FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Ladang Tebu di Pulau Cebu Bag 1

00 Awal Nopember 2013, di sebuah toko sepatu.
“Wah pak, kondisi sepatunya sudah kayak gini, mendingan ganti baru, karena harganya hampir sama dengan harga penggantian Sol-nya” ujar pemilik toko sepatu di daerah Cipayung Depok.

Saya tentu nggak terima dan segera pamit keluar dari tokonya…
Sepatu ini, yang saya beli di Manggarai dua tahun yang lau, walaupun jarang dilap atau sekedar dibersihkan, tapi saya merasa nyaman menginjak eh memakainya.


Beberapa hari kemudian, tukang sol sepatu lainnya, di trotoar pasar lama Depok berujar;
“Wah ini kulit asli yang kuat. Bertahun-tahun tidak akan rusak. ganti sol cuma Rp.60.000. gmn?”

Saya segera mengiyakan….

Sepatu legenda

Kisah di atas hampir bertepatan dengan terjadinya bencana Angin Topan Haiyan di Filipina. Angin topan dahsyat yang sanggup meluluh lantakkan rumah dan menekuk batang pohon yang masih tertancap di tanah.

Saya bergabung dengan LSM MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) yang akan diberangkatkan menuju daerah bencana tersebut. Perjalanan direncanakan melalui jalur udara menuju Cebu City di Pulau Cebu untuk selanjutnya disesuaikan kondisi di lapangan.

Alhamdulillah pengurusan ijin RS dan visa berjalan lancar, jadi tinggal menunggu jadwal keberangkatan.

Jumat malam, 22 Nopember 2013
‘Gerombolan’ yang menamakan diri Tim BEDAH ini berangkat menuju ibu kota Filipina, Manila Metro city, transit sebelum menju Cebu city.

00a bandara cengkareng

Btw, Jakarta menuju Cebu transit di Manila? bayangkan saja dari Jakarta mau ke Surabaya transit di Makassar dulu. Yah… itulah jalur termurah🙂

Kami, berjumlah 9 (sembilan) orang dipimpin oleh dr. Abdul Mughni, Sp.B KBD, dokter yang produktif menulis dan terkenal dg bukunya ‘Blue Surgeon’, “Estinov” dan posting ini bertepatan dengan rilis buku ketiganya “Triple Bypass”.

Tim terdiri atas:
1. dr. Mughni, SpB KBD (ketua)
2. dr. Dani Kur, SpBS
3. dr. Ahmed, Sp.OT
4. dr. Zecky
5. Rita (perawat bedah)
6. Ita (peratat bedah)
7. Islamiyah (Logistik)
8. Sofyan (Dokumentasi)
9. Saya sendiri… (Medis, Jurnalis dan sie Hiburan)

01 bersama dr abdul mughni
Bersama pak Mughni

Tiba di bandara udara Internasional Ninoy Aquino Manila pada pukul 05.30 waktu setempat. Usai mengkalibrasi jam tangan dengan waktu Filipina yang berselisih 1 jam lebih awal (GMT +8), kami segera menuju ruang transit penumpang.

Sayangnya ada kendala sedikit. Urusan transit selesai pada 06.40 artinya pesawat yang menuju Cebu sudah tertutup untuk check in.

Beruntung ada Ny. Iriani, salah seorang penumpang WNI (juga Warga negara Filipina, fasih pula berbahasa Indonesia dan Filipina!), yang membantu mengarahkan. Dibantu pula oleh seorang perempuan kru Cebu Pacific airline, membantu mengupayakan agar bisa dijadwalkan berangkat dengan pesawat berikutnya.

Pukul 09.00 waktu setempat, Usai makan pagi di area bandara (menu Fried chicken bermerk dagang Jollybee), kami segera menuju ruang tunggu untuk penerbangan Manila- Cebu yang dijadwalkan berangkat pada pukul 09.50 waktu Filipina. Masalah makanan bisa menjadi masalah penting karena di Filipina banyak bertebaran Daging Babi.

Pesawat Airbus Cebu Pacific airline mendarat di bandara Internasional Cebu pada pukul 11.30 waktu setempat. Dibandara cebu sudah menunggu mr. Gerland dengan 1 minibus dan 1 mobil mini van yang siap untuk mengantar tim. Tak lupa meminta Map/ Peta di bagian informasi bandara. Ini penting untuk memahami medan ciee…

02 penjemputan di bandara cebu

Uniknya, Bandara Cebu tidak terletak di Kota Cebu maupun di Pulau Cebu, tapi terletak di pulau Mactan, pulau kecil di sebelah timur pulau Cebu.
Bayangkan saja Bandara Surabaya terletak di kota Sampang, pulau Madura.

Bila antara pulau Madura dengan p. Jawa dihubungkan dengan satu jembatan (Suramadu). Pulau Mactan dengan p. Cebu dihubungkan dengan dua jembatan. Salah satunya adalah Marcello B Fernan bridge, sisi utara yang kami lewati untuk menuju Cebu city.

03 Bridge

Kota lain yang dihubungkan dengan dua jembatan adalah Istanbul, Istanbul bagian Asia menuju Istanbul bagian Eropa, baca di tulisan sebelumnya di http://genghiskhun.com/gmj-5-istanbul-yang-mengecewakan

Di sepanjang jalan Cebu city yang mirip kota Surabaya ini banyak bertebaran Panti-panti pijat, Massage…bla bla bla. Entah pijat beneran atau plus plus saya kurang tahu…

Tujuan pertama tim adalah Regional Health Center (Departemen of Health di Cebu), melapor dan mencari informasi lokasi-lokasi bencana yang dianggap penting, kalimat singkatnya: Sowan.

Di sini bertemu dengan dr. Indragiri, Sp. An beserta rombongan MDMC (Muhammadiyah) yang mengabarkan bahwa daerah Medellin Municipality (Municipality setara dengan Kabupaten), di ujung utara pulau Cebu banyak terjadi korban angin topan Haiyan.

04 bertemu MDMC muhammadiyah

Usai makan siang, kira-kira pukul 15.00 waktu setempat, tim meluncur menuju Medellin. Mobil yang kami tumpangi menyusuri pesisir timur pulau Cebu ke arah utara.

Saya yakin banyak pemandangan indah sepanjang perjalanan pantai namun sayangnya saya ketiduran…

Tiba di Bogo-Medellin Medical Center (BMMC, Hospital) hari sudah agak malam, pukul 19.00 waktu setempat (koordinat 11 LU, 124 BT). Disambut oleh mr. Henrette Jude B. Paulao M.D (General Surgeon) selaku Medical Director, beserta para staf.

04b tiba di RS Medellin

BMMC ini walaupun kecil, tapi tersedia fasilitas lab, foto rontgen dan Kamar Operasi lengkap. Kamar tidur pasien rawat inap kira-kira 16 bed tapi ruangan yang dimanfaatkan hanya separo/ 8 bed karena separo ruangan atapnya mengalami kerusakan akibat bencana angin topan Haiyan.

Di sini terdapat tenaga Sp.B, Sp.OG dan Anestesiologis (Denis U Abdul), Mata, Radiologis, dan Patologis
Kondisi sumber air di RS bagus, sayangnya listrik dimatikan jam 00 dinihari hingga 05.
Di RS ini juga ada tim “KKN pasca bencana” dari Xavier University Mindanao beberapa mahasiswa/i dari berbagai multidisiplin.

Dari percakapan dengan mr. Roger Lee (Dosen Pembina KKN, Psychology Professor dari Xavier University) kita bisa mengetahui bahwa angin topan adalah ‘menu’ tahunan daerah pesisir utara pulau Cebu, terutama kota Medellin. Namun topan kali ini sangat luar biasa destruktif mengakibatkan banyak kerusakan, trauma fisik dan mental. Masyarakat mengungsi di daerah Caputatan, sebelah Timur Medellin.

Beberapa pasien di rawat inap kami kunjungi untuk kemungkinan pertolongan dari tim MER-C.

Kami menginap di sini malam ini di salah satu ruangan di RS (Laboratorium). Sebelum istirahat, ‘bermesraan’ sebentar dengan langit Medellin, menyapa bintang Polaris yang tidak pernah terlihat dari belahan bumi selatan, terutama pulau Jawa. Tak lupa pula untuk mengoreksi arah Kiblat.

Direncanakan esok hari berkoordinasi dengan Mayor di Wilayah Medellin (Mayor: setingkat Bupati), tim akan menyisir area Medellin untuk mendeteksi kemungkinan terdapatnya pasien yang mengalami trauma bedah.

05 lokasi BMMC

Hari Kedua, Minggu, 24 Nopember 2013
Pagi yang cerah…. dan sepi! di sekeliling BMMC.
Hanya tampak hamparan ilalang tinggi di sekitarnya.. mirip daerah SP (Satuan Pemukiman) di daerah Transmigran yang baru dibuka
O..o… ternyata bukan ilalang, tapi tanaman Tebu!

06b

Hmm… ternyata ada “kembarannya” Cukir…
(Cukir adalah nama daerah di Jombang-Jawa Timur dimana terdapat Pabrik Gula, perkebunan Tebu, juga pesantren Tebu Ireng yg didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari.
Keluarga dari pihak Ayah saya, saat ini ada yang masih aktif menjadi pegawai Pabrik Gula Cukir. )

Jalanan di depan BMMC merupakan jalan bebatuan. Sesekali melintas Tricycle (sebutan untuk Becak Motor, mirip di Aceh, tetapi penumpang di sisi kanan)

06 tricycle

Perlu diketahui, becak motor di Indonesia bentuknya mempunyai ciri khas masing-masing; di Aceh misalnya, letak penumpang berada di sisi kiri. Di Maluku berada di depan seperti Becak, oleh karena itu dinamakan Bentor (Becak Motor).

Kompleks BMMC ternyata terletak di tengah Perkebunan Tebu dan jauh dari pemukiman, terletak di jalur Bogo ke Medellin (oleh karena itu dinamakan Bogo-Medellin Medical Center.

Di antara 2 ruas jalan yang menyusuri tepi barat dan timur ujung pulau Cebu. Diujung salah satu ruas jalan merupakan lokasi pabrik Gulanya (Bogo-Medellin Milling Co. Inc) sedangkan pemukiman terdekat adalah perumahan Karyawan pabrik yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi (daerah Caputatan)

07b Milling co

Bangunan BMMD yang sederhana ini berdiri di atas tanah seluas kira-kira satu lapangan bola. Jarak dari jalanan kira-kira 25m. Pintu gerbang berada di sebelah kiri. Pengunjung yang masuk akan melewati taman rumput di sebelah kanannya dimana terdapat patung Jesus di tengahnya.

07 BMMC

Bangunan Utama berbentuk kotak. Sayap bagian depan adalah IGD dan Laboratorium (yang kami tempati) Sayap kanan ruang operasi dan tindakan sedangkan sebelah kiri berturut-turut Farmasi ruang rawat dan dapur. Di ruang rawat inilah atapnya pada tersapu angin topan haiyan beberapa waktu yang lalu

06c

Rumah panggung di sebelah kanan BMMD adalah Gereja. Di belakangnya instalasi Laundry. Sedangkan beberapa rumah panggung yang berjajar di sebelah kiri BMMD adalah Rumah Dinas Dokter.

08 rumah dinas dokter

Seorang security berjaga-jaga di halaman BMMD dengan senapannya.
Satpam membawa senapan? yah begitulah. Shotgun dengan biji peluru berupa tabung kecil berisi butiran-butiran gotri.

09

Hari ini tim dibagi menjadi 2: Tim Bedah akan membantu di Bogo-Medelline Hospital menangani pasien-pasien dilingkungan Rumah Sakit.
Sedangkan Tim kedua akan melakukan Mobile Clinic ke pelosok/ daerah bencana.

Tim Mobile Clinic berangkat pada pukul 09.00 waktu setempat, bertepatan dengan usainya aktifitas ibadah di Gereja. Menuju Barangay Kawit (Barangay: Kecamatan) yang berjarak kira-kira 8 km ke arah utara melewati Medellin.

10 sudut medellin

11 kota medellin

Sepanjang jalan saya terhenyak karena beberapa pohon dan tiang terlihat bertumbangan. Beberapa tercerabut dari akar tetapi banyak yang patah di 1/3 bawah. Terbayang betapa dahsyatnya Kekuatan angin yg bisa mematahkan batang beton listrik!
La haula wa laa Quwwata Illa billah

12 tiang patah

12a tiang patah

Berlokasi di Kawit Barangay Hall, Tim Mobile Clinic melakukan pengobatan cuma-cuma. Jumlah pasien yang datang ternyata tak terduga yaitu sekitar 216 orang!

Oiya, sebelum pengobatan saya mendapatkan Kursus kilat pelajaran bahasa Filipinan dari Miss Abby, salah satu perawat BMMC yang turut serta.

Coretan-coretan ini masih terdokumentasi dengan baik:
12b Dokumen terjemah bahasa Filipina

Salah satu contoh:
Iya/ benar : Na’a
Tidak : Dili atau La/ wa la

Ada kemiripan dengan bahasa Arab bukan?

Aktifitas tim Bedah; menangani pasien yang dirawat maupun yang datang ke IGD Rumah Sakit seperti misalnya incisi Abscess, debrideman luka, necrotomi, injeksi Intra artikular untuk kasus Arthritis, tendon injection untuk kasus tendinitis dan lain-lain.

Operasi ORIF dilakukan oleh dr. Ahmed, Sp.OT pada pasien dengan fraktur pergelangan tangan kiri (Radius Ulna) pada pukul 15.00. Walaupun dengan peralatan operasi yang serba kurang, misalnya ketiadaan alat electric cauter, namun operasi berhasil diselesaikan dalam waktu kira-kira satu setengah jam.

Besok dijadwalkan masih ada operasi ORIF lagi untuk pasien fraktur pergelangan tangan bawah (Ulnae distal) oleh dr. Ahmed, Sp. OT dan Necrotic wound debridemant oleh dr. Abdul Mughni, Sp.B (KBD). Oleh karena itu, tim MER-C masih akan menginap lagi di Medellin Municipality, suatu kota Kabupaten dibawah naungan propinsi Cebu, di ujung utara pulau Cebu yang terletak di koordinat 11 LU, 124 BT.

Hari Ke-tiga, Senin, 25 Nopember 2013
Tim Mobile Clinic yang menuju Caputatan yang berjarak kira-kira 5 Km dari Posko. Caputatan merupakan perkampungan para buruh perkebunan Tebu.

13 caputatan

Perlu diketahui, di daerah tingkat Municipality (Kabupaten), ada istilah Town dimana hanya ada Rural Health Unit (Puskesmas) yang tidak memperkenankan Tindakan operasi pada pasien. Ada pula istilah City yang terdapat Hospital dan City Health Unit.

Bogo-Medellin Medical Center (BMMC) setara dengan Hospital, namun milik Swasta (Pabrik Tebu/ Miling Company), terletak di sepanjang jalan antara Bogo City menuju Medellin Town. BMMC setiap hari memlayani pasien baik karyawan (gratis) maupun penduduk biasa (bertar)nya.

Hari ini kami dibantu tenaga medis setempat;
– Miss Cathy (kepala perawat Bogo-Medellin Medical Center)
– dr. Nicomades Jabel (Rural Health Unit Medellin)
– 3 perawat (Rural Health Unit Medellin)

Sempat dijamu untuk makan siang dirumah penduduk setempat dengan menu ikan goreng! beberapa ekor ikan habis saya santap sebagai obat rindu akan ikan segar. Ada sayuran aneh yang belum saya kenali di sela-sela potongan labu, agak berlendir tapi enak .

13b sayuran labu

Usai melakukan Mobile Clinic kami mampir ke Kantor Mayor of Medellin (Bupati) untuk mengonfirmasikan bahwa daerah Medellin merupakan salah satu daerah bencana, ini untuk memastikan dan menjaga amanah dari dana sumbangan masyarakat.

14 kantor Mayor of Medellin

Dari penjelasan Mayor dapat dipahami bahwa daerah ujung pulau Cebu (meliputi Bogo, Medellin dan Daan Bantayan) memang termasuk daerah yang terkena dampak bencana angin topan Haiyan.

Mayor sangat berterima kasih atas kehadiran kami. Beliau menyebut bahwa Medellin adalah salah satu tempat wisata yang diandalkan tetapi kini semuanya porak poranda dan harus berbenah dari awal.

Sewaktu pulang sempat terlihat tumpukan logistik memenuhi salah satu sudut ruangan kantor. Saya juga menyempatkan untuk menyalurkan hobby menumpang Buang air Kecil di WC-pak Mayor yang sangat bersih🙂

Aktifitas tim Bedah; Operasi ORIF dr. Ahmed, Sp.OT pada pasien dengan fraktur pergelangan tangan bawah (Ulnae distal) dan Debridemant necrotic wound oleh dr. Abdul Mghni, Sp. B KBD.

Operasi elektif masih dijadwalkan untuk beberapa hari ke depan, sedangkan informasi dari kontak person di Ormoc city, pulau Leyte, mereka malah tidak melakukan tindakan operasi sama sekali karena tidak terdapat fasilitas. Mereka menempati City Health Unit (semacam klinik rawat jalan) di tempat tersebut.

Oleh karena itu, diputuskan bahwa kami tetap berposko di Bogo-Medellin Medical Center, karena tempat ini sangat strategis, yaitu di tengah-tengah daerah yang terkena dampak angin taufan Haiyan. Diharapkan mobile clinic hari-hari ke depan bisa menjangkau semua daerah mulai dari Bogo City hingga ujung pulau Cebu (Kota Daan Bantayan).

Sore hari menyempatkan jalan-jalan ke Bogo City, kota pantai yang mirip Pare (Kediri, Jawa Timur) dan terletak di pesisir timur pulau Cebu. Suasana kesibukan dan lalu lalang bantuan kemanusiaan tampak sekali setiba di kota Bogo.
Sekilas terlihat bendera Israel di salah satu Rumah Sakit…
Hmm, Mengapa mereka tidak mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza dan tepi barat ya?

Tak terasa 15 menit dari BMMC, Bus yang kami naiki berhenti tak jauh dari pusat keramaian Bogo; Gaisano main store (supermarket), dimana di sepanjang trotoar sekitarnya banyak pedagang kaki lima yang berjualan sate babi, lontong sayur (plus daging babi tentunya) pernak pernik dll

15 gaisano

Di Gaisano kami belanja beberapa perlengkapan.

Malam hari ada upacara perpisahan dengan rekan-rekan mahasiswa/i dari Xavier University Mindanao, sekaligus penyerahan bantuan secara simbolik dari MER-C kepada Bogo-Medellin Medical Center untuk renovasi Gedung RS.

16 perpisahan dg Xavier university

Hari ke-empat, Selasa, 26 Nopember 2013
Pagi ini kami kedatangan tamu dari LSM MRA (Malaysia) yang menawarkan kerja sama bakti sosial.

Usai kesepakatan kerja sama, tamu berpamitan dan kami segera menuju Daan Bantayan, sebuah kota kabupaten (municipality) yang terletak di ujung utara pulau Cebu; kota yang menjadi tujuan pengobatan kami hari ini. Berjarak kira-kira 20 Km dari medellin ke utara.

16a daan bantayan

Daan Bantayan, karena berbeda Kabupaten, maka terlebih dahulu tim melakukan sowan ke Mayor of Daan Bantayan (Bupati) yang kemudian diarahkan untuk menemui Kepala Municipal Health Officer Rural Health Unit, yaitu dr. Merle M. Visda.

17 daan bantayan

Oleh dr. Visda, tim diarahkan menuju suatu tempat untuk melakukan kegiatan.

Akhirnya berlokasi di halaman Cebu Technological University di Daan Bantayan, tim Mobile clinic melakukan Pengobatan Massal dibantu oleh Mrs Cathy, kepala Perawat BMMC.

Aktifitas tim Bedah; melakukan operasi orthopedi 2 orang oleh dr. Ahmed, Sp.OT.

Hari ke-Lima, Rabu, 27 Nopember 2013
Tim Mobile clinic ditemani oleh 3 perawat dari BMMC melakukan Pengobatan massal di Tindog (Barangay, termasuk wilayah Medellin di pesisir timur)

Hari ke-enam, Kamis, 28 Nopember 2013
Tim mobile clinic menuju Municipality Santa Fe, bekerja sama dengan tim dari MRA (Malaysian Relief Agency) yang bermarkas di Santa Fe, Bantayan island.

Santa Fe yang dimaksud di sini bukanlah lagunya Bon Jovi, karena ada juga kota Santa Fe di USA.

Pulau yang akan dituju oleh Mobile clinic adalah Guintacan island, merupakan wilayah Municipality Santa Fe, walaupun sebenarnya lebih dekat jaraknya ke Daan Bantayan di Cebu island.

Perjalanan dari posko menuju pelabuhan Hagnaya ditempuh dalam waktu setengah jam.
membeli tiket Ferry hingga menunggu keberangkatan kira-kira 1 jam.

18 fery berangkat

Ketika Ferry mulai berjalan meninggalkan pelabuhan, nampaklah sebuah menara yang membuat rasa penasaran.
Menara masjidkah?
Apakah ada masjid besar di pulau Cebu, pulau yang mayoritas penduduknya beragama katolik?

19 menara masjid

(Bersambung)

Maret 23, 2014 - Posted by | Petualangan | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: