FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Program Jadwal Shalat untuk LINUX Ubuntu

Alhamdulillah, setelah browsing kesana kemari (baca: klik sana klik sini), akhirnya diketemukan juga apa yg selama ini dicari; program Jadwal Waktu Shalat untuk LINUX.
Program yang dinamakan MINBAR ini dibuat oleh djihed.com.

Cara menginstallnya cukup mudah, anda hanya perlu double-klik saja untuk file installer.
(di sini penulis memakai OS Linux Ubuntu 10.04 modifikasi).
Ada dua file yang harus di download lebih dulu, lalu install sesuai urutan:
1. libitl0, ukuran 61.3 Kb.
2. Minbar, ukuran 1.5 Mb.

Setelah instalasi suskes akan muncul menu baru di Applications > Accessories > Minbar Prayer Times. Klik kanan icon tersebut, pilihlah Add launcer to panel, untuk memudahkan pada waktu menjalankan program. Nah, sekarang program Minbar nongol di panel atas Ubuntu.

Untuk menjalankan program klik 1 kali seperti biasanya. Perhatikan tampilan setting yang muncul..

SETTING WAKTU SHALAT
Secara normal (default), program berisi data untuk kota Mekkah dengan metode perhitungan Muslim World League (MWL). Data ini akan kita ganti sesuai dengan lokasi masing-masing.

Klik Preferences > City Details
Isi Koordinat Bujur dan Lintang Daerah Kita, data ini bisa dilihat di GoogleEarth atau map.google.com.
Data di GoogleEarth berupa nilai derajat busur-menit busur-detik busur, harus di ubah ke derajat desimal seluruhnya.
Misalnya daerah domisili penulis;
==========================================
Galela:
Latitude (Garis Lintang) : 1°50.0’N
Longitude (Garis Bujur) : 127°50.0’E
Ketinggian dari permukaan air : 10 m
Zona waktu = WIT = GMT +9
==========================================

Latitude : 1°50.0’N,
= 1 + (50/60 x 100)
= 1 + 0.8333
Jadi Latitude-nya = 1.83

Longitude 127°50.0’E
= 127 + (50/60 x 100)
= 127 + 0.8333
Jadi Longitude-nya = 127.83

Klik Preferences > Advanced
Pada bagian Calculation Method, sudah terisi otomatis (default) kriteria versi Muslim World League (MWL), padahal di sana masih ada banyak pilihan. Perbedaan kriteria ini disebabkan perbedaan dalam menentukan awal shalat ISYA’ dan SUBUH, yang dihitung berdasarkan sudut ketinggian Matahari terhadap ufuk (horizon).
Bagian ini yang perlu kita ubah disesuaikan dengan ketentuan dari Kementrian Agama RI.

Berikut ini adalah berbagai kriteria mengenai awal waktu Subuh dan Isya’. Nilai derajat yang mengikuti artinya sudut ketinggian matahari terhadap horizon (altitude), nilai negatif artinya di bawah ufuk/ horizon:

AWAL WAKTU SUBUH
– Egyptian General authority of Survey = -19,5°
– University of Islamic Science Karachi = -18°
– Islamic Society of North Amerika = -15°
– Moslem World League = -18°.
– Ummu Al Qura, Makkah = -18,5° (dulu -19°, sebelum Muharram 1430 Hijri-December 2008)
– Shia Ithna Ashari (Jafari) = -16°

AWAL WAKTU ISYA
– Egyptian General authority of Survey = -17,5°.
– University of Islamic Science Karachi = -18°.
– Islamic Society of North Amerika = -15°
– Moslem World League = -17°.
– Ummu Al Qura, Makkah = 90 menit sesudah Sunset, atau 120 menit di bulan Ramadhan
– Shia Ithna Ashari (Jafari) = -14°

Subuh dan Isya’ berdasarkan Badan Hisab dan Ru’yat Departemen Agama RI adalah:
Subuh = -20°, dengan alasan kepekaan mata manusia lebih tinggi saat pagi hari karena perubahan terjadi dari gelap ke terang.
Isya = -18°

Terlihat bahwa Kriteria dari Egyptian General authority of Survey lebih mendekati, karena hanya berbeda 0.5°.
Karena perbedaan nilai 0.5° adalah 2 menit, maka waktu Isya nantinya akan dimundurkan 2 menit, sedangkan waktu Subuh dimajukan lebih awal 2 menit.

SETTING TAMBAHAN
Pada beberapa program masih terdapat setting tambahan untuk pilihan mazhab Syafi’i, Maliki, Hanbali dan Hanafi, ini digunakan untuk penentuan awal ASHAR.
Syafi’i, Maliki, Hanbali = ketika panjang bayangan = tinggi benda (+ panjang bayangan saat Zhuhur).
Hanafi = ketika panjang bayangan = 2x tinggi benda (+ panjang bayangan saat Zhuhur).

DEPAG RI mengikuti mazhab syafi’i.

Setting penambahan beberapa menit untuk awal shalat Dhuhur dan Maghrib, karena kita dilarang shalat pada saat matahari persis di atas kepala atau persis saat Matahari tenggelam.
Dhuhur = 2-4 menit sesudah tengah hari (zawaal)

Maghrib (Sunni) = sunset + 1° (4 menit)
Maghrib (Syi’ah) = sunset + 4° (16 menit)

Selain itu juga setting Ketinggian Lokasi kita dari permukaan air laut (misalnya 10 m) dan Daylight Saving Time (Indonesia tidak terdapat Daylight saving Time)

KESIMPULAN
Jadi setting program Jadwal shalat yang sesuai untuk Indonesia adalah:
– Metode Perhitungan dari Egyptian General authority of Survey: waktu Isya dimundurkan 2 menit, waktu Subuh dimajukan lebih awal 2 menit.
– Mazhab Syafi’i
– Penambahan waktu 4 menit untuk awal Dhuhur dan Maghrib.

Ini kesimpulan masih sementara, sebab ada informasi simpang siur bahwa metode ISNA lebih akurat.(8)
Bagi yang memakai OS Windows, ada beberapa program Jadwal shalat yang bisa digunakan, misalnya Accurate Times, Salaat Time, tapi penulis tidak menganjurkan Program Athan Basic atau Athan Pro dari IslamicFinder.org karena beberapa kesalahan kalkulasi.(9)

Ada koreksi silahkan..

Genghis Khun
Pemakai LINUX UBUNTU

Rujukan:
1. http://djihed.com/minbar
2. Dr. Monzur Ahmed, The Determination of Salat Times, http://www.ummah.com/astronomy/saltime
3. Hamid Zarrabi-Zadeh, Prayer Times Calculation, http://tanzil.info/praytime/doc/calculation/
4. T. Djamaluddin, POSISI MATAHARI DAN PENENTUAN JADWAL SALAT, http://media.isnet.org/isnet/Djamal/salat.html
5. Dr. Rinto Anugraha, Waktu Shalat, http://www.eramuslim.com
6. T. Djamaludin, WAKTU SHUBUH DITINJAU DARI DALIL SYAR’I DAN ASTRONOMI, http://t-djamaluddin.spaces.live.com/Blog/cns!D31797DEA6587FD7!597.entry
7. http://pakarfisika.wordpress.com/2009/08/23/waktu-shubuh-terlalu-cepatkah/
8. http://kolongdapur.blogspot.com/2009/09/perbedaan-waktu-shubuh.html
9. http://moonsighting.com/prayer.html

Juli 22, 2010 - Posted by | Agama | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: