FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Celah Suap dan Gratifikasi bagi Dokter

Diliputi rasa penasaran dan bimbang mengenai halal/ haramnya ‘dana hibah bersyarat’ dari farmasi untuk dokter. Gara-gara adanya tawaran kucuran dana dari farmasi sebesar 50 juta/ 6 bulan. Sebenarnya apa status dana tersebut?
Hibah, hadiah, shodaqoh, suap (risywah), gratifikasi atau malah CSR (Corporate Social Responsibilities)?

Sempat posting status di Facebook sbb:

Siapa yang ndak ngiler 50 juta per 6 bulan?🙂
Tapi berhubung sudah punya anak-istri, sumber rizki harus benar-benar diperhatikan agar tidak berdampak buruk pada anak dan keturunan lebih lanjut.
Jadi artikel ini akan mengupas; bagaimana status duit 50 juta/ 6 bulan tersebut?
Hibah, hadiah, shodaqoh, suap (risywah), gratifikasi atau malah CSR (Corporate Social Responsibilities)?

Definisi dan Pembahasan
A. Hibah: yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang dengan tanpa mengharapkan imbalan dan tujuan tertentu.
Pemberian 50 juta/6 bln jika memenuhi target pengeluaran obat X tsb sejumlah Y resep/ bulan. Karena penawaran ini bersyarat maka bukan termasuk Hibah.

B. Hadiah yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang ala sabilil ikram (sebagai penghargaan).
Istri saya baru bekerja belum ada sebulan dan belum tampak prestasinya tiba-tiba ditawari 50 juta/6 bln? tentu mencurigakan dan bukan Hadiah.

C. Shadaqah yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang karena mengharapkan ridha dan pahala dari Allah swt. Seperti zakat ataupun infaq sunnah.
Target pengeluaran obat X tsb sejumlah Y resep/ bulan adalah urusan duniawi, bukan termasuk ridha dan pahala dari Allah swt.

D. Suap (risywah) yaitu “Apa-apa yang diberikan agar ditunaikan kepentingannya atau apa-apa yang diberikan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar “ (Mu’jamul Wasith) .

Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melimpahkan tugas kepada seorang lelaki untuk memungut sedekah. Dalam menjalankan tugasnya, ternyata utusan itu menerima hadiah dari penyetor zakat. Seusai dari tugasnya lelaki tersebut berkata:
“Wahai Rasulullah, harta ini adalah hasil kerjaku dan aku serakan kepadamu. Sedangkan harta ini adalah hadiah yang aku dapatkan.”

Menanggapi sikap utusan tersebut tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Mengapa engkau tidak duduk-duduk saja di rumah ayah dan ibumu, lalu lihatlah: adakah engkau mendapatkan hadiah atau tidak?”

Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dan berkhutbah: Amma ba’du: Mengapa seorang utusan yang aku beri tugas, lalu ketika pulang, ia berkata:
“Ini hasil tugasku sedangkan ini adalah hadiah milikku? Tidakkah ia duduk saja di rumah ayah dan ibunya, lalu dia lihat, adakah ia mendapatkan hadiah atau tidak. Sungguh demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidaklah ada seorang dari kalian yang mengambil sesuatu tanpa haknya (korupsi), melainkan kelak pada hari kiyamat ia akan memikul harta korupsinya. Bila dia mengambil seekor onta maka dia membawa ontanya dalam keadaan bersuara. Bila ia mengambil sapi, maka ia membawa sapinya itu yang terus melenguh (bersuara). Dan bila yang dia ambil adalah seekor kambing, maka dia membawa kambingnya itu yang terus mengembik. Sungguh aku telah menyampaikan peringatan ini.” (Muttafaqun ‘alaih)

Penawaran 50 juta/6 bln jika memenuhi target pengeluaran obat X tsb sejumlah Y resep/ bulan yang ditujukan kepada istri saya tentu karena istri saya bekerja di tempat tersebut, sedangkan bila duduk-duduk di rumah saja apakah mungkin datang penawaran ini? tidak mungkin.

Pasal 3 UU 3/ 1980 tentang suap:
Barangsiapa menerima sesuatu atau janji, sedangkan ia mengetahui atau patut dapat menduga bahwa pemberian sesuatu atau janji itu dimaksudkan supaya ia berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, dipidana karena menerima suap dengan pidana penjara selama-lamanya 3 (tiga) tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp.15.000.000.- (lima belas juta rupiah) .

E. Gratifikasi
Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik (Penjelasan Pasal 12B UU Pemberantasan Tipikor)

Gratifikasi “dapat dianggap sebagai suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.”

F. CSR (Corporate Social Responsibility/ Tanggung jawab Sosial Perusahaan) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Mengutip komentar sendiri di facebooK:

(Memahami dana CSR secara mudah.red) adalah “Alokasi dana dari institusi/ perusahaan utk kegiatan-kegiatan sosial. kalo sekawanan dokter mendapatkan dana CSR, imbasnya adalah jasa/ biaya berobat ke dokter akan turun/ malah gratis.
Jadi Kalau nanti pasien tetap mbayar (apalagi lebih mahal dari yg paling murah), akan diartikan tidak amanah dan mengkhianati fungsi CSR itu.”

Jadi bila duit 50 juta tersebut adalah CSR, maka mekanisme yang masuk akal adalah sbb:
– Diserahkan ke dokter untuk menggantikan biaya yang harus ditanggung oleh pasien. Misalnya biaya berobat adalah 100 ribu/ pasien, karena sudah digelontorkan duit CSR maka akan didiskon menjadi; misalnya cuma 10 ribu/ pasien. Atau

– Diserahkan langsung ke Pihak yang menanggung biaya berobat si pasien, atau
– Diserahkan langsung ke pasien, bila biaya berobat sendiri.

Kesimpulan
Jadi sangat jelas bahwa status duit 50 juta/ 6 bulan adalah SUAP, disertai konsekuensi buruk yang mengikutinya:

1. Merugikan Pihak Lain
Dengan adanya suap, dokter akan memilih obat pesanan si penyuap tanpa memperdulikan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien/ pihak penanggung dana, apalagi bila ternyata tersedia obat generik dengan khasiat yang sama. Ini tentu inefisiensi, pemborosan dan merugikan pihak lain, bisa pasien itu sendiri atau yang menanggung pengobata
nnya.
Apakah mau memakan rizki dari penderitaan pihak lain?

2. Mengkhianati Sumpah Dokter
Salah satu bunyi Sumpah Dokter: “Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;” tentu saja🙂
Tapi bagaimana bila dalam sebulan tidak praktik? apa yang lebih diutamakan? dengan alasan apapun, target pengeluaran obat adalah yang utama.

Jadi kurang tepat komentar teman sejawat saya Wardhee Arief bahwa duit 50 juta “itu namanya gratifikasi”, lebih tepat “dapat dianggap sebagai suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.”

Sedangkan yang gratifikasi adalah “biaya utk seminar, simposium, workshop”, kecuali memang ada peraturan yang membolehkan. Dan saya yakin, gratifikasi seks yang belum lama menghebohkan Singapura pun juga sudah mulai banyak mencandui dokter-dokter yang kesepian. Wallahu a’lam

Akibatnya seperti yang diprediksi oleh sejawat Adi Patria Pramafitri bahwa “..kasihan pasien hrs membayar lebih mahal…”

Bonus Obat
Bagaimana dengan bonus Obat/ laboratorium/ rujukan yang diberikan berdasarkan aktifitas dokter sebelumnya?
Misalnya pertimbangan pemilihan obat X atau Y didasarkan pada besar bonus yang akan diperoleh di akhir bulan.
Wah, yang ini perlu ditelaah lebih lanjut…
Untuk sementara statusnya adalah hadiah (lihat lagi definisi hadiah di atas)

Prinsipnya adalah Tidak Memakan rizki dari kerugian dan penderitaan pihak lain.
Wallahu a’lam

Penutup

“Menurut Menkes, harga obat generik bisa ditekan karena obat generik hanya berisi zat yang dikandungnya dan dijual dalam kemasan dengan jumlah besar, sehingga tidak diperlukan biaya kemasan dan biaya iklan dalam pemasarannya. Proporsi biaya iklan obat dapat mencapai 20-30%, sehingga biaya iklan obat akan mempengaruhi harga obat secara signifikan.”

Ini tentu belum alokasi biaya untuk suap tersebut (bila ada).

Mari berhitung perbandingan secara kasar antara harga generik dengan merk dagang sebagai berikut:
– Harga obat generik Y= Rp. 5.000/ strip
– Harga obat Dagang Z (berisi generik Y)= Rp. 20.000/ strip, dengan perkiraan biaya suap adalah Rp. 3juta perbulan (Rp. 100.000/hari).

Dikurangi biaya promosi kira-kira 30%, harga obat Z hanya Rp. 14.000/strip
Dikurangi biaya untuk suap kira-kira 50%, harga obat Z menjadi Rp. 4.000/ strip
Dikurangi biaya kemasan lux kira-kira 5%, jadi harga obat Z sebenarnya hanya Rp. 3.000/strip
Belum dihitung laba untuk pabriknya, Lho kok sebenarnya harga obat Z lebih murah????
…..

Sabda Nabi saw mengenai suap?
Dari Abdullah ibnu Umar R.hum, Rasulullah besabda : ”Orang-orang yang menyuap maupun disuap mendapat laknat Allah SWT”

Akhirnya, bila artikel ini mengandung kebenaran tentu berasal dari Allah SWT, sebaliknya bila salah mungkin karena penulis terlalu paranoid dalam mengais rizki…

Penulis: Genghis Khun

Baca lebih lanjut:
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl3369/perbedaan-antara-suap-dengan-gratifikasi
http://consultanonline.wordpress.com/tahukah-kamu/kejahatan-pidana/beda-suap-dan-gratifikasi
http://www.konsultasisyariah.com/gratifikasi-dan-hadiah-proyek/#axzz2BzbvNHxB
http://www.syariahonline.com/v2/bayan/1849-penjelasan-tentang-risywah.html
http://sahabatreferensi.blogspot.com/2012/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://www.hidayatullah.com/konsultasi/fiqih-kontemporer/332/1/-hukum-hadiah-dan-gratifikasi-.html
http://www.erlangga.co.id/agama/7416-fatwa-haram-mui-atas-praktik-suap-korupsi-dan-hadiah-kepada-pejabat.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Gratifikasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Dokter_Indonesia
http://www.depkes.go.id/index.php/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=680
http://katakabar.com/ragam/ragam/4556-gratifikasi-seks-masuk-kategori-suap-
http://news.okezone.com/read/2012/07/30/339/670833/gratifikasi-seksual-juga-terjadi-di-indonesia

November 12, 2012 - Posted by | Medis, Opini | , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: