FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Purnama di bawah Ka’bah

Seolah-olah tidak mau kalah dengan Matahari yang menjelang berada di atas Ka’bah, Moon (Rembulan/ Al-Qomar) pun ingin ber’partisipasi’ dalam penentuan arah Kiblat pada akhir Mei 2010 ini. Tidak tanggung-tanggung, pada saat fase Purnama!


ARAH KIBLAT DENGAN BAYANGAN MATAHARI
Sekedar mengingatkan, Matahari akan berada persis di atas Ka’bah besok pada tanggal 28 Mei 2010 jam 16:18 WIB. Artinya bayangan matahari saat itu akan menjauhi arah Kiblat (Rashdul Qiblat). Inilah yang akan digunakan untuk mengkalibrasi arah Kiblat dengan cara mencocokkan antara pilar Masjid/ tepi tembok masjid dengan bayangannya sehingga bisa diketahui arah jamaah menghadap Kiblat ataukah melenceng. Peristiwa ini tentunya di daerah yang saat itu masih terpapar oleh sinar matahari, yaitu meliputi benua Eropa, Asia, Afrika dan sebagian Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan)

===========================================
Bayangan Matahari 28 Mei 2010 jam 16:18 WIB
===========================================

Sayangnya peristiwa yang hanya terjadi dua kali dalam setahun ini tidak bisa ikut dinikmati oleh saudara-saudara kita sesama muslim di Indonesia bagian Timur dan benua Amerika. Lantas adakah cara lain??
Ternyata ada dan ditunjukkan oleh Moon di akhir Mei ini! Subhanallah…

MOON
Moon di akhir bulan Mei 2010 sedang memasuki fase Purnama.
Terhitung bulan Jumadil Akhir dalam tahun Hijriyah 1431.
Mari kita analisa data dibawah ini:

===========================================
Moon 05/31/2010 12:17:28 GMT
GHA:140°11.1′ Dec:20°53.4’S
===========================================

PEMBAHASAN
Pada tanggal 31 Mei 2010 jam 12:17:28 GMT atau 19:17:28 WIB, Moon saat itu sedang melintas di samudera Pasifik di Koordinat 20°53.4’LS dan 140°11.1′ BB.
Di koordinat tersebut bila kita gali sumur dengan diameter 60 Km tegak lurus terus ke dalam tanah hingga menembus bumi akan muncul di 30 Km sebelah selatan Ka’bah.

Artinya bila pada jam tersebut kita menghadap arah Moon yang ada di sebelah timur, maka punggung kita akan menghadap arah Kiblat, walaupun hanya ‘sedikit nyerempet’ sejauh 30 Km.

Dengan cara merentangkan tali, satu sisi diikat di pucuk atas tiang, di sisi lain dipegang tangan kita atas tanah, mirip cara memegang anak panah sambil membidik Purnama. Hasil akhirnya tali yang terentang dari mata => tangan => ujung tiang => Moon merupakan satu garis lurus. Garis ini bila diteruskan ke barat merupakan Arah Kiblat kita.

Semoga ‘Purnama di bawah Ka’bah’ bermanfaat bagi rekan-rekan Indonesia Timur yang tidak bisa menikmati ‘Matahari di atas Ka’bah’.

KESIMPULAN
31 Mei 2010, Moon menunjukkan arah Kiblat jam 19:17:28 WIB = 20:17:28 WITA = 21:17:28 WIT

Ada koreksi silahkan…

Genghis Khun

Keterangan:
Diameter galian sumur 60 Km merepresentasikan besar piringan Moon yang terlihat oleh mata kita dari Bumi.

Rujukan
1. Program Navigator Light, http://www.tecepe.com.br/nav
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Angular_diameter


Mei 26, 2010 - Posted by | Agama, Astronavigasi | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: