FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Joserizal Jurnalis MER-C dituduh Syiah (lagi)? Bag.2

Logo MER-C Oktober 2015, Dokter Piprim (Piprim Basarah Yanuarso.red) mulai sering posting tendensius dan menggiring publik bahwa Joserizal Jurnalis atau MER-C itu syiah (hingga memberi julukan MER-Syi atau MER-Shi). Posting yang ramai komentar dan dicapture untuk disebar luaskan adalah status ini :


======================================
Sebelum melanjutkan Bagian Kedua ini sebaiknya dibaca terlebih dahulu Bagian SATU
======================================

11905747_10153632107999729_1119679390228294266_n

Saat ini status tersebut telah mengalami koreksi. Redaksional selengkapnya Status 20 Agustus tersebut sampai artikel ini ditulis sbb:

“…Akhir tahun 2003-awal 2004 saya dikirim jadi anggota Tim Bantuan Kemanusiaan RI untuk korban gempa bumi di kota Bam Iran…
Ketika tiba waktu shalat Jum’at, saya dan teman-teman diajak dr Joserizal Mer-C untuk ikut shalat Jum’at di masjid besar di sana. Karena menurut dia shalat bermakmum pada orang Syi’ah adalah syah. Saya sempat berdebat namun akhirnya ikutan juga karena rasa ingin tahu begitu besar untuk melihat ibadah mereka.
Sampai tiba waktunya hari raya Iedul Adha saya masih berada di sana dan diajak ikut shalat Iedul Adha di salah satu masjid yang cukup besar. Khutbahnya diterjemahkan oleh salah seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Qom kota suci Syi’ah….dst sama hingga terakhir”

Idul Adha tahun 2004 terjadi pada hari Senin, 2 februari 2004 (program Accurate Time)
Membaca sepintas, kita semua maklum bahwa Joserizal dan Piprim shalat jumat dan shalat Idul Adha BERDUA, bermakmum dengan imam Syiah.
Ramai komentar dan prasangka bahwa Joserizal adalah Syiah (tanpa konfirmasi), uniknya tidak ada yang berprasangka bahwa Piprim juga Syiah.
Ada pro kontra selanjutnya bisa dipahami…

Lalu apa tindakan yang kita lakukan sebagai muslim?
Masih tetap konsisten dengan artikel saya sebelumnya, 5 prinsip muslim dalam menerima informasi, yaitu:
1. Prasangka Baik
2. Menghakimi yang tampak (lahiriah)
3. Waspada
4. Tabayyun
5. Mubahalah (bila perlu)

Tindakan yang seharusnya dilakukan oleh Piprim adalah;
1. Bila yakin dengan statement si Khatib; bahwa “ziarah makam Imam Reza lebih baik daripada 100.000 kali haji” itu sesat, maka tulislah dengan redaksional bahwa Khatib X yang sesat, bukan syiah secara umum.
Mudahnya, mari berfikir terbalik bahwa bila orang syiah Iran datang ke Indonesia bermakmum dengan Khatib yang dalam khotbahnya menyebut bahwa ziarah ke makam walisanga itu setara dengan haji, bolehkah orang syiah menghukumi bahwa semua Sunni itu sesat?
Tentu tidak boleh, hukumilah sebagai orang perseorangan.
Hindari generalisir salah kaprah, karena dalam Syiah terdapat bermacam sekte lagi

2. Mendatangi si Khatib, ditegur dan diajak berdiskusi karena ada kesempatan berdakwah, bila keduanya ngotot silahkan diajak bermubahalah untuk menentukan siapa yang benar.
Bila tak mau ambil resiko, misal dikeroyok jamaah, cukup berkenalan saja. diskusi bisa dilakukan via internet🙂
(Btw, jadi teringat Hussein cucu Nabi yang dikeroyok di Karbala…)

Belakangan terbukti bahwa ternyata Joserizal tidak ikut shalat Idul Adha karena sudah pulang ke Indonesia. Jadi yang ikut shalat Idul Adha hanya Piprim saja.

Joserizal dalam klarifikasinya tgl 21 Agustus 2015 menyebutkan:


Saya bertugas HANYA kira2 hampir 3 minggu krn saya menganggap misi sdh tidak efektif lagi dan ada misi kemanusiaan yg menunggu di Langsa Aceh utk menjadi MEDIATOR pembebasan wartawan yg “disandera” GAM.
Jadi saya TIDAK MENGIKUTI sholat Idul Adha di Iran.
————————————————-
Saya katakan PIPRIM PEMBOHONG menyangkut saya sholat Idul Adha di Iran
(Belakangan Piprim MERUBAH statusnya : sholat JUMAT)
——————————————————-
Lalu menurut Piprim, Dia KAGET ada penceramah yg mengatakan ada HADIST yg mengatakan bahwa Ziarah ke makam Imam Reza di Mashad (Imam Syiah ke 8 ?) adalah sama pahalanya dg 100 000 kali haji ke Mekah.
Yang lucunya Piprim ikut SHOLAT di mesjid tempat ziarah Imam Reza ini, padahal dia ndak suka Syiah.
Soal hadist ini, tolong teman2 yg tahu mengkomentari : apakah itu hadist?
——————————————
Lalu Jonru LATAH menshare dg tambahan, postingan dr.Piprim Yanuarso SpA ini
—————
Untuk dr.Piprim Yanuarso SpA : Kenapa anda berani berbohong?
Untuk Jonru : Kenapa anda berani menshare status yg belum jelas validitasnya?
—————-
Apakah biasa berbohong lalu kalau ketahuan, dg entengnya merubah status ?

Selain itu juga ada klarifikasi dari akun bernama dr. Cahyo

SIAPA YANG LEBIH PANTAS DISEBUT SYIAH ?

Perlu diingat misi ini melibatkan banyak pihak, terdiri dari TNI~DEPKES~MER-C, sehingga kami pun cukup mudah mendapat kesaksian dari anggota tim lainnya yang mengikuti misi ini hingga selesai bersama dr. Piprim. Jadi sebaiknya hati-hati dok kalau membuat status, jangan menuliskan data yang BOHONG.

1. Siapa yang paling lama berada di Iran?
Sesuai informasi dari salah satu link berita, dari Gatra.com (silahkan kalau ingin mencari sumber lainnya), Tim Kemanusiaan RI untuk korban gempa Bam Iran berangkat pada tanggal 1 Januari 2004.

Tim tiba di Iran pada tanggal 3 Januari 2004.

Sementara Dr. Joserizal karena menganggap misi sudah tidak efektif lagi dan ada misi kemanusiaan yg menunggu di Langsa Aceh untuk menjadi MEDIATOR pembebasan wartawan yang “disandera” GAM, maka setelah menunaikan misi sekitar 3 minggu, dr. Joserizal pulang lebih dulu dari anggota tim yang lain.

Dari link berita tertanggal 3 Februari 2004, dr. Joserizal sudah berada di Jakarta minimal 3 hari sebelum tanggal berita yaitu pada 31 Januari 2004.

Sementara info dari anggota tim yang lain, mereka, termasuk dr. Piprim masih meneruskan misi kemanusiaan di Iran ini hingga 2 bulan.

2. Info dari saksi (sesama anggota Tim), selama di Iran seluruh anggota Tim selalu sholat Jumat di masjid setempat. Karena dr. Joserizal pulang ke Indonesia lebih dulu maka beliau paling banyak sholat jumat 2 – 3 kali saat itu. Sementara dr. Piprim bisa dihitung sendiri dan diingat-ingat lagi dok berapa kali dr. Piprim sholat jumat di masjid sana, lebih banyak dari dr. Joserizal tentunya. Setelah dr. Joserizal pulang ke Indonesia, tentunya juga dr. Piprim sholat jum’at dengan kemauan sendiri bukan karena diajak oleh dr. Joserizal.

3. Mengenai Sholat Idul Adha, yang pada tahun 2004 jatuh pada tanggal 1 Februari, maka saat itu dr. Joserizal sudah tidak berada di Iran dan tidak melaksanakan sholat Idul Adha di sana. Jadi sesuai dengan status asli dr. Piprim, pastinya bukan dr. Joserizal yang mengajak dr. Piprim sholat Idul Adha. Itu berarti kemauan dr. Piprim sendiri untuk sholat Idul Adha di Iran, jadi tolong jangan memaksakan dan mensangkut-pautkan tindakan yang dr. Piprim lakukan sendiri dengan orang lain.

4. Dalam status asli maupun revisi, dr. Piprim menuliskan tentang khutbah Jum’at yang katanya berisi sbb:

“Kata khatib tsb jika ziarah ke makam Imam Reza yang terletak di kota Mashad Iran, maka pahala ziarah… dst”

Masih menurut info dari anggota tim yang bersama dengan dr. Piprim hingga 2 bulan, tepatnya di akhir misi, dr. Piprim beserta 3 anggota tim lain (tidak perlu saya sebutkan di sini nama-namanya karena saya rasa dr. Piprim masih ingat kan?), PERGI KE MASHAD dan melakukan SHOLAT di sana. Kenapa hal ini tidak diungkapkan juga di status dok? Mau MELUPAKAN atau MENUTUPI?

Di status dr. Piprim juga disebutkan bahwa kalau berziarah ke Mashad akan diberi gelar Mashdi, berarti dokter sudah dapat gelar Mashdi ya?

Perihal pergi ke Mashad, tentunya sekali lagi bukan diajak oleh dr. Joserizal karena beliau sudah pulang ke Indonesia, mungkin pergi ke sana atas kemauan dr. Piprim sendiri. Wallahu’alam bissawab.

Cukup dari 4 poin di atas bisa terlihat track record dr. Piprim di Iran lebih panjang, jadi siapa yang lebih pantas disebut syiah? ***

Akun Ahmad Faishal Fahmy menyebutkan bahwa masalah utama Joserizal diduga Syiah adalah pendapat mengenai sahnya shalat dibelakang Syiah, bukan berita bohong yang menyebutkan Joserizal ikut shalat Idul Adha.

“Yang penting, substansinya adalah dokter Joserizal Jurnalis menyatakan shalat di belakang penganut Syiah Imamiyah itu SYAH. Itu esensinya
Urusan berita shalat Idul Adha atau shalat Jumat adalah tidak signifikan.”

11924905_1072135589463456_685507391700722377_n

Sampai di sini sebenarnya mulai muncul titik terang, karena mulai ter-FOKUS;
“Joserizal Jurnalis menyatakan shalat di belakang penganut Syiah Imamiyah itu SYAH” adalah esenssi/ substansi/ materi utama yang akan didiskusikan (atau dimubahalahkan bila diskusi mengalami kebuntuan).

Tapi anehnya Piprim, yang menawarkan mubahalah ke Joserizal, redaksionalnya malah jauh dari fokus. yaitu sbb:

“Kalo ajaran Syiah seperti kawin mut’ah, mencaci maki sahabat ridhwanullah ‘alaihim, ada 12 imam yang maksum selain Rasulullah saw, ziarah makam Imam Reza lebih baik daripada 100.000 kali haji nah kalo itu memang benar dan diridhai Allah swt maka biarlah saya dan keluarga ditimpa azab Allah sekarang juga…Tapi jika itu semua ngga benar maka biarlah Joserizal sekeluarga yang ditimpa azab sekarang juga… oke setuju? Tolong sampaikan ya sama dia”

Perhatikan lagi cerita di atas, bahwa tidak ada hubungan sama sekali antara Khatib, isi khutbah dengan Joserizal. Bahkan Joserizal tidak menghadiri shalat Idul Adha. Tetapi dihubungkan dalam redaksional mubahalah dengan Joserizal.

Ahmad Faishal Fahmy juga menawarkan redaksional mubahalah yang setali tiga uang, jauh dari ESENSI/ SUBSTANSI:

Saya juga menantang MUBAHALAH kepada siapapun yang membenarkan ajaran bhw ziarah ke makam Imam Ali ar-Ridha (Imam Reza) itu pahalanya 100.000 kali HAJI.
Seharusnya dokter Joserizal Jurnalis mengeluarkan tantangan mubahalah yg sama krn ajaran tsb sungguh MENGHINA ajaran Nabi saw.
Mengapa para follower dokter Joserizal Jurnalis tidak tersinggung oleh PENISTAAN AGAMA ini?

Berdasarkan argumen Ahmad Faisal Fahmy, Redaksional seharusnya ter-FOKUS sbb;
“Kalo “PENDAPAT SHALAT DIBELAKANG IMAM SYIAH ITU SAH” itu memang benar dan diridhai Allah swt maka biarlah saya dan keluarga ditimpa azab Allah sekarang juga…Tapi jika itu semua ngga benar maka biarlah Joserizal sekeluarga yang ditimpa azab sekarang juga.

Sedangkan redaksional untuk ke Khatib di Iran;
“Kalo ajaran si Khatib ziarah makam Imam Reza lebih baik daripada 100.000 kali haji itu memang benar dan diridhai Allah swt maka biarlah saya dan keluarga ditimpa azab Allah sekarang juga…Tapi jika itu semua ngga benar maka biarlah si Khatib sekeluarga yang ditimpa azab sekarang juga.”

Redaksional untuk Ahmad Faishal Fahmy ada tambahan sbb:
“Seharusnya dokter Piprim mengeluarkan tantangan mubahalah yg sama krn ajaran tsb sungguh MENGHINA ajaran Nabi saw.
Mengapa para makmum shalat Idul Adha tim Adha tim medis RI tidak tersinggung oleh PENISTAAN AGAMA ini?

===================

Sebelumnya, seseorang bernama Lenny Oktorina, menuduh dengan yakin bahwa Joserizal adalah Syiah. Hampir terjadi mubahalah di Bandung untuk menentukan apakah Joserizal syiah, tetapi akhirnya batal karena redaksional mubahalah diubah secara sepihak oleh Lenny Oktorina.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Lenny hanya berucap
“Ngapain saya ngurusin kamu”

===================

3 Oktober 2015, Artikel ini juga diinformasikan ke Piprim agar diklarifikasi. Tetapi kemudian saya (Genghis Khun) malah tidak bisa meng-akses accountnya (dalam kondisi login di FB), tapi masih bisa diakses via browser lain (tanpa login FB). Ini tanda adanya pem-blockiran.

Btw, Shalat di belakang Imam Syiah sah atau tidak?
mari kita kembali ke rukun dan syarat sahnya shalat yg kita pelajari sejak kecil yaitu;

Syarat sahnya shalat:
1. Beragama Islam
2. Memiliki akal yang waras alias tidak gila atau autis
3. Berusia cukup dewasa
4. Telah sampai dakwah islam kepadanya
5. Bersih dan suci dari najis, haid, nifas, dan lain sebagainya
6. Sadar atau tidak sedang tidur

Syarat sah pelaksanaan sholat adalah sebagai berikut ini :
1. Masuk waktu sholat
2. Menghadap ke kiblat
3. Suci dari najis baik hadas kecil maupun besar
4. Menutup aurat

Rukun Shalat
1. Niat
2. Posisis berdiri bagi yang mampu
3. Takbiratul ihram
4. Membaca surat al-fatihah
5. Ruku / rukuk yang tumakninah
6. I’tidal yang tuma’ninah
7. Sujud yang tumaninah
8. Duduk di antara dua sujud yang tuma’ninah
9. Sujud kedua yang tuma’ninah
10. Tasyahud
11. Membaca salawat Nabi Muhammad SAW
12. Salam ke kanan lalu ke kiri

Yang Membatalkan Sholat
Dalam melaksanakan ibadah salat, sebaiknya kita memperhatikan hal-hal yang mampu membatalkan shalat kita, contohnya seperti :
1. Menjadi hadas / najis baik pada tubuh, pakaian maupun lokasi
2. Berkata-kata kotor
3. Melakukan banyak gerakan di luar sholat bukan darurat
4. Gerakan sholat tidak sesuai rukun shalat dan gerakan yang tidak tuma’ninah.

Belum pernah ada anjuran untuk menanyakan aqidah si Imam shalat jamaah, apalagi saat makmum masbuk, baik sebelum atau sesudah shalat.
===================

Akhir Oktober 2015 berseliweran di media sosial sebuah link dari aslibumiayu.wordpress.com
Artikel berjudul “Mungkin Ada Yang Terkecoh, Menyalurkan Bantuan Melalui Lembaga Pro Syiah,. MER-C..” ini diposting tanggal 10 Juli 2015 menyebutkan nama penulis Ummu Adam berjudul “Catatan Tentang MER-C”.
Postingan tersebut ternyata merujuk ke www.salamdakwah.com. Tulisan dari Ummu Adam Zakariya yang diposting hari Selasa, 15 Juli 2014 (Setahun yang lalu).

Sebagian besar isi tulisan Ummu Adam atau Ummu Adam Zakariya ternyata bersumber pada tulisan FA yang mengawali kasus ini (lihat lagi di atas tanggal 12 Juni 2013)

===

Saya sendiri pernah dituduh Syiah oleh akun bernama Dharmawangsa Sayyid Mukammil (https://www.facebook.com/malikul.binaminullahteuboh) kemudian saya ajak beliau untuk bermubahalah atas tuduhannya, tetapi tidak berani. Baca di https://www.facebook.com/malikul.binaminullahteuboh/posts/183996125125307

===

Bagaimana Sikap Kita sebagai Muslim?
Seperti telah disebutkan di atas, artikel saya yang diposting lebih awal dari kasus ini, 8 Februari 2013, Insya Allah telah jelas.
Lima prinsip Muslim dalam menerima Informasi yaitu ;
1. Prasangka Baik
2. Menghakimi yang tampak (lahiriah)
3. Waspada
4. Tabayyun
5. Mubahalah (bila perlu)
baca di sini

Kasus ini; dr. Joserizal sudah jelas berkata
“Saya bukan Syiah ataupun Simpatisan Syiah,”

Bila anda masih meyakini bahwa beliau Syiah yang sedang bertaqiyah, silahkan berhubungan langsung dengannya di sini. Orangnya Insya Allah mudah ditemukan hari rabu sore di markas MER-C.

tetapi bila keyakinan anda disertai dorongan obsesif kompulsif, sepertinya anda perlu menghubungi psikiater.

Kesaksian saya mengenai Joserizal adalah:
1. Shalatnya bersedekap
2. Istrinya satu
3. Proporsional dalam menilai situasi. Kami punya pengalaman yang tidak nyaman dengan segelintir penganut syiah tapi tak menjadikan kami menggeneralisir bahwa semua syiah identik dengan segelintir tersebut.

Jadi dengan mudah dipahami bahwa “bila ada orang/ golongan tetap memelihara prasangka, menyebarluaskan prasangka tanpa melakukan klarifikasi, maka ini bukanlah ciri seorang muslim.”
Bila ada yang menyanggah keyakinan saya ini, mari bermubahalah dengan saya🙂

Penutup
Akhirnya, mari saya ajak agar jeli mengamati situasi. Mendata dengan cermat website/ pihak-pihak penabur isu dan mencurigakan
Bila nantinya tuduhan ini muncul lagi dan lagi, motifnya tentu mudah dipahami; ada yang tidak nyaman dengan upaya MER-C membantu palestina.

Semoga kita semua dihindarkan dari prasangka, mengutamakan tabayyun dan selalu diridhloi oleh-Nya. amiin
Bila ada yang salah mohon dikoreksi…

Genghis Khun

Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai situasi di Gaza dapat menghubungi relawan MER-C cabang Gaza di bawah ini:


Ir. Nur Ikhwan Abadi (+972592892939)
Muqarrabin al Fikri (+972599611877)
Muhammad Husein (+972592723956)

Donasi untuk amanah kemanusiaan Gaza:
BSM 700.2905.803
BCA 686.033.5555
Mandiri 124.000.375375.4
An Medical Emergency Rescue Committee

Donasi alat kesehatan RS Indonesia di Gaza:
BCA 686.0153678
BSM 700.1352.061
BNI SYARIAH 08.111.929.73
BRI 033.501.0007.60308
BMI 301.00521.15
Mandiri 124.0008111925
An Medical Emergency Rescue Committee

http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=4050

http://www.ppcindo.com/show.js

http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js

Baca lebih lanjut:
Googling “Syubhat Joserizal”
Salafi-wahabi-memfitnah-ulama-sunni-sebagai-syiah/
fitnah-dari-wahabi-takfiri-nahimunkar-com/
Dialog-ustadz-baasyir-dan-mudzakir-soal-syiah-jihad-suriah
Didepan-tokoh-umat-islam-solo-joserizal-bicara-tentang-konflik-suriah
https://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=273702548864&id=169766884780
Seputar-fitnah-merc-syiah/
http://www.islamtimes.org/vdcdfj0sfyt0nn6.lp2y.txt
Kepentingan-syiah-di-balik-serbuan.html
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152590702924846&set=a.10150360084379846.370072.667484845&type=1
Ustaudz-sfyan-baswedan-tantang-mubahalah-habib-rizieq-shihab/

November 28, 2015 - Posted by | Agama

2 Komentar »

  1. […] Bersambung Ke bagian II […]

    Ping balik oleh Joserizal Jurnalis MER-C dituduh Syiah (lagi)? « FLIGHT of IDEAS…. | November 28, 2015 | Balas

  2. saya lenny oktorina.
    Saya udah nulis kan di fb, perubahan isi krn mengakomodasi ketakutan joserizal pd isi “syiah sesat”. Lagipula setelah itu saya juga masih di tag dalam komentar yg joserizal terlibat didalamnya. Saya menanyakan perihal mubahalah tapi ga ditanggapi sama sekali. Jikapun menanggapi tp sama sekali ga menyinggung mengenai mubahalah. Stlh bikin akun baru, saya minta pertemanan pun ga di add. Jadi siapa yg sebenarnya pengecut. Bahkan jika osi mubahalah dg jose bahwa dia adl syiah dan sy mubahah lg dg orang yg berbeda di lokasi dan waktu yg sama bahwa syiah sesat, saya kaga takut. Insyaallah.
    DASAR SYIAH PENDUSTA. Ngeless macem2. Saya sudah minta dipertemukan via fb biar kalo ngeles langsung bisa dibantah. Mana berani wkwkwkw…..

    JANGAN PERNAH PERCAYA PADA SYIAH PENIPU

    Genghis Khun:
    Salam kenal Lenny Oktorina

    Sebenarnya yang anda permasalahkan itu
    – Joserizal yang syiah, atau
    – Joserizal Sesat, atau
    – Joserizal Syiah dan Sesat,
    – Joserizal Syiah dan Semua Syiah itu sesat, ataukah
    – Semua Syiah itu sesat?

    Agar menjadi gamblang, mohon diceritakan ulang secara KRONOLOGIS kasusnya, disertai Redaksional ajakan Mubahalah pertama kali, lalu perubahan2 yang timbul.
    Screen capture juga boleh dikirim ke email nafanakhun@gmail.com

    Yang saya ingat adalah rencana mubahalah, redaksional mubahalah dan hari H mubahalah saat itu sudah fix. Tiba-tiba anda mengubah isi redaksional sepihak. Mohon dikoreksi jika saya salah…

    Kisah akan enak dibaca jika diceritakan secara kronologis disertai link-link yg dianggap perlu.

    Mengenai kelanjutan hubungan anda dg Joserizal, silahkan diselesaikan sediri. saya hanya membuat suatu cerita.

    Tks atas komentarnya

    Komentar oleh lenny oktorina | September 4, 2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: