FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Netanyahu ESMOSI menhadapi Iran

Tulisan di bawah ini dikirimkan oleh dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT (MER-C) via email dan atas persetujuan beliau saya upload di sini. Silahkan disimak:


From: j_rizalj@yahoo.com
Date: Fri, 18 May 2012 16:06:06

Subject: Netanyahu ESMOSI menhadapi Iran (maksudnya EMOSI.red)

Israel mempunyai nuklir, tapi Iran dan Korea Utara tidak boleh… Ini peraturan MACAM APA PULA? Perancis, Inggris, Rusia, India, China dan AS punya bom nuklir.. Lalu Pakistan boleh punya Nuklir utk mengimbangi India dan Rusia. Kita tahu Pakistan punya kerjasama yg erat di bidang ekonomi dan militer dg China. Awal nya India yg buat nuklir dan India dekat Uni Soviet.. Lalu Pakistan berusaha sendiri utk mendapat teknologi nuklir, akhirnya dapat melalui aksi spionase yg menegangkan dan AS memberi lampu hijau dlm rangka menghadapi blok Uni Soviet.

TAPI IRAN ???
Negara ini sangat diwaspadai oleh Israel dan AS.
Dulu ketika di bawah Reza Pahlevi, Iran, Israel dan AS bergandengan mesra.
Namun REVOLUSI tahun 1979, memporak-porandakan hubungan mesra ini. Israel dan AS berusaha menggagalkan revolusi ini dg melakukan operasi BLUE LIGHT*.. Tapi apa daya, angin dan debu gurun membuyarkannya. Helikopter2 saling bertabrakan.
Sampai sekarang pun Israel dan AS berusaha melakukan sabotase2 termasuk melakukan PEMBUNUHAN ahli2 nuklir negara MULLAH tsb.

Selain itu Israel dan AS melakukan manuver utk menggabungkan negara2 teluk di bawah Arab Saudi.
Hal ini dilakukan Israel dan AS dalam rangka membendung pengaruh Iran di TimmTeng.

Yg menarik adalah KONFLIK SURIAH.
Memang ada pemerintah yg otoriter sbg dasar utk bergeraknya sebagian rakyat Suriah melawan pemerintahnya. Cuman ada fenomena yg menjadi perhatian banyak pengamat bahwa AS dan Israel terlibat dlm konflik melalui tangan Saudi dan Qatar. Tentu melihat hal spt ini, Rusia tidak mau tinggal diam… Bersama China dan Iran mereka melawan operasi Israel dan AS ini. Iran berkepentingan utk menjamin supply bantuan ke Hizbullah lewat Suriah. Hizbullah adalah musuh Israel dan AS. Israel berkepentingan menghancurkan jalur supply Hizbullah krn Hizbullah pernah mengalahkan Israel dlm perang darat selama 34 hari tahun 2006 (penulis bersama rombongan pernah berkunjung ke Lebanon Selatan setelah usai perang bbrp hari).
AS SANGAT GREGETAN dg Hizbullah krn organisasi ini SULIT DISUSUPI. Apalagi AS punya pengalaman yg sangat buruk pada tahun 1984 dimana lebih dari 400 marinir AS tewas dihajar bom truk. AS curiga kpd Hizbullah tapi tidak punya info apapun krn sulitnya menembus jaringan Hizbullah ini.. AS hanya bisa buat film dg menyinggung keterlibatan Hizbullah.

Rusia dan China mempunyai kepentingan utk menahan laju dominasi Israel dan AS di TimTeng. Rusia tidak mau kehilangan lagi seperti di Libia.

Putin sendiri adalah bekas petinggi KGB (badan intelijen Uni Soviet). Dia menyaksikan bagaimana program Glasnost-Prestroika nya Gorbachev dari awal dan akhirnaya membuat Rusia menjadi LEMAH dan kehilangan HARGA DIRI. Putin dkk tahu siapa yg merancang Glasnost-Prestroika dan siapa THE SHADOW GOVERNMENT setelah itu… Mereka adalah OLIGARCH2 yg notabene adalah YAHUDI pendukung NOVUS ORDO SECLORUM.

Novus Ordo Seclorum adalah semboyan para Zionis dan Freemasonry utk membuat TATANAN DUNIA BARU

Tambahan oleh genghis Khun:
* Operasi Blue Light adalah Operasi rahasia Amerika dalam rangka penyelamatan sandera Amerika selepas terjadinya revolusi Iran tahun 1979.

Operasi ini gagal total secara dramatis setelah dua helikopter Chinook pengangkut tentara USA saling bertabrakan pada malam hari yang gulita oleh karena badai gurun. Puluhan serdadu Amerika yang akan ditugaskan untuk membebaskan sandera di Tehran tewas. Saya sempat menyaksikan bangkai baling-baling heli yang sekarang dipajang di halaman musium gedung bekas Konsulat AS di Tehran (Baca GMJ 3_ belum terbit hehe).

Atas peristiwa ini pemimpin revolusi Iran, Imam Khomeini berucap;
“Bukan kami yang menghancurkan tentara tersebut, tetapi Allah”

+ Glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi)
Mikhail Gorbachev, presiden Uni Soviet kala itu, menerapkan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) pada tahun 1985. Sebenarnya tujuannya baik, yaitu untuk mengurangi korupsi dan rumitnya birokrasi. Namun dampaknya adalah berbagai macam barang dari luar Uni Soviet berbondong-bondong masuk, keterbukaan dan kepemilikan aset individu yang berlebihan.

Tentu saja banyak yang pro dan kontra atas kebijakan ini. Banyak negara-negara satelit yang protes hingga akhirnya melepaskan diri dari Uni soviet.


Mei 22, 2012 - Posted by | Opini | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: