam
Tamu pergi. Yusuf masuk kamar menuju ruang TV, diiringi musik soundtrack 2. Solikun lalu muncul
solikun = Tadi kayaknya ada tamu ya?
Yusuf = Iya (sambil merebahkan badan di kasur). Memet sama Agus
Solikun = He Fina itu menurutmu orangnya gimana?
Yusuf = Gimana ya? dia itu agak galak..
Solikun = Masa sih galak?
Yusuf = Tapi ya gaul juga sih..
Solikun = kalo aku mau mendapatkan Fina gimana?
Yusuf = Waah..hati-hati kamu
Solikun = Kenapa?
Yusuf = Banyak saingannya
Solikun = Iya tho? mau gak ya dia pacaran?
Yusuf = dia itu sama buku lengket. belajar terus..lagian dia khan berjilbab, jadi gak mungkin dia mau pacaran
Solikun = Emangnya kalo berjilbab gak mau pacaran?
Yusuf = Kayaknya sih emang kayak gitu..
Solikun = si Kanti, si Tina, salimah, Kajol aja pacaran. masa Fina gak mau pacaran? ah gak mungkin..
Yusuf = Fina itu lain
Solikun = Lain apanya?
Yusuf = ya pokoknya lainlah. Kajol itu itu siapa sih aku kok gak ngerti?
Solikun = yang pagi lewat depan itu lho…
Yusuf = ooh itu. haha…masa disamain sama Fina
solikun = Dulu khan jalan kaki tetapi sekarang sudah ada yang mbonceng..
Yusuf = Yang bener?
Solikun = Iya
Yusuf = Iya itu khan Kajol. Kalo Fina itu gak kayak gitu.
solikun = Tapi yang jelas aku tetap yakin bisa mendapatkan Fina.
Yusuf = Kok kamu yakin kenapa?
Solikun = pokoknya ada aja. Langkahku sret..sret..pasti berhasil!
Yusuf = Wah ajarin donk..?
Solikun = Nanti kalo sudah dapat aku ajarin. santai ajalah. aku tutup jendelanya ya..sudah malam.
Yusuf = Ya sudah ah aku mau tidur ya..(beranjak ke kamar tidurnya)
solikun = Oke (sambil menyalakan TV) lho..ini khan film bagus. Yusuf ke sini hoi..filmnya bagus nih..
Yusuf masuk lagi.
Yusuf = apa sih judulnya? ooh ini sih Tango & Cash aku sudah pernah lihat. tidur ajalah, aku sudah ngantuk (pergi lagi)

Solikun nonton TV sampai ketiduran. mulailah dia bermimpi….

scene 8
Iringan musik soundtrack megah mengawali mimpi. Solikun berjalan berdua dengan Fina di taman Tabanas, Gombel. berlatar belakang kota semarang bawah.

Solikun= Fin, ujian anatominya gimana?
Fina = ya Alhamdulillah bisa
Solikun= Fin, ada yang mau kuomomgin nih (tersipu)
Fina = ngomong aja tho..
Solikun= Fin…..Fin…. (kikuk sambil berulang kali mengusap usap wajah)
Fina = apa?
solikun= aku… (mengusap mulut dan hidung)

Scene 9
solikun terbangun dari tidur karena si kucing kecil sedang mengendus-endus mulut Solikun. Lalu iringan musik soundtrack 4

solikun = mmmf..mmf…eh…sialan…kucing sialan!
solikun ngamuk, si kucing dilempari barang-barang yang ada di sekitar kamar. Kucing kecil lari terbirit-birit. Lalu solikun mendobrak kamar Yusuf.
solikun = He Yusuf bangun hoi!! kucingmu itu ya. Masa orang lagi…
Yusuf = (bangun dan kaget) kamu itu kalo mbangunin orang ya jangan kayak gitu tho!
Solikun = Bukan begitu…kucingmu itu lho! Itu gara-gara ada kucing di sini. Coba kalau nggak ada kucing..
Yusuf = Kucing kucing apaan.. ? (mulai emosi)
Solikun = Masa aku lagi tidur bulunya masuk ke hidung nih lihat
Yusuf = Tapi Kamu kalo mbangunin aku jangan kayak gitu tho!(emosi). Aku gak terima kamu bangunin aku kayak gitu.
Solikun keder juga lihat badan Yusuf yang lebih besar sedang emosi
Solikun = Bukan gitu maksudku (melunak..) paling tidak kucingnya khan bisa dikandangin.
Yusuf = Mau ini? mau ini? (sambil mengepalkan tinjunya)

solikun = Jangan dibiarkan berkeliaran kesana kemari. Masa sampai naik ke mulutku..
Yusuf = Lha siapa suruh kamu tidur di lantai?
Solikun keluar dari kamar Yusuf sambil menggerutu
Solikun = Menjengkelkan… (sambil kembali berbaring di kasur kamarnya melanjutkan tidur)

scene 10
Alarm berbunyi, Jam dinding menunjukkan pukul 06.00. Solikun bangun kesiangan. setelah membuka jendela kakinya terasa menginjak sesuatu di lantai. Dicium baunya untuk mencari tahu apa gerangan?
Solikun = Haahh!! Tahi kucing!!!(emosi menggelagak)

Iringan musik soundtrack muncul. Pagi itu Solikun benar-benar marah. Dia berencana akan membuang kucing itu jauh dari rumah.
Solikun = Semua ini gara-gara kucing! nggak bisa dibiarkan! mau aku buang saja! biarin..

Scene 11.
Seorang pengemudi Sedan tampak memasuki mobil sedan lalu menyalakan mesinnya.

scene 12
Adegan menggambarkan Solikun menangkap kucing dengan tas kresek lalu dibawanya ke jalan.

Scene 13
Sedan bergerak menyusuri jalanan

Scene 14
Fina sedang berjalan bersama temannya. Dari kejauhan melihat Solikun membuang kresek di tepi jalan.

Kresek ini bergerak-gerak. Fina penasaran untuk melihat isinya lari mendekat. Tetapi sebuah mobil sedan melaju lebih cepat dan melindas kresek ini.
Teman Fina mendapatkan kresek itu lalu membukanya
Teman Fina = Ya ampun kucing Fin…. (suaranya iba)
Fina = Lho mbak ini khan kucingnya mas solikun?
Fina yang melihat kejadian ini segera membawa tas kresek yang berisi kucing mati ke rumah Solikun

Scene 15
Solikun membersihkan lantai sambil menggerutu.
Tiba-tiba ada sayup sayup suara…” Assalamu’alaikum….
Solikun = Wa ‘alaikum salam…seperti suara Fina
soliku berdandan dulu sebelum menemui pujaan hatinya

scene 16
Pintu dibuka..
Solikun = Eh Fina. Ngapain pagi-pagi kesini?
Fina tanpa mengucap sepatah kata menunjukkan kresek yang berisi kucing mati tersebut.
Solikun tidak bisa berkilah dan berkata lagi karena Fina telah melihat sendiri kejadiannya.
Muncul bayangan adegan waktu Solikun menampakkan rasa pura-pura sayangnya pada kucing kecil diiringi musik soundtrack sendu.

Tulisan Penutup=
Adanya kesamaan nama dalam cerita ini
sepertinya memang disengaja
he he he

Cerita=
akhun, Intan, Riyas

Penata Lampu:
Mochamat

Penata Kamera:
Hepi, Nasir

Perlengkapan:
Bayu, Rochmat

Soundtrack Arr:
Naf’an

Editor dan Penata Musik:
Akhun

Finishing:
Maulana AS

Konsumsi:
Intan

Produser:
Bareng-bareng

ass. Sutradara:
Hepi, Intan

Sutradara:
akhun

Semarang (c) 2003
CREATOMEDICA ENTERTAINMENT
=================================================

Semua hal yang ada di Film ini benar-benar karya orisinil, termasuk Musik soundtracknya yang dibuat dengan Program MTV Music Generator. Berbeda dengan karya kebanyakan yang musik soundtracknya mengambil milik orang lain (biasanya milik Kitaro)

Genghis Khun

Agustus 18, 2008 - Posted by | Petualangan | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: