FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Gerhana (eclipse) Matahari dan Bulan tahun 2009

Berikut ini Daftar lengkap Bulan Baru dan gerhana di Website NASA untuk tahun 2009:



New Moon

First Quarter

Full Moon

Last Quarter

 

Jan 4 11:56

Jan 11 03:27

Jan 18 02:46

Jan 26  07:55 A   
Feb  2  23:13     

Feb 9 14:49 n

Feb 16 21:37

Feb 25  01:35     
Mar  4  07:46     

Mar 11 02:38

Mar 18 17:47

Mar 26  16:06     
Apr  2  14:34     

Apr 9 14:56

Apr 17 13:36

Apr 25  03:23     
May  1  20:44     

May 9 04:01

May 17 07:26

May 24  12:11     
May 31  03:22     

Jun 7 18:12

Jun 15 22:15

Jun 22  19:35     
Jun 29  11:28     

Jul 7 09:21 n

Jul 15 09:53

Jul 22  02:35 T   
Jul 28  22:00     

Aug 6 00:55 n

Aug 13 18:55

Aug 20  10:01     
Aug 27  11:42     

Sep 4 16:03

Sep 12 02:16

Sep 18  18:44     
Sep 26  04:50     

Oct 4 06:10

Oct 11 08:56

Oct 18  05:33     
Oct 26  00:42     

Nov 2 19:14

Nov 9 15:56

Nov 16  19:14     
Nov 24  21:39     

Dec 2 07:30

Dec 9 00:13

Dec 16  12:02     
Dec 24  17:36     

Dec 31 19:13 p

Keterangan:
Waktu dalam GMT

Eclipse Types
Solar Eclipse
T – Total
A – Annular
H – Hybrid (Annular/Total)
P – Partial

Lunar Eclipse
t – Total (Umbral)
p – Partial (Umbral)
n – Penumbral
==================

Sedangkan dari beberapa program komputer (OS Windows)

1. Program StarryNight Digital Download (trims untuk pak Ar Fisika atas programnya ) ):

1/26/2009
2/9/2009
7/7/2009
7/22/2009

8/6/2009

2:58 PM WIB

9:38 PM WIB

4:38 PM WIB 9:35 AM WIB
7:39 AM WIB

Solar eclipse (annular) Lunar Eclipse (partial)

Lunar Eclipse (partial)

Solar Eclipse (Total)

Lunar Eclipse (Partial)

2. Program Eclipse Calculator v.0.8.0.0 (Lone Wolf Lab):

SOLAR Eclipse

Date

Type

Max

26 Jan 2009

22 Juli 2009

Annular

Total

08:00:20 (15:00 WIB)
02:36:55 (09:36 WIB)

Lunar Eclipse

Date

Type

Max

09 Feb 2009

07 Jul 2009
06 Aug 2009

31 Dec 2009

Partial Penumbra

Partial Penumbra

Partial Penumbra

Partial

14:39:51 (21:39 WIB)
09:40:14 (16:40 WIB)

00:40:42 (07:40 WIB)
19:24:29 (1 Januari 2009, 02:24 WIB)

Pentingnya Ilmu HISAB dalam masalah GERHANA

Sehubungan dengan komentar di artikel sebelumnya yang tak terjawab; bagaimana cara rasul menentukan sedang terjadi Gerhana atau Tidak, agar kita bisa bisa berdoa hingga lepas.

Golongan yang tidak mengakui ilmu hisab akan kesulitan melaksanakan anjuran nabi tersebut karena:
1. Terjadinya gerhana hanya beberapa menit/ jam saja.
2. Tidak ada tanda-tanda/ gejala alam yang bisa di amati bahwa sedang terjadi gerhana.(Berbeda dengan terjadinya hujan).
3. Kesulitan, dan tentu saja ketakutan diri, untuk memastikan bahwa
sedang terjadi gerhana, karena efeknya dapat membahayakan pandangan
mata.

Bila hanya mengandalkan faktor KEBETULAN (maksudnya; bila kebetulan terjadi gerhana akan melaksanakan anjuran Nabi Muhammad SAW), maka mari kita hitung berapa persen kemungkinan faktor kebetulan ini terjadi selama hidup?🙂

Lebih penting lagi; apa deskripsi dari “kebetulan sedang terjadi gerhana”?

=================================================
Selingan:

Sore itu Dul Koplak bersama anaknya yang berusia 7 tahun sedang mandi di sungai, langit tiba-tiba menjadi gelap sehingga air sungai pun tidak
kelihatan, bau wangi semerbak, tiba-tiba muncul asap….dst…

Dul Koplak menduga sedang terjadi gerhana matahari lalu mendongak ke langit, memastikan ..belum yakin…memastikan lagi.
“Nak, sekarang ada gerhana Matahari!” kata Dul Koplak pada anaknya.
“Mana Pap?” anaknya yang sepolos Genghis Khun bertanya sambil ikut mendongak ke langit
“Lihat Itu! bulan sedang menutupi matahari” Dul Koplak menunjuk ke langit
“Mana-mana? yang mana sih?”
“Itu tuh…”

Bapak dan anak tersebut terlihat sangat riang. Dul Koplak gembira
karena telah mengajarkan ilmu baru bagi anaknya. akhirnya mereka berdua
pulang dalam keadaan buta.
=================================================

SHALAT GERHANA

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Pada masa Rasulullah saw. pernah terjadi gerhana matahari. Saat itu Rasulullah saw. melakukan salat gerhana, beliau berdiri sangat lama dan rukuk juga sangat lama, lalu mengangkat kepala dan berdiri lama, tapi tidak seperti lamanya berdiri pertama. Kemudian beliau rukuk lama, tapi tidak seperti lamanya rukuk pertama. Selanjutnya beliau sujud. Kemudian berdiri lama, namun tidak seperti lamanya berdiri pertama, rukuk cukup lama, namun tidak selama rukuk pertama, mengangkat kepala, lalu berdiri lama, tapi tidak seperti lamanya berdiri pertama, rukuk cukup lama, tapi tidak seperti lamanya rukuk pertama, lalu sujud dan selesai. Ketika salat usai matahari sudah nampak sempurna kembali. Beliau berkhutbah di hadapan kaum muslimin, memuji Allah dan menyanjung-Nya, dan bersabda: Sesungguhnya matahari dan rembulan itu termasuk tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Oleh sebab itu, jika kalian melihat keduanya gerhana, maka bertakbirlah, berdoalah kepada Allah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah! Hai umat Muhammad, tidak seorang pun lebih cemburu daripada Allah, bila hambanya, lelaki maupun perempuan, berbuat zina. Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian banyak menangis dan sedikit tertawa. Ingatlah! Bukankah aku telah menyampaikan
(Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1499)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau melaksanakan salat gerhana dua rakaat dengan empat kali rukuk, dan empat kali sujud dalam satu rakaat
(Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1503)

Silahkan baca hadits-hadits yang lain tentang gerhana/ eclipse di: USC-MSA

Uraian
KH. Fahmi Basya (pengarang buku Matematika Islam) tentang shalat gerhana di Flying Book 89 sangat berkesan bagi penulis hingga hari ini. Uraian ini dapat anda peroleh dengan bergabung di milis perpustakaan-terbuai@yahoogroups.com

Berikut ini ringkasannya:
Posisi badan pada saat shalat (terhadap garis tegak/ vertikal) membentuk sudut:
Badan tegak = 0°
Ruku’ = 90°
sujud = 135°

Dalam 1 rakaat shalat fardhu:
Badan tegak + ruku + Badan tegak + sujud + Badan tegak + sujud=
0 + 90 + 0 + 135 + 0 135 = 360 derajat

360 derajat ini seperti halnya planet bumi yang berputar 360 derajat. Artinya planet bumi juga shalat.

Mengenai Shalat gerhana beliau menulis:
“Ekspresi 2 kali rukuk pada shalat gerhana yang diekspresikan Nabi Muhammad SAW membuktikan bahwa ada hubungan antara gerhana dengan shalat gerhana, karena gerak 2 kali rukuk= 2x 90°= 180°= Garis lurus. Padahal gerhana adalah segaris lurusnya Matahari, Bulan dan Bumi”

(gambar menyusul)

Genghis Khun

Rujukan:
1. http://eclipse.gsfc.nasa.gov
2. program Starry Night
3. Program Eclipse Calculator v.0.8.0.0
4. Hadits Muslim Bab Gerhana
5. Fahmi Basya, Flying Book 89, perpustakaan-terbuai@yahoogroups.com


Januari 25, 2009 - Posted by | Agama, Astronavigasi

2 Komentar »

  1. makasih infonya…
    mampir-mampir ni…salam..

    Komentar oleh Azzin | Januari 25, 2009 | Balas

  2. Blog yang sangat berinformasi.

    Komentar oleh Bokde | Februari 1, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: