FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Diskusi dengan Salafy tentang Navigasi Langit

Alkisah, konon dan syahdan, penulis berkesempatan untuk berdiskusi seorang sejawat yang mengaku salafy, sebut saja As. Dialog tidak persis tetapi tidak keluar dari inti yang dibahas.

Tentang Arah Kiblat
As berpedoman bahwa arah kiblat adalah timur dan barat, menganggap bahwa perhitungan astronomi sia-sia dan malah memperumit diri sendiri.
Penulis (P): Pertanyaan sederhana & realistis, misalnya anda menjalani masa PTT disuatu tempat terpencil. Pada tanggal 21 Juni masyarakat kampung meminta anda membuat sebuah musholla dan bagaimana cara anda menentukan arah kiblatnya?
As = Kita harus mengetahui arah terbit dan tenggelam matahari lebih dulu
P = Oke disini arah terbit dan disitu arah tenggelam (sambil menggambarakan di atas kertas). Nah arah kiblatnya kemana?
As = Menghadap ke barat. karena arah kiblat meliputi arah timur dan barat.
P = (Melongo) iya itu benar “meliputi timur dan barat”. Jadi anda membangun bangunan ini menghadap ke barat?
As = Iya
P = Oke bisa dimaklumi karena anda mungkin PTT-nya di Maluku. Misalkan PTT anda di Turki, apakah arahnya tetap ke barat?
As = Iya.
P = (Melongo) Masjid anda jadi lucu karena menghadap ke Italia dan Spanyol. Seharusnya masjid tersebut menghadap ke Timur Tenggara.
As = Lha iya kiblat itu khan meliputi timur dan barat.
P = Ok dah…. tapi masjid tadi jadinya menghadap kemana?
As = Sebelumnya bertanya dulu pada orang.
P = nah, itu jawabannya. Pada akhirnya bertanya.

Ulasan=
Tahap ini penulis berkesimpulan bahwa pola pikir orang kaya memang berbeda dengan orang miskin. Pola pikir Orang kaya segala sesuatu bisa dibeli, didatangkan ataupun dikontak, asalkan ada fee untuk mendatangkan seorang (=ahli arah kiblat) maupun membeli pulsa untuk menelepon ahli tersebut. Padahal mempelajari ilmunya sendiri lebih mudah dan murah.

Shalat Ashar
P = Apa patokan shalat ashar menurut anda?
As = Ketika bayangan sama tinggi dengan bendanya.
P = Oke jawaban anda bisa diterima karena tinggal di Indonesia. Misalkan anda tinggal di Jepang. Kapan shalat ashar pada tanggal 21 Desember?
As = ketika bayangan sama tinggi dengan bendanya.
P = (melongo, mohon rekan astronomi tidak menertawakannya). Tanggal 21 Desember di jepang, sepanjang hari bayangan lebih panjang dari bendanya. itu terjadi SEPANJANG hari, termasuk tengah hari bayangan lebih panjang dari bendanya. (btw, bener gak yng di Jepang? cross check..).

Gerhana
P = Pertanyaan saya, kapan muslim tahu bahwa saat itu terjadi gerhana atau tidak? Karena seorang Muslim dianjurkan untuk melakukan shalat Gerhana.
As = Bila kebetulan terjadi gerhana kita shalat gerhana bila tidak tahu ya tidak perlu
P = Ngomong-ngomong gerhana kemarin anda tahu nggak?
As = kapan ya? terakhir shalat gerhana saya di RS Karyadi waktu rame-rame lihat Gerhana.
P = Wah kalo di Karyadi itu berarti sudah lama (sekarang di jakarta.red). Kemarin itu ada gerhana bulan 2 hari yang lalu, minggu dini hari jam 02.00-05.00 waktu yang lumayan lama.
As = wah, saya kebetulan tidak tahu, jadi tidak perlu shalat gerhana.
P = Wah hati-hati saja pak, kalo cuma mengandalkan kebetulan gerhana tanpa perhitungan. Kalo kebetulan terjadi gerhana matahari, lalu anda mencoba memastikan apa benar sedang terjadi gerhana matahari, maka mata anda bisa buta!

Pergantian hari
P = Pertanyaan saya, hari jumat di Indonesia seharusnya sebelum ataukah sesudah Saudi Arabia?
sistem kita selama ini mengikuti sistem Greenwich buatan orang Kafir, pelaut pelaku penjajahan dan perbudakan.
As = Hari-hari jelas mengikuti Saudi Arabia.
P = iya itu daerah timur tengah, tetapi masalahnya kita berada di Indonesia. Konon ada ilmuwan muslim yang mengusulkan bahwa Mekkah adalah pusat dunia dan pergantian hari harusnya dimulai dari sini. anda setuju tidak?
As = setuju saja.
P = Konsekuensinya kita harus shalat jum’at pada hari sabtu. selama ini shalat Jum’at kita tidak sah. Jadi terserah mau mengikuti sistem kafir atau ide ilmuwan muslim tersebut.
As = Kalo memang sistem tersebut salah suatu ketika akan tampak kesalahannya.
P = …?

Kesimpulan=
Sepertinya tidak berinisiatif untuk melakukan perbaikan.

Mohon teman-teman Salafy, apakah orang ini representasi dari salafy ataukah perlu di tahdzir (peringatkan) karena telah mempermalukan Salafy?
Ada pertanyaan juga yang belum terjawab (mohon teman-teman salafy bisa membantu):
Aplikasi keseharian dari ayat:
Al An’aam 96-97:
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Yunus 5:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

sekali lagi: dalam aplikasi keseharian.

Genghis Khun

Agustus 20, 2008 - Posted by | Agama, Astronavigasi | , , , , , , , , ,

1 Komentar »

  1. bismillah

    di jaman ini banyak FITNAH (din),khususnya di indonesia banyak sekali orang2 yang mengaku nabi di beri hukuman yang sangat ringan.dan juga banyak dai2 sempalan di layar televisi bermodalkan lisan yang memukau tuk mencari nafkah (dai amplop).
    egitu banyak umat islam yang awam,yang jauh mengenal ilmu agama yang tidak sanggup lagi memilah milah mana yang HAQ dan mana yang BATHIL (bid’ah).
    bertebaranlah PARTAI2 berazaskan ISLAM,seolah olah merekalah berjuang di agama ini hampir semua tidak mengetahui.
    padahal mereka kader2 PARTAI ISLAM,tujuan hanyalah DUNIA mencari nafkah menjual agama slogan2 palsu tuk mengelabui umat islam tuk mencapai dukungan yang penuh.
    mereka anggap DAKWAH tauhid,menghalangi perjuangan mereka seolah olah mereka berJIHAD di medan perang.
    hakikat JIHAD mereka kaburkan dengan menTAKWIL jihad parlemen dengan JIHAD di medan perang sama.
    padahal mereka tidak mengetahui JIHAD MUNAFIQUN adalah JIHAD para ulama rabbaniyin.
    ……………………………………….dst komentar disensor………………………………
    ============================
    Genghis Khun:
    Maaf, komentar terpaksa saya sensor karena menyimpang jauh dari artikel dan tidak berusaha menjawab pertanyaan dari artikel yang diminta yaitu:
    Al An’aam 96-97:
    Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

    Yunus 5:
    Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

    sekali lagi: dalam aplikasi keseharian.

    Komentar oleh BADAR | Oktober 17, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: