FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Ladang Tebu di Pulau Cebu Bag 2 (Tmt)

20aa lantawDi atas Ferry, untuk menghilangkan rasa jenuh saya menyisir setiap lorong kapal hingga naik ke atas geladak di samping ruangan Nahkoda. Hamparan pemandangan hanya birunya laut dengan debur ombak yang tenang. Kapal lurus ke arah barat laut menuju kota Santa Fe.


20 menuju santa fe
Di atas Geladak Kapal Ferri

Perjalanan kira-kira memakan waktu 1 jam. Tim sampai di Santa Fe kira-kira pukul 12 waktu setempat dijemput oleh kendaraan dari tim MRA (Malaysian Relief Agency).

20a pelabuhan santa fe
Pelabuhan Santa Fe

20b tricycle di santa fe
Tricycle di Santa Fe

Tak terduga ada salah seorang anggota MRA yang masih mengenali saya sewaktu sama-sama bertugas di Aceh saat diterpa tsunami pada tahun 2005. Delapan tahun silam! Betapa sempitnya dunia…

Di posko MRA kami melakukan briefing sejenak kemudian bersiap berangkat menuju Guintacan island.

21 brifing
Briefing bersama MRA di Santa Fe

Kami menyewa perahu ‘katinting’/ perahu kecil yang hanya muat kira-kira 15 penumpang. Tim MER-C 6 orang, tim MRA 6 orang di tambah seorang pastur lokal, jadi jumlah rombongan seluruhnya ada 13 orang.

22 bersiap menyeberangBersiap menyeberang ke Pulau Guintacan.

22a Santa Fe ke Guintacan island
Di atas Katinting

Perjalanan menuju Guintacan island, ditempuh dalam waktu kira-kira 2 jam. Sampai di pulau kecil tersebut kami langsung melanjutkan perjalanan dengan berboncengan sepeda motor menuju Barangay Hagdan yang terletak di atas bukit. Perjalanan menuju atas bukit melewati jalur cor-coran menanjak, jalan yang menghubungkan antar kampung.
Hagdan terletak di ketinggian kira-kira 50m di atas permukaan laut. Dari sini kami tetap bisa melihat permukaan laut di semua penjuru arah karena ini adalah pulau kecil.

23 di hagdan dg dr ahmed
Bersama dr. Ahmed, Sp.OT

Kami langsung memulai Pengobatan massal dengan ‘kekuatan’ 4 dokter dari MER-C dan 1 dokter dari MRA. Pengobatan selesai pukul 19 malam.

Menjelang malam hari, kami memutuskan bermalam di pulau ini, di Hagdan barangay Hall. Hall biasanya berupa tanah lapang seluas lapangan Volley dengan sebuah panggung di tepinya. Di tempat tersebut kami mendirikan 4 tenda dome yang dibawa oleh rekan-rekan dari MRA.

24 berkemah
Genghis Khun, Abdul Mughni dan salah satu tim MRA

Malam itu suasana perkampungan di Hagdan gelap gulita karena tidak ada sumber listrik. Mesin Genset yang dihidupkan hanya di hall tempat kami menginap. Hawa dingin menyergap memaksa kami untuk tidur berdesakan karena jumlah tenda tidak muat untuk keseluruhan dari kami.

Malam itu saya menjadi seorang laki-laki sendu…… (SE-neng NDU-sel-NDU-sel hehe)

Hari ke-tujuh, Jumat 29 Nopember 2014
Pagi hari pukul 08 waktu setempat, usai shalat subuh, aktifitas pagi dan sarapan, tim berkemas dan bergerak turun menuju desa Ginatarkan yang terletak di tepian pantai. Kali ini kami turun dengan menaiki truk.

23a menuju ginatarkan

Tim melakukan pengobatan massal lagi di kampung Ginatarkan yang juga porak poranda diterjang angin topan Haiyan. Di sela-sela pengobatan, ada seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang mengalami fraktur depressi tulang tengkorak gara-gara tertimpa balok saat bencana angin topan haiyan. Diedukasi agar dioperasi di Bogo Medellin Medical center, tetapi orang tuanya menolak.

Seorang anak laki-laki 7 tahun dengan fimosis dilakukan sirkumsisi oleh dr. Abdul Mughni.
masyarakat tampak antusias melihat jalannya operasi, mungkin hal yang menakjubkan karena mayoritas dari mereka adalah katolik yang tidak disirkumsisi.
Incisi abscess di belakang kepala dilakukan oleh dr. Ahmed pada anak umur 2 tahun.

25 ginatarkan

25b ginatarkan
Ginatarkan

Usai pengobatan, Tim MRA berpisah dengan tim MER-C. Mereka berlayar lebih dulu untuk kembali ke Santa Fe (Bantayan island), sedangkan kami memutuskan pulang dengan menyewa perahu lain, memotong jalur menuju ke pantai Kawit (Cebu island) yang jaraknya lebih dekat ke Medellin. Singkatnya; “potong kompas” untuk menuju posko utama MER-C. Bayangkan saja usai kami dari pulau Bali, tim MRA menuju Madura, sedangkan kami menuju Banyuwangi hehe.

Kali ini kami menyewa perahu lebih kecil lagi dan tanpa atap !! padahal siang itu matahari sangat terik menyengat. Oleh karena itu jangan kaget dengan penampilan-penampilan di bawah ini:

26 kru katinting
Menuju Kawit

27 kapten genghis Khun sparrow
‘Kapten’ Genghis Khun Sparrow

Sepanjang jalan dilalui dengan sangat mendebarkan. Selain karena hari sudah siang, perahu kecil ini mudah bergoyang-goyang dihempas opmbak, juga khawatir bila mesin tersendat-sendat. Perlu diketahui, perjalanan laut sebaiknya subuh atau pagi hari karena ombak masih tenang.

Beberapa kali kami berpapasan dengan perahu lain yang melintas, hingga akhirnya kurang lebih satu setengah jam terlihat pelabuhan Kawit.


A Pelabuhan Hagnaya
B Pelabuhan Santa Fe
C Pelabuhan Guintacan
D Pelabuhan Kawit
E. Bogo-Medellin Medical Center

Dua puluh meter menjelang tepi pantai Kawit, hati ini tak kuasa menahan diri untuk segera meloncat ke dalam laut. Segera saja melepaskan semua atribut; dompet, kaca mata, handphone dll ( kecuali celana tentunya) dan byur…..!!
Siang itu saya memuaskan diri untuk berenang.
Pantai Kawit yang jernih, pasir putih, dangkal dan landai hingga jauh ke tengah laut mirip pantai Kuta di Pulau Bali. Namun Ombak dan sunset pantai Kuta belum ada yang bisa mengalahkan…

Bagaimana dengan rekan yang lain? mereka masih duduk manis di atas perahu menuju ke tepian…

Pantai Kawit/ pelabuhan nelayan ternyata terletak di belakang pasar, kira-kira 100m dari lokasi mobile clinic MER-C pertama kali (24 Nopember 2013, baca bagian 1).

Tak sampai setengah jam, bus jemputan datang untuk membawa kami semua kembali menuju Bogo-Medellin Medical Center.

Dua hari yang melelahkan dan tanpa bisa berkomunikasi ataupun membuat laporan ke pusat, saya segera menghubungi istri tercinta nun jauh bermil-mil di sana di pulau Jawa, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya…

Hari ke-delapan, Sabtu, 30 Nopember 2013
Hari ini adalah hari libur nasional di Filipina, Bonifacio day,
merupakan hari untuk merayakan kemenangan pahlawan lokal terhadap
penjajahan di Filipina.
Hari itu hampir tidak ada aktifitas di semua sektor kehidupan.

28 bonifacio day

Meskipun demikian, Tim Bedah tetap melakukan operasi pada pasien, misalnya yaitu fraktur clavicula, perawatan luka pada beberapa pasien post operasi.

Tim mobile clinic yang agak kesulitan untuk mencari transportasi, baru menjelang sore hari tim berhasil mendapatkan mobil untuk menuju ke Punta; daerah yang _menurut informasi yang kami terima_ adalah perkampungan muslim.

Saya menduga lokasinya berada di dekat pelabuhan dimana sempat terlihat sebuah menara menjulang tinggi sewaktu pergi ke Santa Fe.
Ternyata dugaan ini benar!

Madinah Mosque Barrio, Punta adalah daerah perkampungan muslim yang baru berkembang pada tahun 2007, masjid satu-satunya di pulau Cebu dan semoga menjadi pioner bagi berdirinya masjid-masjid yang lain.

29 kampung muslim

Perkampungan ini diawali oleh Abu Bakar, seorang muallaf yang berdakwah sendirian di tengah masyarakat. Secara perlahan banyak tetangga sekitar tertarik, belajar islam dan memutuskan masuk Islam.
Berdakwah secara damai dengan cara mengajak lebih bisa diterima dikalangan masyarakat daripada dakwah keras dan memvonis. Bayangkan bila dipenuhi Vonis sirik, bid’ah, sesat dan kafir maka akan mudah memicu konflik.
Kata kuncinya adalah Dakwah Mengajak, bukan Dakwah Memvonis.
Molimo adalah contoh Dakwah Sunan Ampel mengajak untuk menjauhi 5 perkara. (Molimo= Emoh Limo; Emoh: Tidak mau, Limo= Lima Perkara)

1. Madat (Narkoba, Candu, Ganja, Menghirup Lem dll)
2. Maling (Mencuri, Rampok, Rampas)
3. Madon (Zina, Prostitusi, Germo, Trafficking. Artikel mengenai Madon bisa dibaca di Cerpen Aroma itu…)
4. Mabuk (Minum-minuman beralkohol, tuak, arak dsb)
5. Main (Judi, online maupun offline. Contoh Judi Forex Online baca di Seri-belajar Forex: Niaga Modern ataukah Judi, contoh judi Emas online baca di Trading Emas Online: Cara Baru Memperjudikan Kurs Emas

Bayangkan apa yg terjadi seandainya Walisanga berdakwah memvonis dan tiap hari menghancurkan sesaji/ PUra/ Wihara/ Candi?

Dari kasus ini kita harus tergerak untuk investigasi, Juru Dakwah yang suka memvonis itu Karena tidak punya strategi ataukah mereka sebenarnya adalah Agen yang bertujuan mengacaukan Islam?

Investigasi mutlak diperlukan. Sejarah telah mencatat kehadiran Snouck Hurgronje untuk mengacaukan perlawanan rakyat Aceh melawan Belanda di awal abad ke-20. Snouck Hurgronje, si hebat ini memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar, fasih bahasa arab dan dibimbing ulama Mekkah. Bisa jadi saat ini ada ribuan “Snouck Hurgronje” di sekitar kita dengan modus dan penampilan yang sama; Berjubah, berjenggot, fasih baca Al Quran, dibimbing ulama Mekkah. Tapi didanai oleh Us/ Israel untuk membuat keributan ‘kecil’ sesama umat islam…
Maklumlah, setiap orang butuh kucuran dana🙂

Btw, bagaimana dengan dakwah atau propaganda Genghis Khun sendiri? sudah adakah muallaf sesudah membaca artikel2 seperti dibawah ini:
Dialog Kenabian Muhammad
Menelusuri Kebenaran Kisah Paskah
Penghinaan dan Pelecehan Komik Muhammad?
Wallahu a’lam..

Atau bagi non muslim yang mau berdiskusi dengan saya silahkan…🙂

Sekarang ini di tempat tersebut, Hagnaya, telah berdiri tegak sebuah masjib dengan
luas bangunan kira-kira 40×20 m persegi. Kami berkumpul di halaman masjid. Tampak beberapa gadis kecil sudah berjilbab dan ibu-ibu menyambut kedatangan kami.

Kami menyempatkan untuk melakukan pengobatan massal yang diakhiri saat
azan maghrib berkumandang. Anak-anak terlihat antusias mengikuti shalat maghrib
berjamaah walaupun hanya memakai celana pendek…

Hari ke-sembilan, Minggu, 1 Desember 2013
Tim bedah melakukan beberapa operasi repair pada pasien dengan riwayat fraktur.
Sedangkan Tim Mobile clinic meluncur menuju Barangay Pablocion, kawasan Medellin.
Malamnya menghadiri undangan makan malam dari Presiden Direktur Pabrik Tebu di Rumah dinasnya yang berada di samping pabrik.

29 undangan makan malam

Hari ke-sepuluh, Senin, 2 Desember 2013
Tim Mobile clinic yang menuju Barangay Panugnayan, Medellin.

30 ikut operasi
Ki-ka: Mbak Rita, Perawat BMMC, Genghis Khun dan pak Mughni di Kamar operasi.

Hari ke sebelas, Selasa, 3 Desember 2013
Tim berpamitan ke seluruh staf BMMC untuk segera kembali ke Indonesia karena misi Tim Bedah sudah dinyatakan selesai

31 malam hari Bmmc

32 staf bmmc

33 BASILIKA SANTO NINO
Basilika Santo Niño di perjalanan kembali menuju Cebu city

Hari ke-dua belas, Rabu, 4 Desember 2013
Di Cebu City menginap di sebuah Penginapan di daerah pinggiran, di ujung pertemuan jalan antara M.L Quezon street dengan Gov n Cuenco Ave. Di sini kami menempati hanya satu kamar.
Ha, satu kamar?
Begitulah untuk penghematan. Beruntungnya satu kamar terdiri dari 5 bed susun dan 2 kamar mandi!

Sebelum meninggalkan Cebu menyempatkan diri untuk menikmati Sunset di Lantaw Floating Native Restoran, restoran “mengambang” di tepi laut pulau Mactan dengan latar belakang Cebu city dan …Sunset! Maasyaa Allah…Sangat eksotik!

20aa lantawKeseluruhan merupakan rumah panggung berbahan kayu dan bambu. yang menggoda perhatiaan adalah Tempat Tissue dari potongan bambu dan dinding toilet berpelapis kain goni.

34 resto

Usai dari Lantaw, kami mampir ke Patung Lapu-Lapu, monumen tempat terbunuhnya Ferdinand Magellan, pelayar Portugis oleh Raja Lapu-Lapu, penguasa pulau Mactan saat itu.

35 patung
Patung Lapu-Lapu

Keesokan harinya kami kembali menuju Jakarta.
35 meninggalkan BMMC santa fe dan guintacan

Genghis Khun

Baca Lebih Lanjut:
http://id.wikipedia.org/wiki/Christiaan_Snouck_Hurgronje
Interior masjid Madinah Cebu ada di sini: http://www.youthcharacter.net/2013/12/61213-syiar-islam-di-hagnaya-filipina.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Cebu
http://en.wikipedia.org/wiki/Lapu_Lapu

April 20, 2014 - Posted by | Petualangan | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: