FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Mari Belajar FOREX: sebuah Dialog

Belajar_Forex_online Bermula dari Hipotesis sederhana;
“Apakah penggolongan JUDI ditentukan oleh JUMLAH Kyai yang PROTES?”

Penulis mencoba menganalisis mengapa selalu ada Pro-Kontra tantang Perjudian.
Padahal seharusnya penentuan Judi atau Bukan adalah mudah bila kita menjernihkan pikiran.
akhirnya diperoleh hasil bahwa perbedaan ini secara umum adalah pada ALUR-nya.


Jual Beli Wajar: Penentuan nilai => Transaksi => Sama-sama puas
Jual Beli Judi: Transaksi => penentuan nilai => salah satu untung, yang lain rugi

Alhamdulillah, kesimpulan ini masih belum tergoyahkan hingga kini. Hingga akhirnya mengerucut sampai pada aktivitas pertukaran mata uang asing, dengan kesimpulan:
Money Changer bukan JUDI, tetapi Forex Online adalah JUDI. (Mohon dibedakan)

Kebanyakan pelaku Judi ini berlindung dibalik fatwa ‘bolehnya transaksi antar mata uang’. Mirip dengan pelaku Judi togel/ SDSB yang beralasan ‘apa salahnya membeli sesobek kertas yang berisi angka?”

Berikut ini adalah diskusi antara penulis dengan salah satu pengunjung blog tercinta (Genghis Khun.com) mengenai Forex Online. Baca artikel lengkap di:
http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

Diskusi ini ada di halaman komentar artikel tersebut. Komentator yang gentle, membuat saya respek terhadap beliau. Berbeda dengan komentator sebelumnya yang tanpa identitas, email tidak terhubung, yang menulis:
“..(Genghis Khun.red) kecewa dengan forex; misalnya wanita yang anda idam-idamkan lebih memilih menambatkan hatinya dengan pengusaha forex yang kaya raya, atau mungkin anda pernah tertipu oleh oknum-oknum forex black market yang pada waktu lampau sering terjadi”
Ilmu kirologi?🙂 Komentar yang tidak membangun sama sekali..

Btw, Mari kita mempelajari bisnis ini sekaligus mencoba menyelami pola pikir dan pemahaman para pelaku Forex, kemudian kita berusaha meluruskan. Begitu pula sebaliknya bila penulis yang salah mohon diluruskan agar tidak makin ‘menyesatkan’. Bukankah kita hidup untuk saling mengingatkan?

Akhirnya, monggo silahken menyimak diskusi sambil minum Wedang Jahe…

================================================
R******* on May 30, 2009 5:45 pm

bagaimana dengan jual dan beli emas di pasar bukannya disitu terdapat praktek2 seprti halnya forex, yg dianggap judi, dari sisi toko emas dipasar (sebagai broker) dan pembeli atau penjual nya (sebagai trader) waktu beli harga disepakati tapi waktu jual harga belum jelas karena harga emas yg fluktuatif (naik/turun), bukannya hal ini sama persis di forex, tapi kenapa perdagangan emas di pasa2r tidak ada yg mengharamkan, hal ini juga merugikan si pembeli bila harga emas itu turun…..terima kasih untuk jawabannya…

================================================
Genghis Khun:
Pertanyaan bagus Pak..
Perbedaan tersebut sangatlah mencolok.
Dalam Jual beli Emas:
1. Setelah beli, terserah kita, mau dijual lagi atau tidak tidaklah masalah. Bila mau dijual lagi pasti didahului oleh adanya kesepakatan nilai/ kecocokan harga.
Alurnya= Kesepakatan nilai –> akad/ transaksi (=>Ini Jual Beli Wajar)
Walaupun kesepakatan nilai waktu JUAL ini lebih kecil daripada waktu BELI, tetapi dua belah pihak tetap menyepakati nilai lebih dulu (yang berlaku saat itu), baru dilakukan akad/ transaksi.*

Dalam FOREX:
1. FOREX mensyaratkan ada DUA aktifitas jual beli: Seteah OPEN harus CLOSE.
Pada nilai berapa CLOSE? nah ini ditentukan kemudian, kita bisa untung bisa rugi.
Alurnya= Akad/ transaksi dulu –> Kesepakatan Nilai menyusul –> salah satu untung, salah satu rugi.(=>Ini Jual Beli JUDI)
Oleh karena itu ada istilah STOP LOSS dan LIMIT, untuk membatasi besarnya laba/ rugi karena ’salah tembak’🙂

2. Bagaimana bila kita tidak mau CLOSE? saldo anda akan terkena MARGIN CALL, dan bisa-bisa malah habis ludes😉

Semoga jawaban singkat ini memuaskan.

Info sedikit tentang perbedaan antara jual beli emas pada umumnya dengan kampanye Dinar Dirham:
* Jual beli Dinar Dirham tidak mengambil keuntungan dari nilai Emasnya. Baik naik/ turun jual beli tetap berjalan karena laba diambil dari bagi hasil BIAYA OPERASIONAL. Silahkan baca di Http://Geraidinar.com

================================================

R******* on June 7, 2009 3:35 am

penjelasan anda tidak menjelaskan apa-apa, diatas sudah saya bilang apabila harga emas turun drastis (karena harga yg selsalu fluktuatif), seperti contoh kasus di atas, si pemegang emas tetap saja rugi karena tidak sesuai dengan harga waktu ia beli, jikalau ada nominal harga yg di sepakati oleh kedua belah pihak itu karena si penjual pasti sedang butuh uangnya, dengan terpaksa ia jual juga walaupun rugi, begitu pula forex, trader bisa saja cut lose karena ia takut harga jual (Close) makin minim/jatuh dengan sangat terpaksa di close juga (rugi), dan kesimpulan saya, kedua kasus di atas tetap saja sama, hanya beda berhadapan dengan broker langsung dan tidak, dan dalam posisi apapun di forex sudah bisa dikatakan persetujuan dari kedua belah pihak, dari mulai open sampai close, apapun resikonya. bisa kita bayangkan bila kita beli emas dengan harga 200rib kemudian turun sampai 75rb misalnya, apakah anda tidak bisa dikatakan merugi…?

================================================

Genghis Khun:
Anda benar pak, saya ngerti maksud anda. Bila harga jual lebih kecil dari harga beli, itu jelas merugi. Berlaku untuk SEMUA benda yang diperjual belikan.
Yang membedakan antara jual beli wajar dengan Jual beli Judi adalah ALUR-nya.

# Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi
# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi.

(Mungkin bapak punya pendapat lain perbedaan antara Jual beli WAJAR dengan jual beli JUDI? silahkan.. saya terbuka)

Dalam Forex (Forex Online/ Modern), Judi itu ada DUA;
JUDI 1
Transaksi Open DAN Close bersamaan.
Waktu Open bukan judi, tapi waktu CLOSE itu judi karena nilai close belum disepakati.
Dalam Jual beli Wajar, ‘Open’ dan ‘CLOSE’ itu terpisah. TIDAK di ‘close’ pun boleh. Kalau di ‘close’; harga akan disepakati lebih dulu –> lalu di CLOSE.

JUDI 2
Anda tentunya mengenal istilah SLIPPAGE. Ini terjadi karena alur jual belinya memang sudah TIDAK WAJAR dari awal. Perhatikan alur ini:
Transaksi dulu –> harga ditentukan kemudian –> ketika harga HAMPIR disepakati –> Bisa terjadi Slippage –> nilainya ‘terpeleset’, berubah.

Seninya tinggi bukan?🙂, juga menantang, tetapi sayang itu JUDI.
Bila anda menghendaki alur yang aman, ya cara tradisional seperti MONEY CHANGER, OPEN dan CLOSE terpisah.
Mohon koreksi bila salah. Trims.

Keterangan:
OPEN : Belanja/ Kulakan
CLOSE: DiJual lagi

================================================
R******* on June 12, 2009 12:36 pm

oke, menurut saya, segala bidang usaha apapun saya katakan “JUDI” karena di situ ada faktor “Untung dan “RUGI” mengapa demikian, jika saya berpatokan dengan pendapat anda, semua bidang usaha termasuk kedalamnya, contoh : saya pernah beli 180 unit komputer dengan harga 1.500 rb itu dulu, sementara komputer saya ini lakunya lama, sampai sekarang harga telah berubah, menjadi 800rb per unit (SLIPPAGE), dan mau tidak mau harus dijual, walaupun lose, dengan terpaksa nilai itu disepakati, nah ini saya namakan jual beli tradisional, adapun forex sangat mirip dengan contoh kasus diatas, cuma bedanya digital dan tidak. terima kasih….

# Jual Beli WAJAR: menyepakati nilai dulu –> lalu transaksi (itu untuk barang konvensional, contoh barang yg ada di pasar tradisional)
# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi. (itu saya bilang juga wajar, untuk barang yg tergantug kepada nilai tukar dolar yg nilainya selalu fluktuatif). dan bukan Judi)

R******* on June 12, 2009 12:53 pm

Judi atau Bukan Judi Itu Tergantung sudut anda memandang Suatu Kasus, Contoh saya berikan yang terjadi Di pasa tradisional, katakanlah tukang cabe kriting, di pasar tradisional juga mengenal “spekulasi”, dia mengira cabe akan tinggi harganya besok, maka ia beli beberapa ton, nah ternyata harga hari ini turun, lalu apa yang ia dapat, kecuali kerugian, dan pertanyaan saya, apakah ini tidak termasuk kedalam Jual Beli Judi, karena bila saya berpatokan seperti anda :

“# Jual Beli JUDI : transaksi dulu –> nilai ditentukan kemudian –> salah satu pihak untung/ rugi.”

kasus ini termasuk dalam katagori tersebut, bukan begitu? mohon di koreksi bila salah. saya juga akan terbuka. terima kasih telah menampung opini saya.

================================================

Genghis Khun:
Diskusi yang makin menarik pak.
Anda menulis, “Judi atau bukan tergantung sudut anda memandang suatu kasus”
Sepakat pak, saya tawarkan sudut pandang ALUR.
Alur yang anda sebutkan pada kasus komputer/ penjual Cabe keriting itu tidak benar.
Mari kita kupas lebih detail:

Pak R*******, (modalnya 1 juta) hari ini membeli cabe di Genghis Khun dengan harga Rp. 800rb/ ton.

Besoknya, ternyata harga turun menjadi Rp. 600/ ton. Pak R******* sebagai pedagang pintar akan menimbun dulu cabe ini. Bila ada pembeli akan dibilang Cabe sedang langka.
Tetapi karena butuh duit, akhirnya dijual. Saat dijual mungkin ada tawar menawar;
“Pak/ Bu mohon keikhlasan dihargai lebih sedikitlah, Rp.700rb/ton atau lebih, sebab saya belanjanya mahal…dst”

Tawar menawar-> Kesepakatan harga -> transaksi -> Sama2 puas= JUAL BELI WAJAR

Dalam FOREX Online mekanismenya sebagai berikut:
Pada saat membeli cabe, pak R******* diHARUSKAN segera menjual Cabe itu dengan nilai jual yang belum diketahui. (Lho, bukankah mo dijual atau ditimbun itu haknya pak R*******?)
Resikonya;
1. Genghis Khun akan menarik BUNGA/ INTEREST harian bila tidak segera dijual.
2. Jika harga cabe turun dibawah Rp. 600rb/hari dan Cabe belum terjual, maka sisa modal pak R******* akan disita oleh Genghis Khun. Ini karena sisa modal pak R******* hanya Rp. 200rb sudah terkena Margin Call.
3. Bila sudah terkena Margin Call, Cabe juga diambil oleh Genghis Khun, duit Rp. 800rb dikembalikan ke Pak R*******.

Enak khan jadi Genghis Khun? beli paksa dagangan orang sambil menyita duit🙂
Ini JUDI yang pertama

Besoknya, eh ternyata harga cabe naik menjadi Rp. 900rb/ ton. Pada saat itu ada pembeli yang sudah siap menyerahkan uang. Mendadak terdengar kabar bahwa harga anjlok ke Rp. 500 ribu/ ton.

Dalam jual beli WAJAR, harga cabe yang SAH adalah Rp. 900rb/ton. Baik pembeli dan penjual sama-sama puas.
Dalam Forex Online/ JUDI, ternyata ‘dadu itu masih menggelinding’, ini biasa disebut Slippage. Harga yang SAH adalah 500rb/ton! Ini JUDI yang kedua; salah satu rugi, yang lain untung.

Semoga bisa dimengerti.
JUDI: Transaksi dulu => Nilai yg disepakati menyusul => salah satu rugi, yang lain untung
Dengan memahami alur tersebut, Insya Allah jawabannya menjadi mudah. Walaupun nanti akan muncul bentuk judi baru dengan sistem yang lebih kompleks.

Jujur pak, saya sebagai manusia biasa pengen banget ikutan Forex. Tapi ternyata hanya sampai account Virtual saya harus mengatakan bahwa FOREX ONLINE itu JUDI. Jadi lebih aman via Money Changer biasa. Tetapi jujur lagi, Money Changer belum pernah saya lakukan karena sampai saat ini belum perlu.

Jadi, mari kita sepakati sudut pandang ALUR ini. Atau mungkin pak R******* punya sudut pandang lain dalam menyimpulkan sesuatu itu JUDI? Mari kita sharing..

Masih bersambung …Insya Allah

Genghis kHun
Http://genghiskhun.com

PS:
Trims buat ‘Don Amin Syarif’ atas ilmu Forex-nya🙂

Juni 16, 2009 - Posted by | Opini

11 Komentar »

  1. wah dialog yang mantap.jadi tambah wawasan nih tentang forex😀.di dlam forex saya pernah baca masalah analisa teknikal dan fundamental serta manajemen resiko.meskipun saya bukan pemain forex,pendapat saya adalah :
    1.forex itu judi …jika tidak disertai dengan ilmu2nya,diataranya analisa teknikal fundamental dan manajemen resiko
    2.forex itu muamalat (jual/beli) biasa…jika ilmu2nya diterapkan.

    Memang pasti akan tergantung sudut pandang. Tapi saya tetap respect kepada pemain forex yang yahud dalam analisa fundamental dan teknikal serta manajemen resikonya.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak,
    Jadi menurut anda: batas antara JUDI dengan BUKAN JUDI itu terletak pada adanya ANALISA.
    Benarkah?
    Dalam Judi pertandingan sepak bola, tinju, pacuan kuda tentu saja juga ada analisis.
    Analisa kondisi para pemainnya, perbandingan fisik, track record, riwayat cedera sebelumnya, faktor lain yang mempengaruhi aktifitas fisik dll.

    Apakah anda konsisten bahwa itu BUKAN JUDI (karena memakai analisis)?

    Terlihat bahwa alasan ANALISIS ini sangat lemah.
    Bagi saya batas itu sangat tegas pada perbedaan ALUR pak, bukan dari ANALISA.
    Silahkan baca artikel sebelumnya:
    Perbedaan ALUR JUDI dengan JUAL BELI Biasa

    Komentar oleh Rully | Juli 7, 2009 | Balas

  2. mungkin saya adalah orang yang tergolong bodoh dalam menyimpulkan sesuatu . dalam hal ini apakah forex itu judi atau bukan. kalo saya melihat komentar yang ada , saya terus terang pengen tahu background pak genghis kun.
    kemungkinan bukan pelaku forex trading atau pelaku forex trading yang selalu rugi/loss. maaf jika salah
    menurut saya adalah “niatan” dari seseorang tersebut. apakah niatnya bermain judi atau bekerja ?
    menurut saya lagi , apakah tujuan seseorang tersebut ? apakah tujuannya untuk merugikan orang lain atau untuk menjemput rezeki?
    menurut saya lagi , setelah uang didapatkan apakah untuk hal positif atau negatif?
    jadi , niatnya aja bagaimana?
    forex dapat dilakukan kapan saja senin sampai jumat sesuai dengan keinginan kita.
    berarti tentu akan mempermudah kita dalam mengatur waktu. kapan waktu bekerja , kapan waktu istirahat dan kapan waktu beribadah?
    demikian tolong ditanggapi.
    dan kalau belum buka akun real pada forex sayang sekali, karena anda telah menghabiskan waktu untuk mempelajari forex.
    dan setelah buka , coba jalankan dengan benar. analisa , strategy , termasuk manajemen psokologinya.
    lihat saja contoh hasilnya di http://www.fxlife.webs.com
    intinya , belajar saja. ini saya juga sedang belajar dengan anda mengenai anggapan judi terhadap forex. okay
    sekian terima kasih . . . .

    ================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak Andrew
    1. Background saya; Pernah membuat Account di Marketiva hanya sampai account virtual, lalu berhenti karena menyimpulkan bahwa Forex adalah Judi. Apa alasannya? silahkan baca artikel saya sebelumnya di: Perbedaan ALUR JUDI dengan JUAL BELI BIASA

    2. Niat
    Antara Judi dengan Niat itu hal yang berbeda pak. Seseorang berjudi, entah di Las Vegas, SDSB atau Forex, walaupun diniatkan untuk tujuan mulia, misalnya akan menyumbang anak yatim (bila menang), dia tetaplah berjudi.
    Jadi walaupun ada perubahan niat dalam diri, tidak akan merubah sisi Judi suatu permainan. semoga ini kita sepakati dulu..

    Sebenarnya mudah saja pak, sisi yang meragukan dalam Forex itu dihilangkan, misalnya TIDAK ADA FLOATING POSITION.
    Hari ini Buy/ sell saja.
    Besok/ Lusa/ Tahun depan: Sell/ Buy saja (kalau profit).
    Simple…Seperti jual beli pada umumnya.

    Tetapi sayang, mekanisme yang marak sekarang ini adalah Judi.
    Atau mungkin anda punya PRINSIP lain untuk mengetahui sesuatu itu JUDI/ BUKAN?
    Mari kita share..

    Komentar oleh andrew | Juli 15, 2009 | Balas

  3. ooooh , pantas saja . . . . ternyata baru account virtual tho . hmmmm . . .
    saya sedikit bingung kenapa anda menyebut forex itu judi.
    oke, terlepas dari niatan,
    saya rasa jual beli itu judi apabila tidak mempunyai “produk ” yang jelas atau barang yang diperjual belikan
    seperti anda contohkan judi bola , balap kuda atau apalah menurut anda.
    tentu saja itu judi , karena walaupun ada analisa tentang pemain atau apa , hal tersebut tidak memiliki produk.
    ya kan?
    apa orang yang main bola itu produknya? saya rasa anda tidak sependapat.
    nah kalo forex , namanya saja valuta sing . valuta = uang , jadi produknya khan jelas. yaitu valuta itu , kalo produkya jelas apakah itu judi pak?
    saya rasa alangkah baiknya kita memakai kacamata nggak cuman hitam saja , tapi diselingi memakai kacamata yang warna lain juga. merah misalnya atau biru yang agak adem.betul kan pak?
    yang jelas diterangkan oleh para ulama tentang judi itu sendiri adalah apabila tidak ada produknya , apabila merugikan pihak lain , dan yang pasti efek sampingnya negatif.
    mengenai kondisi floating . . atau loss. bukankah itu resiko berdagang valuta asing?
    kalau anda bilang itu adalah sisi yang meragukan dalam forex , berarti anda kurang menyadari bahwa suatu pekerjaan itu mempunyai resiko.
    contoh kerja dikantoran , resikonya harus masuk sebelum jam 8 dan kalau telat di marahi bos. blum kalo ingin menjalankan ibadah tepat waktu.susah sekali.
    nah itu resikonya.
    dalam forex resikonya kan kena floating itu bukan?
    kalo kondisi floating dianggap meragukan , jangan2 anda sendiri yang ragu kenapa tidak membuat account real. keraguannya yaitu karena ragu nanti tidak bisa profit?
    soalnya saya diforex jarang sekali deposit , malah yang ada withdrawl tiap minggu.jadi totalnya adalah profit , profit dan profit.
    jadi kefloating itu bukan sisi yang meragukan pak. itu adalah RESIKO.

    Komentar oleh andrew | Juli 15, 2009 | Balas

  4. ada yang kelewatan.
    anda bilang niatan dengan judi itu adalah hal yang berbeda.
    apakah saya menulis niatan dengan judi itu hal sama ?
    tolong dibaca lebih teliti pak.
    di artikel anda , anda melulu membahas alur.
    itu yang saya maksud anda memakai satu kacamata saja.
    tahu nggak pak , dagang sembako dipasar adalah jual beli wajar . halal kan pak?
    tapi jangan salah pak.
    itu bisa jadi haram loh . . .
    did you know?

    ================================================
    Genghis Khun:
    Terima kasih,
    Diskusi yang menarik pak.
    Mohon untuk diskusi selanjutnya kita tidak memakai halal/ haram, karena terus terang saya takut dengan istilah ini. Mari kita batasi dengan Jual Beli Judi dan Bukan Judi saja. setuju?
    Kemudian ada yang saya cermati dari dari penjelasan anda;

    1. PRODUK JUDI
    Dalam Judi Sepak Bola, balap kuda, Forex tentu saja produknya adalah uang.
    Kita menaruh uang dengan harapan mendapat uang yang lebih besar.
    Sedangkan sepak bolanya sendiri, atau balap kuda, atau perilaku pasar adalah medium/ sarananya.
    Medium/ sarana yang sebenarnya WAJAR tersebut dimanfaatkan untuk berjudi. Akhirnya penonton/ pengamat terbagi menjadi dua golongan;
    – Penonton saja
    – Pejudi

    Kita bisa memilah dua golongan ini berdasarkan perbedaan ALUR jual beli mereka.
    Dus, karena perbedaan ALUR ini jugalah, maka trader yang memanfaatkan MOney Changer itu bukan Judi, tetapi via Forex Online itu Judi.
    Contoh lain yang mudah, misalnya dagang sembako, bulan ini 1 ton= Rp. 5 juta:
    Contoh 1. Hari ini pak Andrew (pembeli), berniat menyumbang sembako untuk anak yatim 1 ton, lalu transaksi dengan Genghis Khun (penjual) untuk membeli sembako dengan harga SESUAI BULAN DEPANnya.
    Ini termasuk jual beli judi walaupun niatnya baik (karena harga bulan depan belum kita ketahui, entah naik/ anjlok, bisa jadi 1 ton= Rp. 3 juta atau bahkan 1 ton= 10 juta).
    => Produk Judi ini adalah uang

    Contoh 2. pak Andrew, berniat menyumbang sembako untuk anak yatim senilai 5 juta, lalu transaksi dengan Genghis Khun (penjual) untuk membeli sembako dengan harga SESUAI BULAN DEPANnya. Sembako ini akhirnya diperoleh dengan 2 kemungkinan: kurang dari 1 ton/ malah lebih.
    => Produk Judi ini adalah Sembako.

    Terlihat produk judi mereka berbeda tetapi mediumnya sama, yaitu dagang sembako.
    Artinya, dalam judi juga ada produknya.
    Kesimpulan: adanya Produk tidak membedakan apakah sesuatu itu Judi atau Bukan.
    Mungkin anda punya pendapat lain (kacamata lain) dalam menentukan judi atau bukan? mari kita diskusikan..
    saya juga masih taraf belajar seperti anda..

    2. “..Diterangkan oleh para ulama tentang judi itu sendiri adalah apabila tidak ada produknya..”
    Bisa anda jelaskan sumber ini darimana?

    3. FLOATING POSITION dan RESIKO
    Saya (dan kita semua tentu saja) sangat sadar bahwa dalam SEMUA proses kehidupan, baik pekerjaan BAIK atau BURUK, mengandung floating position dan resiko.
    Misalnya Floating position dan resiko dalam judi, yaitu setelah kita menaruh posisi, lalu dadu di kocok/ permainan sedang berlangsung (bola/ balap kuda).
    Artinya, baik kegiatan BAIK dan BURUk, selalu ada floating Position dan kita sadari Resikonya. Saya tidak meragukan hal ini.

    Di sini mari kita batasi floating position dalam jual beli saja; ada penjual, ada pembeli dan ada barang/ jasa yang diperjual belikan. Floating position yang meragukan adalah selang antara nilai yang disepakati dengan transaksi.
    Jual beli wajar: nilai disepakati dulu ==> floating position ==> Transaksi
    Jual beli Judi : Transaksi dulu ==> Floating Position ==> Nilai akhir disepakati

    Money Changer termasuk yang tipe 1, sedangkan Forex online tipe 2, Judi.
    Mungkin ada pendapat lain? silahkan..

    4. Judi dan NIAT
    Oiya Maaf, tentu saja berbeda. Maksud saya berbeda dalam arti; mereka tidak saling mempengaruhi.
    Contoh kasus di atas (no. 1), membeli sembako untuk menyumbang anak yatim itu adalah Jual beli Judi, walaupun niatnya baik.
    Demikian pula, Forex Online: Jual beli Judi walaupun niatnya baik.
    Money Changer: Bukan Judi

    Sedangkan kasus lain; bila harga sembako di sepakati dulu lalu transaksi, ini adalah jual beli wajar, walaupun niatnya buruk, misalnya untuk tujuan dibakar agar suatu desa kelaparan.

    Komentar oleh andrew | Juli 15, 2009 | Balas

  5. kenapa tidak berani memakai istilah halal dan haram?
    bukannya anda berani bilang judi atau tidak judi?
    judi itu haram kan pak? saya rasa anda tahu itu.

    ================================================
    Genghis Khun:
    Ah..ya..anda benar. Maaf, saya yang salah.
    trims telah diingatkan.
    Berikut saya kutip dari buku “Halal dan Haram dalam Islam” karya Yusuf Qaradhawi;

    “Oleh karena itu, barangsiapa mengumpulkan uang yang diperoleh dengan jalan riba, maksiat, permainan haram, judi dan sebagainya yang dapat dikategorikan haram, dengan maksud untuk mendirikan masjid atau untuk terlaksananya rencana-rencana yang baik lainnya, maka tujuan baiknya tidak akan menjadi syafaat baginya, sehingga dengan demikian dosa haramnya itu dihapus. Haram dalam syariat Islam tidak dapat dipengaruhi oleh tujuan dan niat.”

    (Baca Bab 1.8 NIAT BAIK TIDAK DAPAT MELEPASKAN YANG HARAM)

    Bila anda non-muslim, kita sudah ada titik temu di sini; yaitu Judi adalah haram.
    Oke mari kita lanjutkan diskusinya. Silahkan menjawab point2 yang saya kemukakan di atas…

    Komentar oleh andrew | Juli 16, 2009 | Balas

  6. hmm semuanya juga bisa di katakan judi.. di karenakan hidup juga ibarat seperti perjudian.. kita harus mengambil suatu keputusan dalam kehidupan berjudi mengambil keputusan tersebut.. dan belum tentu keputusan yang kita ambil sejalan.. kadang kala.. keputusan yang sudah di rencenakan bisa di timpa apes juga..

    yah judi atau pun bukan judi.. itu hanya penilaian dari kaca mata masing2x manusia itu sendiri..

    salam

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak..
    1. Menurut KACAMATA anda, semua itu JUDI pak?
    Berarti seluruh kehidupan kita haram donk? literatur darimana?

    2. Judi sebenarnya hanya DIBATASI pada proses jual beli saja, sedangkan syarat jual beli adalah:
    1. ada penjual
    2. Ada pembeli
    3. Ada akad/ transaksi
    Perbedaan antara Jual Beli Biasa dengan JUDI sangat TEGAS, pada perbedaan ALUR-nya.

    Trims atas komentarnya
    Salam

    Komentar oleh arenabetting | Oktober 22, 2009 | Balas

  7. saya tidak mengatakan semuanya kehidupan ini haram..
    bisa juga halal. . jadi haram halal sesuai dengan pemahaman masing2x.. dan tentu saya menghargai pemahaman teman2x yang lain.

    haram / halal, dari sisi mana dulu lihatnya?
    haram di mata TUHAN, atau haram di mata AGAMA? atau haram di mata kita? atau di mata NEGARA dan Di Negara bagian Mana?

    dan yang membuat syarat2x batas kententuan JUAL BELI dari segi mana?

    Semuanya hanya produk yang di kemas secara berbeda… contohnya Facebook Poker Haram / Tidak? ini akan menimbulkan pro dan kontra…

    kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa saja karana bila di debatkan ini tak akan berakhir.. dan menimbulkan konflik..

    seseorang jendral membunuh di medan perang semakin banyak dia membunuh semakin banyak dia mendapat penghargaan, sedangkan seorang kriminal yang membunuh.. akan di penjarakan. .dimana kedua2xnya adalah membunuh?

    yah maaf bila .. ada kata2x yang salah.. dan tidak berkena di hati..

    trims buat saranya pak Genghis.. mungkin apa yang dikatakan Bp. memang benar.

    salam damai🙂

    =================================================
    Genghis Khun:
    Nah, mari kita sharing berdasarkan pemahaman ANDA saja:
    Bagaimana PRINSIP ANDA dalam menentukan sesuatu itu JUDI atau BUKAN?

    PRINSIP ANDA saja (tidak usah jauh2 TUHAN, AGAMA atau NEGARA)

    Komentar oleh arenabetting | Oktober 22, 2009 | Balas

  8. Semoga ini dapat menjadi tambahan
    http://abasalma.wordpress.com/2010/02/05/forex-trading-antara-jual-beli-dan-game-tebak-tebakan/

    Komentar oleh Abu Salma Mohamad Fachrurozi | Februari 8, 2010 | Balas

  9. yang merasa forex adalah judi adl:
    1. dia adalah trader yang gagal lalu putus asa dan memvonis bahwa forex adl judi.
    2. tidak tahu apa profesi dalam forex, yaitu trading. trading kan jg bisa diartikan jualan. semua hal dlm jualan ada rugi dan untung.
    3. menyusul

    =================================================
    Genghis Khun:
    Salam kenal pak…
    1. Anda pake “Ilmu Kirologi” buatan mana? saya blm pernah jadi trader real tuh…
    2. Togel, SDSB itu juga jualan pak, jualan kupon.
    3. Susulannya silahkan menjelaskan bagaimana prinsip anda membedakan antara Judi dengan BUKAN JUDI pak? tapi jangan pakai “Ilmu Kirologi” lagi😀
    Mari kita sharing…

    Komentar oleh ali | Juni 2, 2010 | Balas

    • Salam kenal pak… 1. Anda pake “Ilmu Kirologi” buatan mana? saya blm pernah jadi trader real tuh… 2. Togel, SDSB itu juga jualan pak, jualan kupon. 3. Susulannya silahkan menjelaskan bagaimana prinsip anda membedakan antara Judi dengan

      BUKAN JUDI pak? tapi jangan pakai “Ilmu Kirologi” lagi😀 Mari kita sharing…

      Komentar oleh Genghis Khun | Juni 2, 2010 | Balas

  10. ah, mau bilang itu judi apa bukan,
    yang penting semua pnya prinsip sendiri2
    yang ga cocok ya udah ga usah
    yang cocok maju terus, ga usah dengerin orang lain
    soalnya di dunia pasti ada dua sisi yang berlainan,
    yang ga cocok ya udah, ga usah ikut trading
    enakan ….
    jangan bikin pusing, hidup aja udah pusing cari duit susah…
    eh malah ngritik forex itu judi…..

    =================================================
    Genghis Khun:
    salam kenal…
    Sepakat bos, di dunia ini maksiat selalu ada.
    dan pelaku-pelakunya pun akan selalu ada🙂
    Jadi anda ndak perlu pusing….
    Btw, Judi itu yg bagaimana bos?

    Komentar oleh paiman | Juli 4, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: