FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

ANGPAU, JASA PENUKARAN UANG dan RIBA

images Mungkin saya yang kuper (kurang pergaulan) krn baru mengetahui adanya kasus ini; bahwa menjelang Lebaran dan bagi-bagi Angpau, ada yang menawarkan jasa penukaran uang, semisal Rp. 100rb utuh, ditukar dengan Rp. 90.000 recehan/ atau ditukar dengan nilai di bawah Rp.100rb.
Apapun alasannya, ini adalah Riba.


//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Angpau adalah budaya, tapi adanya riba jangan sampai menjadi budaya juga.
Jika dibiarkan, maka beberapa tahun lagi akan menjadi hal biasa dan sulit diberantas.

Saya mencoba searching di Facebook dengan kata kunci; Angpau riba hanya menemukan sedikit status yang mengindikasikan adanya riba dan angpau.

Saya bukan praktisi akademis/ ulama yg berkompeten membahas riba, judi maksiat dll, tetapi MUI sudah memberikan batasan-batasan yang mudah diikuti oleh orang awam sekalipun.
Boleh MUI, Ulama2 Arab Saudi atau ulama dimanapun…
Jadi kalau suatu ketika kita mengemukakan sebuah pedapat, ada dasar yang bisa di rujuk dan bukan karena kemauan diri sendiri.

Fatwa MUI
Fatwa MUI tentang Jual Beli Mata Uang sudah dibuat sejak tahun 2002
Jika praktik Riba, atau lainnya semisal Judi, Zina, prostitusi, minuman keras ternyata makin merajalela tiap tahun, sepertinya kita perlu melakukan introspeksi diri.

Angpau
Istilah Angpau/ Angpao dalam kamus berbahasa Mandarin didefinisikan sebagai

“uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya; sogokan”

Kegiatan memberikan sejumlah uang kepada pihak lain tanpa imbalan. Umumnya dari Individu/ personal, maka bisa dikategorikan sebagai sedekah/ hibah, bukan gratifikasi/ sogokan .
Sedekah umumnya diberikan kepada yang kurang mampu, karena mengharapkan ridha dan pahala dari Allah swt.
Hibah pemberian tanpa mengharapkan imbalan dan tujuan tertentu, semisal Hibah sebidang tanah dari seorang warga Galela, Maluku Utara untuk pendirian Rumah sakit.
Angpau, umumnya diberikan kepada anak-anak yang ditemui.. .

Kutipan Isi fatwa MUI tahun 2012:
DSN Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002 Tentang JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF)
Kunjungi website MUI atau bisa juga Download selengkapnya di Fatwa Mui Jual Beli Mata Uang


Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. …
b. …
c. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang
sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh).

d. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan
nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan dan secara tunai.

Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing (berlainan jenis. red)
a. Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan
valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat
itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling
lambat dalam jangka waktu dua hari.
…..

Fatwa MUI sederhana bukan?

KESIMPULAN
Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa
– Pertukaran Mata Uang Sejenis; harus tunai dan sama nilainya.
– Pertukaran Mata Uang Tidak Sejenis (Valuta Asing), harus tunai dan sesuai Kurs. Toleransi waktu tunai adalah dua hari 2×24 jam.

Contoh Transaksi Valuta Asing Spot adalah Money Changer
Selain jenis SPot, semisal Forward, Swap, Option, apalagi Forex Online, dihukumi Haram karena berpotensi maisir/ judi

Mengapa Forex Online dihukumi Haram? karena aktivitas di Forex Online sebenarnya bukan transaksi jual beli antar mata uang, tetapi memperjudikan kurs mata uang yang selalu berfluktuasi.
Sederhana bukan?

Wallahu a’lam

Mengapa Tulisan pendek ini saya masukkan di blog?
Karena saya prediksi aktivitas ini makin marak tiap tahun menjelang Lebaran dan info ini sebagai pengingat bagi diri sendiri/ orang lain.

Btw, lha yang melakukan riba santai2 saja kenapa saya ribut ya?

ANCAMAN Terhadap Pelaku Riba
Dalam Islam, ancaman terhadap pelaku Riba sering diulang di al Quran. Bila belum punya Al Quran PDF Terjemah Depag, downloadnya ada di sini;

002. Al Baqarah
275 Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelumdatang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghunipenghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

276 Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah177. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

278 Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

279. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

003. Ali ‘Imran
130 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

030. Ar Ruum
39 Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

Semoga Bermanfaat

Genghis Khun

Rujukan:
<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Angpau” target=”_blank”>https://id.wikipedia.org/wiki/Angpau
http://mui.or.id/homepage/berita/berita-singkat/mui-jatim-ikut-sepakati-haramkan-jual-beli-uang-baru.html

pembahasan Riba dalam agama lain bisa dibaca di sini;
http://www.kompasiana.com/abuamarfauzi/riba-dalam-prespektif-islam-kristen-yahudi-yunani-dan-romawi_54f928e4a33311f1068b47b8
http://alkitab.sabda.org/search.php?search=riba&scope=all&exact=off



http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=4050

http://www.ppcindo.com/show.js

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Agustus 7, 2016 - Posted by | Agama, Investigasi, Opini | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: