FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Jordan 3: MAHalnya Biaya Bila Tanpa Keberanian

Subjudul yang sangat provokatif🙂, walaupun sebenarnya judul ini juga berlaku di semua tempat, ruang dan waktu bagi keseharian Genghis Khun. Mari kita ikuti ceritanya;

Masjid King Abdullah I
Masjid King Abdullah I, dengan arsitektur dan kubah birunya yang sangat cantik, dibangun pada tahun 1982 – 1989. Masjid berada dalam satu kompleks dengan Islamic Museum yang di dalamnya terdapat miniatur masjid-masjid, termasuk miniatur kubah sakhrah di Palestina, miniatur Jerusalem, juga dokumentasi aktifitas Raja Abdullah I semasa masih hidup.



Masjid King Abdullah I

Pasar Loak
Dari masjid King Abdullah I keluar menuju jalan Sulayman AnNabulsi. Menyusuri jalan ini ke arah timur hingga bertemu jalan King Husain. Nah, di sepanjang jalan King Husain inilah terdapat pasar loak yang sangat ramai pengunjung. Barang-barang second tapi banyak juga yang terlihat masih bagus dan modis. Sempat terlihat seorang ibu-ibu yang memborong beberapa sepatu.

Saya melewatkan sore hari itu dengan berjalan-jalan bersama Ust. Agus Sudarmadji dan Ust. Yahsallah. Mampir sejenak di sebuah kios untuk minum teh (Tehnya diberi tambahan semacam daun kemangi sehingga rasa tehnya wangi dan manis). Kemudian melanjutkan perjalanan lagi, masih ke arah timur, menuju Downtown.

Amman Downtown
Pusat oleh-oleh yang terletak di kota Amman. Di sini kita bisa membeli busana khas Jordan atau khas Palestina. Harus pintar menawar dan juga memilah-milah, sebab banyak produk buatan China. Ada tiga kali saya berkunjung ke tempat ini. Entahlah sepertinya ada magnet yang selalu menarik saya, dan di sini banyak kenangan yang nggak perlu saya ceritakan🙂

Dari Downtown saya membawa pulang beberapa kerudung Pashmina ….

Masjid Al Hussein
Lokasi masjid berada di sebelah barat Amman Downtown namun masih di sekitar area tersebut. Akan selalu saya ingat bahwa saya shalat Jum’at di masjid ini pada tanggal 6 April 2012🙂. Sempat membeli beberapa batang Siwak dari pedagang kaki lima di depan masjid.


Masjid Al Hussein siang hari

Roman Theater
Dari arah masjid Al Hussein cukup berjalan kaki ke arah timur kira-kira 200 m terdapat Roman Theater. Suatu gedung Teater megah yang dibangun pada masa pemerintahan Antonius Pius (138-161 M) ini sanggup menampung 6.000 orang. Di sampingnya terdapat Jordanian Museum of Popular Traditions dan Amman Folklore Museum.


Roman Theater

Jangan memaksakan diri untuk naik (=mendaki) bila takut ketinggian karena antar tempat duduk sangat curam🙂


Roman Theater


Jordanian Museum of Popular Traditions dan Amman Folklore Museum


Jordanian Museum of Popular Traditions dan Amman Folklore Museum

Tak jauh dari situ juga ada sebuah gedung Theater peninggalan Romawi lain, namun ukurannya lebih kecil. Bernama Odeon dan hanya sanggup menampung 500 penonton.


Odeon

Sewaktu berjalan kaki dari ‘pasar Downtown’ menuju Roman Theatre, banyak penjual kaki lima di emperan trotoar. Kami amati salah satunya, yang ternyata penjual barang antik dengan barang dagangannya yang tertata rapi di atas tikar. Barang dagangan berupa mata uang lama dan mata uang negara asing. Terlihat beberapa lembar uang kertas Rp.1000,- dari negara Indonesia membuat kami tersenyum geli…

Amman Citadel/ Jabal al-Qal’a
Secara keseluruhan kota Amman mirip kota Semarang yang dikelilingi bukit-bukit. Ada tujuh bukit yang mengitari kota Amman. Bila di Semarang kita mengenal gunung Brintik (sebenarnya hanya sebuah bukit) yang sebagian besar tanahnya dipakai untuk tempat pemakaman. Di Amman ada salah satu bukit berbentuk L yang puncaknya digunakan sebagai Citadel. Istilah Citadel hampir sama seperti benteng, namun memiliki sistem yang lebih kompleks, dimana memungkinkan terdapat istana Raja di dalamnya.

Situs bersejarah Amman Citadel ini menjadi saksi perkembangan agama-agama besar di Jordan.

Dari Roman Theatre, saya berjalan kaki ke utara menysuri Odeon, menyeberang jalan untuk mencari anak tangga perkampungan untuk naik ke atas bukit (sesuai petunjuk penjaga Roman Theatre). Setelah ketemu, saya ikuti terus sambil bertanya sana sini. Jalur naik yang melelahkan hingga sampailah di belakang kantor Polisi untuk mengabadikan pemandangan kota Amman dari atas bukit.


kota Amman dilihat dari Amman Citadel

Gara-gara menyusuri lereng selatan tanpa sadar saya telah memasuki kompleks wisata tanpa membayar Tiket sstt….🙂

Napak tilas perjalanannya sebagai berikut:

Map Amman Citadel

Di lokasi ini, terdapat beberapa bangunan utama untuk wisatawan:

1. Museum Arkeologi Jordan (F), yang berisi perkakas-perkakas sejak jaman batu ditampilkan di sini.

2. Temple of Hercules (E)
Temple of Hercules ini dibangun antara 162-166 AD. Lebih besar daripada kuil di Roma sendiri. Namun candi ini tidak utuh (belum selesai dibangun?)


Temple of Hercules

3. Gereja Bizantium
Basilika Byzantine ini dibangun pada abad ke-5-6.

4. Masjid Umayyah (G)
Istana gubernur Umayyah pada abad ke-8.


Masjid Umayyah


Interior Masjid Umayyah

Menyusuri belakang masjid menuju lereng utara, dari sini tampak masjid King Abdullah I dengan bentuk kubahnya yang khas. Sayangnya batere kamera sudah very low sehingga gagal untuk dihidupkan.

Kebetulan tak jauh dari situ ada seorang turis ibu-ibu membawa camera digital.
Saya mencoba mengajak bicara (tentu sambil disertai isyarat tangan🙂 ) bahwa saya meminta maaf telah mengganggu, batere kamera saya sudah habis, saya meminta dipotret dengan camera digitalnya tetapi dengan memory card milik saya (sambil saya ulurkan memory card).
Ternyata si turis tak keberatan, jadilah:


Amman citadel lereng utara

Berjalan lagi menyusuri tepian lereng dan berharap ada ‘jalan tikus’ lagi untuk turun menuju Downtown. Saat itu sudah sore.

Pulang
Akhirnya “jalan tikus” itu saya temukan berada di samping Temple of Hercules. Turun melalui tangga sempit perkampungan, mengingatkan saya akan jalur rahasia para pedagang menuju kompleks wisata, seperti misalnya jalur rahasia ke dalam kompleks Candi Borobudur.

Tak sampai setengah jam sampailah saya di masjid Al Hussein lalu menunggu shalat Maghrib berjamaah. Usai shalat Maghrib saya menuju terminal bayangan di jalan Al Shabsough di seberang masjid untuk menunggu bus yang akan membawa saya pulang ke Shafa Bardan.


masjid Al Hussein malam hari

Menurut informasi, nomer bus-bus kadang tidak bisa dijadikan patokan arah tujuan perjalananan, jadi setiap ada bus datang diharapkan kita pro aktif untuk bertanya.

“Shafa Bardan?” Tanya saya ketika pintu Bus terbuka. Supir menggelengkan kepala…
Beberapa kali bus datang dan supir menggelengkan kepala
Seseorang memberitahu bahwa tidak ada bus yang menuju Shafa Bardan. Bus hanya sampai Abu Nushayr. Nanti ke Shafa Bardan bisa dilanjutkan dengan Taksi

Waktu hampir menunjukkan jam 21 waktu lokal ketika bus yang diharapkan itu tiba… Alhamdulillah

Tak sampai satu jam bus memasuki wilayah Abu Nushair. Saya pun turun untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan taksi.

Sesudah mendapatkan Taksi, perasaan saya masih was-was hendak turun dimana??
……..
Cerita selesai.
Untuk mendapatkan cerita utuh (akhir dari taksi) anda bisa membaca kembali Jordan 1, walaupun kisah tersebut berbeda ruang, waktu dan penumpang🙂
Kisah ini, yang seolah-olah terjadi hanya dalam sehari sebenarnya juga berbeda ruang, waktu dan teman seiring yang telah saya ringkas agar enak untuk dibaca🙂

Terlihat bahwa perjalanan yang saya lakukan, bila memakai jasa Travel dan guide, akan memakan biaya lebih banyak…

Genghis Khun

Baca lebih lanjut:
1. http://www.atlastours.net/jordan/abdullah_mosque.html
2. http://en.wikipedia.org/wiki/King_Abdullah_I_Mosque
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Jabal_al-Qal% 27a
4. http://www.art-and-archaeology.com/jordan/amman/citadel.html
5. http://farid1924.wordpress.com/2008/03/05/yordania/

September 21, 2012 - Posted by | Agama | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: