FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Dinar Dirham; alternatif jual beli

Kemarin (19 Maret 2009), penulis mencoba menjual salah satu koin dinar di geraidinar.com. Setahun yang lalu belinya juga ditempat tersebut.


Perlu diketahui, alasan penulis membeli dinar adalah sebagai berikut:
1. Investasi
2. Mendukung Kampanye Dinar sebagai alat tukar yang diridhoi, karena sistem dinar-dirham terbukti stabil dibanding sistem uang kertas saat ini yang selalu menyusut (Baca artikel sebelumnya; artikel perdana blog ini; budak-budak ekonomi)

Mudahnya, anda setahun yang lalu mempunyai uang 1,2 juta ditabung di Bank, sedangkan oleh penulis, dengan jumlah yang sama dibelikan koin dinar (setahun yang lalu Rp. 1,2 juta). Saat ini 1 dinar Rp.1,5 juta, bandingkan dengan tabungan anda + BUNGA apakah sudah mencapai 1,5 juta? kalau sudah mencapai pun anda terkena efek RIBA.😦

=================
Selingan:
Eits…lupa, bisa jadi Rp. 1,2 juta anda sudah beranak menjadi Rp. 20 juta karena…mmmh…main Forex Judi😛 malah parah….
=================

Dinar, adalah koin emas 4,25 g 22 karat, yang khusus dipesan di ANTAM (Aneka Tambang). Penulis mencoba membuktikan apakah mereka konsisten dengan data jual/ beli dinarnya? yang selalu diupdate tiap hari ini.
Di rumah bapak Muhaimin Iqbal (Kompleks perumahan Griya Tugu Asri, RTM, Depok) dilayani oleh stafnya. Penulis mengutarakan niatnya hendak menjual dinar yang dimiliki, staf tersebut melihat data lalu membacakan harga jual dan harga belinya (selisih kira-kira 40 ribu, ini akan kita bahas nanti Insya Allah). Mereka lalu membuatkan nota penjualan, senilai Rp. 1.480.000 (Alhamdulillah), ternyata konsisten dan lebih bisa dipercaya, karena seminggu sebelumnya penulis sempat nge-tes juga di salah satu toko emas Cikini (pusat penjualan emas d Jakarta), koin dinar ini dihargai berapa? Saat itu data di geraidinar menunjukkan Rp. 1.430.000 tetapi pemilik toko emas Cikini hanya menghargai Rp. 1.330.000 dengan dalih biaya administrasi dan lain-lain, termasuk bahwa dinar sulit untuk dijual lagi karena peminatnya sedikit.

Dari kasus ini penulis sarankan agar anda mencoba kritis dengan bertanya;
– berapa harga per gram emas hari itu? 18, 20, 22 atau 24 karat.
– berapa selisih antara biaya jual dan beli? dan kenapa selisihnya sebesar itu?

JARINGAN KAMPANYE DINAR
Karena menyusutnya sistem mata uang kertas dan adanya KECENDERUNGAN makin menyusut, maka
ada beberapa gelintir orang mulai menyadari pembodohan ini, mereka berkampanye untuk kembali menggunakan mata uang emas (dinar) dan perak (dirham). Jual beli diharapkan dibiasakan memakai dinar dan dirham, walaupun tidak secara resmi diakui oleh negara, tetapi efeknya akan sangat terasa, seperti contoh uang Rp. 1,2 juta di atas.

Penulis sendiri, anda bisa akses di halaman Training, untuk biaya training telah memakai standar emas; ….Minimal setara dengan nilai 2 (dua) gram emas 24 karat, ini diluar biaya akomodasi (pemberangkatan dari Jakarta).

SISTEM PEROLEHAN LABA DARI TRANSAKSI DINAR-DIRHAM
Contoh kasus:
Jika nilai emas turun hingga harga dinar menjadi Rp.800.000, kemudian anda berminat membeli dinar milik Dul Koplak (dulu beli Rp. 1,2 juta). Coba tebak kira-kira dihargai berapa? 1,2 juta ataukah 800.000?

SALAH bila anda menjawab Rp. 1,2 juta (atau > 1,2 juta agar Dul Koplak mendapat laba).
Nilai dinar tetap mengacu pasaran emas saat ini, jadi harganya Rp.800.000, lho Dul Koplak bisa rugi besar donk?? iya rugi bila tidak ada jaringan.

fungsi jaringan adalah pembagian hasil biaya operasional yang ditetapkan Rp. 40.000, oleh karena itu selisih harga jual/ beli dinar mencapai 40 rb.

Setelah anda menyepakati hendak membeli dinar milik Dul Koplak maka saat itu juga Dul Koplak memesan dinar untuk dirinya sendiri sejumlah yang anda beli (untuk nutup stok dinar yang telah anda beli), bedanya dengan makelar, biasanya makelar barangnya belum ada, lalu diambilkan bila ada kesepakatan.

Keuntungannya diperoleh dari biaya operasional yang dibagi dua antara Dul Koplak dengan pusat. skemanya sebagai berikut:

Anda —Rp. 800.000/koin–> Dul Koplak —–Rp. 780.000/koin –> PUSAT

Kesimpulannya, Jaringan tidak mencari keuntungan dari nilai emasnya sendiri. Perlahan tapi pasti, kesadaran akan buruknya sistem uang kertas pasti bermunculan, Insya Allah..

Genghis Khun


Maret 20, 2009 - Posted by | Opini

1 Komentar »

  1. klo satuan terkecil dari dinar/dirham berapa sih mas?
    misalkan buat beli permen gmn tuh?
    ======
    Genghis Khun:
    1 permen misalkan Rp. 500,-
    1 dirham = Rp.30.000
    Maka 1 permen= Rp. 1/60 Dirham

    1/60 dirham mungkin nantinya bernama 1 sen/ nama lain sesuai kesepakatan, tapi ini bukan substansi, substansinya adalah nilai mata uang SETARA dengan nilainya sendiri.

    Bandingkan dengan selembar kertas yang sebenarnya harganya sama, tetapi nilainya berbeda ketika ditulisi angka Rp. 1000,-/ Rp.5000/ maupun Rp. 10.000,-

    Komentar oleh hendro | Maret 23, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: