FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Joe Sacco: Catatan kaki Dari Gaza

39422-footnotes_in_gaza_ca 10 Nopember, kita peringati sebagai hari pahlawan, hari dimana terjadi pemboman kota Surabaya oleh Inggris sebagai dalih atas tewasnya Brigjen mallaby.
Bulan yang sama tetapi berbeda ruang dan waktu, 12 nopember 1956, terjadi pembantaian di Khan Younis, jalur Gaza.

Bagaimana ceritanya?

===

“Catatan kaki Dari Gaza” adalah sebuah novel grafis hebat karya Joe Sacco, seorang wartawan Perang, sangat cocok bagi rekan-rekan yang ingin mengetahui akar permasalahan konflik antara Palestina dengan Israel.

buku

Gambaran detail kondisi Gaza, visualisasi dari riset yang melelahkan (bukan sekedar gambar), membawa kita seolah-olah turut masuk dalam kehidupan nyata.

gaza

Gaza city, yang kita ketahui sebagai kota yang sangat padat, sebenarnya adalah camp pengungsian yang tandus.

Pasca proklamasi negara baru Israel di tanah palestina, pemukim asli diintimidasi dan diusir. Salah satu gelombang pelarian mereka menuju Mesir, namun apalah daya Mesir menutup perbatasan. Pengungsi akhirnya mencoba bertahan hidup di jalur Gaza dekat perbatasan Mesir.

Bagaimana kondisi Jalur Gaza saat itu?
Merupakan padang tandus dan gersang!
Mereka menggelar tikar dan membuat gubuk seadanya sambil dibayang-bayangi teror dari tentara Israel dan milisi-milisinya.

mengungsi di padang gersang
Cara menjelaskan Joe sacco dengan gambar dan inset pengakuan para saksi mata

PBB, melalui UNRWA, mulai turun untuk membantu ‘memanusiakan’ para pengungsi ini. Mereka mendirikan camp atau barak untuk menampung para pengungsi.

pemukiman pengungsi
camp pengungsi sesudah dibangun oleh UNRWA

Di titik ini timbul pertanyaan di benak, lalu perlukah muncul fatwa untuk ‘mengungsi lagi’ bagi orang-orang yang sudah mengungsi?

==

Krisis Suez, karena nasionalisasi Mesir atas Terusan Suez, membuat Inggris, Perancis dan Israel meradang. Kisah Khan Younis di Gaza muncul sekilas. Sekedar Catatan Kaki atau ‘Efek samping‘ dari pertikaian negara-negara tersebut.

Istilah “catatan Kaki” bagi Joe Sacco adalah kisah yang

“ditaruh dibagian paling bawah halaman sejarah, nyaris jatuh dan hilang”

(hal 8).

Singkatnya, suatu kisah penderitaan yang berusaha ditutup-tutupi oleh berbagai kalangan.

1 Nov 1956 Israel dipimpin Moshe Dayan menyerbu dan merebut Raffah agar “jalur gaza terisolasi dan tidak bisa bertahan sendirian”. (hal 168)

12 November 1956 pengungsi camp Khan Younis dibantai. Golda Meir, PM Israel waktu itu berkilah dengan menuebutnya sbg “kerusuhan yang dipicu oleh agen-agen mesir”.

Tragedi inilah yang sedang diselidiki oleh Joe Sacco berdasarkan arsip PBB, Israel dan tentu saja saksi-saksi yang masih hidup di Gaza. Perburuan Joe Sacco di pelosok Gaza disertai gambar detail, membuat kita turut mengenali medan Gaza, kota Rafah atau tower-tower pengawas milik Israel.

Seperti satu gambar di bawah ini:
penggusuran rumah

Berbekal deskripsi sebelumnya kita tahu setting cerita ini di Rafah:
– Baru digusurnya salah satu blok pengungsian di Raffah yang berbatasan dengan Israel.
– Terlihat Buldozer sedang meratakan blok lain.
– Menara pengawas Tal Zorob Israel
– Jalur ‘khusus’ Philadelphia milik tentara Israel
– Perbatasan dengan Mesir.
– Tembok pemisah setinggi 8 m

Anda masih belum bisa membayangkan perilaku Israel?
Mudahnya sbb:
Anda rebut lahan orang kafir tetangga anda.
Biarkan tetangga kafir tersebut menyingkir ke pojokan lalu pagari dan awasi.
Bila mereka mencoba membangun rumah/ bangunan untuk berteduh, segera hancurkan karena bisa jadi mereka sedang menggali terowongan untuk meneror kita.

Undanglah rekan se-ideologi agar pindah untuk bermukim di lokasi anda. Biar ramai.
kalau perlu, lahan yang baru anda rebut tersebut anda klaim sebagai ‘Medan Jihad’

(Btw, FYI, medan Jihad tidak bisa dimulai dari kebrutalan muslim itu sendiri, Wallahu a’lam)

==

Pengusiran dan pembantaian warga palestina, dibarengi imigran yahudi yang berdatangan, perlahan tapi pasti siap menyulut konflik berkesinambungan.

Oleh karena itu, MER-C, LSM dari Indonesia, dengan membawa dana amanah dari rakyat Indonesia, saat ini berusaha membangun sebuah Rumah Sakit di Gaza. Walaupun dengan resiko dihancurkan oleh Israel yang selalu beralasan ‘dicurigai terdapat terowongan’ atau ‘hak Israel untuk membela diri’.

Dikisahkan juga, kisah Rachel Corry, 23, perempuan anggota Internasional Solidarity Movement yang digilas budozer Israel di Gaza.
Saya membuka lembar demi lembar buku ini dengan kesedihan…

Semoga apa yg dilakukan oleh Joe Sacco bisa menjadi motivasi bagi komikus seperti kita untuk “banting stir” dengan membuat Novel Grafis; cerita yang lebih serius dari riset walaupun kecil-kecilan.

===

Ukuran : 19.8 x 26.5 cm
Tebal : 432 halaman
Cetakan 1 agustus 2014
Cover : Softcover
ISBN : 978-602-03-0850-0

Mari kita boikot Israel semampunya, download dan cetak brosur kampanye anti-Israel di sini

Ditulis oleh
Genghis Khun

Baca Lebih lanjut:
http://en.wikipedia.org/wiki/Suez_Crisis

November 9, 2014 - Posted by | Buku, Investigasi | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: