FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

GMJ 5: Istanbul yang mengecewakan

Masih Hari Kamis, 22 Maret 2012
Kami semua, rombongan Global March to Jerusalem, bergerak meninggalkan perbatasan untuk memasuki wilayah Turki dengan menggunakan 3 bus besar Mercedes Benz dengan fasilitas multimedia di setiap kursinya.
Tak lupa mengkalibrasi waktu dengam zona waktu lokal Turki, yaitu GMT +2, Selisih waktu 5 jam dengan zona waktu Indonesia. Jadi, saat itu bukan pukul 14, tapi masih pukul 12 waktu Turki.



Pengawas di perbatasan

Di depan iring-iringan bus, panitia GMJ Turki berpawai dengan menggunakan 8 buah mobil dengan bendera dan atributnya.


Iring-iringan GMJ

Rombongan GMJ bergerak menyusuri tepi utara wilayah Turki, yang berbatasan dengan Armenia, dimulai dari Perbatasan menuju kota Dogubayazit.


Iring-iringan GMJ

Tiba di kota Igdir, rombongan GMJ disambut oleh panitia GMJ lokal Turki.


panitia GMJ lokal Turki

Kemudian bersama-sama melakukan demonstrasi dan orasi di kompleks monumen Ermoni Soykirim, monumen yang didirikan untuk mengenang pembantaian penduduk sipil Turki oleh Tirani Armenia.


Orasi di kompleks monumen Ermoni Soykirim

Saya sempat memasuki monumen dan menyaksikan foto-foto kekejaman tentara Armenia kala itu. Perilaku sadis dan buas dari makhluk bernama manusia.

Usai berorasi rombongan menuju masjid terdekat untuk melaksanakan shalat. Kemudian melanjutkan perjalanan lagi menuju arah barat, kota Kars. Menjelang senja para penumpang mulai menggigil kedinginan karena suhu di luar bus menunjukkan angka di bawah 9 derajat celcius.

Kira-kira pukul 19 waktu Turki, bus berhenti dan rombongan berdemonstrasi lagi di Monumen Anitlar Meydan di kota Aerzurum yang suhunya mencapai 0 derajat. Walaupun badan menggigil tetaplah bersemangat untuk berorasi di halaman monumen yang tertutup lapisan salju. kami berorasi kira-kira selama setengah jam.

Usai berorasi rombongan menuju kota Erzurum, sebuah kota yang apabila dilihat di peta, antara Erzurum-Mekkah arahnya lurus ke selatan.

Sewaktu turun dari bus, udara demikian kotor karena terlihat sekilas banyak sekali ‘laron’ mengerubungi lampu.
Apa benar Laron? setelah saya amati lebih detail, ternyata rintik-rintik salju!

Akhirnya, untuk beberapa saat, saya berdiri di halaman dan membiarkan udheng, jaket dan celana tertimpa butiran-butiran salju turun…

Di sini kami, para rombongan, makan malam sejenak di “warung” Gandan Lokantasi sebelum melanjutkan lagi perjalanan menuju Ankara dan diharapkan bisa melaksanakan shalat jumat di Ankara.

Mulai di Turki, memasuki Toilet harus membayar dengan biaya 1 Lira, setara dengan Rp.7000,- . Kadang saya sering hanya melambaikan tangan atau berkata
“I have no money…”

Jum’at, 23 Maret 2012
Dini hari, seluruh rombongan GMJ jalur darat yang terdiri dari berbagai negara, Indonesia (28 orang), Filipina (3), Malaysia (1), India (34), Iran (40), azerbaijan (3) dan Turki sedang tidur nyenyak dalam perjalanan dari kota Erzurum menuju kota Ankara, ibukota Turki yang berjarak kira-kira 800 Km.

Waktu menunjukkan pukul 05 saat fajar menyingsing dan rombongan bus mulai memasuki distrik Yildizeli wilayah propinsi Sivas. Bus tetap melaju dengan kecepatannya yang konstan, rata-rata 85 Km/ jam.
Pukul 07.30 rombongan berhenti di sebuah restoran di distrik Akdagmadeni di propinsi Yozgat untuk sarapan pagi. Demi mengejar waktu, usai sarapan pagi rombongan langsung melanjutkan perjalanan lagi.

Semakin siang hawa semakin panas karena memasuki wilayah barat dataran Turki yang makin rendah. Sisa-sisa salju yang biasa menghiasi pandangan mata sejak dari kota Tabriz Iran mulai menghilang. Rumput dan dedaunan mulai bermunculan.

Perjalanan dari Sivas-Yozgat-Kirikkale-Ankara:

Perjalanan melewati kota Yozgat, lalu Kirikkale sebelum akhirnya mencapai Ankara pada pukul 13.30 waktu Turki. Rombongan langsung menuju kedutaan Besar Israel untuk melakukan demonstrasi dan orasi oleh masing-masing delegasi.

Demonstrasi dijaga ketat oleh polisi Turki yang berseragam lengkap disertai tameng dan dengan membuat pagar betis untuk melokalisir demonstran agar tidak merangsek maju menuju pintu kedutaan.

Pukul 15.30 acara selesai dan rombongan menuju posko penginapan yang bertempat di Mehmet Akif Ersoy Mah. 277.sk. No:2 Orankent, kawasan Yenimahalle untuk beristirahat dan melaksanakan shalat dhuhur sebagai pengganti shalat Jum’at, dijama’ dengan shalat Ashar.

Di sini saya menyempatkan diri untuk mandi dan mencuci baju dengan air dingin tanpa penghangat, lebih tepat disebut air es. Silahkan membayangkan air es yang diguyurkan ke badan…

Sore hari, melongok dari jendela penginapan untuk mencari-cari hilal di ufuk barat (ru’yat) namun gagal. Data di Komputer dan PC Tablet menunjukkan bahwa hari itu sedang Bulan Baru (new moon), akhir dari Rabiul Tsani untuk memasuki Jumadil Ula 1433H

Sabtu. 24 Maret 2012
Pagi hari pukul 07.30 waktu lokal, rombongan GMJ yang terdiri dari berbagai negara yang berjumlah ratusan delegasi, yaitu Indonesia (28 orang), Filipina (3), Malaysia (1), India (34), Iran (40), Irak, Azerbaijan, Bahrain, Tajkishtan, Saudi Arabia, USA dan Turki, usai sarapan pagi dengan roti, zaitun, tomat, mentimun dan butter kacang segera berkemas untuk menuju kota Istanbul yang terletak di sebelah barat laut kota Ankara.

Istanbul adalah kota bersejarah sejak jaman Romawi, Perang Salib hingga kesultanan Ottoman. Sebuah kota yang dulunya bernama Konstantinopel, juga dikenal dengan nama Byzantium ini selalu menjadi rebutan karena letaknya yang strategis di ujung benua Eropa dan bagian lain diujung benua Asia.

Ya, kota Istanbul di ‘belah’ dua persis ditengahnya oleh selat Bosphorus. Di Istanbul bagian barat (benua Eropa) terdapat Musium Hagia Sophia. Bangunan yang awalnya adalah gereja di bawah kekuasaan pasukan salib, menjadi masjid di bawah kekuasaan Muslim. Akhirnya menjadi Museum untuk menghindari klaim dan pertumpahan darah lebih lanjut. (http://en.wikipedia.org/wiki/Istanbul dan http://en.wikipedia.org/wiki/Hagia_Sofia)


Perjalanan melewati kota Bolu, lalu Duzce, Adapazari, Izmit hingga akhirnya memasuki kota Istanbul yang sambut oleh arak-arakan 5 buah mobil.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 waktu Lokal. Rombongan berpawai di dalam kota Istanbul bagian timur (benua Asia) kemudian berhenti di sebuah masjid, Imam Huseyn Cami, di jalan Uslu Caddesi di daerah Kayisdagi untuk berorasi yang dipimpin oleh Tokoh agama setempat.


Orasi di masjid Imam Huseyn Cami

Masyarakat datang berbondong-bondong menyaksikan kegiatan ini hingga tiba waktu shalat Dhuhur.
Usai melakukan shalat dan jamuan minum teh di kedai yang terletak di bawah masjid, rombongan melanjutkan perjalanan menyeberangi selat Bosphorus menuju kota Istanbul bagian barat. Selat Bosphorus memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, selat ini menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam.

Terlihat pemandangan sangat cantik dari atas Jembatan Fatih Sultan Mehmet yang panjangnya 1.090 meter. Jembatan ini baru dibangun pada tahun 1988 dan terletak di sebelah utara Jembatan Bosporus yang lebih dulu dibangun pada tahun 1973.


Jembatan Fatih Sultan Mehmet

Bangunan-bangunan kuno dan sisa-sisa benteng membawa kami larut pada bayangan masa lalu.

Pukul 16.00 waktu lokal, rombongan tiba di lokasi peristirahatan di masjid Imam Zeynal Abidin Camii di kawasan Bagcilar.


Masjid Imam Zeynal Abidin Camii

Sore itu saya dengan Datuk berencana mengunjungi musium Hagia Sophia tapi batal karena diperoleh informasi bahwa seluruh rombongan esoknya akan menuju ke sana. Kenangan yang sangat mengecewakan hingga hari ini, karena akhirnya kami tidak pernah sampai di museum tersebut…


Salah satu sudut kota Istanbul

Abdullah, seorang anak usia belasan tahun yang sedikit mengerti bahasa inggris saya ajak untuk jalan-jalan di sekitar penginapan. Sambil menemani Datuk yang ingin membeli selimut…


Kawasan Bagcilar

Ahad, 25 Maret 2012
Pagi ini, pukul 07.30 waktu lokal, rombongan GMJ yang terdiri dari berbagai negara yang berjumlah ratusan delegasi, yaitu Indonesia (28 orang), Filipina (3), Malaysia (1), India (34), Afghanistan, Iran (40), Irak, Azerbaijan, Bahrain, Tajkishtan, Saudi Arabia, Palestina, USA dan Turki, usai sarapan pagi dengan roti, telur, zaitun dan butter kacang segera berkemas menuju gedung Hasan Dogar Sports Kompleksi di daerah Bahcelievler Belediyesi, Istanbul untuk mengadakan konferensi pers.


Hasan Dogar Sports Kompleksi

Konferensi pers dilakukan oleh perwakilan masing-masing delegasi (yang didampingi oleh penerjemah bila orasi dilakukan dalam bahasa asal delegasi). Inti dari keseluruhan orasi para delegasi adalah pentingnya persatuan dan kesatuan umat dalam menghadapi zionis Israel, dalam rangka pembebasan Palestina dan Jerusalem.


Konferensi pers

Usai konferensi direncanakan mengunjungi museum Hagia Sophia, tetapi entah karena ada sesuatu atau jalanan yang macet, bus tidak berhenti di museum tapi tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba lagi di penginapan lagi.

Saya berpikir, kenapa kita tidak melakukan aksi di kawasan Hagia Sophia yang ramai pengunjung? Kenapa aksi hanya di masjid kecil di pemukiman?

Teringat dengan even di Pakistan yang sukses menyusuri Sea View (Baca lagi GMJ 2: Aksi Pertama!)

Selentingan kabar muncul bahwa aksi ini kurang didukung oleh pemerintah dan gerak yang dibatasi oleh pemerintah Turki. Tentu saja atas keberhasilan lobby Israel…

Di Istanbul saya menyimpan kekecewaan sangat mendalam…

Senin, 26 Maret 2012
Pukul 00 dini hari waktu lokal, rombongan GMJ jalur darat berkemas untuk segera meninggalkan kota Istanbul menuju kota pelabuhan Mersin di pesisir selatan Turki.
Hawa dingin menusuk tulang membuat para delegasi yang mengenakan jaket tebal dan hangat segera memasuki bus untuk kemudian terbenam dalam tidur di kursi masing-masing.
Bus melaju menembus malam dengan kecepatan rata-rata 90 km/jam. Seluruh penumpang tidak lagi menyadari bahwa bus melewati jembatan di atas selat Bosphorus, lalu memasuki wilayah Ankara namun membelok ke arah selatan menuju kota Konya. Saya sendiri sudah tertidur pulas…

Pukul 05.10 waktu lokal, bus berhenti di suatu daerah di propinsi Konya untuk menunaikan shalat subuh, kemudian bus bergerak lagi hingga pukul 08.00 sampai di Cihanbeyli Bus berhenti lagi untuk sarapan pagi.

Usai sarapan pagi rombongan GMJ melanjutkan perjalanan ke kota Konya. Sesampai di Konya pukul 12.30 waktu lokal, para rombongan berpawai dengan berjalan kaki dari museum Jalaludin Rumi menuju komplek masjid Serafeddin camii yang jaraknya kira-kira 200 m.


Konya

Di taman depan masjid yang sarat pengunjung, rombongan berdemonstrasi dengan membentangkan bendera Palestina ukuran besar di depan panggung orasi yang dirakit dari sebuah truk.

Orasi oleh ketua salah satu LSM di Konya yang ikut mendukung gerakan Global March to Jerusalem diselingi yel-yel dari ratusan delegasi.
Kahrolsun Israel..!” (laknat atas Israel)
kahrolsun Amerika..!
dst…

Acara Usai bertepatan dengan gema azan yang menandakan datangnya waktu dhuhur. Para rombongan melaksanakan shalat dhuhur di masjid yang dibangun oleh Syeikh Serafeddin pada abad ke-13 M era Dinasti Seljuk.


Depan masjid Serafeddin camii


Air mancur dekat masjid

Selesai melaksanakan shalat dhuhur (jamak dengan Ashar), rombongan makan siang dengan menu makanan Etliekmek (roti pipih panggang dengan taburan daging), pencuci mulut Tulumba, dan minuman Yoghurt.


Etliekmek (roti pipih panggang dengan taburan daging), pencuci mulut Tulumba, dan minuman Yoghurt


Makan siang

Makan siang hanya sebentar untuk kemudian menyempatkan berkunjung ke Anadolu Medeniyetleri Muzesi (Anatolian Civilization Museum) dimana terdapat makam Jalaludin Rumi, tokoh-tokoh sufi, benda-benda peninggalan dinasti Seljuk abad ke-13 bahkan potongan rambut nabi Muhammad SAW pun terdapat di museum ini!


Anatolian Civilization Museum

Seusai dari museum, rombongan dijamu makan malam oleh Osman Hoja selaku ketua Enderun Education Foundation Di gedung Enderun Egitim Vakfi Konya Subesi Yang masih berada di kota Konya, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan menuju kota pelabuhan Mersin ketika waktu menunjukkan pukul 21 waktu lokal.

Selasa, 27 Maret 2012
Dini hari pukul 02.00 WIB, bus yang mengangkut rombongan GMJ (Global March to Jerusalem) tiba di kota pelabuhan Mersin, pelabuhan yang terletak di wilayah pesisir selatan negara Turki. Meski demikian para penumpang masih tertidur lelap dalam bus, kecuali yang bangun untuk mencari toilet setelah menahan kencing semalaman.
Seluruh rombongan baru terbangun pada pukul 05.30 saat terdengar adzan subuh dari sebuah masjid terdekat.

Sebagian rombongan, termasuk saya, segera mencari arah suara adzan untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid. Di masjid bernama Haliliye (Resadiye) camii, saya segera membersihkan diri walau hanya sekedar menyikat gigi. Kebetulan ada stop kontak di dekat Toilet sehingga saya bisa men-charge HP dan PC Tablet. Masjid mungil dan cantik ini dibangun pada masa H. Mehmet Pasa Tarafindan pada tahun 1908.


Haliliye (Resadiye) camii

Diperoleh informasi bahwa pemberangkatan menuju Beirut ditunda karena cuaca buruk dan angin kencang, ditambah lagi pengurusan Visa masuk Beirut yang belum selesai, tapi satu alasan paling mendasar adalah mewaspadai mata-mata bila perjalanan dilakukan siang hari.

Untuk sementara, seluruh rombongan sementara menunggu di Cypru Bazaar, sebuah toko di tepi pantai yang masih dalam renovasi, untuk menampung seluruh bagasi para rombongan.


Kota pelabuhan Mersin

Pukul 21 waktu lokal, kapal laut yang ditunggu-tunggu mulai kelihatan. Perlahan merapat di dermaga dekat lokasi penampungan bagasi. Seluruh delegasi bersiap, mulai dilakukan pengecekan paspor dan visa masuk Beirut.

Jam 23.30 waktu lokal, Emeraude Express, Kapal laut yang ditumpangi rombongan GMJ mulai melaju perlahan menuju arah selatan, membelah ombak laut mediterania dengan tujuan pelabuhan Beirut di Lebanon.


Di atas Emeraude Express

Rute hingga hari ini:

(Bersambung)


Juni 10, 2012 - Posted by | Agama | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: