FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Outdoor Fitness di Coban Kethak/ Grojogan Singo, Kasembon

logoSampeyan kenal karo mas Ag#s bantaran? ” (kamu kenal dengan Ag#s bantaran?) tanya Anto ke saya (Genghis Khun)
Anto adalah rekan seperjalanan kali ini.

Saya jawab; “Enggak kenal, Wong Bantaran sing aku kenal yo cuma Sla#et..” (Tidak kenal, penduduk Bantaran yang saya kenal ya cuma Sla#et)

Lha yo iku Sla#et Ag#s!” (Iya itu Sla#et Ag#s!) Kata Anto menjelaskan

Oalaah…” respon spontan saya

Nggih niku kulo yogane“(iya itu, saya anaknya) perempuan petugas Loket di Coban Kethak memotong, kira-kira berumur 18-an tahun.

Lho sampeyan yogane? wah berarti kulo pun tuwek nggih…“(Lho kamu anaknya? ternyata saya sudah tua ya…) ucap saya terperanjat

Percakapan di pintu masuk Coban Kethak, Kasembon, Kabupaten malang, Jawa Timur pertengahan Juli 2016 lalu..

===

LATAR BELAKANG
Wana Wisata Coban Kethak merupakan Wisata Air Terjun di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang Jawa timur.
Air Terjun ini sebenarnya sudah lama ada, di sebelah utara Gunung Kelud, atas tanah PERHUTANI areal hutan lindung BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Ngantang. dan hanya diketahui oleh penduduk Desa Pait dan sekitarnya.

ckanimate1

Berkat kepedulian dan ide dari Heri Cahyono, Pengusaha sukses dari Jakarta kelahiran asli Dusun Slatri (Desa Pait kecamatan kasembon), Coban Kethak lalu di benahi dan dibuka resmi untuk umum di bulan Juli 2014 oleh Disbudpar Kabupaten Malang (Made Arya Wedanthara, SH) bersama administratur/ KPPH Malang (Ir Arif Herlambang MM), sebagai wisata andalan Kasembon.

Saat ini Coban Kethak dikelola oleh Yayasan Kalasuba yang dipimpin oleh Heri Cahyono sendiri.

Klik dan Drag peta ke kanan/ ke kiri untuk menikmati suasananya
Jika peta Lokasi tidak muncul, klik link ini https://goo.gl/SHpxyw

Area ini dulu menjadi tempat persembunyian kera sehingga dinamakan lembah kera. Zaman saya kecil banyak terlihat kera bergelantungan melintas dalam perjalanan dari Kasembon ke Batu/ malang

coban-kethak-kasembon-malang-702x336

LOKASI
Sesudah memasuki Kota Kasembon dari arah barat, anda akan menjumpai Coban Kethak di sebelah kiri jalan. Berikut ini tampilannya di Google Street View:


Klik dan Drag peta ke kanan/ ke kiri untuk menikmati suasananya
Jika Google Street View tidak muncul klik link ini: goo.gl/L0lJIc

Dari Gerbang dan loket masuk, jalanan menurun curam dengan anak tangga dari bebatuan. Kita akan disambut dengan beberapa saung/ gazebo bambu di kanan kiri jalur menuju Coban.

yang mengagetkan adalah adanya fasilitas Outdoor Fitness; peralatan gym/ fitness/ olah kebugaran yang di desain khusus dan ditempatkan di alam terbuka.

outdoor_fitness

Semisal alat untuk melatih keseimbangan kaki, kekuatan lengan, Sit-up dan lain-lain ada di sini. Tak heran menjadi unggulan di spanduk-spanduk promosinya.

Berjalan lebih ke bawah kita akan menjumpai Playground untuk anak-anak. Ayunan dan semacamnya dapat dijumpai di sini.

playground

Turun ke bawah lagi mencapai bibir tepi sungai dan beberapa ekor kera piaraan. Kemungkinan akan dibuat kandang beberapa hewan di sini

Di tengah sungai terdapat panggung dari bambu sebagai tempat untuk menikmati pemandangan air terjun.

Air terjun Coban tidak terlalu tinggi, kira-kira sekitar 20-25 meter namun mempunyai ciri khas adanya bebatuan mirip kepala singa di bawah siraman air terjun. Oleh karena itu disebut juga Grojokan Singo, entah kebetulan atau tidak, selaras dengan simbol kebanggaan Arema (Arek Malang) yaitu Singo edan.

CIMG2139

AMPHITHEATRE
Ada yang terlupa, di sebelah kiri area Coban terdapat panggung seni (Amphitheatre), sedang dalam pembangunan.
Amphitheatre/ Panggung seni ini diklaim bisa menampung 1000 penonton, berlatar belakang hutan pegunungan dan dilengkapi dengan pencahayaan modern.

panggung theatre
Panggung Seni

tempat duduk
Tempat Duduk penonton

dan ian
Tes Panggung, sambil membayangkan bersanding dengan Ian Antono (gitarisnya God Bless), memainkan lagu Musisi.

Di bawah panggung, si Anto berjumpa temannya, pekerja yang sedang membuat batako. Dunia kadang sangat sempit…
CIMG2173

SISI JERAM
Mau Melihat Coba Kethak dari sisi Atas? yaitu sungai di atas coban dan jeramnya?
Anda bisa keluar gerbang lalu menyusuri tepi jalan raya menuju ke arah timur. Sebelum sampai di Warung, Ikuti jalan setapak ini menuju ke bawah;


Klik dan Drag peta ke kanan/ ke kiri untuk menikmati suasananya
Jika Street View Tidak muncul klik ini: goo.gl/8xhUc5

CIMG2192
Sisi Jeram Coban Kethak

RUTE MENUJU COBAN KETHAK
Dari Malang; ambil jurusan menuju Batu/ Jombang/ Kediri. Naik Angkutan Umum dengan Bus dari Terminal Landungsari Malang.
Rutenya Malang – Batu – Pujon – Ngantang – kasembon
Bersiap sesudah keluar Kecamatan Ngantang.

Dari Kediri; ambil jurusan ke arah Malang. Bersiap sesudah memasuki kecamatan Kasembon
Dari Jombang; ambil Jurusan ke Arah Malang. Bersiap sesudah memasuki kecamatan Kasembon

Dari Surabaya? sebaiknya ambil jurusan ke arah Mojokerto – By Pass Mojokerto – Gemekan – MojoAgung – Ngoro – Kandangan – Kasembon

Jika Peta Rute tidak muncul klik link ini: https://goo.gl/wEA72Q

Dengan bantuan navigasi Google Map, anda bebas menentukan rutenya.

Lokasinya berada di pinggir jalan raya.
Jadi walaupun menggunakan kendaraan umum, anda bisa turun langsung di depan gerbang masuk coban.

PENILAIAN, SARAN DAN KRITIK
– Saluran air kurang tertata dengan apik sehingga menggerus anak tangga dari batu.
– Mushola yang didesain dari rumah bambu, alasnya kurang kokoh dan bisa membuat terperosok
– Beberapa ruas jalur setapak tidak terdapat pegangan, bahaya jalanan licin dan tergelincir saat hujan

Diluar itu, menurut sumber yang dapat dipercaya; ternyata Pengelola Coban Kethak, Kasembon Park dan Restoran De Sapa merupakan orang yang sama. Dengan melihat sepintas ke tiga lokasi tersebut, bisa diduga bahwa si pengelola mempunyai jiwa seni yang pantas untuk di apresiasi…

WISATA LAIN DI KECAMATAN KASEMBON
Jika berkesempatan berkunjung ke kasembon, anda bisa mengunjungi tempat-tempat di bawah ini selain Coban Kethak.

Kasembon Park (Water Park)
Berada di Kompleks SPBU Kasembon
Rute dari Kantor Kecamatan:

Jika Street View tidak muncul klik link ini: https://goo.gl/4bLJ8s

Rafting Kasembon
Di Desa Bayem.
Rute dari Kantor Kecamatan:


Klik dan Drag peta ke kanan/ ke kiri untuk menikmati suasananya
Jika Google Street View tidak muncul klik link ini: https://goo.gl/xoGpoY

Candi Sapto dan Candi Bocok
Candi sapto terletak di Desa Bayem, dan Candi Bocok terletak di dukuh Bocok Desa Pondokagung.
Merupakan dua situs purbakala yang berada di desa bayem kecamatan kasembon
Di Candi Sapto terdapat tujuh arca (tujuh resi) yang duduk membentuk formasi setengah lingkaran menghadap ke Gunung Kelud.


Klik dan Drag peta ke kanan/ ke kiri untuk menikmati suasananya
Jika Street View tidak muncul klik link ini: https://goo.gl/xVZTR2

Menurut Arkeolog Ekspedisi Samala Malang Post, Dwi Cahyono menerangkan, penamaan Candi Sapto berasal dari penemuan tujuh arca yang berada di kawasan tersebut.

Kutipannya;

..jika dilihat dari lokasinya, kawasan Candi Sapto ini cukup luas, sebab selain arca juga ditemukan peninggalan lain. Ada pilar atau stambak batu bata berukuran besar dan umpak batu. Adapun arca yang terdapat di lokasi tersebut adalah arca dari dewa dari mahayana budhisme. Dwi menjelaskan, dalam pantheon budhisme Mahayana terdapat banyak budha, salah satunya adalah dyanibudha dan dyanibodhisatwa. Dua jenis budha tersebut dibedakan berdasarkan pakaian kebesaran.

Dyanibudha tidak memakai pakaian kebesaran, sedangkan dyanibodhisatwa memakai pakaian kebesaran dan segala aksesorisnya seperti upawita, mahkota, kankana, dan lainnya.

Tujuh arca ini merupakan sistem tatagatha, yaitu susunan dewa budhayana, konfigurasinya selalu ganjil. Empat plus satu atau enam plus satu dengan posisi wara mudra dan satu budha di tengah dengan posisi cakra mudra. Candi Sapto mengarah kepada Gunung Kelut sehingga bisa jadi fungsinya adalah penjaga Gunung kelut dan hampir sama dengan Candi Bocok

Yang menarik, jika dilihat dari detil arca yang ada, diperkirakan candi tersebut belum selesai pengerjaannya. Hal ini bisa dilihat dari bagian kepala yang sebagian masih berbentuk bongkahan batu. Selain itu, ada juga arca yang masih belum memiliki ragam hias. Mungkin belum selesai dibangun kemudian terjadi letusan Gunung Kelud yang memang masih aktif.

Sehingga, bagian yang terlihat saat ini adalah puncak candi yang terbuat dari campuran bahan batu bata berukuran besar dengan batuan andesit hasil dari lontaran gunung Kelud. Keberadaan Candi Bocok dan Candi Sapto yang berdekatan ini menunjukkan bahwa Budha dan Hindu merupakan agama penting pada masa pemerintahan Majapahit.

PLTA Mendalan, dan Hiking dari Mendalan ke bendungan Selorejo
PLTA Mendalan terletak di Desa Pondok Agung, didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1927. Kala itu bernama NIWEM (Nederlandsch-Indische Waterkracht-Exploitatie-Maatschappij) dan mulai beroperasi tahun 1932.

Gerbang PLTA Mendalan:


Klik dan Drag peta ke kanan/ ke kiri untuk menikmati suasananya
Jika Street View tidak muncul klik link ini: https://goo.gl/Bdif1D

NIWEM mempunya empat unit pembangkit listrik dengan kapasitas 5,6MW. Saat agresi militer Belanda tahun 1947, terjadi pertempuran hebat antara TNI dan Belanda yang hendak merebut kembali Bangunan ini. Mengakibatkan kerusakan bangunan yang baru bisa diperbaiki pada tahun 1953 setelah mendatangkan beberapa insinyur Belanda.

Ini contoh foto Post-Wedding di salah satu bangunan kuno
mendalan

Foto Post-Wedding berbeda dengan Pre-Wedding;
Foto Pre-Wedding; dilakukan sebelum menikah dan belum halal.
Foto Post-Wedding; sesudah menikah dan sudah halal.

Foto PLTA Mendalan zaman dulu koleksi Universitas Leyden klik di sini:
http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/grid/form/advanced?q_searchfield=mendalan

Hiking
Dari PLTA kita juga bisa hiking menuju Waduk Selorejo kecamatan Ngantang.
Anda bisa memulai hiking ke Selorejo dari sini:

Jika Rute tidak muncul klik link ini: https://goo.gl/VKvVGi

PLTA Mendalan dan Bendungan Selorejo berada di Lereng Gunung Kelud. Merupakan daerah yang terkena imbas langsung letusan gunung.

Sayangnya akses jalan menuju Mendalan saat ini rusak parah, dimulai dari Siman hingga Mendalan rusak parah oleh Truk-truk pasir. Efek dari Letusan gunung Kelud, ada berkah tapi juga ada kerusakan lain akibat perilaku manusianya…

Baca Lebih Lanjut:
Profil Heri Cahyono: heri-cahyono-meraih-sukses-lewat-mimpi

Peta Topografi Kasembon zaman penjajahan Belanda http://media-kitlv.nl/all-media/indeling/detail/form/advanced?q_searchfield=kasembon

Coban Kethak:
http://www.kasembon.com/2014/08/coban-kethak.html
, http://radarmalang.co.id/pariwisata-malang-barat-menggeliat-30744.htm
http://halomalang.com/peta-malang/detail/wana-wisata-coban-kethak

http://surabaya.panduanwisata.id/wisata-alam/coban-kethak-keindahan-yang-terselip-di-lembah-kera/
http://www.jurnalmalang.com/2015/09/coban-kethak-kasembon-wisata-pegunungan.html,

PLTA Mendalan:
http://mendalanplta.blogspot.co.id/2010/11/profil.html
http://ngalam.co/2016/03/10/plta-mendalan-penyuplai-listrik-handal-dari-kasembon/
http://onthell-onthell.blogspot.co.id/2011/03/gowes-to-mendalan-27-maret2011.html
http://halomalang.com/peta-malang/detail/wana-wisata-coban-kethak

Candi di kasembon:
http://www.kasembon.com/2014/06/situs-purbakala-di-kecamatan-kasembon.html, http://pesonamalangraya.com/candi-sapto-teka-teki-sejarah-di-tepi-hutan/, http://ngalam.co/2016/03/18/candi-sapto-legenda-arca-penjaga-gunung-kelud/, https://prasetyodenny.wordpress.com/2012/09/20/kasembon-malang/


Agustus 7, 2016 - Posted by | Petualangan, Resensi | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: