FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Muslim, arah Kiblat dan Navigasi Langit

Sebenarnya artikel ini merupakan jawaban dari komentar di artikel Diskusi dengan Salafy Tentang Navigasi Langit, tetapi penulis pikir ini bisa menjadi sebuah artikel tersendiri dengan dibubuhi gambar-gambar. Selamat membaca!

“seseorang dituntut beramal dan ibadah sesuai dengan kemampuan”, karena Islam itu mudah.
Tetapi tidak untuk digampangkan khan?
Silahkan baca artikel sebelumnya yang berjudul Muslim & Navigasi Langit.

terpapar jelas maksud di akhir artikel tersebut:
“..Karena Kegiatan ibadah sehari-hari dipengaruhi oleh benda langit, maka seorang muslim seharusnya mempelajari Navigasi Langit (Ilmu Falak)…”

Navigasi Langit (disebut juga dengan Astronavigasi) berbeda dengan Astronomi. Navigasi Langit hanya sebagian kecil dari Astronomi, dan diaplikasikan untuk kepentingan di Bumi, misalnya hanya untuk menentukan posisi, ibadah dsb.

Qs Al Baqarah 142-143:
142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”.
143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya tentang ayat di atas ditulis:
“..Didalam hadits Nuwailah binti Muslim disebutkan, telah datang kepada mereka berita pemindahan kiblat itu ketika mereka dalam shalat Dhuhur. Nuwailah binti Muslim melanjutkan kisahnya, “setelah ada berita itu, maka kaum laki-laki beralih menduduki tempat kaum wanita dan kaum wanita menduduki tempat kaum laki-laki” (hal 6-7)
…..

Masjid tersebut akhirnya bernama masjid Qiblatain, terletak di sebelah barat masjid Nabawi di Madinah, sebagai berikut:
masjid_qiblatain

masjid_qiblatain_2

masjid_qiblatain_3

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Ketika orang-orang sedang melakukan salat di Qubba, tiba-tiba datang orang yang membawa kabar bahwa semalam Rasulullah saw. mendapat wahyu berupa perintah untuk menghadap Kakbah. Seketika itu mereka menghadap ke Kakbah. Sebelumnya mereka menghadap ke arah Syam, kemudian mereka BERPUTAR menghadap ke Kakbah (Ini terdapat juga dalam shahih Bukhari dan Muslim di Bab Masjid dan Lokasi Shalat)
……
Di dalam riwayat Imam Turmuzi disebutkan:
“Bahwa mereka sedang rukuk, lalu mereka BERPUTAR, sedangkan mereka dalam keadaan masih rukuk menghadap ke arah Ka’bah” (hal 19)

Masjid Quba terletak di sebelah selatan masjid Nabawi di Madinah:
masjid_quba_2

Pembahasan;
Di awal shalat para jamaah menghadap ke arah Utara agak ke barat (jerusalem), lalu berputar menghadap ke Selatan (Mekkah).
Dalam ilmu berbaris mirip aba-aba” Balik kanan grak!”
Mudahnya, bayangkan anda berada di Solo; di awal shalat menghadap ke Semarang lalu dipertengahan shalat berputar menghadap Yogya. Sayang tidak dijelaskan arah putaran ini ke kanan/ kiri, tetapi yang jelas ini tentu saja bukan lelucon.
Demikianlah tuntunan para salafusshalih; Sami’na wa atho’na (Kami dengar dan kami taat) bila ada kabar bahwa arah Kiblat perlu dikoreksi.
Disamping itu yang menakjubkan, bila dicek dengan Google Earth, arah Kiblat Masjid Nabawi di Madinah ini ke selatan, bila ditarik garis hampir persis menghadap Ka’bah. Apa ini bukan menunjukkan bahwa Nabi seorang Navigator ulung?

arah_kiblat_masjid_nabawi

Kita tentu masih ingat cerita hijrahnya Nabi ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi menghindari jalan utama yang biasa di lalui (disertai Abu Bakar RA). Padahal daerah gurun pasir sering terjadi badai yang bisa memindahkan bukit pasir. Alhamdulillah mereka berdua bisa sampai di Madinah. Apa ini bukan menunjukkan bahwa Nabi seorang Navigator ulung?

hijrah_nabi
(Sumber peta Rute Hijrah dari Presentation Seerah Bergambar NurIsLam – FiRST_GeNe JAIPETRA 2001®.

ketiga, Nabi adalah seorang pedagang. Apa yang menjadi panduan bagi arah perjalanan beliau kala itu bila bukan dari benda langit?

Memang benar bahwa ilmu Astronomi dulu tidak semaju sekarang, tetapi fungsi benda langit sebagai petunjuk dari dulu sampai sekarang ya cuma itu-itu saja. Penulis sendiri hingga saat ini mencoba membatasi diri dengan tanpa alat bantu. Dan perlu diketahui bahwa peralatan navigasi langit mula-mula adalah hasil karya navigator muslim (misalnya Kamal, Kwadran, astrolabe).
Silahkan baca buku Astronavigasi di halaman Download.

Dapat dimengerti bila hari ini kita frustasi karena langit tidak lagi secerah jaman dulu. Polusi merajalela. Dalam tulisan ini penulis hanya mengingatkan bahwa “fungsi langit sebagai petunjuk” bila tidak digali lagi nantinya hanya tinggal cerita.
Selain itu, ayat di bawah ini menjadi mubazir:

QS Al An’aam:
97. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Q.S An Nahl:
16. dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.

Genghis Khun

Rujukan:
1. http://www.mykonsis.org
2. GoogleEarth
3. Shahid Athar, M.D., Reflections of an American Muslim
4. M. Syamsi Ali, SOME ASPECTS OF ISLAM
5. Islam, Knowledge and Science
6. Ferry S simatupang, Astronomi: Perjalanan Menembus Tapal Batas
7. http://en.wikipedia.org/wiki/Astrolabe
8. http://en.wikipedia.org/wiki/Celestial_navigation

Artikel terkait:
Ketika Matahari, Bulan dan Bintang menunjukkan Arah Kiblat di Rotterdam, Netherland
Penentuan Arah Kiblat Tangerang dengan bayangan Matahari (Bulan Oktober)
Kelemahan Metode HISAB dalam penentuan awal Bulan Hijriyah
Diskusi dengan Salafy tentang Navigasi Langit
Perjalanan Bulan, Hisab, Ru’yat dan…Ru’yat Palsu!
Muslim & Navigasi Langit
Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik Magnetic kutub utara??
Garis Batas HARI Internasional & Validitas GMT (Bag 2)
Navigasi Langit dalam film 10.000 BC
Garis Batas HARI Internasional & Validitas GMT
KOREKSI KESALAHAN INDEX KOTA (CITY INDEX) PADA KOMPAS KIBLAT
Ketika Hilal/ Crescent menunjukkan arah Kiblat
Bintang yang dicurigai menunjukkan arah Kiblat (Bagian 1)
“Jam Bintang” (bag 2)
“Jam Bintang” (bag 1)
Hari-hari ketika Sunset/ Sunrise menunjukkan arah kiblat
Dilema Muharram 1429
Cara Penentuan Arah Kiblat: dengan Bintang & Busur Derajat (Bukan Jarum Kompas)
BISAKAH SABUK ORION DIGUNAKAN SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT?
Keajaiban Bintang VEGA (buat sejawat yang tinggal di Kobe, Jepang)
PERKIRAAN ARAH KIBLAT dengan bantuan BINTANG
Perkiraan Arah Kiblat Tiap Hari dengan Skema
Penentuan arah kiblat dengan Kompas


November 28, 2008 - Posted by | Agama | , , , ,

2 Komentar »

  1. waduh ini tulisan sangat membantu saya, apa boleh saya diskusi tentang masalah ini lebih dalam. dan tolong alamat runah anda di mana ya supaya saya bisa korespondensi dengan anda, ini nomor HP saya 085755242111.
    Salam kenal dari saya,
    DEDIK SAIFULLOH

    Komentar oleh dedik81 | Januari 13, 2009 | Balas

  2. terima kasih ..ilmunya

    Komentar oleh oneslamslamet hidayat | Januari 18, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: