FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

FOREX dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi

FOREX dengan MONEY CHANGER: antara spekulasi Judi dan bukan judi

=Ide tulisan muncul gara-gara melewati stand Money changer di Mall Mangga Dua Jakarta Kota=

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya; Forex sisi lain; mengundi nasib dengan anak panah.
Di sini akan dipaparkan perbedaan antara spekulan yang melalui jalur Money changer dengan Forex. Sisi yang akan dibahas adalah kesamaannya dalam rangka mengambil LABA dari selisih nilai mata uang. Artinya, sama-sama bertujuan spekulasi, bukan untuk, misalnya bepergian ke luar negeri atau membeli barang elektronik.
Jadi walaupun sama-sama spekulasi, namun akan tampak perbedaan mencolok; judi ataukah bukan.
Akhir tulisan mengarahkan pembaca untuk ikut terlibat aktif mencari tahu kenapa Forex dibikin sedemikian rupa.


MONEY CHANGER
Money changer mudahnya adalah sebuah tempat untuk menukarkan mata uang kita dengan mata uang asing.
Pusat penjualan komputer dan elektronik di Mall Mangga Dua Jakarta memakai harga standar US Dollar, oleh karena nilai Dollar terhadap rupiah yang berfluktuasi, para pembeli cenderung menukarkan rupiah dengan Dollar. Agar tidak terkena imbas dari inflasi mendadak dari Rupiah (Rupiah adalah mata uang kita yang cenderung inflasi terussss😦 )
Selain tujuan tersebut ternyata ada juga yang memanfaatkan untuk tujuan lain, yaitu spekulasi, mengambil laba dari selisih nilai mata uang.

Misalnya, Dul Koplak setahun yang lalu membeli $ 100 US Dollar seharga Rp. 10.000,-/ lembar, dia mengeluarkan uang sebesar 1 juta. Hari ini ditukarkan ke rupiah lagi karena 1 Dollar seharga Rp. 12.000,- maka dia memperoleh uang Rp. 1,2 juta. 200 ribu adalah keuntungannya, hmm… lumayan🙂

Penulis, sekali lagi menekankan, tidak akan meyoroti sisi halal/ haramnya mencari keuntungan dari pertukaran mata uang, tapi penekanan pada alur jual beli wajar ataukah Judi.
Dari kasus di atas terlihat bahwa di Money changer, jual beli adalah WAJAR. Skemanya sbb:

Setahun yang lalu = Nilai yang disepakati (Rp. 10.000)–> Transaksi/ Akad
Hari ini = Nilai yang disepakati (Rp.12.000)–> Transaksi/ Akad

FOREX (FOREIGN EXCHANGE)
FOREX mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli:
1. Jual/ beli untuk posisi OPEN
2. Jual/ beli untuk posisi CLOSE

Yang jadi masalah/ sorotan dalam tulisan ini adalah aktifitas yang ke-dua, dalam tulisan sebelumnya ternyata mengandung unsur judi! Skemanya sbb:

1. Jual/ beli untuk posisi OPEN
Nilai yang disepakati —> Transaksi/ akad
=> WAJAR

2. Jual/ beli untuk posisi CLOSE, ada dua JUDI:
– Transaksi/ akad dulu –> lalu menyepakati nilai yang akan muncul.
Transaksi ini menyepakati bahwa AKAN menutup Entah pada posisi berapa, atau Tertutup otomatis karena dana tergerus (Margin Call)

– a. Saat aktifitas mengklik tombol (transaksi/akad) –> b. are you sure? (nilai yang disepakati belum muncul) –> yes –> c. nilai yang disepakati muncul
Perhatikan bahwa disepakati di A tetapi nilai masih bisa berubah di posisi C

Bodoh-bodohne, setelah anda membuka transaksi (Open), anda masih akan terbebani pikiran hendak menutup (CLOSE) kapan?

Contoh Dul koplak di atas, setelah membeli dollar $1 senilai 10.000, maka dia hanya akan menjual lagi bila harga dollar sudah di atas Rp. 10.000, bila belum naik, dollar ini akan selalu disimpannya.
Sedangkan bila Dul Koplak membeli via FOREX, artinya menyetujui bahwa stok uangnya akan tergerus oleh Margin call bila dia tidak segera menjual lagi dollarnya. Dengan kata lain, bila tidak ada laba, dia menjual dollarnya karena keterpaksaan.

Seorang karib yang IQ-nya sama-sama bengkok😛 , sebut saja Deden, berkilah bahwa aktifitas Forex seperti memancing, kadang dapat ikan kecil, kadang dapat ikan besar, kadang malah gak dapat sama sekali. Analogi yang sepertinya salah kaprah. Tapi semoga saja teman kita tersebut tidak terlibat jauh dengan aktifitas forex, walaupun penulis tahu pasti kalau beliau terlibat dengan money changer, karena gajinya dalam dollar. Gak mungkin donk beli Tahu Campur Lamongan dalam dollar?😀

Okelah, mari kita kupas!
Bila Forex hendak dianalogikan dengan memancing, maka ketika pancing sudah dilempar anda harus siap menerima resiko bahwa pancing akan tertarik ke dalam air. Penulis bertanya, berapa % pemancing yang pancingnya sudah “ditelan” air? nanti akan kita bandingkan dengan prosentase pemain Forex yang terkena Margin Call, agar kita tahu betapa salah kaprahnya analogi memancing.

KESIMPULAN
Money Changer= Jual beli Wajar
Forex=
-Open = Jual beli Wajar
-Close= Jual beli JUDI

Mengapa Forex tidak dibuat seperti Money Changer yang sederhana?
Seolah-olah ada suatu kekuatan yang mengatur dan mengarahkan agar FOREX tidak seperti Money Changer, padahal bila dijalankan seperti money changer-pun, bila waktu transaksi sama, laba yang diterima pun tetap sama. sangat mengherankan bukan?

Genghis Khun
PS=
Cukup menggelikan, ketika penulis mempelajari istilah dan analisa dalam Forex. Terbayanglah buku 1000 Tafsir Mimpi yang biasa digunakan oleh para pelaku judi togel🙂


April 5, 2009 - Posted by | Opini

1 Komentar »

  1. Dapat dipahami bahwa forex adalah suatu bentuk kemajuan dari money changer atau bisa dikatakan money changer adalah bentuk tradisional atau perdagangan forex konvensional karena benar benar menghadirkan fisik uang dan juga harus datang pada tempat tertentu dan forex adalah suatu pembaharuan berdasarkan teknologi dimana pertukaran dapat dilakukan di dunia maya tanpa harus memegang uang secara fisik dan datang langsung ke tempat penukaran. Dengan forex, pertukaran mata uang asing menjadi jauh lebih mudah dan cepat.
    jelas bahwa forex dan money changer masih merupakan kesamaan, dan perbedaannya hanya terletak pada cara melakukan transaksinya.
    http://tokotuaforex.blogspot.com/2012/09/forex-dan-money-changer.html

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal…
    1. Misalkan kita punya Dollar hendak membeli Eur.
    Dimoney Changer: mudah saja serahkan dollar dapat eur.

    Tolong dijelaskan kapan cairnya Eur itu di Forex Online?

    2. Forex Online adalah judi dg argumentasi di: http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa
    Mungkin anda punya prinsip lain utk menentukan sesuatu itu judi/ bukan judi?
    trims

    Komentar oleh Dian Rachma | Februari 13, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: