FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

GMJ 2: Aksi Perdana di Pakistan!

Ahad, 11 Maret 2012
Panitia GMJ Pakistan berlaku sebagai protokoler yang akan mengatur jadwal harian tim, juga bertanggung jawab atas keamanan tim. Sedemikian rupa sehingga kami dikawal sangat ketat dan hati-hati. Mungkin berkaitan dengan situasi politik Pakistan yang tidak menentu. Jadi, meskipun hanya untuk keluar area PILER menuju masjid terdekat saja sebenarnya dilarang. Beberapa dari kami yang keras kepala, termasuk saya, tetap nekat menuju masjid yang berjarak kira-kira 200 m saja.


Hari ini dijadwalkan mengadakan aksi Kampanye damai di pusat keramaian kota Karachi. Tempat yang dipilih adalah Sea View, sebuah jalan di tepi pantai yang padat pengunjung dan kendaraan.

Tujuan aksi adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa ada kepedulian dari berbagai Negara terhadap kondisi Palestina yang masih dijajah oleh Israel.

Aksi yang dimulai pukul 15.00 waktu setempat ini berhasil menyedot perhatian publik. Baik pejalan kaki, pengendara motor maupun mobil (walaupun tidak sampai menimbulkan kemacetan) terlihat antusias dan rasa keingin tahuannya untuk mencari tahu apa yang kami lakukan dan untuk apa aksi dilakukan. Berbagai macam media lokal juga datang untuk meliput aksi, diantaranya; Geo News, Saama News, ARY News, Express News, Dawn News, Huriyat New, Shiite New, Metro New Pakistan, TVone New Pakistan.


Aksi di Sea view

Orasi oleh masing-masing delegasi, dari GMJ Indonesia, GMJ Filipina, GMJ Malaysia. Tak ketinggalan sambutan dari Nazim Jamaat Islami Karachi Hussain Mehenti yang menyempatkan diri untuk hadir, PSF (Pakistan Student Foundation), ATI (Anjuman-e-Talba-e-Islam) dan dari PLF (Palistinian Foundation) selaku koordinator GMJ Pakistan dan Koordinator aksi hari ini.

Pawai berjalan kaki sejauh kira-kira 1 Km menyusuri pantai yang indah dan berakhir hingga menjelang sunset. Kemudian kembali lagi ke markas PILER.

Senin,12 maret 2012
Pagi ini delegasi dari India mulai berdatangan sebanyak 12 orang dari berbagai kota, suku dan agama. Pakaian dan atribut yang beragama Hindu seperti yang biasa kita lihat di film-film India. Kami langsung membaur dan segera akrab karena disatukan oleh satu misi dan tujuan, yaitu membebaskan Jerusalem dengan aksi damai.

Menginjak siang, mendadak kedatangan tamu Duta Besar Palestina untuk Pakistan, mr. Hazim Abu Shannab mengunjungi PILER CENTER. Ramah tamah dilakukan di ruang auditorium, diisi dengan sambutan dari tiap wakil delegasi dan dari pihak dubes.

Berikut sambutan dari Dubes:
“Terima kasih untuk kedatangan dan usaha anda yang luar biasa. Terima kasih untuk orang2 anda,negara anda,dan kesadaran anda terhadap apa yg menimpa palestina. Saya adalah seorang duta besar tetapi saya juga adalah pengungsi. Kakek,ayah dan anak laki-laki saya adalah pengungsi.

Dengan dukungan dari anda saya harap cucu saya tidak akan menjadi pengungsi. Kami ingin pulang, kami ingin kembali ke palestina. Kami senang tinggal dimanapun, tapi kami merasakan kehausan dan kelaparan untuk kembali ke palestina. Mungkin kami tidak punya uang untuk gerakan ini, tapi kami siap untuk menanggung tanggungjawab tidak hanya politik tapi juga jika anda butuh badan kami untuk jadi jembatan menuju palestina, KAMI SIAP.

Siapapun kita, kita punya hak untuk pergi kemanapun. Palestina adalah bagian dari dunia ini. Masjidil Aqsha adalah tempat yang sangat penting untuk orang islam, tetapi di sana bahkan sholat jumat saja tidak boleh melebihi 2 shaf. Orang palestina tidak boleh masuk ke sana, berapapun usianya.

Saya percaya bahwa Jerussalem adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk satu kelompok orang. Saya mengapresiasi adanya Gerakan ini yang akan menyuarakan bahwa palestina adalah untuk semua,orang palestina harus kembali pulang dg damai. Kami ingin semua orang hidup. Kami tidak ingin membunuh siapapun.” )*

Menjelang sore, pukul 15 waktu setempat, seluruh tim GMJ bergerak ke Karachi Press Club di pusat kota Karachi untuk mengadakan konferensi pers. Karachi Press club merupakan markas persatuan jurnalis Pakistan di karachi.


Gedung Karachi Press club

Menurut Mustafa Haydar, salah seorang anggota GMJ Pakistan, di lingkungan Karachi Press Club terdapat toko kebutuhan pokok yang disediakan khusus untuk para jurnalis dengan harga super murah untuk menjamin kesejahteraan jurnalis, ini demi perkembangan press di Pakistan.


Konferensi Pers di Karachi Press Club


Sepeda motor Pakistan dan ‘sarung’nya khas Pakistan

Selepas konferensi press, kami jalan-jalan sejenak di keramaian kota Karachi sembari menunggu jadwal undangan makan malam di kantor Jamaat Islami Karachi Pakistan.


Keramaian Karachi


penjual burger di pinggir jalan

Setelah Isya’, dimulai acara ramah tamah di markas Jamaat Islami Pakistan yang dihadiri juga dari perwakilan partai dari Pakistan dan perwakilan ekspatriat saudi Arabia.


markas Jamaat Islami Pakistan

Berikut kutipan dari masing-masing pembicara:

Ketua World Moslem Congress Pakistan:
“Sejarah menunjukkan bahwa selama masa kekuasaan islam, siapapun penguasanya, tidak ada darah yang tertumpah di palestina.
Tahun 1987, PBB dibawah kendali Amerika Serikat, memutuskan bahwa Israel juga berhak atas tanah palestina. Dan sejak saat itu banyak tragedi berdarah terjadi. Contoh : Des 2008 – Jan 2009 (bombardir israel di gaza), Mavi Marmara, bahkan Ismail Haniyya yang hendak pergi ke mesir untuk meminta bantuan dilarang oleh Israel.
Konflik ini tidak dibatasi oleh muslim atau bukan. Ini adalah masalah kemanusiaan.
(Saya ucapkan)Selamat untuk para delegasi untuk persatuan dan dedikasinya, saya doakan semoga anda sukses. Suatu saat akan tiba hari dimana palestina merdeka. Kepercayaan bahwa palestina adalah tanah yang dijanjkan adalah mitos yang terus didengung-dengungkan Amerika dan Israel. Palestina bukannya sekedar tanah tanpa tuan. Tapi para zionis itulah yang orang-orang tanpa (memiliki) tanah.
Founding father pakistan, Muhammad Ali Jinnah, pernah berkata pada mufti palestina : jangan takut menghadapi israel, orang-orang pakistan ada di belakangmu.”
)*

Perwakilan ekspatriat Saudi Arabia :
“Saudi Arabia (mungkin) tidak bisa bergabung bersama anda, para delegasi GMJ , secara fisik. Tetapi mereka selalu berdoa untuk anda, untuk kesuksesan anda, untuk keamanan anda.
Untuk Jamaat islami dan rakyat pakistan, saya mengucapkan terimakasih atas dukungannya pada orang-orang ini (delegasi Global March to Jerusalem/ GMJ -red), mereka(delegasi GMJ) meninggalkan rumahnya, anak-anaknya, keluarganya, tanah airnya, tanpa tahu apakah mereka bisa kembali atau tidak. Untuk itu,saya mengucapkan banyak terimakasih.”
)*

Menjelang pulang ada kejadian yang membuat saya sedih (namun nantinya berakhir bahagia🙂 ) ceritanya begini: seorang staf kantor Jamaat Islami tertarik dengan syal cendera mata dari panitia GMJ dan berniat memilikinya. Teman dari GMJ Pakistan bingung mencarikannya dan kebetulan saya berada di dekatnya, maka dia memohon ijin ke saya untuk memberikan syal saya kepada staf tersebut dan berjanji akan menggantinya.
Lalu dengan berat hati saya berikan syal tersebut tanpa berharap akan diganti oleh panitia.
Keesokan harinya Dubes Palestina datang lagi ke PILER, melihat saya tanpa syal, berinisiatif memberikan cendera mata syal asli Palestina dan Pin bergambar Yasser Arafat, Alhamdulillah…🙂

Malam itu seperti biasa saya menyempatkan diri untuk menikmati langit malam, menjenguk Polaris, dimana Ursa Mayor (Bintang Beruang Besar/ biduk) dan Cassiopeia yang dengan setia ‘thawaf’ mengelilinginya setiap waktu…


Simulasi langit Pakistan: Polaris dan Ursa Major yang ‘thawaf’ mengelilinginya.(Stelarium.org)

Selasa, 13 Maret 2012
Sore hari, jam 15 waktu Pakistan, GMJ Indonesia, Filipina, Malaysia, India dan Pakistan melakukan aksi di Quaid e Aazam Muhammad Ali Jinnah tomb (makam Muh ali Jinnah, pendiri Negara Pakistan). Acara dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Pakistan, mr. Hazim Abu Shannab, Hussain Mehenti dari Jamaat Islami Karachi, Mulana Sadiq Raja Taqui dan Mulana Raja Nasir Abbas dari Majlis-e-Wahdat-e-Muslimeen Pakistan.


Orasi di gerbang makam Ali Jinnah


jual gorengan di samping orasi

Orasi yang dilakukan di pintu gerbang makam diawali oleh mr. Hazim Abu Shannab, kemudian Mulana Raja Nasir Abbas, Asad Ullaa Bautoo dari Jamaat Islami. Setelah orasi selesai para delegasi memasuki kawasan makam sambil berbaris serta meneriakkan yel yel.

Memasuki lokasi makam, acara berlangsung khidmat. Seorang perwakilan delegasi meletakkan karangan bunga di pagar makam. Setelah itu acara selesai, diakhiri dengan pembacaan doa.


Quaid e Aazam Muhammad Ali Jinnah tomb

Sore hari rombongan bergerak menuju markas Majlis-e-Wahdat-e-Muslimeen Pakistan menghadiri undangan ramah tamah. Acara sempat terpotong oleh suara azan maghrib, yang kemudian rombongan GMJ melakukan shalat Maghrib berjamaah di lokasi (jama’ ta’dhim dengan shalat Isya’).

Pukul 21 waktu lokal rombongan bergerak kembali ke Basecamp untuk beristirahat karena keesokan harinya berangkat menuju Quetta, salah satu kota eksotik di Pakistan.

Labbaik..labbaik…Al Quds…Al Quds…

Rabu, 14 Maret 2012
Pukul 06.30 setelah melaksanakan shalat subuh, kami, rombongan GMJ dari Indonesia, Filipina, Malaysia dan Pakistan, segera berkemas karena akan segera memulai perjalanan ke Quetta, yang akan ditempuh dalam waktu kira-kira 6 jam perjalanan.

Rombongan dari India dengan sangat terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan darat karena dikhawatirkan mendapat masalah di perbatasan. Mereka langsung menuju Tehran via pesawat udara.

Saya sudah menyiapkan lokasi tempat duduk paling depan dan strategis dengan cara menaruh ransel di atas kursi bus, eh ternyata salah bus…

Sudah terbayang keindahan Hanna lake, danau wisata di Quetta yang terkenal sangat indah dan ingin segera mnceburkan diri ke dalamnya (harapan ini nantinya musnah karena ternyata bus tidak pernah berhenti di Quetta)


perjalanan Karachi ke perbatasan Pakistan-Iran

Dari Karachi, bus bergerak langsung ke utara dan tidak melalui pusat kota Karachi. Distrik pertama adalah Hub Winder, dilanjutkan ke Uthal – Lasbela, lalu Wadh. Di sekeliling adalah hamparan gurun pasir dengan sedikit pepohonan. Rumah-rumah yang jarang dan sesekali hewan-hewan gembala, kambing atau unta melintas. Rumah khas Pakistan dibangun ala kadarnya, tembok dan atapnya dari batu bata kemudian diolesi tanah liat, jadi bangunanya berbentuk kotak/ kubus warna coklat tua.

Perjalanan Karachi ke perbatasan Pakistan-Iran:

Rombongan berhenti di Khuzdar untuk makan siang. Tata cara jamuan makannya sebagai berikut:
Kain dibentangkan dihadapan hadirin, lalu roti-roti ditaruh di atas kain yang ternyata berfungsi sebagai alas ‘steril’. Kemudian sayuran segar muncul, selada, disamping mentimun dan tomat.


Khuzdar

Selama di Pakistan, untuk pertama kalinya sayuran segar muncul saya segera minta lebih. Lucunya, salah satu penyaji memberikan seonggok selada yang langsung ditaruh di atas kain tanpa mangkok/ piring. Para hadirin dari Indonesia semua tertawa sedangkan para penyaji terbengong-bengong. Sempat ada celetukan
“kok kayak ngasih makan kambing ya?”

Kejadian lain yang tidak mungkin saya lupakan adalah ketika hendak men-charge HP dan Tablet secara tidak sengaja saya memecahkan colokan listrik di kamar pribadi tuan rumah, gara-gara terlalu bersemangat…

Perjalanan dilanjutkan menuju Sohrab, mulai menanjak dan padang pasir yang berbukit-bukit, suhu pun semakin dingin. Oleh karena itu kami segera memakai pakaian berlapis, kaos tangan dan tutup kepala agar tidak kedinginan. Usai melewati Kalat – Monga Char – Khat. Bus berhenti di Mastong untuk melakukan shalat maghrib dan makan malam.

Mastong adalah daerah tidak aman dan rawan penculikan, oleh karena itu sebaiknya kami tidak mengobrol banyak dengan penduduk setempat.

Perjalanan ternyata tidak melewati/ berhenti di Quetta, namun memotong kompas via Deenghar langsung menuju ke perbatasan Pakistan-Iran. Jadi malam itu kami tidur di dalam bus yang melaju kencang dengan kecepatan rata-rata 85 km/ jam.


Toilet tradisional di Mastong

Ringkasan Perjalanan:

(bersambung)

)* Terjemahan dari bahasa Inggris dibantu oleh Tazkia Fatimah


Mei 14, 2012 - Posted by | Petualangan | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: