FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

KRISIS SYIRIA

Tulisan di bawah ini dikirimkan oleh dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT (MER-C) via email dan atas persetujuan beliau saya upload di sini. Silahkan disimak:


From: j_rizalj@yahoo.com
Date: Wed, 6 Jun 2012 17:42:03

Subject: Krisis Syria

Kita ikut berduka-cita krn banyaknya korban berjatuhan akibat krisis di Syria ini, baik di pihak oposisi dan pemerintah..

Kenapa Syria?

Syria adalah negara dg jumlah penduduk 22.517.750 orang (estimasi 2010),
Komposisi penduduk berdasarkan agama : Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen 10% dll.
Presiden sekarang adalah Bashar Assad menggantikan bapaknya, Hafesz Assad, seorang Marsekal.
Hafesz Assad adalah pemimpin Suriah yg keras dan diktator. Bersama saudaranya Rifyad Assad, mereka membawa Syria melalui masa-masa sulit terutama dalam perang 6 hari tahun 1967. Hafesz berhasil menangkap Ellie Cohen seorang mata-mata Israel yg menyusup ke pemerintah Syria sampai menjadi teman dekat Hafesz. Hafesz menggantung Ellie Cohen walaupun dia diprotes banyak negara.

Hafesz memberangus Ikhwanul Muslimin, banyak korban berjatuhan. Tapi di sisi lain dia juga mau menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara-negara Arab tidak mau menerima mereka membuka perwakilan. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, salah satu kamp yg pernah penulis bersama relawan MER-C kunjungi adalah kamp Yarmuk.

Bashar jauh lebih lembut dari bapaknya karena dia orang sipil (dokter mata?). Kesalahan Bashar adalah track-record keluarganya yg keras dan diktator, tidak transparan soal keuangan negara dan belum mengembangkan proses demokrasi di negaranya. Tapi kelebihannya, dia kommit terhadap perjuangan rakyat Palestina dg menyediakan tempat buat Hamas di Syria dan mendukung penuh Hizbullah. Hamas (Sunni) dan Hizbullah (Syiah) DIDUKUNG PENUH oleh Bashar karena mereka adalah kelompok perlawanan (muqowwamah) terhadap Israel.

Penulis bersama relawan MER-C pada saat berkunjung ke Lebanon saat-saat akhir perang 34 hari tahun 2006, menyaksikan bahwa kantor Hamas berada di kompleks Hizbullah yg hancur dihajar Israel saat perang 34 hari 2006. Ini sengaja penulis kemukakan untuk MEMBANTAH bahwa Hizbullah PURA-PURA kerjasama dg Hamas. Hizbullah berhasil mengalahkan Israel dalam perang darat tsb.

Perang Israel Hizbullah 27 Des 2009 sampai 18-19 Januari 2010
Saat ini yg jelas melakukan perlawanan BERSENJATA di Timur Tengah terhadap Israel adalah Hamas dan Hizbullah. Penulis bersama relawan MER-C sempat menyaksikan dua pertempuran dahsyat dua kelompok ini melawan Israel. Penulis bersama relawan MER-C masuk Gaza saat Israel menyerang Gaza dg dahsyatnya, 1-2 hari sebelum gencatan senjata. Dalam pertempuran ini, tepatnya 27 Des 2009 sampai 18-19 Januari 2010, Hamas berhasil menahan laju serangan darat Israel bahkan mengalahkannya.

Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat.
Tentu Israel harus memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan ke dua kelompok perlawan bersenjata ini. Untuk Hamas, Israel melakukan kebijakan blokade Gaza krn Hamas memerintah di sini dan terus melakukannya sampai saat ini.

Untuk melumpuhkan Hizbullah, secara logika yg mudah saja, PUTUS JALUR PENDUKUNGnya. Jalur pendukung tersebut adalah SYRIA..
Oleh sebab itu Syria harus dikuasai secara politik. GANTI PENGUASANYA !!

Saat ini di dunia Arab sedang ada trend mengganti penguasa yg sudah lama berkuasa dalam suatu gerakan Arab Spring dengan dalih untuk menegakkan demokrasi. Ini adalah road map nya kebijakan luar negeri Amerika. Kita tahu kebijakan luar negeri AS ditentukan oleh badan-badan lobby Israel (AIPAC, ADL, CFR, RAND COORPORATION, Bilderberg dll).
Dari penguasa yg sdh tumbang dan yang sedang diusahakan tumbang, QADAFI dan BASHAR mempunyai KONTRIBUSI BESAR untuk Palestina. Penulis menyaksikan sendiri bantuan Qaddafi ber-truk-truk antri di Raffah Mesir saat Gaza diserang Israel tahun 2009.

Rencana penurunan Bashar ini semata-mata bukan persoalan Bashar demokratis atau tidak dan tiran atau tidak, karena ada penguasa Arab sepert ini tidak disuruh turun oleh AS, malah diajak kerjasama oleh AS utk menurunkan Qaddafi dan Bashar.

Israel menginginkan Bashar TURUN !! Seperti biasa Israel memperalat Amerika Serikat melalui kebijakan luar negerinya.

Bersamaan dengan semangat Arab Spring, Israel dan AS menunggangi isu ini utk menurunkan Bashar. Supaya lebih efektif isu ini ditambah tonasenya dg isu sektarian, konflik Sunni-Syiah sama seperti Qaddafi yg disebut inkar sunnah.

Israel, AS, Arab Saudi, Qatar, Turki dan Eropa berada dalam satu blok melawan Rusia, Cina dan Iran dalam konflik Syria ini.

Kepentingan Rusia
Rusia sangat berkepentingan melawan dominasi AS di Timur Tengah karena tinggal Syria tempat berpijak Rusia setelah Libya jatuh ke tangan Barat. Selain itu AS juga mengacak-ngacak Rusia dengan cara meletakkan perimeter anti rudalnya di bekas negara Uni Soviet seperti Georgia.

Kepentingan China
Cina tidak mau ketinggalan dalam melawan AS. Setelah berhasil menahan hegemoni AS dibidang ekonomi, Cina diancam oleh AS melalui pergerakan angkatan laut AS di Pasifik. Cina saat ini berhasil menciptakan kapal perang anti radar yg membuat AS khawatir.

Kepentingan Iran
Iran adalah negara yg tidak disenangi oleh Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena berhasil melakukan REVOLUSI 79 menumbangkan raja Reza Pahlevi yg juga sahabat penguasa Saudi Arabia. Para raja-raja khawatir revolusi tersebut diekspor ke negara-negara mereka. Salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka, isu yg paling ampuh ditiupkan adalah Iran adalah negara SYIAH bukan negara Islam karena Syiah SESAT.

Iran mempunyai kepentingan yg besar di Syria karena Bashar bisa menjamin JALUR LOGISTIK Hizbullah.

Israel dan Barat menggunakan segala cara utk menurunkan Bashar termasuk mempersenjatai oposisi dg senjata berat. Di sinilah peranan Saudi Arabia, Qatar dan sedikit Turki.

Pembantaian Houla 25 Mei 2012
Israel dan Barat juga menggunakan MEDIA dan PBB utk membantu mereka. Hal ini mulai terlihat ketika terjadinya pembantai 25 Mei di Houla Syria. Korban adalah penduduk sipil termasuk anak-anak dan wanita. BBC langsung menampilkan foto tumpukan korban pembantaian yg sudah dibungkus kain kaffan. Ternyata kemudian terkuak foto tersebut adalah foto korban pembantaian di Irak tahun 2003. Untung pengambil fotonya, Marco Di Lauro mengenali foto tersebut dan memprotes BBC. Pertanyaannya apakah ini keteledoran atau bagian dari kampanye anti Bashar?
UN Commisioner for Human Right membuat tuduhan bahwa yg melakukan pembantaian tersebut adalah milisi yg loyal dg Bashar yaitu Shabiyya. Padahal mereka hanya dapat info dari ORANG LOKAL per TELEFON.

UN Security Council, korban di Houla adalah akibat tembakan ARTILERI dan TANK pada hari Minggu 27 Mei. Tapi pada hari Selasa tgl 29 Mei diralat oleh UN High Commission for Human Right bahwa korban DITEMBAK DARI JARAK DEKAT dan DIGOROK LEHERnya. Tapi tuduhan tetap ke milisi pro Bashar. Kemudian terkuak bahwa yg terbunuh itu adalah PENDUKUNG Bashar. Bagaimana mungkin sesama pendukung Bashar saling bunuh.
Tampak dg jelas bagaimana media dan PBB berusaha MEMPERKERUH situasi supaya AS dan NATO dapat melakukan intervensi dg payung PBB atas nama KEMANUSIAAN..

Konflik belum selesai, kita lihat bagaimana permainan Israel ini berjalan…

Dr.Joserizal jurnalis SpOT
————————————–
Relawan Medis MER-C


Juni 7, 2012 - Posted by | Opini | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: