FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Syiah Sesat? Diskusi Risalah Amman

Risalah Amman
Dimulai dari postingan di wallnya dr. Yogi Prabowo mengenai situasi pasca penyerangan masjid Az Zikra oleh sekelompok orang yang mengaku syiah.

Berikut ini Dialog yg bagus untuk kita telaah sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua antara Nurul Mufti dengan Indra Saja.

Dialog saya bagi dalam beberapa section agar memudahkan. Saya sertakan juga pembahasan dari saya (Genghis Khun) agar lebih jelas bagi pembaca. Silahkan disimak sambil minum Wedhang Jahe:


Posting:
Ormas Islam Datangi MUI, Desak Keluarkan Fatwa Sesat Syiah – islamedia.co
Islamedia.co – Majelis Az-Zikra dan ormas-ormas Islam mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Selasa…

Section 1:
Nurul Mufti Indra Sajayang tidak mau mengerti, baca Benarkah Syiah Sesat? Ini Dia Fatwa MUI tentang Syiah:

(Genghis Khun: Di link tersebut tulisan Syamsu-l Arifyn Munawwir, Judulnya ternyata berbeda dengan isi.
Isinya ternyata bukan fatwa MUI (Pusat), tetapi MUI Jatim.
Dan fatwa MUI Jatim pun ternyata hanya ditujukan untuk Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah (menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait)
MUI dengan MUI jawa Timur tentu berbeda).
Sedangkan istilah Syiah berbeda dengan Itsna Asyariyah (menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait)
Kerancuan istilah akan dibahas di bagian pembahasan)

Indra Saja Postingan pertama laman ini pada februari 2015 lho. Kenapa banyak ormas ke MUI? Artinya tautan yang anda berikan tidaklah berarti bagi mereka itu.

Kalaulah tautan yang saudara memiliki makna penting sekiranya mereka tidak berbondong bondong seperti itu. Kesimpulan diskusi yang lalu yang saya pahami MUI pusat tidak mengeluarkan fatwa yang saudara tuduhkan. Dan tautan yang anda layangkan disini adalah kesimpulan sebagian kecil dari orang orang.

Jika saudara meminta orang lain untuk paham, justru saya paham sekali maksud tautan tersebut. Lebih lanjut saya justru bertanya apakah saudara memahami Amman Message? Yang ditandatangani oleh banyak perwakilan negara negara. Ini level dunia lho bukan level kabupaten atau propinsi. Kira kira mana yang dapat menjadi rujukan utama?

Sebenarnya yang saya munculkan kembali adalah persepsi bahwa MUI sebagai institusi. Bukan anggota MUI yang mengeluarkan fatwa. Siapakah yang denial? Jika saudara menganggap saya tidak mau paham, bagaimana dengan ormas ormas islam yang disebut diatas? Apakah mereka sama tidak mau memahami hal ini selayaknya saya?

Nurul Mufti Hehehe… Justru kami memahami apa itu risalah amman. Baca Yang Banyak ditutupi dari Risalah Amman bang…

(Genghis Khun Link menuju ke Kholili Hasib yang menulis:

DALAM teks Risalam Amman ada larangan takfir (mengkafirkan) pada tiga kelompok kaum Muslimin, mereka itu; Asy’ariyyah, Sufi dan Salafi. Tidak disebutkan “Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah”.

Dalam teks kalimat di atas, tidak ditemukan akidah Syiah Imamiyah. Tidak ada sama sekali tidak kalimat “Tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang menganut akidah Syiah Imamiyah”.
Syiah Imamiyah tidak dimasukkan ke dalam nota kesepahaman di atas karena memang Syiah memiliki rukun iman yang berbeda dengan kaum Muslimin Ahlus Sunnah.)

Risalah Amman dan Kampanye Politis Syiah
(Genghis Khun Link masih menuju ke Kholili Hasib yang menulis:

Disebut dalam nota kesepahama tersebut, Syiah madzhab Ja’fari dan Zaidiyah tidak boleh dikafirkan dan darahnya tidak boleh dihalalkan.

Ja’fariyah kononnya merupakan fikih yang dinisbatkan kepada Imam Ja’far al-Shadiq. Di kalangan Ahlus Sunnah Ja’far al-Shadiq adalah memang ahli fikih. Makanya, menurut deklarasi Amman tersebut, kita tidak boleh menganggap kafir seseorang hanya karena dia mengorientasikan pandangan fikihnya pada madzhab Ja’fari.

Kedua, pesan penting yang dimaksudkan dalam deklarasi tersebut adalah larangan untuk mengkafirkan sesama Muslim disebabkan berbeda dalam madzhab fikih. Bukan melegitimasi sahnya akidah Syiah Imamiyah. Persoalannya, penganut Syiah Imamiyah sudah melewati batas, lebih dari sekedar bermadzhab Ja’fariyah.

Meskipun, menurut pemahaman penulis, madzhab fikih Imam Ja’far sudah punah. Jika pun ada, sudah banyak terjadi distorsi dan pemalsuan. Isnad dan kitab-kitab aslinya susah ditemui. Sehingga, bagi penulis, memasukkan Ja’fariyah ke dalam poin di atas kurang tepat. Namun, penulis memahami itu nota kesepahaman tersebut bersifat politis.)

(Genghis Khun: Dua klaim yang disebutkan oleh Kholili Hasib tersebut harus kita kejar data-datanya:
1. “Persoalannya, penganut Syiah Imamiyah sudah melewati batas, lebih dari sekedar bermadzhab Ja’fariyah.
2. “madzhab fikih Imam Ja’far sudah punah. Jika pun ada, sudah banyak terjadi distorsi dan pemalsuan. Isnad dan kitab-kitab aslinya susah ditemui. Sehingga, bagi penulis, memasukkan Ja’fariyah ke dalam poin di atas kurang tepat. Namun, penulis memahami itu nota kesepahaman tersebut bersifat politis.)”

Nurul Mufti Hehehe… Nggak ada fatwa MUI pusat, fatwa MUI jawa timur juga boleh dipegang. Bahkan fatwa ulama malaysia juga boleh. Di malaysia jelas sesat. Apa yang sesat untuk sementara bisa jadi benar gara gara umar shihab belum setuju? Hehehe…

(Genghis Khun: Logika yang seharusnya dipakai; Karena masih belum ada fatwa MUI pusat, kenapa memegang fatwa MUI daerah (jawa timur)? )

Section 2:
Nurul Mufti risalah amman Versi 1 point 2:

Nurul Mufti Disagreements between the ‘ulama (scholars) of the eight schools of Islamic jurisprudence are only with respect to the ancillary branches of religion (furu`) and not as regards the principles and fundamentals (usul) [of the religion of Islam]. Disagreement with respect to the ancillary branches of religion (furu`) is a mercy. Long ago it was said that variance in opinion among the ‘ulama (scholars) “is a good affair”.

Nurul Mufti risalah amman Versi 2 point 2:

Nurul Mufti Disagreements between the ‘ulama (scholars) of the eight schools of Islamic jurisprudence are only with respect to the ancillary branches of religion (furu`) and some fundamentals (usul) [of the religion of Islam]. Disagreement with respect to the ancillary branches of religion (furu`) is a mercy. Long ago it was said that variance in opinion among the ‘ulama (scholars) “is a mercy”.

Nurul Mufti baca di ammanmessage.com apa kesimpulan bang indragiri tentang perbedaannya?

Nurul Mufti yang versi pertama menyatakan perbedaan yang dihormati adalah perbedaan masalah cabang (furu) dan bukan perbedaan prinsip dasar (ushul)…

Nurul Mufti versi yang kedua berubah… perbedaan yang dihormati adalah masalah cabang (furu) dan beberapa prinsip dasar (usul)…

Nurul Mufti versi yang pertama itu tahun 2005… ternyata setelah dibahas antara sunni dan syiah bukan masalah perbedaan furu… tapi perbedaan ushul… versi kedua tahun 2006 jadilah diakomodasi beberapa perbedaan prinsip dasar (ushul) meskipun sebenarnya hanya sebagai bentuk toleransi…

Ingat yang diakomodasi hanya beberapa… bahasanya “some fundamentals“… some ini bisa dihormati… ternyata di luar “some” itu banyak fundamentals-fundamentals (ushul) lain yang tak bisa dihormati ulama sunni… awalnya ulama sunni berharap syiah dapat memperbaiki diri… ternyata tidak, justru sunni dijadikan target ekspor fundamental-fundamental yang tak dapat ditoleransi dan dihormati… Jadi sekianlah… sebagai intelektual anda bisa berpikir sendiri…

(Genghis Khun: Klaim Nurul Mufti tersebut nanti juga akan kita kejar datanya:
“ternyata di luar “some” itu banyak fundamentals-fundamentals (ushul) lain yang tak bisa dihormati ulama sunni… awalnya ulama sunni berharap syiah dapat memperbaiki diri… ternyata tidak, justru sunni dijadikan target ekspor fundamental-fundamental yang tak dapat ditoleransi dan dihormati…”)

Nurul Mufti meskipun sudah ada versi 2 kenapa versi 1 masih ditampilkan dan berlaku? karena sesungguhnya versi 1 lah yang benar secara ilmu… yang ditandatangani dan disepakati para ulama itu awalnya adalah versi 1… dan banyak ulama yang menarik diri dari dukungan terhadap amman message setelah melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini…

(Genghis Khun: Klaim Nurul Mufti lagi nanti akan kita kejar datanya:
“banyak ulama yang menarik diri dari dukungan terhadap amman message setelah melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini…”)

Section 3
Indra Saja Apakah saudara berbicara pada masalah yang sama? Tautan yang anda layangkan berisi ketidak sertaan jurisprudence syiah di amman message.

Anda rupanya telah membacanya akhirnya, dan mungkin kecewa. Mengapa yang anda bahas masalah furu dan ushul? Semua jurisprudence diakui memiliki perbedaan tersebut bukan? Yang menjadi poin adalah jurisprudence yang anda tuduh ternyata masih tertera di piagam tersebut.

Tidak perlu kecewa karena manusia bisa salah. Yang baik adalah memperbaiki kesalahan tadi, tak perlu malu.
Berikutnya tidak perlu mencampur aduk antara data dan kesimpulan anda sendiri.

‘banyak ulama menarik diri’? ini tuduhan lagi bukan? Pada laman tersebut teedapat daftar ulama yang menyetujui piagam tadi. Boleh di down load. Tolong bacakan dengan keras pada orang orang sehingga bisa paham.

Indra Saja Mengenai ushul dan furu, apakah saudara menilai kesimpulan saudara lebih berat timbangannya dibanding para ulama dari berbagai negara yang tercantum disana? Apakah saudara mengira para ulama tersebut alpa dengan keyakinan mereka sendiri? Apakah anda menuduh para ulama tersebut tidak mengeri ushul dan furu?
Mengapa saudara tidak mencoba memahami dengan hati yang bersih, niat yang baik. Sebagai seseorang yang seharusnya pantas menjadi panutan karena bekal ilmu yang anda gali selama ini, seharusnya anda bisa mendengarkan pendapat orang orang, mencari persamaan dan melihat kedepan.

Apakah anda tidak juga menyadari pertumpahan darah di berbagai belahan dunia saat ini mempunyai inti kesadaran dan pemahaman seperti anda yang menyulut dendam dan pertumpahan darah?

Nurul Mufti Bang indragiri sebenarnya paham. Baca risalah amman itu harus dari awal sampai akhir, memahami apa yang tersurat dan tersirat… Gitu aja kok, nggak repot… biar saja saya dibilang KO… Apa iya saya KO di hadapan Allah SWT? Kebenaran semata hanya dari Allah… Saya tak ingin sombong di hadapanNya…

Nurul Mufti Bang indra paham nggak arti jurisprudence? Jurisprudence itu fikih bang… Apakah fikih jafariyah itu identik dengan seluruh praktek keagamaan syiah yang menyimpang akidahnya? Masalah akidah ini jauh lebih berbahaya dibanding hanya sekedar fikih… Syiah jadi munafik dan zindik bukan karena fikihnya, tapi karena akidahnya… Nggak sulit dipahami kok bang untuk orang yang mau berpikir…

(Genghis Khun: Klaim Nurul Mufti ini nanti akan kita kejar datanya:
– “seluruh praktek keagamaan syiah yang menyimpang akidahnya?
– “Syiah jadi munafik dan zindik bukan karena fikihnya, tapi karena akidahnya…”)

Indra Saja (1) Whosoever is an adherent to one of the four Sunni schools ( Mathahib) of Islamic jurisprudence ( Hanafi, Maliki, Shafi`i and Hanbali ), the two Shi’I schools of Islamic jurisprudence ( Ja`fari and Zaydi), the Ibadi school of Islamic jurisprudence and the Thahiri school of Islamic jurisprudence, is a Muslim. Declaring that person an apostate is impossible and impermissible. Verily his (or her) blood, honour, and property are inviolable.
Moreover, in accordance with the Shaykh Al-Azhar’s fatwa , it is neither possible nor permissible to declare whosoever subscribes to the Ash`ari creed or whoever practices real Tasawwuf (Sufism) an apostate. Likewise, it is neither possible nor permissible to declare whosoever subscribes to true Salafi thought an apostate.

Indra Saja Saya ulangi ‘the two shii schools of islamic jurisprudence.’
Menurut saudara sepotong kalimat diatas artinya apa? Dan siapa yang di maksudkan pada kalimat tersebut jika saya dianggap salah mengerti? Mohon maaf apabila saya harus diajarkan sesuatu yang tersirat, karena yang tersurat tampak jelas.

Section 4
Nurul Mufti @bang indra giri, saya tak perlu mengulang, baca kembali penjelasan saya di atas. Tolong kalau baca jangan sepotong sepotong. Baca dari awal sampai akhir. Pahami sejarahnya.

Bagian awalnya yang abang kutip itu benar, tapi… Ada tapinya bang… some fundamentals itu juga harus dipahami… Baca baik baik. Kalau dalam metode penelitian, itu ada kriteria inklusi dan eksklusi…

utipan abang di awal itu kriteria inklusi… Begitu sampai bagian yang saya kutip itu kriteria eksklusi… Jadi baca dan berpikirlah secara komprehensif, hehehe… Semoga bermanfaat…

Indra Saja Nah, jadi kutipan saya benar kan bahwa syiah termasuk dalam kategori muslim. Sekarang saudara membicarakan masalah kriteria eksklusi. Coba tunjukkan pada saya kriteria eksklusinya yang mana? Saya kok nggak nemu?

Nurul Mufti Bah udah ditulis, dijelasin, nggak ketemu juga, coba cek visus bang. Mungkin perlu ganti kaca mata, hehehe…

Nurul Mufti Perbedaan Sunni-Syiah Perbedaan pokok atau cabang?

(Genghis KhunTulisan Nugraha Entra: menyebut bahwa:

Perbedaan ushul (pokok) aqidah antara syiah dengan Ahlussunnah sebenarnya sudah diketahui dengan jelas dan terang sejak lama. Para ulama semacam Imam Asy-Syafi’I, Ahmad bin Hanbal, Abu Hanifah, Malik bin Anas dan imam besar lainnya sudah berbicara tentang ini. Silahkan lihat pendapat imam-imam besar itu di
sini (Tulisan Nugraha Entra juga),
“Dari Yunus bin Abdil A’la, beliau berkata: “Saya telah mendengar Imam Syafi’i, apabila disebut nama Syi’ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata: “Syiah itu Kelompok terjelek.” Manaqib Imam as-Syafii oleh Imam Baihaqi, Juz 2:486

“Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi palsu dari Syi’ah Rafidhah”. (Adâbus Syâfi’i, hlm. 187, al Manaqib as Syafi’i oleh Imam Baihaqi, Juz 1: 468, Sunan al Kubrâ, Juz 10:208

Imam as-Syafi’i berkata tentang seorang Syiah Rafidhah yang ikut berperang:
“Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, karena Allâh Ta’ala menyampaikan ayat fa’i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: “Danorang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, …”. (Qs. al-Hasyr/59 : 10) maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bagian fa’i).” (at Thabaqât, Juz 2:117)

sini (Tulisan Nugraha Entra juga)
“mam Bukhari rahimahullah berkata : “Bagi saya sama saja, aku sholat di belakang imam beraliran Jahmiyah atau Rofidhoh (Syiah) atau aku sholat di belakang imam Yahudi atau Nasrani, bagiku mereka ini beda tipis. Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin dengan mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan yang disembelih oleh mereka.” (Kitab Khalqu ‘Af’alil-‘Ibad oleh Imam Bukhari, hal.125)”

sini (Tulisan Nugraha Entra juga)

“Beliau berkata : Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, beliau mengambil kesimpulan bahwa golongan Rafidhah (Syiah), yaitu orang-orang yang membenci para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, adalah Kafir.”

sini (Tulisan Nugraha Entra juga)

“Dan Abu Yusuf, sahabat Abu Hanifah berkata, “Aku tidak shalat di belakang penganut jahmiyyah dan tidak pula syiah rafidhah dan juga qadariyyah (pengingkar takdir). “ lihat Syarh Ushul I’tiqad Ahlissunnah wal Jama’ah karya Imam Al-Lalika’i.

(Genghis Khun: Dari sini kita mulai mengetahui pokok kerancuan yang ada. Sebab Imam Syafi’I ternyata menyebut “Syiah Rafidhah”, lalu Nugraha Entra membuat kesimpulan “Perbedaan ushul (pokok) aqidah antara Syiah (saja) dengan Ahlussunnah sebenarnya sudah diketahui dengan jelas dan terang sejak lama.”

Mudahnya, bila ada ulama menyebut bahwa LDII itu sesat, lalu anda membuat kesimpulan bahwa seluruh muslim Jawa itu sesat?

=====

Indra Saja Masalah perbedaan itu ada dam saya mengerti. Pertanyaan saya kan jelas kriteria ekslusi shii dari muslimin itu yang mana? Perbedaan yang saudara sebutkan itu pemahaman saya yang menjadikan beberapa school of thougt, dan menurut piagam di atas masih dalam kelompok muslim.

Nurul Mufti Bang indragiri, selain harus memahami point kedua dari 3 point risalah aman, yang hanya menghormati perbedaan furu antar fikih, dan dengan toleransi yang tinggi akhirnya menghormati “BEBERAPA” perbedaan ushul menurut revisi 2, juga harus mengetahui ada lebih banyak perbedaan ushul dan akidah yang menurut sunni menjatuhkan orang syiah dalam status zindiq. Apa itu zindiq kan sudah dikasih tahu. Di link di atas sudah dibahas… Baca aja…

(Genghis Khun: klaim Nurul Mufti tersebut nanti akan kita kejar datanya:
“ada lebih banyak perbedaan ushul dan akidah yang menurut sunni menjatuhkan orang syiah dalam status zindiq.”)

Indra Saja ‘ ada perbedaan yang menurut sunni menjatuhkan syiah pada status zindiq’

Indra Saja ‘menurut sunni’? siapakah yang saudara maksud? Apakah para ulama yang terlibat dalam piagam? Atau perorangan saja?

Indra Saja Mengapa komentar dari perorangan menjadi pegangan saudara? Sementara yang dibahas adalah kesepakatan para ulama tingkat dunia? Saya rasa kita berpijak pada dasar yang berbeda.

Indra Saja Kalau saudara ternyata menghendaki adanya kriteria ekslusi yang dibuat oleh orang lain, bukan yang termaktub dalam piagam maka tidak akan ada kesamaan persepsi. Pantas saja saya berulang kali mencari kriteria tersebut tidak ketemu. Karena kriteria tersebut ada dibenak saudara. Maaf saya terlambat paham.

Section 5
Nurul Mufti )
Kontroversi Risalah Amman
Gugatan Jalaludin kedua adalah masalah Deklarasi Amman. Seperti disebutkan Jalaludin Rahmat, sebenarnya bukanlah Ijma’ Ulama dalam pengertian yang fixed dalam ushul fikih. Risalah Amman, juga deklarasi Makkah dan Bogor lebih bersifat politis. Ia dipicu oleh konflik Sunni–Syiah di Iraq pasca tumbangnya Saddam Husain tahun 2003 yang digulingkan oleh AS dan Sekutu yang berkolaborasi dengan kaum Syiah Iraq dengan kompensasi politik yang menguntungkan posisi Syiah di Iraq pasca Saddam.

Tak pelak terjadi eskalasi kekerasan antara Sunni-Syiah, di mana Sunni menuding Syiah menyerahkan kedaulatan Iraq kepada Amerika dengan keuntungan politik tertentu, telah membantai ribuan kaum Sunni Iraq dan merampas tanah-tanah wakaf Ahlus Sunnah di Iraq.
Dalam rangka merespons konflik sektarian yang berdarah itu, maka terjadilah upaya-upaya mediasi dunia Islam seperti pertemuan Amman, Makkah dan Bogor.

Bukti bahwa Risalah Amman 2005 itu sekedar basa-basi politis (bukan fatwa keagamaan) dan tidak mengikat seluruh ulama yang hadir, adalah fakta Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi yang ikut tercantum namanya (diundang dan menandatangani Risalah Amman) ternyata merilis tiga fatwa tentang Syiah Imamiyah 12 di dalam kitab “Fatawa Mu’ashirah” jilid 4 yang terbit pada tahun 2009.

Dalam fatwanya, beliau membongkar kesesatan Syiah Imamiyah 12 dengan membentangkan pokok-pokok perbedaan akidah antara Ahlus Sunnah dan Syiah, hukum mencaci para sahabat Nabi dan sikapnya tentang pendekatan (Taqrib) sunni-syiah pasca Muktamar Doha-Qatar tanggal 20-22 Januari 2007.

Tampak dari fatwa Syeikh Al-Qaradhawi (2009) bahwa kaum Syiah masih dikategorikan Muslim (seperti yang dinyatakan oleh Risalah Amman), tapi itu tidak berarti golongan Muslim tersebut bersih dan terbebas dari kesesatan terutama dalah hal-hal pokok akidah sebagaimana dijelaskan panjang lebar oleh Qaradhawi.

Tentu saja Syeikh Al-Qaradhawi lebih alim dan mumpuni dari pada Jalaludin Rahmat, sehingga mampu bedakan mana kekufuran dan kesesatan. Sehingga wajar para ulama MUI Jatim dan KH. Ma’ruf Amin juga merasa tak perlu menengok Risalah Amman yang terbukti bukan Ijma Ulama itu.

Ada baiknya kita mengaca kepada sikap institusi Al-Azhar Mesir dalam menyikapi dakwah Syiah. Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad At-Thayyib, menyatakan seperti di lansir Koran Ahram (09/11/2012) bahwa Al-Azhar menolak keras penyebaran ajaran syiah di negeri-negeri Ahlus Sunnah, karena akan merongrong persatuan dunia Islam, mengancam stabilitas, memecah belah umat dan membuka peluang kepada zionisme untuk menimbulkan isu-isu perselisihan mazhab di Negara-negara Islam. Wallahua’lam.*

Nurul Mufti Risalah amman terbukti bukan ijma ulama. Itu adalah kampanye politis. Mohon maaf. Baca tulisan dan link di atas ya bang. Kami tetap berpegang pada Quran, hadis dan ijma ulama, bukan deklarasi sekelompok orang yang punya tujuan politik. Hehehe… Janganlah jualan risalah amman lagi yang sudah hampir 10 tahun tidak efektif, hehehe… Coba mikir pakai risalah Allah yang jauh lebih tinggi…

Indra Saja Saudara Nurul Mufti anda akhirnya setuju dengan yusuf qardawi dengan masuh memasukkan syiah dalam muslim kan? Jadi satu poin kita sudah sepakat.
Masalah kedua tidak berarti kelompok muslim bersih dari kesesatan. berbicara penyimpangan dan kesesatan maka saudara tidak dapat membersihkan seluruh kelompok muslim dari hal tersebut.
Risalah amman tidak menyebutkan dan tidak mengkategorikan masalah sesat dan penyimpangan sedikitpun sehingga terserah keyakinan dari masing masing kelompok untuk menyucikan diri mereka sendiri.

Indra Saja Coba anda membaca buku karanganyazid bin jawaz dengan judul ‘ mulia dengan manhaz salaf‘. Jangan kaget kalau saudara menemukan diri saudara termasuk kelompok sesat! Apakah kesimpulan seperti ini yang diinginkan oleh kelompok yang sepemahaman dengan anda?

Indra Saja Bagaimana saya menerima ajakan anda untuk mengikuti risalah alquran. Anda pasti tahu kalimat berikut; ‘saksikanlah bahwa aku adalah seorang muslim’.

Section 6
Nurul Mufti The basic doctrine of ?Alawite faith is the deification of ?Ali. He is one member of a trinity corresponding roughly to the Christian Father, Son, and Holy Spirit. ?Alawites interpret the Pillars of Islam (the five duties required of every Muslim) as symbols and thus do not practice the Islamic duties. They celebrate an eclectic group of holidays, some Islamic, some Christian, and many ?Alawite practices are secret. They consider themselves to be moderate Shi?ites, not much different from the Twelvers.

Nurul Mufti http://www.britannica.com/EBchecked/topic/12399/Alawite

Nurul Mufti Shia alawite atau syiah nusairiyah jelas musyrik zindiq kan?

Nurul Mufti Deification of ali… Wow… Masuk kriteria eksklusi kan?

Nurul Mufti The Alawites, also known as Alawis (?Alawiyyah Arabic: ?????), are a prominent religious group, centred in Syria, who follow a branch of the Twelver school of Shia Islam but with syncretistic elements.

Nurul Mufti http://en.m.wikipedia.org/wiki/Alawites

Nurul Mufti Syiah nusairiyah itu agama syncretistic. Paham sinkretisme… Gado-gado. Wow… Jelas musyrik zindiq…

Nurul Mufti Syiah nusairiyah tak termasuk dalam risalah amman kan? Berarti benar musyrik zindiq

Nurul Mufti Btw bener kan syiah nusairiyah dan syiah rafidah nggak disebut di risalah amman bang? Adanya cuma syiah jafariyah dan syiah zaidiyah aja tuh… Jafariyah beda kan dengan rafidah? Hehehe…

Indra Saja Waduh mas Nurul Mufti masih mencari topik bahasan dalam upaya mencari angin dalam diskusi ya. Trus dapat terminologi baru ‘ alawite ‘ dan ‘ nusyairiyah’ memakai ‘sinkritisme’ yang membuat orang berkerut lagi. Coba apa yang mau saudara bahas.?

Indra Saja Coba mas alawite itu apa sih? Bukannya julukan orang orang yang berpahaman seperti anda kepada sebagian orang tanpa kriteria yang jelas? Nusyairiyah juga apasih? Mas belajar dimana? Ada kitab pembahasannya? Sinkritisme itu apa?

Indra Saja Baru baca browsing sebentat kok dah memberi postulat? Kalo di bilang sesat sesatnya dimana? Terhadap apa sesatnya? Tolok ukurnya dimana?

Indra Saja Mas bisa bicara kategori shii kan ada tolok ukurnya, kalo kategori yang mas lontarkan tolok ukurnya apa?

Indra Saja Ohhhh nusyairiyah itu syiah to! Jadi masih syiah. Trus bedanya dengan jafari apa yah?

Indra Saja Ohhh itu yang diatas, eh copy paste dari mana? Kok berani copy? Sudah yakin datanya valid? Trus kenapa nggak diterusin kebawah baca wiki nya? Kan ada kalimat ‘ julukan yang digunakan oposisi untuk asad’ ketika ngomongin sesatnya syiah kan pake literatur dari syiah sendiri kan? Nah literatur nusyairiyah ada nggak?

Indra Saja Menganggap ali sebagai tuhan? Bukankan sekarang diberitakan tuhan mereka assad? Mana yang harus saya percaya? Bila data anda tidak konsisten sulit buat saya untuk percaya.
Cobalah mencari tautan yang ilmiah, bukan ‘haters’. katanya mau memakai metode ilmiah.

Indra Saja Coba anda baca sendiri kalimat tautan anda. Mereka begini….mereka…..begitu…… Mereka……begitu lagi. Dari kalimatnya saja saya dapat menyimpulkan bahwa tautan ini adalah persepsi seseorang terhadap suatu hal. Dalam artian anda mengikuti kesimpulan orang lain dan tidak berpijak pada data konkrit. Mari kita cari data konkrit. Sehingga kita dapat kesimpulan yang baik.

Indra Saja Oooh anda berpegang pada ensiklopedia britanica pada masalah akidah dan syariah? Wah ini sebuah metodologi baru. Bisa dikembangkan dengan sangat pesat. Coba kita cari masalah beriman pada ensiklopedia britanica.

Indra Saja Yah sudah kalo mau membahas theology dari rujukan barat.

Ja?fari jurisprudence or Ja?fari Fiqh [note A] is the school of jurisprudence of most Shi’a Muslims, derived from the name of Ja?far as-?adiq, the 6th Shi’a Imam . This school of jurisprudence is followed by Twelvers, Alevis and Ismailis in general, as well as a small minority of Zaidis.

Indra Saja Trus
Alawites had great influence in Aleppo. With the fall of Shi?ite rule, however, the ?Alawites, with other Shi?ites, became the victims of persecution. They were ill-treated by waves of Crusaders, by Mamluks, and by Ottoman conquerors, in addition to fighting a number of internecine wars.
Considered by many Muslims to be heretics, the present-day ?Alawites obtained a legal decision about their status as Muslims from the Lebanese leader of the Ithna ?Ashariyah (Twelver) sect of Shi?ite Islam.

Indra Saja Sama sama dari britanica kan? Alawite itu jafari lho!
Saya harap saudara membaca rujukan dengan jelas. Biasanya seorang hanya akan mau melihat apa yang dia mau lihat. Walaupun didepan matanya kalau ngak mau liat ya ndak kelihatan.

Indra Saja Bagaimana saudara menghukumi zindiq? Kembali ke masalah awal apakah yang kita bahas? Awalan mengenai muslim tidaknya syiah kan. Ternyata mas setuju. Kemudian mengenai kesesatan, tergantung dari mana dilihatnya kan? Sudah baca buku mulia dengan manhaj salafi? Dimana posisi saudara diukur dari buku tersebut?
Mengapa anda tidak menyebutkan nahdatul ulama sebagai sempalan? Kan yang mengaku madzhab syafii banyak? Atau muhamadiyah?

Apakah saudara masih mau mengukur tingkat sesat? Lebih baik semua berkata ‘ saksikanlah bahwa aku seorang muslim’

Indra Saja Saya berusaha menyadarkan saudara bahwa kita semua muslim dan anda setuju.

Indra Saja Saudara mengatakan bahwa britanica itu ilmiah, saya kutip pula sebagai imbangan yang sama. Kalau bicara ilmiah kan ada tolok ukur, lalu anda bicara repot. Kan saya berusaha bermain pada lapangan yang anda buat. Kok kalo kebobolan lapangan yang anda buat di salahkan? bagaimana saya bisa berkomunikasi?

=

Indra Saja Yah, bagaimana ini? Beberapa hari lalu saya sudah sampaikan pada Nurul Mufti bahwa mengapa anda mengikuti kesimpulan perorangan saja? Meninggalkan kesepakatan banyak ulama?

Indra Saja Katanya ahlusunnah wal jamaah, kok meninggalkan jamaah?

Nurul Mufti Kesimpulannya ingin saya gambarkan dalam dialog berikut, anggaplah ini wawancara masuk pesantren:
A: sebelumnya kami ingin bertanya agamamu apa?
B: Islam bib, syahadat kita sama.
A: oh baik. Lalu mahzab kamu apa?
B: mahzab jafariyah bib.
A: oh baik. Imam jafar guru dari imam mahzab yang lain. Nggak masalah. Dalam risalah amman mahzab jafariyah termasuk islam. Tapi kalau begitu kamu syiah ya?
B: Betul bib, saya syiah
A: nggak apa, tapi saya mau tahu syiah anda syiah yang mana?
B: saya syiah imamiyah itsna atsariyah bib.
A: ooo, kalau boleh tahu bagaimana pandanganmu terhadap abu bakar dan umar?
B: abu bakar dan umar kafir…
A: oo begitu… Saya hargai tapi menurut sunni itu faham sesat. Saya wajib menyampaikan itu kepadamu…
B: iya bib terima kasih, saya juga ingin tahu faham yang tidak sesat itu bagaimana. Makanya saya ingin belajar di pesantren ini.
A: dengan sangat berat hati harus saya sampaikan bahwa keyakinan yang mengkafirkan sahabat nabi yang mulia itu kami kategorikan zindiq. Tapi meskipun berat hal ini terpaksa saya sampaikan kepada kamu demi keselamatan kita bersama.
B: terima kasih bib sudah diberi tahu dan diingatkan.
A: kalau boleh kami tahu lagi, kamu ikut marja yang mana?
B: saya ikut marja libanon. Tapi saya banyak belajar di hauzah di suriah.
A: kalau begitu kamu kelompok syiah nusairiyah, betul?
B: betul bib
A: dengan lebih berat hati, kelompok itu lebih rusak dari syiah imamiyah pada umumnya. Kelompok itu lebih banyak ajaran kebatinan dan sinkretismenya, sangat jauh dari kemurnian islam. Dengan sangat berat hati juga harus saya katakan kamu termasuk golongan zindik kuadrat… (hfff…..) tapi kami tetap wajib memberitahu kamu dan semua orang bahwa itu zindiq. Bahkan zindiq kelas berat.
B: begitu ya bib? Tidak apa bib… Sekarang tujuan saya ke pesantren ini untuk mencari kebenaran… Anggaplah saya zindiq bib… Mari kita diskusikan… Pintu hati dan pikiran saya terbuka kalau kebenaran ada di sini…
A: alhamdulillah, kami bangga padamu… Saya beritahu kamu dapat menerima dengan open mind… Silakan bergabung dengan kami untuk belajar… Tapi kamu harus menentukan pilihan dalam waktu satu tahun… Kami juga tidak ingin ada orang zindiq berlama lama dalam pesantren ini yang dapat merusak akidah kami secara perlahan.
B: Alhamdulillah bib, terima kasih…
A: ayo mari kita sholat… Ikuti cara kami kalau sholat di tempat kami… Hormati kami…
B: terima kasih bib
A: bila pilihanmu sudah mantap segera lapor, bersyahadatlah kembali.
B: baik bib, semoga hidayah selalu dibukakan kepada kita semua ya bib… Mohon izin untuk berwudhu dulu ya bib…
A: silakan berwudhu, tapi usahakan sesuai dengan cara wudhu yang diajarkan ahlussunah di sini…
B: baik bib… Assalamualaikum
A: waalaikumsalam…

==============
Diskusi selengkapnya bisa anda ikuti di sini

PEMBAHASAN
Cabang besar aliran dalam Islam adalah Sunni dan Syiah
Sunni, saat ini mempunyai 3 golongan besar Ash’ari, Athari dan Maturidi
Syiah atau Shia, saat ini mempunyai 3 golongan besar Twelvers, Ismailis and Zaidis.

cabang Islam

Masing-masing aliran, dalam perkembangannya pun juga masih terbagi-bagi menjadi berbagai macam golongan, misalnya ada NU, Muhammadiyah, Salafy, LDII dan lain-lain.
Demikian juga dalam syiah.

Jadi kalau ada yang menyebutkan bahwa LDII itu sesat apakah lalu bisa disimpulkan bahwa Sunni itu sesat?
Demikian juga bila syiah Rofidhoh itu sesat apakah lalu bisa disimpulkan bahwa Syiah itu sesat?

Dengan memelihara kerancuan akan menimbulkan bencana yang tak berkesudahan, misalnya
Orang syiah akan menuduh bahwa semua Sunni itu sesat karena berbekal pemahaman bahwa LDII sesat.
Demikian juga, Orang sunni akan menuduh bahwa semua Syiah itu sesat karena berbekal pemahaman bahwa Rafidhoh sesat.

Silahkan mendeteksi kerancuan-kerancuan tersebut seperti dalam link di bawah ini:
http://www.konsultasisyariah.com/ajaran-syiah/ mengupas Syiah Rofidhoh tetapi diberi judul Ajaran Syiah.
http://www.syiah.net disebutkan hakikat syiah ternyata isinya Hakikat Rafidhoh

Pernyataan Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama juga tidak dikutip utuh:
“Kyai Hasyim mengkritik orang-orang yang mengaku-ngaku pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, dengan menggunakan paradigma takfir terhadapmadzhab lain, penganut aliran kebatinan, kaum Syiah Rafidhah, pengikut tasawwuf menyimpang yang menganut pemikiran
manunggaling kawulo gusti …

..”Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyahadalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti”
…selanjutnya Syeikh Hasyim Asy’ari menilai fenomena Syi’ahmerupakan fitnah agama yang tidak saja patut diwaspadai, tapi harus diluruskan.Pelurusan akidah itu menurut beliau adalah tugas orang berilmu, jika ulama’ diam tidak meluruskan akidah, maka mereka dilaknat Allah swt.

Lalu dimana peran kita?
Sebagai seorang muslim kita sebisa mungkin akan meluruskan kerancuan dan berhati-hati dalam menerima informasi tanpa adanya data dan selalu mengutamakan tabayyun.

RISALAH AMMAN
Penanda Tangan Risalah Amman dari Indonesia terdiri dari Ketua NU, Ketua Muhammadiyyah, Menteri Agama, dsb:
H.E. Dr. Alawi bin Shihab (Coordinating Minister for People’s Welfare
and Special Envoy of the President)
Dr Muhammad Maftuh Basyuni (Minister of Religious Affairs)
Dr. Tutty Alawiyah (President, Al-Shafi‘i Islamic University)
Amb. Rabhan Abd Al-Wahhab (Ambassador of the Republic of Indonesia to the Hashemite Kingdom of Jordan)
Shaykh Al-Hajj Ahmad Hashim Muzadi (Chairman of the Central Board of Nahdlatul Ulama, Indonesia)
Shaykh Rozy Munir (Vice-Chairman of the Central Board of Nahdlatul Ulama, Indonesia)
Mr. Muhamad Iqbal Sullam (International Conference of Islamic Scholars, Indonesia)
Dr. Muhammad Masyuri Naim (Professor, Islamic University)
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (Chairman of Muhammadiyah)

KESIMPULAN:
1. Secara umum, kita bisa melihat bahwa ternyata ada kerancuan Istilah yang digunakan oleh Nurul Mufti mengenai “Syiah”, “Syiah Imamiyah”, “Syiah Rofidhoh”.

Selain itu argumentasi Nurul Mufti bersumberkan dari tulisan individu (Kholili Hasib) yang berlandaskan pada prasangka dan persepsi tanpa data.
Nugraha Entra juga merancukan istilah “Syiah” dan “Syiah Rofidhoh” (Lihat lagi Section 1)

2. Mazhab yg diakui berdasarkan Risalah amman adalah:
– Syiah Ja`fari ( di versi Inggris ditambahkan inc. Ismaili)
– Syiah Zaydi
– Ibadi
– Zahiri

– Mazhab Syiah Ja’fari diikuti oleh “…is followed by TWELVER, Alevis and Ismailis in general, as well as a small minority of Zaidis.”

– TWELVER disebut jg dg Twelver Shi’a Islam or Imamiyyah (Arabic: ???? ?????, Athna‘ashariyyah or Ithna‘ashariyyah)

Fatwa Syeikh Al-Qaradhawi dalam Fatawa Mu’ashirah Jilid 4 (2009) bahwa kaum Syiah Imamiyah 12 masih dikategorikan Muslim.

Dengan Demikian bisa disimpulkan bahwa Syiah Imamiyah termasuk Muslim.

Ajakan Menyamakan Persepsi
Maka kita harus menyamaan persepsi dengan Nurul Mufti mengenai istilah-istilahnya tersebut:
1. Definisi
– Syiah
– Syiah Itsna Asy Ariyah
– Syiah Imamiyah
– Rofidhoh

Yg anda pakai semuanya mengacu pada istilah yg SAMA ataukah berbeda? krn bbrp link anda tampilkan sangat rancu.

2. Mengacu ke Wikipedia/ Britannica atau keduanya atau TIDAK keduanya?

4. Bukti klaim-klaim ini:
“ternyata di luar “some” itu banyak fundamentals-fundamentals (ushul) lain yang tak bisa dihormati ulama sunni… awalnya ulama sunni berharap syiah dapat memperbaiki diri… ternyata tidak, justru sunni dijadikan target ekspor fundamental-fundamental yang tak dapat ditoleransi dan dihormati…”)

“banyak ulama yang menarik diri dari dukungan terhadap amman message setelah melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini…”

“seluruh praktek keagamaan syiah yang menyimpang akidahnya?

“Syiah jadi munafik dan zindik bukan karena fikihnya, tapi karena akidahnya…”

“banyak orang nggak sadar pusatnya keyahudian itu di iran… dilindungi kaum zindiq syiah…

=
Untuk sdr. Kholili Hasib, data mengenai klaim ini:
“Persoalannya, penganut Syiah Imamiyah sudah melewati batas, lebih dari sekedar bermadzhab Ja’fariyah.

“madzhab fikih Imam Ja’far sudah punah. Jika pun ada, sudah banyak terjadi distorsi dan pemalsuan. Isnad dan kitab-kitab aslinya susah ditemui.”

DIALOG IMAJINER wawancara masuk pesantren:
Nurul Mufti memposting dialog menarik, sayangnya dari sudut pandang saya agak menghina Ulama pemilik Pesantren yang khawatir dan paranoid terhadap seseorang yang mau belajar di pesantrennya.
Seharusnya dialognya sbb (perbedaan saya beri huruf tebal):

A: Sebelumnya kami ingin bertanya agamamu apa?
B: Islam bib, syahadat kita sama.
A: oh baik. Lalu mahzab kamu apa?
B: mahzab jafariyah bib.
A: oh baik. Imam jafar guru dari imam mahzab yang lain. Nggak masalah. Dalam risalah amman mahzab jafariyah termasuk islam. Tapi kalau begitu kamu syiah ya?
B: Betul bib, saya syiah
A: Nggak apa, di sini nanti kita belajar agama, akhlak dan akidah disertai argumentasi yang bisa dipertanggung jawabkan. kalau boleh tahu bagaimana pandanganmu terhadap abu bakar dan umar?
B: abu bakar dan umar kafir…
A: oo begitu… nanti akan kita kupas apakah boleh kita mengkafirkan orang lain. di sini nanti kita belajar agama, akhlak dan akidah disertai argumentasi yang bisa dipertanggung jawabkan. kalau boleh kami tahu lagi, kamu ikut marja yang mana?
B: saya ikut marja libanon. Tapi saya banyak belajar di hauzah di suriah.
A: kalau begitu kamu kelompok syiah nusairiyah, betul?
B: betul bib
A: Baiklah, silahkan masuk pesantren. Nanti kita belajar bersama-sama bagaimana akhlak dan akidah yang baik sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

B: Alhamdulillah bib, terima kasih… Assalamualaikum
A: waalaikumsalam…

Terakhir, saya kutipkan ucapan Indra Saja yang berbunyi:
“berbicara penyimpangan dan kesesatan maka saudara tidak dapat membersihkan seluruh kelompok muslim dari hal tersebut.”
Artinya kita juga tak luput dari kemungkinan kesesatan. Kalau ada yang salah mohon dikoreksi.
Semoga kita semua diberi petunjuk oleh allah Subhana Wa ta’ala…amiin

Genghis Khun

Rujukan
http://en.wikipedia.org/wiki/Shia_Islam
Risalah Amman Versi 1
Risalah Amman Versi 2
http://id.wikipedia.org/wiki/Risalah_Amman
http://en.wikipedia.org/wiki/Ja%27fari_jurisprudence
http://en.wikipedia.org/wiki/Twelver
http://www.4shared.com/video/JZWEOcI2/habib_rizieq_syihab_akidah_syi.html
http://www.academia.edu/6516387/Syaikh_Hasyim_Asyari_Thought_on_Akidah_Ahlussunnah
http://en.wikipedia.org/wiki/Zind%C4%ABq
http://m.kompasiana.com/post/read/580281/1/benarkah-syiah-sesat-ini-dia-fatwa-mui-tentang-syiah.html
http://m.hidayatullah.com/artikel/ghazwul-fikr/read/2014/04/23/20513/yang-banyak-ditutupi-dari-risalah-amman-2.html#.VO06sHysU9W




Februari 25, 2015 - Posted by | Agama, Investigasi | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: