FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Jordan 2: TIap Keluyuran dapat Ilmu

Masih di Jordan pasca aksi GMJ (Global March to Jerusalem). Begitu mendapatkan suntikan modal, tidak ada lagi yang bisa mencegah nafsu ‘invasi’ Genghis Khun untuk ‘menaklukkan’ medan Jordan. Ini tentunya berbeda dengan invasi ala Israel yang harus mengusir penduduk dari Kampung dan merampas tanah Palestina. Invasi ala Genghis Khun berlangsung damai, tertib, efektif dan efisien *halah*

Tapi bukan tidak mungkin bila ada warga Indonesia pro-Israel, Genghis Khun akan membantu kampanye perampasan tanah orang tersebut sebagai implikasi logis dari dukungannya terhadap Israel.


Berikut ini beberapa lokasi wisata yang sudah saya ‘jamah dan obok-obok’:

Kota Tua Jerash
Sebuah situs arkeologi, kota tua zaman Yunani dan Romawi tahun 3200 SM hingga 1600 M. Sebenarnya kami hanya mampir di lokasi ini dalam perjalanan menuju benteng Ajloun (Shalahudin Al Ayyubi) dan rencananya hanya menyisiri tepian kompleks, namun ternyata penjaga lokasi mengijinkan kami masuk ke dalam, Alhamdulillah…
Keindahan kota ini sepertinya telah menginspirasi seorang Sinta Yudisia untuk menuliskannya dalam cerpen Gadis Kota Jerash dalam Novel Habiburahman El Shirazy,dkk

Komplek ini terletak di koordinat 32 16 20.21N – 35 53 29.03 E, silahkan menikmatinya dari Google Earth…

Benteng Shalahudin Al Ayyubi (Ajloun Castle/ Qal’ah Al-Rabad)
Menuju benteng ini, Waktu tempuh perjalanan kira-kira 45 menit dari Jerash dengan jalanan yang menanjak ke arah perbukitan. Benteng ini didirikan pada tahun 1184-1185 M oleh Izzuddin Bin Usamah, keponakan Salahuddin Al Ayyubi.

Sebenarnya ada yang aneh di sini, tentara Shalahuddin Al Ayubi datang dari Mesir untuk membebaskan masjidil Aqsha yang terletak di sebelah timur laut Mesir. Lokasi Ajloun Castle, malah terletak lebih ke utara lagi. Artinya Masjidil Aqsha telah terlewati.

Namun ada jawaban dari Penjelasan dalam benteng, bahwa Benteng ini selain digunakan untuk mengintai aktifitas pasukan Salib selama perang Salib, memotong jalur tentara Salib dari Eropa juga untuk menguasai tambang besi di sekitar Ajloun.

Saya berlari2 kecil memasuki lorong demi lorong untuk mengejar waktu hingga sampai di puncak benteng. Hawa dingin menyergap, hamparan luas tanah pertanian tampak di sekeliling benteng. Mencoba memfokuskan pandangan untuk mencari2 kubah masjidil Aqsha namun gagal😦

Ada sebuah ruangan dalam benteng digunakan sebagai museum untuk memajang perkakas-perkakas yang digunakan pada masa itu.


Lorong-lorong Ajloun Castle


Puncak Kastil


Hamparan dilihat dari Puncak Kastil

Makam Nabi Khidir a.s
Tak jauh dari Ajloun Castle ada papan petunjuk menuju ‘Makam Nabi Khidir Alaihissalam’, namun kendala waktu tidak memungkinkan rombongan pergi ke sana…

Medan Perang Mu’tah dan makam para Syuhada
Perang Mu’tah adalah peperangan besar dan heroik yang dipimpin oleh para Sahabat, di mana tentara Islam yang berjumlah 3.000 orang melawan 200.000 tentara Romawi Nasrani.


Medan Perang Mu’tah

Perlu diketahui, Perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW terbagi atas ghazwah (gazwah) dan sariyah (sariyyah). Ghazwah adalah perang yang dipimpin langsung oleh Nabi SAW, sedangkan sariyah adalah perang yang dipimpin oleh sahabat atas penunjukan Nabi SAW.

Sedemikian berartinya perang ini demi kemajuan Islam, Rasulullah menyebut bahwa ini termasuk perang Gazwah walaupun tidak dipimpin oleh Beliau Shalallahu alaihi Wasallam.

Dikisahkan sebagai berikut;
Harits bin Umair r.a (utusan Rasulullah) membawa surat untuk Gubernur Syam(Irak) bernama Hanits bin Abi Syamr Al-Ghassani yg baru diangkat oleh Kekaisaran Romawi. Namun ketika sampai di Mu’tah, ia dihadang, dianiaya dan dibunuh oleh penguasa setempat bernama Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassan (padahal seharusnya utusan tidak boleh dibunuh).

Rasulullah yang marah akibat tindakan jahat ini lalu mengirimkan pasukan perang 3000 personil pada Jumadil Awal tahun ke-8 Hijriah yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Jika Zaid mati syahid, maka Ja’far yang menggantikannya. Jika Ja’far mati syahid, maka Abdullah bin Rawahah penggantinya.”

Ini pertama kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat tiga panglima sekaligus.

Pasukan Romawi dipimpin oleh Heraklius berkekuatan 100.000 tentara, ditambah kabilah-kabilah Arab-Nasrani 100.000 tentara sehingga total tentara musuh berjumlah 200.000 tentara.
Sempat terjadi kegentaran di antara para sahabat, namun dengan keyakinan membela iman dan keyakinan, akhirnya kedua pasukan berhadapan di padang Mu’tah pada 5 Jumadil Awal 8 Hijriah (629M)

Syuhada pertama adalah Zaid bin Haritsa ra (anak angkat Rasulullah) pembawa panji. Sebelum panji jatuh segera diambil alih oleh panglima kedua, Ja’far bin Abi Thalib ra.

Ja’far bin Abi Thalib ra berperang habis-habisan hingga tangan kanannya terputus, lalu panji dibawa dengan tangannya kirinya hingga terputus pula dan merangkul bendera dengan dadanya hingga terbunuh. Sebagai balasannya, Allah menggantikan kedua tangannya dengan dua sayap agar di surga ia dapat terbang ke mana saja. Saat syahid di tubuhnya terdapat lebih dari 90 luka dari tebasan pedang, tusukan panah atau tombak.

Kemudian panji-panji perang dibawa oleh panglima ketiga: Abdullah bin Rawahah ra yang juga akhirnya mati syahid.

Sesudah ketiga panglima Syahid, para sahabat mengangkat Khalid bin Walid ra sebagai panglima perang.
Khalid bin Walid yang cerdik segera membuat siasat ‘rolling‘ pasukan: yaitu pasukan depan ke belakang dan sebaliknya, pasukan kanan ke kiri dan sebaliknya, sehingga musuh mengira bahwa tentara bantuan muslim berdatangan.

Strategi ini berlanjut sambil menarik pasukan muslim mundur. Pasukan Romawi pun juga mundur karena sudah gentar lebih dulu setelah mengira ada bantuan pasukan.
Sedemikian dahsyatnya peperangan Mu’tah, syuhada hanya 12 orang! Sedang dari pihak Romawi tidak diketahui.


Makam Zaid bin Haritsah

Goa Ashabul Kahfi (Cave of The Seven Sleepers)
Ini adalah goa tempat persembunyian beberapa pemuda beriman, diduga tujuh orang, yang telah didholimi oleh pemerintah saat itu (raja Dikyanus/ Decius).
Diceritakan oleh Ustad Yahsallah, pemimpin rombongan, bahwa para penghuni goa tatkala bangun dari tidurnya menjumpai suasana sekitar sudah berubah dan berbeda sama sekali dengan kondisi sebelum mereka tidur. Mereka saling berselisih mengenai berapa lamakah mereka tidur?


Depan Gua Ashabul Kahfi bersama Ust. Yahsallah

Sewaktu mereka pergi ke pasar hendak berbelanja, mata uang mereka ternyata ditolak! Lalu terjadilah kekisruhan diantara para pedagang yang merasa telah terhina oleh perilaku para pemuda ini.

Keributan yang terjadi di pasar segera didengar oleh penguasa saat itu. Para pemuda lalu digiring ke Istana untuk diadili. Raja yang bijak dan saleh ini tiba-tiba teringat dengan kisah turun temurun mengenai hilangnya beberapa pemuda. Oleh raja, para pemuda disuruh menunjukkan tempat persembunyiannya.

Anehnya, sesampainya rombongan di halaman goa, para pemuda ini bersamaan mati mendadak. Subhanallah…
Demikian Allah hendak menunjukkan kisah keagungannya.


Depan Gua Ashabul Kahfi

Dalam Al Quran cerita ini diungkapkan dalam surat Al Kahfi:

9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”

11. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu
12. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

13. Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
14. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.”

15. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu

17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
18. Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.

19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?).” Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.

20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya.”
21. Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka[877], orang-orang itu berkata: “Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya.”

Berapa lama mereka tidur?

Al Kahfi ayat 25: Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (tahun Komariah.red)

Saat ini, di tempat tersebut kita masih bisa melihat rangka/ tulang belulang para pemuda yang dikubur dalam goa beserta anjing penjaga mereka.

Arah lubang Goa menghadap ke Selatan, di dalamnya terdapat beberapa celah tempat secercah cahaya bisa masuk. Jadi tepat bila dikatakan “matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri” Di atas goa sepertinya reruntuhan sebuah musholla.


Atap goa

Di sekitar kompleks gua saat ini telah dibangun sebuah masjid.

Ustadz juga bercerita mengenai adanya perbedaan pendapat mengenai lokasi goa pada kisah Ashabul Kahfi di Al Quran. Entah goa mana yang benar, yang penting kami memaknai cerita Ashabul Kahfi sebagai keagungan Allah SWT.

Laut Mati
Laut Mati terletak di ketinggian 423 meter di bawah permukaan laut. Ini adalah perbatasan antara Jordan dengan Israel, eh Palestina.
Mengandung kadar garam yang sangat tinggi sehingga tidak terdapat kehidupan dalam lautnya. Produk yang diperkenalkan adalah lulur dari lumpur laut mati untuk kecantikan kulit.

Selain itu, jangan kaget bila anda tidak akan tenggelam waktu menceburkan diri ke dalamnya, tapi malah mengambang🙂

Hari itu, saking pedenya saya langsung menceburkan diri untuk memulai renang gaya katak, byur!!
Aduh! kedua mata tiba-tiba perih terkena air laut yang sangat asin ini!

Langsung saya menuju tepian lagi untuk menyiram mata dengan botol Aqua.
Duh…


Mengambang di laut mati

Petra
Situs kota tua nan megah yang dibangun di tebing-tebing ini termasuk keajaiban dunia, namun saya tidak sempat mengunjunginya…

Genghis Khun

Baca lebih lanjut:
http://www.hasanhusaini.com/2010/01/jerash-ajloun-dan-umm-qays.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Ajlun_Castle
http://en.wikipedia.org/wiki/Jerash
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Mu’tah
http://al-quran.bahagia.us/_q.php?_q=sihab&dft=&dfa=&dfi=&dfq=&u2=&ui=1&nba=93
http://en.wikipedia.org/wiki/Dead_sea
http://en.wikipedia.org/wiki/Petra

September 11, 2012 - Posted by | Petualangan | , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: