FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Perkiraan Penanggalan Hijriyah berdasarkan posisi Bulan dan Matahari

“Malam ini pukul 21.00, kalau Moon ada di sebelah barat dengan posisi kepala mendongak agak tinggi, artinya malam ini tanggal berapa ya? (Bulan Hijriyah)

Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan mudah bila sudah ‘mengenali’ peredaran Moon dalam mengelilingi bumi, karena sistem penanggalan Hijriyah berdasarkan peredaran Moon, berbeda dengan penanggalan Masehi yang mendasarkan pada Matahari.


Di sini kita tidak akan membahas persoalan mengenai siapa memutari siapa, antara Bumi, Moon dan Matahari. Yang akan kita bahas adalah posisi Moon dan Matahari yang terlihat dari Bumi bila dihubungkan dengan kalender Hijriyah.

Skema Lingkaran
Kita mulai dengan membuat suatu lingkaran maya dengan pusat lingkaran adalah tubuh kita sendiri. Lingkaran di mulai dari arah timur-> atas kepala -> arah barat -> bawah kaki -> arah timur lagi.
Satu lingkaran penuh sudutnya 360 derajat.

Bila anda belum bisa menentukan arah timur, segera hubungi Genghis Khun🙂

Prinsip Penentuan tanggal Hijriyah secara kasar adalah dengan memperkirakan JARAK BUSUR antara Matahari dengan Moon. Jarak Busur ini akan dihitung dari Matahari KE ARAH TIMUR menuju posisi Moon.
Jadi kalau misalnya di siang hari, tengah hari, anda melihat Moon berada di sebelah barat, maka menghitung Jarak Busurnya sbb:

Matahari di atas kepala (tengah hari) -> arah timur -> bawah kaki -> arah barat -> posisi Moon.

Posisi matahari
Kita akan membuat lingkaran Matahari yang merupakan lingkaran JAM. Jadi skema lingkaran di atas akan kita bagi menjadi 24 jam.

Disumsikan sebagai berikut:
Jam 06 Matahari terbit di arah timur
Jam 12 Matahari berada di atas Kepala
Jam 18 Matahari tenggelam di arah barat
Jam 00 Matahari berada di bawah kaki
(Matahari= Warna Kuning)

Posisi Moon
Kita akan membuat lingkaran Moon yang merupakan lingkaran HARI dalam Kalender Hijriyah.
Tanda dimulainya Bulan Baru (Hijriyah) adalah bila posisi Moon dan Matahari berimpit.
Kemudian Moon akan BERGESER KE ARAH TIMUR dari Matahari keesokan harinya sejauh 12.2° derajat (1), maka kita akan bisa membuat lingkaran Moon.

Dalam satu bulan Hijriyah kadang terdiri atas 29/ 30 hari, maka agar mempermudah, lingkaran HARI akan kita bagi menjadi 30 bagian posisi Moon terhadap Matahari, sbb: (misalnya posisi Matahari saat tengah hari, di atas kepala)

Matahari= Warna Kuning
Moon= Warna Coklat

Sudut Moon- Matahari 0 = Kira-kira tanggal 30/ memasuki bulan baru
Sudut Moon- Matahari 90 = Kira-kira tanggal 7
Sudut Moon- Matahari 180 = Kira-kira tanggal 15 (Purnama)
Sudut Moon- Matahari 270 = Kira-kira tanggal 22

Akhirnya, bila skema lingkaran ini sudah dikuasai dan dipahami, maka kita bisa menjawab pertanyaan yang diajukan di awal artikel;

“Malam ini pukul 21.00, kalau Moon ada di sebelah barat dengan posisi kepala mendongak agak tinggi, artinya malam ini tanggal berapa ya? (Bulan Hijriyah)

Kepala mendongak agak tinggi diperkirakan 60 derajat di atas ufuk barat.
Skema lingkarannya sebagai berikut:

Jarak antara Matahari-Moon kira kira 100° (sudah lebih dari 90°).
Ya benar, kira kira malam itu memasuki tanggal 8 bulan Hijriyah.
Silahkan dicocokkan dengan Kalender..

Genghis Khun
Http://genghiskhun.com

Rujukan:
1. Bowditch, Nathaniel. The American Practical Navigator, Chapter 15 Navigational Astronomy: 1512 The Moon.


Maret 8, 2010 - Posted by | Agama, Astronavigasi | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: