FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

ANALISA TRAGEDI MINA 2015

320px-Mina's_tents Dua isu yang berseliweran di media sosial mengenai penyebab tragedi Mina 2015, yaitu:
– Jamaah Iran yang selalu bergerak melawan arus tiap tahun.
Konvoi pangeran Mohammad bin Salman Al Saud yang menyebabkan ditutupnya Jalan King Fahd

Apakah saling bertolak belakang? TIDAK.
Keduanya bisa saling berhubungan bila disatukan menjadi suatu cerita yang lengkap.
Mari kita ikuti investigasi ala Joe Sacco kali ini:



http://www.exitjunction.com/script/script.jsp?val=658

http://www.ppcindo.com/show.js

http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js

I. KESAKSIAN
Ketua Kloter JKS 61 Aceng Sukandar dan anggotanya, Roni Herdianto (34 tahun), mengungkapkan;
Kloter JKS 61 berangkat dalam tiga gelombang untuk menuju Jamarat (Lempar Jumrah).
– Gelombang 1: tidak sarapan, jumlah 3 rombongan, t.a jamaah uzur dan menggunakan kursi roda
– Gelombang 2: yang sarapan, jumlah 3 rombongan
– Gelombang 3: yang sarapannya terlambat, jumlah 2 rombongan.

Tragedi_mina_2015
Klik Untuk memperbesar

Tragedi_mina_2015_Lengkapsmall

Perhatikan Gambar di atas:
Jalan King Fahd: jalur yang dipakai oleh Jamaah dari Indonesia
Jalan 204: Jamaah Libanon, Nigeria, Iran, Irak dan Mesir
Lokasi Lempar Jumroh masih berada 1,2 Km ke arah barat laut.

Tanda Lingkaran Hijau no. 1.
Jalur Kloter JKS 61 (warna Hijau) pagi itu.
Glb 1: Rombongan ke-1 & ke-2, bisa melintas di Jalan King Fahd.
Rombongan ke-3 (masih gelombang 1) disuruh berbelok ke kiri oleh Askar (Petugas Keamanan Arab Saudi), melintasi Jalan 223 menuju Jalan 204.
Gelombang 2 juga masih disuruh berbelok.
Gelombang 3 sudah bisa melintas lagi di Jalan King Fahd. Ada ‘sesuatu penting terjadi’ yang menyebabkan jalan ditutup sementara.

Rony Herdianto:

“Ada tiga gelombang yang berangkat. Yang tidak sarapan, yang sarapan, dan yang sarapannya terlambat. Yang berbelok itu yang sarapan,”

“Jalan kosong. Saya juga sempat heran kenapa jalan kosong kok ditutup? Kenapa kami diminta berbelok?”

Akses yang ditutup membuat tiga rombongan dalam gelombang kedua tidak bisa lagi melintas di Jalan King Fahd. Mereka harus berjalan kaki melintasi Jalan 223 lalu Jalan 204

Tanda Lingkaran Merah 2.
Terjadi penumpukan jamaah di persimpangan 223 dengan 204 (lingkaran merah), bisa dipahami karena bertemu dengan arus dari jamaah lain (warna biru).
Makin diperparah lagi bila diduga bertepatan dengan rombongan jamaah Iran yang SELALU melawan arus tiap tahun.

Cek Peta via Google Map koordinat 21.4169584,39.885219:

II. PEMBAHASAN
Ada dua pertanyaan yang timbul dari kisah di atas dan ini juga mendasari kemenag untuk mempertanyakan;
IIa. Mengapa Jalan King Fahd ditutup SEMENTARA?
Apakah ada sesuatu yang penting terjadi?

Roni Erdianto melanjutkan kisahnya bahwa askarlah yang membelokkan kelompok mereka keluar dari jalan seharusnya.

“Ada 3 orang askar. Aneh sekali. Padahal belok sudah kelihatan berjubel,” tuturnya saat ditemui tim Media Center Haji di Maktab 7, Mina Jadid.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, keterangan korban asal Indonesia yang menyebutkan askar mengarahkan jamaah ke jalan yang berbeda harus ditelusuri.

IIb. Mengapa jamaah terhambat dan tersendat? bisa karena bertemu dengan arus jamaah lain yang searah, atau bertabrakan dengan rombongan jamaah yang berlawanan arus atau KEDUA-nya.

Jamaah yang melawan arus (diduga dari Iran), disebutkan selalu dilakukan setiap tahun di jalur 204.
Bila ini benar, maka seharusnya yang ditutup oleh askar adalah persimpangan 223-204 dan jamaah jalur biru dibelokkan ke KANAN menuju Jalan King Fahd.
Bukan malah membelokkan jamaah Indonesia dari jalur King Fahd ke KIRI agar bertabrakan dengan rombongan yang melawan arus tersebut.

Sebenarnya sudah puluhan Tahun Arab Saudi berusaha meminimalisir korban dari kerumunan massa hingga mendatangkan ahli dari jerman untuk menganalisis bagaimana tragedi di Mina terus berulang. (Majalah Detik 200)

Ahli tersebut, Dirk Helbing, berkata
“Mekah dan Mina saat musim haji, merupakan masalah pejalan kaki paling RUMIT di dunia. … berjalan kaki dalam waktu hampir bersamaan MENUJU SATU TEMPAT.”

Untuk mempelajari kerumunan massa yang bergerak menuju satu tempat saja Arab Saudi harus mendatangkan ahli, tindakan tegas tentu diperlukan bagi jamaah yang melawan arus.

III.APAKAH ADA SESUATU YANG PENTING TERJADI?
Apakah ada sesuatu yang penting terjadi sehingga askar membelokkan SEBAGIAN jamaah Kloter JKS 61?
Media di tanah air banyak mengutip sebuah laporan menarik dari surat kabar Lebanon, Ad-Diyar, bahwa;

“…Menhan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengunjungi lokasi pelaksanaan haji. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu didampingi lebih dari 200 tentara dan 150 personil polisi menerobos kerumunan jemaah haji yang sedang menunaikan ibadah di Mina, ..

Hal inilah menyebabkan jalan ditutup; jamaah dibelokkan atau tersendat.

Menariknya, media ini ternyata milik Pangeran Al Waleed bin Talal al Saud (sepupu pangeran Mohammad bin Salman Al Saud_orang yang ditudingnya)
Apakah ada friksi atau konflik internal dalam keluarga Al Saud? wallahu a’lam.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Muhammad Iqbal menyarankan;

“Sebaiknya kita tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian,”

“Berikan kesemoatan kepada Pemerintah Saudi untuk menuntaskan investigasi yang mereka lakukan, sambil memberi fokus pemberian penanganan terbaik kepada korban,”

Kita semua, muslim atau non muslim, sudah seharusnya menghindari prasangka dan melakukan konfirmasi lebih dahulu ke pihak yang bersangkutan.
Hingga hari ini, belum ada bantahan atau pembenaran resmi dari Arab Saudi, Jadi info tersebut statusnya masih mengambang. Dalam dunia judi Forex Online disebut dengan Floating Position.
Jadi belum bisa dipakai sebagai rujukan.

IV. MASALAH KETIDAK PATUHAN
IVa.Ketidakpatuhan JADWAL
Tulisan Salkamal Tan, salah satu jemaah haji tahun ini_kloter lain, menarik untuk dikutip, mensinyalir ada ketidak patuhan dari jamaah Indonesia sendiri;

“…..waktu melontar bagi Indonesia adalah di siang dan malam hari melalui jalur lantai 3.

Kejadian musibah di Mina terjadi di pagi hari. Berarti ada ketidakpatuhan jadwal disini. Apa yang menyebabkan ketidakpatuhan himbauan tersebut? Kemungkinan besar dikarenakan semua jamaah mengejar waktu afdhol yaitu di pagi hari setelah matahari naik dan ini merupakan inisiatif masing2 jamaah.”

Dikomentar yang lain;

“” jadwal kloter dibuatkan terbagi – bagi dalam beberapa rombongan. Makanya ada jadwal siang dan malam. Makanya tidak semua anggota kloter menjadi korban. Bahkan Kadang2 ada KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.red) nakal yang tidak mau memperhatikan aturan jadi bikin jalan sendiri dibawa lah rombongan kecil nya terpisah dari kloternya””

Dengan memperhatikan tragedi sebelumnya, seharusnya pemandu rombongan (dan KBIH) berperan aktif untuk mencegah ketidak patuhan ini.

Petunjuk Resmi Rajam Ritual (Lempar Jumroh) menyebutkan bahwa jamaah harus MEMATUHI JADWAL WAKTU
petunjuk waktu lempar jumroh
Klik Untuk Memperbesar

Salkamal Tan melanjutkan dalam tulisannya; juga mengenai ketidak patuhan dari Askar:

“dialihkan oleh askar ke jalan 233 (jalan 223 maksudnya.red) yang menuju 204? … Saya pikir jawabannya sederhana. Karena jalan itu lah yang paling dekat menuju Jalan 204.”

Dalam buku Panduan, rute Jamaah Indonesia sudah ditentukan dan diberi warna hijau (dan ternyata bukan Jalan King Fahd!)
maps resmi
Klik Untuk Memperbesar
Foto 4. Kotak kuning bernomor adalah lokasi maktab para korban yang dekat dengan King Fahd Road. Untuk menuju lokasi jamaraat lantai 3 harus lewat jalur hijau melalui Street 608. Sementara jalur merah merupakan terusan dari King Fahd Road menuju ke jalan 233 (jalan 223 maksudnya.red) selanjutnya ke lokasi musibah di 204. (Salkamal Tan)

Ketua rombongan kloter SUB 48, Mugi bahkan mengatakan bahwa rombongannya berada di jalur 204 (lebih jauh dari rute yang telah ditetapkan):

…dia dan puluhan anggota rombonganya berada di Jalan Arab 204 saat kejadian. “Banyak kok jamaah kita yang ada di jalan itu. Sekarang semuanya terpisah,” ujar Mugi.

Btw, Argumentasi bahwa dibelokkannya jamaah oleh Askar karena jalur “paling dekat” ini tidak bisa diterima karena ternyata jamaah yang dialihkan hanya sebagian dari Kloter JKS 61. (baca lagi tulisan di atas)
Tidak mungkin jamaah uzur dan menggunakan kursi roda dibiarkan melintas Jalan King Fahd (jalur terjauh), lalu yang ‘tampak sehat’ dibelokkan menuju “jalur paling dekat”.
Gelombang terakhir pun tidak lagi dibelokkan.

Seharusnya SEMUA Rombongan distop oleh Askar. karena saat itu bukan jadwal dan rute dari Indonesia.

IVb. Ketidakpatuhan ARUS (Melawan Arus)
Isu kedua penyebab tragedi Mina 2015 adalah Jamaah Iran yang selalu bergerak melawan arus tiap tahun sebenarnya juga sudah dibantah oleh Salkamal Tan di tulisan lain yang mengisahkan tentang kesigapan para Askar

“……Beberapa kejadian yang berpotensi menimbulkan musibah segera diantisipasi petugas, seperti:

1. Jamaah berjalanan berlawanan arah, pasti akan dilarang petugas dan berjalan mengikuti jalur yang ada.
2. Jamaah yang berjalan terburu buru …
3. Jamaah,..tiba2 berhenti di tengah jalur … Bahkan petugas tidak segan memaksa jamaah untuk segera bergerak agar tidak memicu kebuntuan.
4. Melontar jamrah sembarang ….
5. Jamaah tidak mempersiapkan diri dengan baik ….”

================
Catatan
Tulisan Salkamal Tan yang ini, yang dimuat disebuah media, tidak dimasukkan sebagai sumber rujukan dibawah karena mencampuradukkan antara kesaksian sebagai jamah haji tahun ini dengan prasangka yang tidak berdasar, seperti contoh dibawah ini:

“…Saya sudah tahu tidak lama kaum syiah, simpatisan syiah, yang disupport oleh JIL akan…”

ilmu weruh sadurunge winarah(tahu sebelum kejadian) sangat populer di jawa dimiliki oleh para wali.

“…media fitnah satuislam.org menyebut karena salah satu anggota kerajaan dan pasukan ingin masuk ke dalam jalur pelontaran sehingga menyebab kepanikan jamaah…”

Hingga artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi dari Arab Saudi (bantahan/ pembenaran), jadi belum bisa dihukumi berita fitnah.

“Lantas, masihkah kita menuding Kerajaan Arab Saudi sebagai satu satunya penyebab kejadian musibah tersebut?
Jika ya, berarti mungkin Anda memang syiah…”

ini adalah prasangka pribadi. Sifat suka menyalahkan atau menuduh termasuk akhlak orang per orang, tidak bisa dihubungkan dengan komunitas/ agama tertentu.

jadi yang bisa dikutip hanyalah kesaksian pandangan mata saja.
================

IVb.1.Melawan Arus dari Lokasi Jamaraat
Ada laporan dari seorang petugas haji dan rekaman CCTV mengenai jamaah Iran yang melawan arah dari lokasi Jamaraat.
Jamaah yang berpotensi melawan arus, baik dari Iran atau negara lain, apalagi selalu dilakukan tiap tahun, sudah pasti diberikan perhatian khusus oleh Askar.

Akan ada laporan mengenai titik-titik bentrok antara Askar dengan jamaah bandel, yang bila diurut secara kronologis akan dimulai dari lokasi Lempar Jumrah menuju persimpangan 223-204 sejauh 1,2 Km!.

Titik_titik_bentrok
Timbulnya korbanpun berasal dari Askar dan jamaah yang membandel.

Tapi berita itu tidak ada. Tidak ada bentrok antara Askar dengan jamaah.
Mungkinkah jamaah bandel dibiarkan dan sepanjang jalur menuju persimpangan 223-204 kosong dari pengamanan karena seluruh Askar ditarik oleh sang Komandan karena ada ‘sesuatu yang lebih penting’ dibandingkan sekedar jamaah yang melawan arus’?
Wallahu a’lam

IVb.2.Melawan Arus karena Berbalik Arah
Apakah ada sesuatu yang menyebabkan jamaah berbalik arah?
Apakah karena ada jalan lain yang diblockir, seperti sebab dibelokkannya jamaah dari Indonesia, atau hal lain.

Belakangan, seorang jamaah saksi mata, Apep Wachyudin, memberikan informasi terperinci mengenai rombongan yang melawan arus ini:

“..Saat melihat orang-orang kulit hitam menaiki mobil mogok, dari arah berlawanan orang kulit hitam menyerang (merangsek) semua untuk masuk sehingga jemaah haji dari arah depan dan arah belakang berhadap-hadapan….”

Apep Wahyudin

Orang kulit hitam didefinisikan untuk kaum negro, tentu bukan rombongan jamaah dari Iran.
Satu-satunya jamaah Kulit hitam di jalur Resmi 204 adalah jamaah Nigeria. Wikipedia menyebutkan bahwa mayoritas penduduk Nigeria adalah muslim Sunni.

“..50% of Nigeria’s population adheres to Islam (mainly Sunni, other branches are also present).
Christianity is practiced by 48% of the population
(among them 74% are Protestant, 25% Roman Catholic, 1% other Christian).
Adherents of Animism and other religions collectively represent 1.4% of the population..”

V. KESIMPULAN
Dari Uraian di atas bisa disimpulkan bahwa penyebab Tragedi Mina 2015 adalah;
1. Penanganan yang tidak tepat oleh Askar dalam hal terjadinya ‘sesuatu yang penting’, juga penanganan ketidak patuhan jamaah.
2. Adanya Ketidak Patuhan; Jadwal, Rute maupun Arus yang dilakukan oleh jamaah sendiri (jamaah Indonesia khususnya). Selaras dengan yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khaled al-Falih;

“Sebagian jamaah bergerak tanpa mengikuti instruksi dari aparat di lapangan yang berwenang,” ujar al Falih seperti dikutip situs Aljazirah.

VI.SARAN
1. Bila “sesuatu penting terjadi” dan jamaah perlu dibelokkan sementara, Askar harus menguasai medan dan bisa menentukan area2 dimana kemungkinan kecil terjadi penumpukan jamaah.

2. Menekankan kepatuhan Jadwal, Rute maupun Arus terhadap seluruh jamaah, terutama bagi Pemandu/ Ketua Rombongan/ KBIH agar tidak mengizinkan munculnya inisiatif diluar ketentuan resmi.
Jamaah pun harus tegas menolak ajakan pemandu/ Ketua Rombongan/ KBIH bila berniat menyelisihi ketentuan.

3. Askar harus tegas terhadap jamaah yang tidak patuh, berupa penghentian jamaah dan disuruh kembali ke maktab sampai jadwalnya tiba.

4. Menarik untuk disimak saran dari Imam Masjid New York Syamsi Ali;

“(Arab Saudi)..membuka diri untuk menampung keinginan negara-negara Islam lainnya untuk dilibatkan dalam pengelolaan haji ini. Minimal pada tataran “Advisory level” (berfungsi memberi masukan)…”

=

Mari kita tetap obyektif dan tidak termakan isu/ propaganda…

Sampai artikel ini ditulis WNI yang menjadi korban adalah dari Kloter:
JKS 61
– BTH 14
– SUB 48
– SOC 62
– UPG 10

Semoga menjadi bahan introspeksi bagi kita semua dan semoga bermanfaat.
Artikel Asli ada di Genghiskhun.com dan masih diupdate sesuai perkembangan terbaru

Genghis Khun

Rujukan:
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/09/26/nv9dgl346-jamaah-indonesia-kenapa-kami-diminta-berbelok
http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/15/09/26/nv9fr2346-kemenag-akan-telusuri-alasan-askar-arahkan-jamaah-ke-jalan-204
https://news.detik.com/berita/3028550/saksi-mata-askar-belokkan-jemaah-haji-indonesia-ke-204
http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/kabar-dari-tanah-suci/15/09/24/nv6ouh365-saksi-ratusan-jamaah-indonesia-berada-di-lorong-insiden-mina
Majalah Detik 200
https://en.wikipedia.org/wiki/Ad-Diyar
http://internasional.metrotvnews.com/read/2015/09/25/434528/pangeran-arab-saudi-dituding-penyebab-tragedi-kemenlu-enggan-spekulasi?fb_comment_id=910712339007142_910726522339057#f1042e9cb

https://www.facebook.com/salkamal.tan/posts/10153077830592233
http://m.liputan6.com/news/read/2326236/saksi-mata-tragedi-mina-saya-terjebak-paling-depan
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153077830282233&set=pcb.10153077830592233&type=3&theater
http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/15/09/25/nv8900344-menkes-saudi-ungkap-penyebab-musibah-mina
http://mirajnews.com/id/artikel/opini/tragedi-mina-di-mata-imam-masjid-di-york/
Harian Kompas Minggu 27 Sept 2015

September 27, 2015 - Posted by | Investigasi | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: