FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

GMJ 3: Zahedan – Tehran dalam 36 jam !!

Kamis, 15 Maret 2012
Sampai di perbatasan Pakistan-Iran pukul 10 waktu lokal, kami delegasi Global March to Jerusalem (GMJ) agak terhambat karena dilakukan pemeriksaan passpor dan lain-lain. Seluruh bagasi kami turunkan karena kami akan berganti bus. Bus Pakistan yang membawa kami dari Karachi kembali pulang karena sudah ‘menyelesaikan tugasnya’.



//

//
//

Hingga menjelang pukul 12 waktu pakistan, kami baru bisa memasuki wilayah Iran. Kontras dengan daerah Pakistan, di Iran terlihat kondisi bangunan yang sangat berbeda sekali. Setelah berpeluh dan berkeringat di kantor perbatasan Pakistan yang panas dan berdebu, hawa sejuk dan teduh menyelimuti ketika menginjakkan kaki di Kantor perbatasan Iran, seperti memasuki terminal/ bandara pada umumnya.

Tak disangka kami disambut panitia GMJ Iran dan media lokal yang sudah menanti di kantor perbatasan sejak pagi hari. kelelahan berubah menjadi Keceriaan menghiasi wajah-wajah seluruh rombongan. Teman-teman dari Iran melilitkan ikat kepala warna merah berbahan kain secara simbolis sebagai ucapan selamat datang di Iran. Orasi sebentar di dalam area kantor perbatasan untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus yang sudah disiapkan oleh panitia GMJ Iran.


Orasi di Perbatasan Iran

Pada suatu kesempatan, saya bertanya kepada rekan-rekan Iran; dari kota mana mereka berasal (rombongan penjemput)? Salah satu penjemput, akhwat berbusana khas Iran hitam-hitam (biasa disebut dengan chador);  menjawab bahwa mereka datang dari Tehran, menginap di Zahedan dan sudah khawatir dengan kami yang tanpa kabar.

Hah? Dari Tehran bersusah payah menjemput kami untuk kemudian kembali ke Tehran? Betapa perjalanan yang melelahkan….

Kami, delegasi GMJ Indonesia, Filipina, Malaysia, Pakistan dan Iran, berkonvoi dengan 3 buah bus untuk menuju kota besar pertama sesudah perbatasan, yaitu Zahedan. Tempat yang semula saya kira akan digunakan untuk menginap. Pukul 14 waktu Iran, kami tiba di Zahedan dan diarak keliling kota sebelum menghadiri jamuan makan siang di University of Sistan & Baluchestan.


Arak-arakan di Zahedan


Penyambutan


Makan siang

Sesudah makan siang, tak disangka perjalanan segera dilanjutkan lagi untuk menuju Qom. Padahal jarak antara Zahedan- Qom sangat jauh sekali, kira-kira 1000 Km!

Di tengah jalan, sesudah kota Bam, mungkin daerah Isfahan, kami menyempatkan makan malam di sebuah restoran.


Makan malam

Malam itu kami sekali lagi harus tidur di dalam bus yang melaju kencang dengan kecepatan rata-rata 85 Km/ jam untuk menuju kota Qom. Kota yang dibanggakan oleh Iran sebagai pusat ilmu dan diklaim sebagai Perpustakan Islam terbesar di dunia.

Saya pun punya agenda terselubung; mencari Al Quran Syiah, mushaf Fatima yang digembar gemborkan ada di Iran. Untuk menjawab pertanyaan; siapa yang berbohong dalam kasus Al Quran Syiah ini?

Jumat, 16 Maret 2012
Bangun pagi langsung menunaikan shalat subuh dalam bus.

Yang agak mengherankan adalah bahwa teman-teman muslim syiah sepertinya tidak mengenal posisi shalat dalam kendaraan. Muslim syiah walaupun dalam kendaraan harus berupaya shalat tetap dalam gerakan biasa. Oleh karena itu, pagi ini teman-teman Iran berusaha mencari masjid dan tetap melakukan shalat subuh walaupun langit sudah mulai cerah.


Masjid untuk shalat subuh

Saya jadi bertanya-tanya mengenai tafsir “benang putih” dalam hadits nabi yang mengacu pada waktu untuk menunjukkan shalat subuh.

Pak Thomas Djamaluddin dari LAPAN dan cendekiawan muslim dari berbagai negara telah menyepakati bahwa waktu shalat subuh adalah Fajar Shadiq/ Astronomical Twilight: ketika sudut matahari terhadap horizon (altitude) pada rentang antara -17,5 s/d – 20 derajat (Badan Hisab dan Ru’yat Departemen Agama RI = -20°, baca di http://genghiskhun.com/muslim-navigasi-langit).

Kasus sebelumnya di Pakistan, masjid tak jauh dari PILER (baca GMJ edisi 1) juga tak kalah mengherankan. Masjid dan jamaahnya adalah muslim sunni. Usai Adzan subuh ada jeda -dan memang biasanya ada jeda sebentar menunggu datangnya jamaah yang lain- tapi jeda di sini lama sekali, diselingi ritual sebagai berikut: lampu dimatikan, jamaah duduk melingkar lalu mengucapkan puji-pujian lebih dari setengah jam. Membuat kami jamaah Indonesia yang duduk menunggu di pojok menjadi gelisah; kapan segera dimulai shalat subuh?

Akhirnya shalat subuh didirikan tatkala langit sudah cerah. Saya bertanya-tanya dalam hati; ini shalat subuh atau shalat hari raya? Besoknya saya tidak lagi shalat subuh di sana karena keraguan…

Sepanjang perjalanan dari Zahedan menuju Qom hampir tidak ada hambatan berarti karena selain melewati jalan tol yang mulus, kami juga dikawal oleh polisi Iran.

Di sepanjang jalan, kanan kiri, masih terlihat pemandangan bukit-bukit gersang, pepohonan sedikit, sisa-sisa salju yang mulai mencair. Mirip pemandangan di Pakistan, yang membedakan adalah bentuk rumah, bangunan dan properti lainnya. Terlihat sekali bahwa Iran merupakan negara makmur.

Kira-kira pukul 14.00 kami tiba di Qom. Di sini sudah menunggu anak-anak muda berbaju loreng, semacam ormas, di atas motor yang meraung-raung hendak turut mengawal dan berpawai menyusuri jalanan kota Qom. Sempat juga terlihat bendera merah putih berkibar yang ternyata dibawa oleh teman-teman pelajar Indonesia yang sedang studi di Qom.


Gadis-gadis kecil Iran berchador (jilbab khas Iran)

Rombongan bergerak makan siang dengan menu nasi goreng buncis, yoghurt, kentang dan minuman zamzam cola. Hampir semua produk makanan dan minuman adalah produk dalam negeri Iran. Sajian minuman standar adalah minuman Yoghurt segar yang rasanya aneh dan ‘semriwing’…

Di tempat ini pula rombongan melakukan shalat Dhuhur (sebagai pengganti shalat Jum’at) yang di jama’ dengan shalat Ashar.


//

//
//
Menjelang pukul 16.00 rombongan bergerak menuju University of Imam Khomeini untuk mendengarkan pidato salah seorang ulama Qom, Mulana Ka’bi.

<>a href=”https://nafanakhun.files.wordpress.com/2012/05/vlcsnap-2012-05-12-17h20m31s44.jpg”&gt;

Sesudah maghrib, yaitu pukul 19.00 waktu Iran, rombongan kembali melanjutkan perjalanan(!) menuju Tehran yang akan ditempuh dalam waktu 2,5 jam (kira-kira berjarak 300 Km). Saya mulai membayangkan penatnya punggung…

Sepanjang jalan menuju Tehran, tampak pemukiman yang semakin padat.

Setiba di Tehran rombongan bisa menarik nafas sejenak karena menginap di hotel Howeyzeh, yang terletak di pusat kota Tehran. Di lobby hotel ini disediakan komputer untuk internet dan juga hotspot. Tiga unit komputer yang menyebalkan, karena penuh dengan virus (yang nantinya turut ‘terbawa’ di Flashdisk hingga Jordan!). Dan malang bagi kami, beberapa website/ situs termasuk Facebook diblokir oleh pemerintah Iran. Dari kasus pemblokiran ini saya banyak belajar dari Fadel Abbas, bagaimana cara membuka Facebook melalui browser lain🙂

Sabtu, 17 Maret 2012
Hari ini kegiatan seluruh rombongan GMJ adalah beraktifitas di pusat kota Tehran. Seluruh delegasi; Indonesia, Filipina, Pakistan, Malaysa, India yang sudah menyusul via udara dan tentu saja disertai panitia GMJ lokal Iran.

Tepat pukul 09 waktu lokal, rombongan GMJ yang menggunakan iringan 3 bus meluncur menuju Azadi square, monumen kebebasan utuk mengenang revolusi Iran tahun 1979. Para delegasi meneriakkan yel-yel perdamaian sambil menyanyikan lagu perjuangan khas dari  daerahnya masing-masing. GMJ dari Indonesia meyanyikan lagu Indonesia Raya dan Maju Tak Gentar.

Acara diakhiri dengan pelepasan burung merpati yang secara simbolik melambangkan kebebasan. Semoga palestina juga akan bebas merdeka. Amiin…

Usai dari Azadi Square rombongan melanjutkan aktifitas di gedung Parlemen Iran untuk menghadiri jamuan makan siang dan ramah tamah dengan beberapa anggota parlemen.

Setelah itu rombongan bergerak menuju gedung bekas konsulat Amerika. Gedung ini berhasil direbut para pelajar Iran pada masa revolusi terjadi. Barang-barang ‘standar’ milik kedutaan berhasil direbut dan diamankan oleh para mahasiswa sekarang dimusiumkan, misalnya alat penyadap, pemalsu paspor, penghancur dokumen dan lain-lain yang menunjukkan betapa Kedutaan Amerika juga menjalankan misi intelijen.

Jadi dapat dimengerti bila Iran sangat memusuhi Amerika, dan Amerika pun juga menyimpan dendam kesumat terhadap Iran. Terlebih adanya kasus terbaru yang memalukan pada bulan Desember 2011, yakni pesawat tanpa awak milik Amerika (RQ-170 Sentinel) yang memata-matai daerah Iran berhasil didaratkan dan sukses dipecahkan kode-kode rahasianya oleh Republik Islam Iran!! (http://internasional.kompas.com/read/2011/12/09/08303693/Iran.Pamerkan.Pesawat.Mata-mata.AS)

Paling mudah bagi Amerika dan sekutunya adalah dengan mengadu domba diantara sesama muslim sendiri. Nah, ini yang perlu diwaspadai. Seiring dengan ketegangan di timur tengah, antara Iran vs Israel dan USA, jangan heran bila banyak bermunculan isu-isu negatif tentang Iran dan Syiah yang makin santer yang digemakan oleh pihak yang mengaku muslim juga. Salah satu contoh adalah kasus Al Quran palsu yang santer digembar gemborkan tapi belum saya temui barangnya.

Kalau anda bilang pernah menemui Al Quran Syiah, pasti akan saya kejar untuk mendapatkan copy/ softcopy-nya🙂

Dalam Gedung pertemuan, hadirin sempat dihibur oleh artis terkenal Iran, Taha Hosna dengan lagunya yang dipersembahkan untuk palestina berjudul “I Miss You”.

Love can not be locked up
Heart may not be tied up
We are flowing – Don’t give in
We are coming – Don’t give in
Love can not be locked up
I miss you my missed land
Long live my homeland
O bright hope of Islam
I miss you my missed land
You are sacred and divine
Open your arms to welcome

مسجد الاقصی … لیلیة الاسری
القدس لنا – بحول الله
مسجد الاقصی … لیلیة الاسری
والنصر لنا – باذن الله
مسجد الاقصی … لیلیة الاسری
البیت لنا – بحول الله
مسجد الاقصی … لیلیة الاسری
و القدس لنا – باذن الله

Anda juga bisa mendengarkan lagu tersebut di: https://www.facebook.com/TahaHosna/app_178091127385

Usai acara, hadirin diajak untuk mengikuti permainan DART; bukannya membidik lingkaran di papan DART, tapi sasarannya adalah wajah-wajah tokoh USA, Israel dan pendukung zionis. Barangsiapa dengan tepat membidik wajah sasaran akan mendapatkan hadiah sebuah pulpen, dan saya termasuk yang mendapatkannya🙂

Usai permainan, rombongan berkesempatan melihat ‘isi perut’ bekas gedung konsulat USA yang telah dijadikan musium.


GLASSY ROOM
This Room was created with special stracture for top secret meetings; and eavefdropping was unable in this room. There are similar rooms in USA embassies all around the world”


FORGERY ROOM
CIA personnels were creating documents and passports of other countries in an illegal action for sending their spies to other countries in the zone.
Here we found forged passports of Aljazira, Canada, Australia and Saudi Arabia.”

Sembari dijelaskan oleh pemandu:
“Demonstrasi mengawali revolusi Iran oleh para santri, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan pegawai negeri.

Dari Perancis imam Khomeini memberi komando untuk perjuangan rakyat Iran. Kemudian dengan menaiki pesawat, imam Khomeini bersama puluhan reporter Barat berangkat menuju Tehran. Walau mendapat ancaman pesawat akan ditembak jatuh oleh militer Syah Reza Pahlevi, Imam Khomeini tidak gentar sedikitpun, beliau yaqin dengan pertolongan dan janji Allah – “Intan surullah yansurkum wayutsabbit aqda makum” – Kalau kau bantu
(agama) Allah, Allah PASTI akan membantumu dan mengokohkan / menguatkan kedudukanmu. Akhirnya pesawat berhasil mendarat dengan selamat di bandara Tehran.  Syah melarikan diri ke luar negeri dan tumbanglah rezim ini.


“Demonstrasi mengawali revolusi Iran oleh para santri, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan pegawai negeri.
Para demonstran pelajar berhasil memasuki gedung kedutaan Amerika dan menyandera para staf-nya. Amerika segera menggelar operasi penyelamatan rahasia dengan nama operasi “Blue Light“. Operasi ini melibatkan pesawat canggih AWACS dan helikopter tercanggihnya. Namun terjadi keajaiban, Saat beberapa heli canggih tersebut dengan kecepatan tinggi akan memasuki wilayah Iran, terjadi badai gurun yang mengakibatkan dua heli tersebut saling bertabrakan sendiri hingga seluruh penumpangnya tewas

Atas peristiwa ini pemimpin revolusi Iran, Imam Khomeini berucap;
“Bukan kami yang menghancurkan tentara tersebut, tetapi karena pertolongan Allah”

Bagian paling mengesankan bagi saya adalah cerita mengenai pejuang revolusi Iran yang berhasil menyusun kembali dokumen rahasia USA yang telah dihancurkan di mesin penghancur kertas ! Luar biasa…

Dari gedung bekas konsulat AS, rombongan kembali sejenak ke hotel Howeyzeh untuk beristirahat sebelum berangkat lagi untuk makan malam di Shyan Restorant, sebuah restoran yang terletak di atas bukit dengan pemandangan Kota Iran yang dilihat dari ketinggian, sungguh merupakan pemandangan yang sangat indah.

Ringkasan perjalanan:

(Bersambung)



//
//

//

//
//

Mei 22, 2012 - Posted by | Petualangan | , , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: