Bhairawa Tantrayana vs Islam Nusantara vs Ngabdullah Ibrahim Tunggul Wulung (Toenggoel Woeloeng)

Tulisan kali ini merupakan Kronologis Agama dan Peradaban Dunia dari abad ke-1 hingga ke-21, dengan sudut pandang terutama dari Jawa.
Kita jadi tahu bahwa Keturunan Nabi Muhammad yang masuk ke Nusantara membawa Islam yang damai.
Kehadirannya di Indonesia seolah ‘balapan‘ dengan ‘pasukan resmi dan keras’ dari Dinasti Islam dari arah utara India (Ghurid dan India).

Keturunan ini juga yang pada akhirnya membebaskan penduduk jawa penganut kapitayan dari cengkeraman kasta dan tumbal para Ksatria dan Brahmana Nusantara.

Kelompoknya dikenal sebagai Wali Songo.

Kita juga jadi tahu bahwa ada kitab-kitab fiktif/ karangan semata yang masih dijadikan panutan sejarah saat ini, semisal Babad Kadhiri atau Dharmagandul

Gunakan fasilitas “Find“, atau Searching atau Ctrl + F untuk mencari tokoh atau kata kunci tertentu…

Selamat Menikmati

70 M – Bait Suci di Jerusalem dihancurkan oleh Titus. Orang Yahudi berhamburan keluar dari Jerusalem

SALAKANAGARA
130-150 M – Kerajaan Salakanagara, cikal bakal suku asli Sunda, kerajaan paling awal Nusantara dengan pengaruh ajaran Hindu dan Budha yang didirikan oleh pedagang India bernama Dewawarman.
Ptolemeus menyebutnya Argyrè (negara Perak/ Salakanagara).

355 M – Berdirinya kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan

ABAD Ke-4
358 – 382 M – Melanjutkan Kerajaan Salakanagara, Jayasinghawarman menikahi putri Dewawarman VII kemudian naik tahta menjadi Raja Tarumanegara di Bekasi Jawa Barat.
Jayasinghawarman adalah seorang Maharesi/ Maharsi (Ilmuwan) dari Calankayana (Shalankaya) India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya ditaklukkan oleh Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya.
362 M – Salakanagara menjadi bawahan Tarumanagara.
Suku Sunda dan suku Jawa dipisahkan oleh Sungai Cipamali (S. Brebes)
363 M – Santanu dari Gangga mendirikan kerajaan Indraprahasta di Cirebon.
395 M – Purnawarman naik tahta menjadi raja Tarumanagara.
397 M – Ibukota Tarumanagara dipindahkan ke Sundapura.
399 M – Indraprahasta menjadi bawahan Tarumanagara.

ABAD KE-5
414 M – Fa Hien/ Fa Xian, petualang Buddha dari China menceritakan sebuah daerah bernama Ye-po-ti (Wayu Seputih Lampung atau Jawadwipa) yang banyak beragama Hindu dan animisme.
417 M – Prasasti Tugu.
434 M – Raja Purnawarman wafat. Wisnuwarman naik tahta menggantikan ayahnya.
437 M – Pemberontakan Cakrawarman.
456 M – Aji Saka, diperkirakan seorang perantau dari negeri Indo-Skithia (kerajaan Saka), tiba di Rembang dan mendirikan peradaban kuno Medang Kamulan. Ini menandai dimulainya peradaban di Bumi Jawa.

Aji Saka dikatakan berperang dengan Dewata Cengkar, raksasa pemakan manusia (Babad Sengkalaning Momana ditulis tahun 1865 M)

ABAD KE-6
528 M – Tarumanagara mengirimkan utusan pertamanya ke negeri Cina (Dinasti Sui).
535 M – Suryawarman menaiki tahta Tarumanagara. Ia meninggalkan Sundapura dan mendirikan ibukota baru di timur. Sundapura lalu berkembang menjadi kerajaan bawahan bernama Sunda Sembawa.
536 M – Manikmaya mendirikan kerajaan Kendan di Nagreg, tanah yang dihadiahkan oleh Maharaja Tarumanagara kepadanya.
570 M – Nabi Muhammad lahir di Mekkah Jazirah Arab.

==== Bagian ini silahkan baca di http://genghiskhun.com/muhammad-syahrbaraz-heraclius-khusraw-ii-petualangan-para-sebaya-integrasi-google-maps ====

ABAD KE-7
603 M – Kerajaan Malayu berdiri di hilir Batang Hari, hasil konfederasi dari para pedagang-pedagang yang berasal dari pedalaman Minangkabau.

610 M – Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertama kali pada usia 40 tahun di gua Hira, Jabal Nur, Mekkah.
612 M – Wretikandayun, putra Manikmaya mendirikan kerajaan Galuh. tunduk di bawah Tarumanagara.

PERDAGANGAN BUDAK DI JAWA?
614 M – Teks Cina menyebutkan adanya utusan dari Jawa memberi hadiah kaisar Tiongkok berupa dua budak Seng Chi (Zanj). Kala itu Tarumanagara dipimpin oleh Raja Kertawarman.

622 M – Nabi Muhammad hijrah ke Madinah
628 M – Linggawarman menaiki tahta Tarumanagara. Ia menikahkan kedua putrinya masing-masing kepada Tarusbawa (penguasa Sunda) dan Dapunta Hyang.

Dapunta Hyang/ Dapunta Selendra yang kelak mendirikan kerajaan Sriwijaya (Buddha).
Keluarga besar ini diduga asli Nusantara (Poerbatjaraka)
Tapi ada yang mengatakan berasal dari Champa (Vietnam Selatan)
Dari Funan Kamboja (George Coedes) atau
Kalingga India Selatan (RC Majumdar)

629 M – pembantaian dan pengusiran Yahudi di Jerusalem oleh Heraclius Romawi.

632 M – Nabi Muhammad wafat di Madinah.
Abu Bakar menjadi Khalifah Islam pertama. Menjabat selama dua tahun.
Setelah Perang Riddah (perang kemurtadan), dan Pertempuran Yamamah khususnya, di mana sejumlah besar penghafal Quran (sekitar 450) tewas, Zayd bin Tsabit ditugaskan untuk mengumpulkan wahyu Quran lisan dan tekstual menjadi satu jilid tunggal.

Bani Ghassan, salah satu klan yang diperangi Abu Bakar karena tidak mau membayar zakat.

634 M – Umar bin Khattab menjadi Khalifah Kedua, menjabat selama 10 tahun.
Pasukan Umar menaklukkan Gaza.
637 M – pasukan Umar menaklukkan Caesaria. kemudian menuju Jerusalem.
638 M – pasukan Umar mengepung Kota Suci Jerusalem dan menaklukkannya.
Masjid kecil dibangun di atas puing-puing Bait Suci.
Orang Yahudi boleh kembali dan beraktifitas lagi di Jerusalem.
Di Kufah (Iraq sekarang), Saad bin Abi Waqqas ditugaskan mendirikan Kamp Militer dan benteng pertahanan dari serangan Persia.
Di Basrah Iraq juga dibangun Kamp Militer. Basrah adalah suatu daerah yang dipercaya sebagai tempat turunnya Adam ke Bumi.

641 M – Pasukan Umar menaklukkan Mesir.

Pembukuan dan Penyeragaman Al Quran
644 M – Utsman menjadi Khalifah Ketiga. Menginisiasi pembukuan dan Penyeragaman Al Quran.
Sembilan tahun sesudah Nabi wafat.

Kerajaan Kalingga muncul di Jepara, diperkirakan didirikan oleh seorang perantau bernama Bhanu dari Kalinga di India timur.
648 M – Kartikeyasinga menjadi raja Kalingga.
650 M – Raja Linggawarman Tarumanagara wafat. Mulai terjadi konflik diantara para menantunya; Tarusbawa dengan Dapunta Hyang.
Dapunta Hyang mulai membentuk pasukan besar diberi nama pasukan Sriwijaya.

651-652 M – Abdallah abi Sarh memimpin Pasukan ke Mesir Selatan, menuju Kerajaan Nubia.
Abdallah abi Sarh, mewakili Khalifah Utsman, mengadakan perjanjian dengan Kerajaan Nubia (Baqt/ bakt/ Pakta) di Mesir Selatan, pokok-pokok isinya adalah tidak saling mengganggu; namun satu pasal yang penting adalah:
Nubia wajib mengirim 360 budak kualitas terbaik per tahun ke Mesir.

656–661 M – Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah Islam ke-4 di Madinah.
657 M – Ali memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kamp Kufah yang mulai berkembang.

661 M – Hasan bin Ali menjadi Khalifah ke-5. Hanya menjabat 3 hari.
Kekhalifahan diganti oleh Muawiyah, mengawali Dinasti Umayyah.
Ibukota dipindah dari Kufah ke Damaskus. Kota yang lebih maju dibandingkan dengan Kufah atau Madinah.

664 M – Seorang biksu Tang bernama Huining mengunjungi kerajaan Kalingga untuk menemui resi Jhanabhadra.

666 M – Utusan To-lo-ma (Tarumanegara) mengunjungi istana Tang.
669 M – Tarumanagara runtuh dan terpecah menjadi dua, Sunda dan Galuh.
(Legenda Ciung Wanara) (Pajajaran), kelanjutan dari Tarumanegara.

Kerajaan Sunda Galuh/ Pajajaran yang dipimpin oleh Tarusbawa beraliansi dengan Kerajaan Kalingga (Ho-ling) di Jawa Tengah.
Kerajaan Galuh tetap dipimpin oleh Wretikandayun.

Utusan kedua To-lo-ma (Tarumanegara) tercatat mengunjungi istana Tang. Diduga dari kerajaan Sunda atau Galuh.

Pasukan Muawiyah di Damaskus bergerak ke Konstantinopel Kristen.

671 M – Prabu Wiragati mendirikan kerajaan Saunggalah di Kuningan sebagai bawahan Galuh.
674 M – Maharani Shima naik tahta di Kalingga Jepara.

672 -674 M – Pemakaman seorang diduga muslim; Syeh Rohmaddin di Baros, Tapanuli.

Beberapa muslim juga mulai singgah di Malaka (Sayed Naguib al-Attas, Sayed Qodratullah Fatimy) di masa terjadi konflik Hassan-Hussein dengan Muawiyah – Yazid di Timur tengah.

675 M – Utusan muslim (Ta Cheh/ Arab/ Muawiyah) ke kerajaan Kalingga Jepara di masa Ratu Shima (Mas’udi)

TRAGEDI KARBALA
680 M – Yazid I menaiki takhta Dinasti Umayyah.
Peristiwa pembunuhan Husain bin Ali di Karbala.

== Bagian ini bisa dibaca di melacak-pembunuh-al-husayn-bin-ali ==

Bani Ghassan & Sebagian Keluarga Nabi (Keluarga Hassan), menyingkir ke Pantai Barat Sumatera
Bani Ghassan, salah satu klan yang diperangi Abu Bakar karena tidak mau membayar zakat, bersama beberapa keluarga Nabi, menyingkir dan berlayar hingga terdampar di Pantai Barat Sumatera, dekat Minangkabau yakni Luhak Nan Tigo (Agam – Tanah Datar dan 50 Kota)

Kisah ini menjadi legenda cerita rakyat Ba Khaba yang menceritakan kedatangan Sidi (Sayyidi) Nan Sabatang bersama keluarganya.
Mereka mendirikan kampung Ghasan

Anak cucu Sidi kemudian dinamai Sidi (laki-laki) atau Siti (Syaidati, perempuan).

682 M – Dapunta Hyang Sriwijaya menaklukkan palembang (Prasasti Kedukan Bukit)
683 M – Ali bin Husain Zayn al-Abidin diangkat menjadi Imam Syiah ke-4

BERDIRINYA PUSAT KERAJAAN SRIWIJAYA
683 M – Kerajaan Malayu Sumatera runtuh, berdiri Kerajaan Sriwijaya/ Srivijaya/ Sri Vijaya dan merupakan pusat pembelajaran dan penyebaran ajaran Buddha Vajrayana.

684 M – Abu al-Aswad al-Du’ali (Addili), pertama kali mendefinisikan tata bahasa Arab dan meletakkan titik pada huruf hijaiyah di Kitab Al Quran.
Sebelumnya tidak ada tanda baca maupunu titik satu, dua atau tiga di Al Quran.

685 M – I-Tsing dari China berkunjung dan tinggal Sriwijaya selama empat untuk menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa.

686 M – Sriwijaya menaklukkan pesisir Tatar Sunda. Kerajaan Sunda Pakuan dipimpin oleh Tarusbawa mundur ke selatan dan memindahkan ibukota kerajaan ke pedalaman Pakuan Pajajaran (Bogor), sementara kota pelabuhan di Banten dan Jakarta diduduki oleh Sriwijaya.
695 M – Ratu Shima membagi kerajaannya menjadi dua: Kalingga Utara (Mataram) dan Kalingga Selatan (Sambara).

692 M – Khalifah Umayyah, Abdul Malik, membangun Dome of the Rock Jerusalem.
694 M – Yahudi menyelenggarakan Sidang Dewan Toledo ke-17
696 M – Bani Umayyah mulai mendatangkan budak dari Afrika (Janz), jalur Samudra Hindia, untuk dipekerjakan di sekitar teluk Persia, terutama delta sungai Eufrat dan Tigris (Basrah).

ABAD KE-8
702 M – Mandiminyak menaiki tahta Galuh.
709 M – Sanna/ Sena (Bratasena) menaiki tahta Galuh sebagai Raja ke-3.
711 -712 M – Di Jepang, beredar Kitab Suci Kojiki/ “An Account of Ancient Matters“/ Furukotofumi.
Ini salah satu kitab tertua dan utama agama Shinto.
Kitab isi berisi asal mula mitos Jepang dan Keluarga Kekaisaran dimulai dari 628 M.

Pasukan Umayyah di barat Thariq bin Ziyyad, memasuki Spanyol dari arah Afrika Utara.
712 M – Muhammad bin Qasim (jenderal Umayyah di timur) merebut Multan Pakistan dari Chach dari Alor setelah pengepungan dua bulan.

715 M – pembangunan Masjidil Aqsha di sebelah selatan Dome of Rock.

AWAL PERPECAHAN SYIAH = 12 dan ZAIDIYAH
Imam Syiah ke-4 diracun (Ali bin Husain Zayn al-Abidin), terjadi perpecahan di kalangan Syiah
– Sebagian mengangkat Zayd bin Al sebagai Imam ke-5
– Sebagian mengangkat Muhammad bin Ali (Imam Al Baqir) diangkat menjadi Imam Syiah ke-5

Muhammad al-Baqir fokus pada pendidikan, baik Syiah dan non-Syiah.

716 M – Perang saudara di Kerajaan Galuh antara Sanna dan Purbasora, saudara se-ibu. Dimenangkan oleh Purbasora.
Sanna disertai saudara perempuannya (Sannaha) melarikan diri ke Kerajaan Sunda Pakuan.
Sannaha mempunyai anak bernama Sanjaya dijadikan menantu oleh Raja Sunda Pakuan (Tarusbawa)

720 M – beredar Kitab kedua di Jepang; The Nihon Shoki atau Nihongi.

MEDANG/ BHUMI MATARAM/ MATARAM KUNO/ MATARAM HINDU
732 M – Ratu Shima wafat.
Sanjaya berpindah ke jawa timur mendirikan kerajaan Mataram.
Dinasti Sanjaya penganut Hindu Syiwa (W. F. Stutterheim).
Ia menunjuk Tamperan/ Panaraban/ Rakai Panamkaran/ Raja Sankhara. anaknya sebagai penguasa Sunda-Galuh, dan Demunawan sebagai penguasa Saunggaluh.(Carita Parahyangan)

Sanjaya menyuruh anaknya berpindah agama ke Buddha karena agama Hindu syiwa ditakuti oleh penduduk Jawa.
(Prasasti Canggal, Candi Gunung Wukir Magelang)
Lokasi Medang/ Mataram sekitar Maospati, Magetan, Jawa Timur sekarang.

Pasukan Islam yang telah menyebrang masuk ke Spanyol, terjepit di Tours (Prancis)

739 M – Galuh memerdekakan diri dari Sunda setelah serangkaian peristiwa besar (kudeta, perang, dan perjanjian). Manarah menjadi penguasa Galuh dengan gelar Prabu Jayaprakosa sementara putra Tamperan, Banga menjadi raja Sunda. Keduanya kemudian menjadi bawahan Sriwijaya (Dapunta Hyang).

740 M – berdiri kerajaan Yahudi Khazar, membentang dari Eropa timur hingga Asia Tengah. Kerajaan ini bertahan hingga 920 M.
742 M – Charlemagne Raja Perancis mulai menganggap keberadaan Yahudi sebagai Aset.

Imam syiah ke-6 = Ja’far Shadiq
743 M – Imam Ja’far Shadiq dijadikan Imam Syiah ke-6
Salah satu murid Ja’far Shadiq adalah Al-Fuḍayl ibn ʻIyāḍ, seorang pencuri dan perampok yang telah bertobat.
Al-Fuḍayl ibn ʻIyāḍ ini kelak mempunyai murid para sufi di daerah India.

DINASTI ABBASIYAH
750 M – Dinasti Umayyah terguling, berdiri dinasti Abbasiyah. Ibukota dipindah dari Damaskus ke Kufah.

Di Jawa, mulai digunakan penulisan Huruf Aksara Jawa menggantikan Aksaran Pallawa.

750 M – Ibrahim ibn Adham/ Ibrahim Balkhi, Raja Buddha di Balkh Afghanistan mengaku mendapat hidayah masuk Islam.
Turun dari tahta lalu berkelana ke barat hingga ke Gaza dan Byzantium.
Menjadi murid Al-Fuḍayl ibn ʻIyāḍ.

752 M – Sriwijaya menaklukkan Kalingga.
759 M – Raja Banga memerdekakan Sunda dari kekuasaan Galuh.

760 M – Karaism didirikan (reaksi Yahudi terhadap Yudaisme Rabinik).
Di Batu-Malang Jawa Timur, Gajayana mendirikan candi Badut yang di dalamnya terdapat lingga.

762 M – ibukota Abbasiyah pindah ke Baghdad, dekat Ctesiphon.
Ibnu Ishaq menyusun Sejarah Nabi Muhammad di bawah pengawasan penguasa Abbasiyah.

765 M – Ja’far Shadiq diracun.
Anaknya, Isma’il bin Jafar, pernah ditunjuk sebagai pengganti namun sudah mati lebih dulu.
Ini benih Syiah Ismailiyah (Proto-Ismailiyah).
Golongan lain menunjuk Musa Kazim sebagai Imam Syiah ke-7 (syiah 12).

767 M – Anan Ben David, menyebarkan sekte Karaite yang hanya percaya pada tulisan-tulisan Alkitabiah dan bukan hukum Lisan.

WANGSA SYAILENDRA
770 M – Dinasti Syailendra didukung kekuasaan Sriwijaya, berkuasa di Mataram setelah berperang dengan Wangsa Sanjaya. Syailendra seperti halnya Sriwijaya, beraliran Buddha Mahayana.
775 M – Ibukota Sriwijaya pindah ke Jawa; aliansi dengan dinasti Syailendra.
Kronik-kronik abad ke-8 dan ke-9 menyebutkan adanya pengiriman budak-budak Seng Chi yang mencapai Cina dari kerajaan Hindu Sri Vijaya di Jawa.

Imam Malik mulai menyusun Al Muwaththa, Kitab Fiqh pertama

778 M – Pembangunan Candi Kalasan dan Candi Sari.
782 M – Daranindra (Sri Wirarairimathana) raja ke-4 Syailendra – Sriwijaya berhasil memperluas kerajaan hingga Kamboja.
Pembangunan Prasasti Kelurak.

786 M – Harun Ar-Rasyid naik sebagai Khalifah kelima Abbasiyah. Mengawali zaman keemasan Islam.
787 M – Sailendra menyerang Champa di Vietnam Selatan dan Chenla di Kamboja. Berhasil menghancurkan dinasti Chenla dan membawa tawanan Jayavarman II, masih anak-anak/ remaja.
Jayavarman II kelak kembali ke Khmer dan mendirikan dinasti Angkor.

789 M – Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi, menyempurnakan Ilmu nahwu (tata bahasa Arab) dan menambahkan harokat (Syakal, Tanda baca di Al Quran).
Gajayana wafat. Kanjuruhan bersatu dengan Mataram.

792 M – Samaratungga menaiki tahta Mataram. Kompleks percandian Candi Sewu selesai dibangun.
798 M – Prabu Jayaprakosa wafat.

ABAD KE-9
800 – 1000 M – Di daratan India, Buddha dan Jain mulai berkonflik dengan Muslim yang datang dari barat.
Jika konflik terjadi antara Hindu, Buddha dan Jain untuk memperebutkan Kuil, maka Kekhalifahan Islam Abbasiyah datang untuk menghancurkan kuil-kuil yang ada.

802 M – Harun Al Rasyid menunjuk Al Amin sebagai Khalifah Abbasiyah menggantikannya
802 – 804 M – Jayawarman II, sepulang dari Jawa di masa Wangsa Sailendra (tawanan?) mendirikan kerajaan Khmer (Angkor) dan membawa budaya jawa ke Kamboja.
804 M – Syafi’i murid Maliki, mulai mengembangkan Mazhab Syafi’i.

807 M – Al Amin Abbasiyah mewajibkamn tanda pengenal pemeluk lain; Yahudi mengenakan lencana kuning, Kristen mengenakan lencana biru .

813 M – Al Ma’mun anak Harun Al Rasyid dari bekas Budak Turki, berkonflik dengan Khalifah Al Amin.
Naik tahta setelah mengepung Baghdad selama setahun berkat bantuan pasukan Budak dari Turki (Mamluk).

814 M – Louis the Pius anak Charlemagne, memperluas kebijakan positif terhadap orang Yahudi, seperti mengubah “hari pasar” dari Sabtu (Shabbat) ke hari Minggu.

817 sd 889 M – masa hidup Abu Dawud, orang Persia salah satu Penyusun Kitab Hadits, pengikut Syafi’i.
Khalifah Al Ma’mun yang merupakan keluarga bekas budak, mulai berkonflik dengan Bani Abbasiyah murni.
Buntutnya, Ali Reza (putra Musa Kazim, cucu Ja’far Shadiq) diangkat oleh Al Ma’mun menjadi Imam syiah ke-8 (Syiah 12) sebagai langkah politik.

Kelak Musa Kazim meninggal diduga diracun oleh Al Ma’mun.

818 M – Muhammad Al Jawad, dijadikan Imam Syiah ke-9 (Syiah 12) di usia muda 8 tahun.

819 M – Rakyan Wuwus naik tahta di Sunda bergelar Prabu Gajah Kulon. Ia menyatukan kembali kerajaan Sunda dan Galuh dalam satu pemerintahan.

821 M – Seorang jenderal Abbasiyah, Tahir ibn Husain, mendirikan Dinasti Tahirid di Persia (Iran)

KONFLIK KELUARGA SYAILENDRA: HINDU vs BUDDHA di JAWA
825 M – di Jawa, mulai konflik antara wangsa Sanjaya (Hindu syiwa) dengan Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra (Sri Maharaja Samarottungga, Buddha).
Oleh Raja Samaratungga, masyarakat Jawa dikonversi paksa ke agama Buddha.
Manuku, calon Raja dari Sanjaya, belajar arsitek ke India dan kembali ke Jawa menjadi resi Gunadharma.
Kemudian Manuku membantu Raja Samaratungga membangun candi Borobudur (Candi Buddha bercorak Hindu).

825 M – Candi Borobudur selesai dibangun.

830 M – Ahmad bin Hambal, murid syafi’i, menyusun Kitab Musnad dan mengembangkan Mazhab Hambali.
832 M – Manuku memperistri Pramuda Wardhani anak Raja Samaratungga Syailendra.

833 M – Ibnu Hisyam di Timur tengah Meresensi Sejarah Nabi Muhammad karya Ibnu Ishaq.
835 M – Ali Al-Hadi menjadi Imam Syiah ke-10 (Syiah 12) diusia muda 8 tahun.
836 M – Ibukota Abbasiyah pindah ke Samarra, Irak

840 M – berdiri kerajaan Islam Syiah di Peureulak Aceh oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah.
Marco Polo menyebutnya Ferlec.

Manuku keturunan Sanjaya (Hindu Syiwa) menjadi Raja bergelar Rakai Pikatan.
Istana Kerajaan Mataram dipindah ke Mamrati.

845 M – di China, Kaisar Wuzong mempersekusi penganut Buddha, Zoroastrianisme, Kristen Nestorian, dan Manichaeisme .

846 M – Shahih Bukhari selesai disusun di masa penguasa Abbasiyah.
847 M – Wangsa Sailendra terusir dari Jawa. Candi Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan.

849 M – Shahih Tirmizi selesai disusun oleh Tirmizi murid Bukhari.

850 M – Balaputradewa, saudara Samaratungga, penguasa Syailendra – Sriwijaya yang juga Buddha, memerangi Rakai Pikatan namun kalah dan melarikan diri ke Sumatra, ini mengakhiri pengaruh Wangsa Syailendra yang Buddha di Jawa.
856 M – Dyah Lokapala (Kayuwangi) menaiki tahta Mataram.

861 – 870 M – Anarki di Samarrah, ibukota Abbasiyah. Yaitu konflik antara Khalifah dengan Jenderal militer dari Turki.
861 M – Ya’qub bin Laith as-Saffar, muslim sunni persia, lepas dari Abbasiyah dan mendirikan dinasti Saffarid beribukota di Zaranj (sekarang masuk wilayah Afghanistan).

Dinasti ini bertahan hingga tahun 1002 M.
Di Multan Pakistan juga muncul Banu Munabbih (juga dikenal sebagai Bani Sama), yang mengaku keturunan dari Nabi Muhammad mendirikan Amirat Bani Munabbih

868 M – Hasan Al Askari menjadi Imam Syiah ke-11 (syiah 12)

869 – 883 M – Pemberontakan Zanj (Budak) di Basrah, dipimpin oleh Ali bin Muhammad yang mengaku sebagai keturunan Ali bin Abi Thalib (tapi tak dapat dibuktikan).
872 M – Muhammad Al Mahdi dijadikan Imam Syiah ke-12, dinyatakan menghilang saat berusia 5 tahun.
873 M – dinasti Tahirid digulingkan oleh dinasti Saffarid.

874 M – masa Dinasti Tang di China, terjadi gelombang migrasi muslim ke berbagai wilayah termasuk Nusantara.
Shahih Muslim selesai disusun oleh Muslim ibn al-Hajjaj.
Era perpecahan dan pengelompokan berbagai sekte Syiah:
Ismailiyah
Qaramitah
Imamiyah (Dua Belas)

880 M – Peristiwa Wuatan Tija.
882 M – Gunung Merapi meletus. Terjadi kekacauan di Jawa.
887 M – Abbas bin Firnas dari Andalusia (Spanyol), menggambar prototype pesawat terbang.
896 M – Ahmad Al Muhajir (cucu Ali Al Uraidhi keturunan Ja’far Shadiq) memulai hijrahnya dari Basrah menuju Madinah, lalu ke Mekkah, kemudian ke Hadramaut Yaman.

899 M – Dyah Balitung menaiki tahta Medang/ Mataram.
Sekte Qaramitah/ Qarmathians Syiah Ismailiyah mendirikan Kerajaan Baru.

900 M – Mataram menjalin hubungan persahabatan dengan kerajaan-kerajaan Hindu di Filipina. Kebudayaan maju muncul di Blambangan.

ABAD KE-10
905 M – Mataram menaklukkan Bali.
906 M – Masa teror Qaramitah; menyergap rombongan haji dan dan membantai 20.000 peziarah.
907 M – Prasasti Mantyasih Kerajaan Medang
909 M – Abdullah al-Mahdi Billah, pecahan Qaramitah Syiah Ismailiyah, mendirikan Dinasti Fatimiyyah di Mesir.
Para budak yang dikirim dari Nubia menjadi tulang punggung pasukan Fatimiyah.

Di Jawa, Danghyang Bajrasatwa mempunyai anak bernama Danghyang Tanuhun (Mpu Lampita).
Danghyang Tanuhun kemudian mempunyai 5 anak (Panca Tirtha). kelima anaknya akan mengabdi di daerah Jawa-Bali. (Babad Danghyang Bang Manik Angkeran SIDDHIMANTRA TATWA)

Pendatang ini menyembah Sanghyang Widhi Wasa sebagai Bhatara Siwa, dengan simbol pemujaan Lingga Yoni.

912 M – berdatangan para pedagang dari Persia ke Nusantara.
913 M – di Peureulak Aceh mulai terjadi perang saudara, antara keluarga penganut Syiah dan Sunni.

914 M – Sri Kesari, pemeluk Buddha dari Dinasti Sailendra, memimpin ekspedisi militer, untuk mendirikan pemerintahan Buddha Mahayana di Bali, mengawali Dinasti Warmadewa.(Prasasti Blanjong, Sanur selatan)
Salah satu keturunannya kelak Raja Udayana Warmadewa.

TAFSIR AL QURAN PERTAMA
915 M – Ibnu Jarir ath-Thabari menyusun Tafsir Al Quran yang pertama kali.
922 M – Eksekusi Hallaj, sufi / sufi Muslim Persia radikal.
924 M – Dyah Wawa naik tahta di Mataram.

SRIWIJAYA MENYERBU MATARAM
927 M – Sriwijaya memulai invasi terhadap Mataram.
929 M – Perang Sriwijaya – Mataram usai. Sisa prajurit Mataram pimpinan Mpu Sindok dibantu oleh rakyat Nganjuk berhasil mengalahkan pasukan Sriwijaya di desa Anjuk Ladang.
Mpu Sindok, keturunan Wangsa Sanjaya yang Hindu Syiwa, memindahkan pusat kekuasaan dari Jawa Tengah ke sekitar Jombang Jawa Timur dan mendirikan Dinasti Isyana (Medang Kamulan).

Sekte Qaramitah menodai sumur zam-zam dengan mayat-mayat dan mencuri Batu Hitam Ka’bah.

930 M – Tarekat Sufi Chishti didirikan oleh Abu Ishaq Shami di Chisht, Afghanistan.
Penguasa Mughal India kelak mengikuti tarekat ini.

Keturunan Nabi ke-10 Ahmad Al Muhajir tiba di Yaman
931 M – Ahmad Al Muhajir (cucu Ali Al Uraidhi keturunan Ja’far Shadiq) yang hijrah dari Basrah, tiba di Hadramaut Yaman.

932 M – Restorasi Kerajaan Sunda. Prasasti Kebon Kopi II.
937 M – Prasasti Anjuk Ladang. Mpu Sindok mendirikan tugu di Nganjuk sebagai ungkapan kemenangan melawan pasukan Sriwijaya.

941 M – wafat tokoh sufi Abū Isḥāq al-Shāmī. seorang muridnya menuju Christy Afghanistan.

942 M – Kantor Exilarch, Ulama Yahudi Perwakilan Babylonia, ditutup setelah ada perselisihan dengan kaum Muslim. David ben-Zaccai saat itu sebagai Ketuanya.

944 M – Ziri ibn Manad (Ziri), pemimpin suku Berber Sanhaja, mendirikan dinasti Zirid di Maghreb dengan izin Khalifah Fathimiyah ke-3; Al-Mansur Billah.

PELARIAN KAPITAYAN
947 M – Mpu Sindok diduga mengarang dan menyebarkan Kitab Sang Hyang Kamahayanikan yang menguraikan soal-soal ajaran dan ibadah agama Budha Tantra.
Sayangnya Ajaran ini disalahartikan oleh pengikutnya menjadi ajaran Bhairawa Tantrayana.

Penganut Kapitayan yang kemudian menjadi Kasta Terendah dan menjadi tumbal ajaran Bhairawa melarikan diri ke gunung Klothok dan gunung Wilis.

Ciri Khas Ajaran Kapitayan;
1. Selamatan. Hidangan ritual. Makanan persembahan bagi arwah
2. Sajian untuk peringatan kematian hari ke- 3, 7, 40, 100 dan 1000 setelah kematian. Ini terkait dengan kepercayaan bahwa jiwa hancur atau bereinkarnasi setelah tanggal itu.

3. Jamasan/ “pemberian makan” untuk pusaka semisal keris.

Ilmu Bhairawa Tantrayana (Kanibal Jawa)
Ajaran Bhairawa, diduga sikretisme Buddha Mahayana dengan Hindu Syiwa yang berasal dari Kerajaan Benggala Timur, India, perlahan masuk ke Sumatra dan Jawa.

Gara-gara banyak kegagalan moksa, maka penduduk jawa mulai mempelajari ilmu Ngrogoh Sukmo ajaran Kali (Kali ajaran Durgo, Durgo ajaran Hindu Siwa).
Tantrayana sendiri memusatkan pemujaan terhadap Devi/ Dewi sebagai Ibu Bhairawa (Ibu Durga atau Kali). Sebagai sakti (istri) Dewa Siwa, kedudukan Dewi Durga ini lebih ditonjolkan daripada dewa itu sendiri.

Peran Dewi Durga dalam menyelamatkan dunia dari ambang kehancuran ini disebut Kalimasada (Kali-Maha-Husada), artinya “Dewi Durga adalah obat yang paling mujarab” dalam zaman kekacauan moral, pikiran, dan perilaku pada manusia.

Yaitu agar bisa Moksa harus menjalani Panca Makara (PANCA-MA) atau Puja Malima (LIMA-MA), yaitu lima ajaran inti yang digunakan sebagai dasar dan acuan dalam mencapai Moksa, namun disalah artikan yaitu;
1. Mada/ Madya(kebingungan/tengah), artinya lebih kepada jalan tengah, tidak terlalu banyak atau kurang, tidak terlalu keras atau lemah, yang kemudian ditafsirkan menjadi minuman beralkohol dan mabuk-mabukan.

2. Mamsa (mam= aku, sa= pertiwi/tanah), artinya lebih kepada memadamkan nafsu dan keinginan, mematikan semua indra, yang kemudian ditafsirkan menjadi mematikan hewan, memakan daging dan meminum darah.

3. Matsya (nyaman, luwes, mengalir), artinya lebih kepada keluwesan pergerakan, merasakan empati dan simpati, tidak kaku (dalam yoga, disebut pranayama, yang bertujuan agar pikiran menjadi tenang dan mudah bermeditasi), yang kemudian ditafsirkan menjadi memakan ikan (kembung yang beracun).

4. Mudra(bayu, tekad, jiwa), adalah penjiwaan yang mendalaM – penuh tekad, pelaksanaan tindakan dan pembuktian, yang kemudian ditafsirkan menjadi menari hingga klimaks.

5. Maithuna (persatuan, menghancurkan), yakni menyatukan pikiran kepada kosmis, menghancurkan pikiran, tenggelam kepada kehampaan, mencapai kebebasan pikiran, yang kemudian diartikan sebagai persetubuhan massal.

Praktek malima adalah menyembelih perawan sebagai persembahan kepada dewa, kemudian meminum darahnya bersama, tertawa-tawa, dan menari-nari dengan diiringi oleh bunyi-bunyian dari tulang-tulang manusia yang dipukul-pukul hingga menimbulkan suara gaduh.
Ritual dilanjutkan dengan makan dan minum bersama.

Setelah itu dalam acara yang dilakukan di lapangan yang disebut ksetra, para peserta ritual melakukan persetubuhan massal, yang kemudian diikuti dengan semedi.
Ritual ini dipercaya sebagai jalan pintas untuk dapat bersatu dengan dewa saat mereka masih hidup.

Di Jawa, dengan cara mengadakan ritual sex bebas di depan suguhan Arak, Tumpeng dan Ingkung tumbal Manusia.
Sukma yang bisa berkelana untuk tujuan mencuri dinamakan Ngepet.
Untuk tujuan asmara dinamakan Pelet.
Untuk tujuan melukai orang lain dinamakan Santet.

Siapa yang dijadikan korban/ tumbal? tentu saja kasta-kasta rendah yang beragama Kapitayan/ animisme dan dinamisme (pemujaan atas pohon, batu dan ruh).

Agama Hindu/ Buddha hanya diakses oleh kelompok Brahmana dan Ksatria.

Kelak Ribuan Ulama Islam dibunuh saat berdatangan ke tanah jawa.

955 M – Al Mas’udi, petualang musliM – berkunjung ke Kerajaan Sriwijaya.

960 M – Gunung Merapi meletus. Saat ini di Bali ada dua kerajaan;
– Aji Tabenendra warmadewa (Dinasti Warmadewa)
– Indra Jayasingha warmadewa (Candrabhayasingha warmadewa).

965 M – Imam Ahmad bin ‘Isa Al-Muhajir hijrah ke Hadramaut melepaskan diri dari cengkeraman Abbasiyah.

969 M – Pembangunan kota Kairo, kemudian;
972 M – Universitas Azhar didirikan oleh dinasti Fatimiyah di Mesir.
973 M – Berdiri Kekaisaran Chalukya Bara di India Selatan.
976 M – Qaramitah dihancurkan oleh Abbasiyah. Sisa-sisanya melarikan diri ke Timur; merebut Multan dari banu Sama dan mendirikan Amirate of Multan (Pakistan) yang tetap menyatakan setia pada Fathimiyah Mesir.

Qaramitah di Multan memicu konflik dengan menghancurkan Kuil Matahari Aditya milik kepercayaan Mithra yang selama ini dijaga oleh Banu Sama, Hindu dan pemeluk lain.
Di atas reruntuhan Kuil dibangun Masjid Ismailiyah (Syiah).
Kelak Mahmud Ghazni menghancurkan masjid ini dan diubah menjadi masjid Sunni pada tahun 1005 M.

977 M – Sabuktigin (budak Mamluk Turki), mendirikan dinasti Ghaznaiyah di sekitar Iran timur, Afghanistan, dan Pakistan. Firishta menyebutkan bahwa Sabuktigin ini sebenarnya keturunan Raja-raja Sasan Persia.

985 M – Dharmawangsa Teguh menaiki tahta Medang.
986 M – Ketut Wijaya, seorang pangeran Mataram mendirikan kerajaan Wengker.
Di Aceh, Karena sering terjadi perang Saudara di Aceh. Maka kerajaan Perlak di bagi dua;
– Perlak Pesisir (Syiah) dipimpin oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah.
– Perlak Pedalaman (Sunni) dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan.

988 M – Raja Dharmawangsa Medang menyerang kota Palembang di Sriwijaya.
990 M – Sayyid Razi (Al-Sharif al-Radi) menyusun Nahjul Balagha yang diklaim sebagai tulisan Ali bin Abi Thalib/
Raja Dharmawangsa menyerang lagi kerajaan Sriwijaya

Perkembangan Bhairawa Tantrayana ke Bali
980 M – Pernikahan antara putri Mahendradatta (cicit Mpu Sindok) dari Isyanas (Medang Kamulan), Jawa Timur dan raja Dharma Udayana Warmadewa dari dinasti Warmadewa Bali di Kediri.

Mengawali Bhairawa Tantra di Bali dan perkembangan Ilmu Ghaib.
Mereka berdua mempunyai Tiga Anak;
1. Airlangga.
2. Marakatapangkaja
3. Anak Wungsu, penerus Warmadewa Bali.

992 M – Pasukan Sriwijaya merebut kembali kota Palembang.
996 M – Epos Mahabharata diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa Kuno untuk pertama kalinya.
997 M – Prasasti Hujung Langit; Medang menduduki Lampung.
Mahmud Ghazni anak Sabuktigin menjadi Raja kedua Ghaznawiyah Persia.

999 M – Danghyang Tanuhun dikatakan keturunan Bhatara Hyang Pasupati yang berparahyangan di gunung Mahameru India.
Danghyang Tanuhun mengabdi di daerah Jawa-Bali (Medang Kamulan, Kediri), mempunyai 5 anak (Panca Tirtha);
(Babad Danghyang Bang Manik Angkeran SIDDHIMANTRA TATWA)
1. Mpu Gnijaya, menuju Gunung Lempuyang Madya, Bali Timur I049. cikal bakal Sang Sapta Resi (tujuh pendeta) yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek.

2. Mpu Semeru (Peranda Sakti Bawu Rawuh) penganut Siwa, menuju Besakih 999 M. Putra angkatnya Mpu Kamareka (Mpu Dryakah) kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem (Brahmana Siwa).
– Mpu Ghana, menuju Dasar Gelgel, Klungkung 1000 M.

3. Ida Empu Kuturan (Mpu Rajakretha) (Buddha), menuju Silayukti, Teluk Padang atau Padangbai, Karangasem 1001 M – melayani Raja Dharma Udayana dan mulai membangun Pura.
Alasan lain kepergian ke Bali adalah karena konflik dengan istri yang menguasai sihir.
Istrinya berjuluk “Walu Natheng Girah” atau “Rangda Natheng Girah” (jandanya Raja Girah) alias Ni Calon Arang.

KISAH CALON ARANG
Di masa ini ada janda Ni Calon Arang yang mempunyai putri cantik namun tak ada yang datang melamar, karena dicurigai mereka berdua penganut ilmu hitam sesat.
Karena marah, ni Calon Arang melakukan ritual untuk menemui Dewi Durga agar mengirimkan penyakit ke masyarakat sekitar.
Uniknya, kisah ini lebih populer di Bali daripada Kediri, daerah asalnya.

Ida Empu Kuturan juga terkenal dengan pemersatu ajaran Bhairawa dan ajaran Tri Murti.
“Ciwa Budha” sebagai persenyawaan Ciwa dan Budha dengan kewajiban mendirikan tiga pura untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa (Pura “Kahyangan Tiga”)

Peninggala Mpu Kuturan sendiri Meru, hasil modifikasi Pagoda umat Buddha.

4. Ida Mpu Bharadah (Mpu Pradah), 1000 M berdiam di Lemah Tulis Pajarakan dan menjadi pendeta kerajaan Airlangga di Kediri, Daha, Jawa Timur.

Kelak Mpu Bharadah mempunyai anak bernama Mpu Bahula.
Empu Bahula kelak mempunyai keturunan bernama Mpu Tantular si penyusun Kitab Kakawin Sutasoma yang di dalamnya tercantum “Bhineka Tunggal Ika”.

Empu Bahula yang berhasil membunuh Ni Calon Arang (Rangda) di Girah (Gurah, Kediri). (Lontar Calon Arang)

ABAD KE-11
1000 M – Rabi Gershon dari Mainz, Jerman, menerbitkan larangan bigami. Ini menandai awal dari Ashkenazi (Franco-Jerman) kreativitas halachic.

1001 M – 28 Nopember, pertempuran Peshawar; pasukan Mahmud mengalahkan pasukan Raja Jayapala dari Kabul Shah. Jayapala bunuh diri dan digantikan oleh putranya Anandapala

1002 M – Di Persia, Mahmud dari Ghazni menyerbu Sistan dan mengakhiri dinasti Saffarid.
1003 M – Raja Sriwijaya Sri Cudamani Warmadewa untuk mencari perlindungan ke kaisar Cina (Song).

1005 M – Mahmud Ghazni menaklukkan Amirate Multan, mengkonversi Syiah ke Sunni.
Abu Mansur al-Baghdadi melaporkan bahwa ribuan Ismailiyah dibunuh atau dimutilasi selama invasi Mahmud.
Sisa-sisa Ismailiyah mulai mengembangkan agama Druze.

1006 M – Di Sumatra, Perlak berkonflik dengan Sriwijaya. Kemudian Perlak melakukan Aliansi dengan Kerajaan Malaka (malaysia). Perlak kemudian berubah melebur menjadi Kerajaan Samudera Pasai yang beribukota sekitar Lhokseumawe.

Di yang sama, pesta pernikahan Airlangga (putra Dharmawangsa) yang diadakan di ibukota Medang (Maospati), diserbu aliansi Sriwijaya – China – Haji (raja) Wurawari dari Lwaram yang memberontak, mengakhiri dinasti Isyanas (Medang Kamulan).
Airlangga melarikan diri dan bertapa di Sendang Made, Kudu, Jombang, Jawa Timur.

1008 M – di Mesir, Khalifah Fathimiyah Al-Hakim mengaku ilahi, menekan semua non-Muslim untuk pindah agama dan memaksa semua orang Yahudi untuk mengenakan “anak lembu emas” di leher mereka.

Ghanznavid mendatangkan ‘6000 kuda Arab’ untuk melawan Raja Anandapala. Kemudian membangun angkatan perang tentara Gajah untuk menyerbu India.

1009 M – Airlangga mendirikan kerajaan Kahuripan di lereng Gunung Penanggungan (Sidoarjo – Surabaya) sebagai kelanjutan dari dinasti Isyana leluhurnya.

1011 M – Manifesto Baghdad, di mana Abbasiyah mengumpulkan pihak Sunni dan Syiah Dua Belas untuk memberikan kesaksian bahwa Al Hakim dinasti Fatimiyah Mesir bukan keturunan Sah dari Ali.
Di Afghanistan Tengah, Abu Ali bin Muhammad mendirikan dinasti Ghurid atau Ghorid. Mengubah keyakinan pemeluknya dari Buddha menjadi Islam.
Membangun pesantren-pesantren Islam.

1013 M – Zawi bin Ziri, mendirikan dinasti Zirid di Granada Spanyol setelah berhasil memberontak terhadap Khalifah AlManzor Cordoba.

1014 M – Mahmud dari Ghazni memimpin ekspedisi ke Thanesar.
1015 M – Mahmud menyerang Kashmir tetapi gagal.

Sekitar 1016 M – Mulai berkembang aliran Druze pecahan dari Syiah Ismailliyah di masa Khalifah Al-HakiM – Fatimiyah Mesir.
Kitab Sucinya Al Hikmah.
Druze menggabungkan unsur-unsur Isma’ilisme, Gnostisisme, Neoplatonisme, Pythagoreanisme.

terjadi perseteruan antara penganut Druze perihal sifat Ilahi Khalifah Al Hakim (sebagai inkarnasi Tuhan), akibatnya Muhammad bin Ismail Nashtakin ad-Darazi dieksekusi oleh kawannya Hamza bin ‘Ali bin Ahmad.

1016 M – Terjadi Gempa bumi di Jerusalem.
Peristiwa Mahapralaya. Serangan Raja Wurawari dari negeri Lwaram (Ngloram) yang menewaskan Raja Dharmawangsa dan sebagian besar bangsawan Medang. Kerajaan Medang otomatis musnah.

1017 M – Rajendra Chola I, raja dari dinasti Chola di Koromandel, India selatan, mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijaya.
1018 M Mahmud Ghazni menyerang Mathura dan mengalahkan Chandrapala.

1019 M – Airlangga mendirikan istana Watan Mas di Pasuruan.

1021 M – Mahmud menyerang Lahore Pakistan.
Mahmud mendukung raja Kannauj untuk mengalahkan Chandela Ganda.
Pada tahun yang sama Shahi Trilochanapala terbunuh di Rahib dan putranya Bhimapala menggantikannya.

1023 -1025 M – Rajendra Chola I, India selatan, mengirim ekspedisi kedua untuk menggempur Sriwijaya.
Sriwijaya kalah, kendali atas pulau Jawa juga melemah.
Airlangga segera memindahkan ibukota ke Kahuripan (Sidoarjo), memperluas wilayahnya dan membangun Kota Pelabuhan Ujung Galuh (Surabaya).
Adik-adik Airlangga menjadi Raja di Bali.

1025 M – Mahmud menyerbu Gujarat , menjarah kuil Somnath dan menghancurkan jyotirlinga – nya . Dia mengambil rampasan 2 juta dinar tanpa penghancuran kuil.

1027 M – Orang Yahudi Samuel Hanagid, penyair menjadi wazir di Granada Spanyol. Lambang kekuatan politik dan kreativitas sastra orang-orang Yahudi di Spanyol pada saat itu.
1028 M – Rajendra Chola menunjuk Sri Dewa sebagai raja baru Sriwijaya dibawah Dinasti Chola.
1030 M – Airlangga menaklukkan Hasin, Wuratan, dan Lewa. Sri Jayabupati menaiki tahta Sunda. Ia memerdekakan kerajaannya dari jajahan Sriwijaya.
1031 M – Airlangga menaklukkan Wengker. Lewa memberontak, namun berhasil ditumpas.
1032 M – Ratu Tulodong penguasa Lodoyong menyerang Airlangga dan menghancurkan istana Watan Mas. Airlangga berhasil lolos dan membangun ibukota baru di Kahuripan. Ia kemudian menundukkan Lwaram, membalaskan dendam Dharmawangsa.
Abul Kamal Tumin, pemberontak Zenata Menaklukkan kota Maroko Fes pada 1032, menewaskan 6.000 orang Yahudi.

1035 M – Mpu Kanwa menggubah naskah Arjunawiwaha. Pemberontakan raja Wengker.
1036 M – Airlangga membangun Asrama Sri Wijaya.
1037 M – Pemberontakan Wengker berhasil ditumpas. Airlangga berhasil menaklukkan seluruh Bumi Jawa.

1040 M – Pertempuran Dandanaqan, Ghaznaiyah Persia takluk pada Seljuk dari Asia Tengah.
Perang saudara internal dinasti.
Multan Pakistan dikuasai lagi oleh Ismailiyah Syiah.

CIKAL BAKAL LEAK BALI
Di Bali mulai beredar Serat Cabraberag, Sampian Emas, Tangting Mas, Jung Biru yang menjadi rujukan Ilmu Leak hingga saat ini

sisa-sisa pengaruh Tantrayana yang masih terlihat sampai sekarang ialah sengguhu di Bali mempergunakan atribut kalachakra $ sangku putih, genderang tangan dan genta %atribut menari dari Siwa Bhairawa& tergantung di atas sebuah chakra dengan sebuah pegangan atau tangkai garuda

1042, Raja Airlangga di Jawa Timur membagi dua Kerajaannya untuk dua putranya;
– Kerajaan Kahuripan di Kota Jenggala (Surabaya) dengan Raja Mapanji Garasakan (Janggala)
– Kerajaan Kadhiri di kota Dhaha dengan Raja Sri Samarawijaya (Panjalu).

Nama “Kediri” = “Kadiri” = Khadri (Sansekerta) = pohon pacé atau mengkudu (Morinda citrifolia).

1044 M – Perang saudara antara Janggala dan Panjalu.
1049 M – Airlangga wafat dalam pertapaannya. Anak Wungsu adik Airlanggga yang menjadi Raja Bali, memerintah dengan adil bijaksana.
1050-1051, berdiri kekaisaran Turki Seljuk yang kemudian mengontrol wilayah Jerusalem.
Namun kemudian jerusalem direbut oleh Fathimiyah Mesir.

1052 M – Panjalu menjadi bawahan Janggala.
1055 M – Baghdad dikuasai oleh tentara Turki Seljuk. Pemerintahan Abbasiyah-Seljuk dimulai sampai sekitar tahun 1258 ketika tentara Mongol menghancurkan Baghdad.

1058 M – Ghaznawiyah mencoba bangkit oleh Sultan Ibrahim cucu Mahmud Ghazni. Berperang dengan Paramara dari Malwa dan Gahadvala dari Kannauj di sebelah timur.

1066 M – Sriwijaya merdeka dari Chola.

1067 M – Tahdhib al-Ahkam dan Al-Istibsar selesai disusun oleh Abu Ja’far Muhammad Ibn Hasan Tusi (Syaikh Tusi).

1071 M – Pertempuran Manzikert; Sultan Alp Arselan Seljuk berhasil mengalahkan gabungan tentara salib yang dipimpin oleh Kaisar Romawi Timur Romanos IV Diogenes.
Ibukota Seljuk dipindah ke Konya, Turki.

1082 M – pemakaman Fatimah binti Maimun, seorang perempuan muslim di Leran, Gresik Jawa timur.

1054, perpecahan Gereja Timur dan Barat.
1070 M – RASHI, (Rabi Solomon ben Isaac; Orang bijak Yahudi) mulai mendirikan yeshiva
1088 M – Paus Urbanus II mengeluarkan fatwa PERANG SALIB.

Perang Salib (1099–1260)
Khotbah tentang Perang Salib Pertama mengilhami pecahnya kekerasan anti-Yahudi. Di beberapa bagian Prancis dan Jerman, orang-orang Yahudi dianggap sebagai musuh sama seperti Muslim: mereka bertanggung jawab atas penyaliban , dan mereka lebih terlihat langsung daripada Muslim yang jauh.

R. Solomon ben Samson mencatat;

“.. tentara salib (pertama) dalam perjalanan ke Tanah Suci memutuskan bahwa sebelum memerangi orang-orang Ismael mereka akan membantai orang-orang Yahudi yang berada di tengah-tengah mereka untuk membalas penyaliban Kristus.”

Maka terjadilah pembantaian atas Yahudi di sepanjang jalan yang dilewati..

1088 M – Sriwijaya menjadi bawahan kerajaan Melayu Dharmasraya (Mauli).

1096 M – Terjadi Pembantaian Yahudi di Rhineland yang dilakukan oleh massa Kristen Jerman dari Perang Salib Rakyat.

PERANG SALIB 1
Pada 1099 M – Tentara Salib mencapai Jerusalem yang didalamnya terdapat Yahudi, Kristen dan Islam.
Jerusalem berhasil direbut oleh tentara Salib, orang-orang Yahudi di kumpulkan di sinagoga lalu dibakar.
Semua penduduk Jerusalem non Kristen dibantai tak bersisa.

ABAD KE-12
1100 M – Janggala menaklukkan Madura.
1104 M – Panjalu merdeka dari Janggala.
1112 M – Sheikh Abdullah Arif menjadi Raja Peureulak
1113 M – Suryavarman II Raja Khmer kamboja membangun Candi Besar Angkor Wat.
1116 M – Lodoyong menjadi bawahan Panjalu.
1119 M – pembentukan Unit Tempur Ksatria Templar atas arahan Paus Clement V.
Tujuan Utamanya melindungi Peziarah Kristen ke dan dari Jerusalem.

1125 M – Dinasti Jurchen Jin membangun ulang tembok China di sebelah utara untuk membendung Mongol.

ABDUL QADIR GILANI (SYEH ABDUL KADIR JAILANI)
1127 M – ABDUL QADIR GILANI (SYEH ABDUL KADIR JAILANI) mulai berdakwah dan menyusun Kitab Sirr al-Asrar wa Mazhar al-Anwar (Kitab Rahasia Rahasia dan Manifestasi Cahaya)

1135 M – Maharaja Jayabhaya (Joyoboyo) naik tahta menjadi Raja Kadiri di Jawa Timur.
Prasasti Hantang/ Ngantang dibuat sebagai anugerah untuk penduduk desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang melawan Jenggala.
Sedangkan di Bali, Sri Jayasakti naik tahta dengan Kitab undang-undang Utara-widhi-balawan dan Rajawacana.

1144M – Perang Salib ke-2.

1150 M – Templar dan jaringannya mulai berinovasi membuat surat kredit dan sistem Perbank-an bagi peziarah yang bepergian ke Jerusalem.
jadi Peziarah tak perlu khawatir membawa banyak hartanya selama di perjalanan.

Kondisi inilah yang membuat para anggota Templar dan jaringannya semakin kaya.

1151 M – Sebagian wilayah Ghaznawiyah di bawah Sultan Bahram Shah dicaplok raja Ghurid Ala al-Din Husayn setelah membakar kota selama 7 hari 7 malam.

1157 M – Kakawin Bharatayudha ditulis, sebagai kiasan kemenangan Kediri atas Janggala.
1158 M – Raja Joyoboyo Kerajaan Dhoho Kediri mengundang ulama dari Persia, Al Wasil Syamsudin (Maolana Ngali Samsujen/ Mbah Wasil) untuk membahas Kitab Musyarar yang berisi perbintangan dan ramalan. (Prasasti Museum Trowulan, Mojokerto)

Apakah Kitab ini adalah karya Aldul Qadir jailani? tidak ada info lebih lanjut…
Sebagai balas budi membantu terjemahan, mbah Wasil diberi tempat domisili di Setono Gedong, Kediri.

1159 M – Prabu Jayabaya wafat. Terjadi perebutan tahta antara kedua putranya. Janggala mengambil kesempatan ini untuk memerdekakan diri.

1160 M – muncul pemberontakan Yahudi Kurdi pimpinan David Alroy yang mengaku sebagai Messiah dan menyerukan gerakan kembali ke Yerusalem.
Pemberontakan ini bisa ditumpas.

1168 M – Mulai berkembang aliran Sufi Suhrawardi di Baghdad Iraq. Diajarkan oleh Abu al-Najib Suhrawardi lalu dilanjutkan oleh keponakannya, Shahabuddin Abu Hafs Umar Suhrawardi, jalur keturunan Abu Bakar.

Suhrawardi diangkat sebagai Ulama Abbasiyah dan menulis buku Awarif ul-Maarif.

1171 M – Saladin, pembesar Fathimiyah Mesir, memberontak dan mengakhiri dinasti Fathimiyah, lantas mendirikan dinasti Ayyubiyah.
1175 M – Darmasiksa naik tahta di Sunda. Putranya, Jayadarma menikah dengan putri Singhasari bernama Dyah Lembu Tal. Kelak keduanya memiliki putra bernama Wijaya, seorang tokoh besar dalam beberapa dekade ke depan.

Tahun yang sama, Muhammad Ghori dinasti Ghurid menaklukkan Multan Pakistan yang dikuasai Ismailiyah.

1178 M – Chou Ku-fei menerbitkan Ling wai tai yang menceritakan urutan negara makmur masa itu;
– Cina
– Arab (Bani Abbasiyah)
– Jawa (Panjalu)
– Sumatra (Sriwijaya).

HIJRAHNYA KETURUNAN NABI ke-18; AZMATKHAN
1179 M – Al Imam Amir Abdul Malik (Al Muhajir) bin Alwi Ammul Faqih yang tinggal di Hadramaut, mulai hijrah ke India.
Al Imam Abdul Malik adalah seorang Keturunan nabi Muhammad dari jalur Ja’far Shadiq dan Ahmad Al Muhajir Hadramaut Yaman. Abdul Malik kelak bergelar Azmatkhan setelah menikah dengan Putri Bangsawan Nashrabad India.

Di India utara saat itu terdapat Kesultanan Ghurid dengan Rajanya Sultan Muhammad bin Sam Al Ghurri (Dinasti Ghurid).

Abdul Malik Azmat Khan tinggal di Ahmedabad India, tapi Habib Luthfi bin yahya Pekalongan menyebutkan tinggal di Haiderabad.
Ada juga yang mengatakan di Naserabad.
yang jelas makamnya ada di Naserabad India.

1183 M – Wangsa Mauli yang menggantikan hegemoni Syailendra di Sumatra, mendirikan kerajaan Dharmasraya.
1185 M – Janggala dan Kediri kembali bersatu, melalui jalur pernikahan.

1186 M – Sultan Mu’izz ad-Din Muhammad dari Ghor menaklukkan ibukota Ghaznavid terakhir di Lahore Pakistan.

1187 M – Saladin/ Sholahuddin Al Ayyubi merebut Jerusalem dari kendali Kristen dan Templar.
1190 M – Kertajaya naik tahta di Kediri.
1193 M – Pasukan Janggala menyerbu Kediri dan berhasil menduduki kota dan istana Daha. Kertajaya terpaksa mengungsi dari istananya.
1194 M – Kertajaya memimpin pasukan Kediri menggempur dan menaklukkan Janggala.
Pasukan Muslim (dinasti Ghurid) menaklukkan India.

1199 M – Bābā Farīd atau Shaikh Farīd (20 tahun) di Multan Pakistan menjadi murid sufi Qutbuddin Bakhtiar Kaki (26 tahun).
Farid Baba diklaim sempat tinggal lama di Jerusalem sebelum akhirnya pindah ke Delhi.

ABAD KE-13; Konflik Turun temurun Dhaha (Sanjaya) vs Singosari (Wangsa Rajasa)
1205 M – Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, menjadi penguasa Tumapel dan memerdekakan diri dari kekuasaan Kediri.
Cicit Kertajaya berhasil melarikan diri ke Madiun dan mendirikan kerajaan Glangglang di Ngurawan yang nantinya melahirkan Jayakatwang.

Kelak Cicit Tunggul Ametung bernama Jayakatwang di tahun 1292 M menaklukkan Singosari keturunan Ken Arok.
1206 M – Temujin menjadi Penguasa Tunggal Mongol bergelar Genghis Khan. Mengawali berdirinya dinasti JENGHISID.

1206 M – Ghori Sultan Ghurid dibunuh.
Salah satu budak Ghori dari Turki mamluk, Qutb al-Din Aibak, mengambil alih kekuasaan, menjadi Sultan Delhi pertama, menguasai wilayah India utara.
Budak kepercayaan yang lain;
Nasir-ud-Din Qabacha menjadi penguasa Multan pada tahun 1210.
Tajuddin Yildoz menjadi penguasa Ghazni .
Ikhtiyar Uddin Muhammad bin Bakhtiyar Khilji menjadi penguasa di beberapa bagian Bengal.

Masa dimulainya penghancuran Patung dan kuil Hindu di India. Reruntuhannya kemudian dipakai untuk membangun masjid.
Misalnya kompleks Qutb di Delhi dibangun dari batu-batu dari 27 kuil Hindu dan Jain yang dihancurkan dengan beberapa catatan. Demikian pula, masjid Muslim di Khanapur, Maharashtra dibangun dari bagian-bagian yang dijarah dan dihancurkan sisa-sisa kuil Hindu

Seorang sufi alumni Tarekat Baghdad, Moinuddin Chishti mengadakan perjalanan dari Sistan Iran ke Delhi India.

Genghis Khan merangsek dari arah utara menghancurkan dinasti China Jin.

1215 M – Wilayah Dinasti Ghurid bagian barat runtuh dicaplok oleh Khwarezmia.

1219 – 1221 Penaklukan Genghis Khan Mongol atas Khwarezmia (Persia/ Iran).

1221 M – Pertempuran Ganter. Prabu Kertajaya tewas di tangan Ken Arok.
1222 M – Tumapel/ Singosari didukung Brahmana memberontak terhadap Jenggala Panjalu.
Setelah Janggala-Panjalu runtuh, berdiri kerajaan Singosari.
Kediri menjadi bawahan Tumapel. Ken Arok menjadi penguasa tertinggi di Bumi Jawa.

Pendirinya ada beberapa versi;
– Ken Arok/ Sri Rajasa Sang Amurwabhumi/ Batara Siwa. (Pararaton, Prasasti Mula Malurung)
– Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra (Negarakretagama)

1227 M – Ken Arok tewas diracun oleh Anusapati, yang kemudian menggantikannya sebagai raja Tumapel.

1229 M – Perang Salib ke-6
Kaisar Romawi Frederick II merebut Jerusalem dari tangan muslim.

1230 M – Qutbuddin Bakhtiar Kaki (62th) dari Kirgystan bertemu Moinuddin Chishti (93th) saat perjalanan dari Sistan menuju Delhi. Mereka akhirnya bersama-sama menuju Delhi di masa pemerintahan Iltutmish awal kesultanan Delhi.

1236 M – Tentara Salib merebut Cordoba, Spanyol.

1244 M – Dinasti Ayyubiyah dibantu tentara bayaran Khwarezmi merebut kembali Yerusalem dari Kristen.

Markas Ksatria Templar segera berpindah-pindah hingga ke Eropa dengan misi yang mulai tak jelas, namun kekayaannya sangat banyak.

Anak Kertajaya dijadikan Raja baru Kediri.

1248 M – Wisnuwardhana menjadi raja Tumapel.
1250 M – Kediri disatukan kembali dengan Tumapel.
1252 M – Erupsi gunung Merapi.
1254 M – Tumapel berganti nama menjadi Singhasari.
1255 M – Prasasti Mula Malurung.
1257 M – Erupsi dahsyat gunung Samalas di pulau Lombok.
Baab Mashur Malamo mendirikan Kerajaan Ternate di Maluku.

1258 M – Perubahan iklim akibat erupsi gunung Samalas. Sebagian besar Bumi mengalami musim dingin berkepanjangan. Gerhana Bulan total terjadi pada bulan Mei.

Nizamudin Aulia (20 tahun) dari India mengunjungi guru sufi Fariduddin Ganjshakar/ Bābā Farīd/ Shaikh Farīd (79 tahun) di Delhi untuk menjadi muridnya.

Ibn Battuta mengatakan bahwa Fariduddin Ganjshakar adalah panduan spiritual dari Kesultanan Delhi.
Kelak puisi Baba Farid menjadi lagu-lagu agama Sikh.

1250 M – lembaga Inkuisisi dalam Gereja Katolik dibentuk. Tujuannya untuk memerangi ajaran sesat/ bidat.
Hukuman yang populer adalah dibakar di tiang pancang.
(Kelak pada 1908 namanya diubah menjadi “Kongregasi Suci Suci dari Kantor Suci” dan diubah lagi menjadi Kongregasi untuk Ajaran Iman pada 1965.

KEHANCURAN BAGHDAD
1258 M – tentara Mongol Hulagu Khan dengan kekuatan sekitar 200.000 orang tiba di Baghdad untuk menghancurkan dinasti Abbasiyah.

1260 M, Kublai Khan mendirikan dinasti Yuan.
1263 M – Iklim Bumi kembali normal.
1267 M – Sultan Malik as-Saleh (Meurah Silu) mendirikan Kerajaan Samudera Pasai, melanjutkan kerajaan Perlak/ Peureulak.
1268 – 1269 M – Kertanegara naik tahta menjadi Raja Singosari yang kekuasaannya hingga ke Bali dan Sumatra.
Agamanya Bhairawa Tantrayana.

Di Bali, Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang (Catur Warga);
– Ida Bang Banyak Wide, penganut Buddha, kelak menjadi anak angkat Mpu Sedah (siwa) dan patihnya R. Wijaya di Jawa.
– Ida Bang Tulusdewa, tetap di Besakih Bali
– Ida Bang Wayabiya, tetap di Besakih Bali.
– Si Agra Manik.

Di Jawa, Ida bang Banyak Wide turun kasta, dari Brahmana menjadi Ksatria, karena menikah dengan I Gusti Ayu Pinatih di Daha Kediri. Banyak Wide mengganti namanya menjadi Arya Wiraraja (kasta Satria).
Keduanya mempunyai anak bernama Ida Bang Bagus Pinatih/ Ranggalawe.

1271 M, Jayakatwang, cicit Kertajaya bekas raja Singosari, naik tahta menjadi Raja Kediri. Menyimpan dendam untuk merebut lagi kekuasaan di Singosari.

1272 M – Banyak Wide/ Arya Wiraraja dipindah dari Daha ke Madura. Anaknya mengabdi pada R. Wijaya menantu Raja Singasari.

EKSPEDISI SINGOSARI UNTUK PERKEMBANGAN BHAIRAWA TANTRAYANA
1275–1286, Ekspedisi Pamalayu oleh Kerajaan Singhasari terhadap Kerajaan Melayu di Dharmasraya di Pulau Sumatra.

Raja Darmasraya, Mauliwarmadewa menerima kedatangan delegasi Singosari untuk tinggal selama hampir 20 tahun.
Saat kembali ke Jawa, ekspedisi memboyong 2 putri Raja Mauliwarmadewa:
Dara Jingga (Kakak) dan Dara Petak (adik).

1280 M Kertanegara dari Singosari membunuh orang jahat yang bernama Mahisa Rangkah.
1282 M – Mongol menyerbu Champa – Istana Champa melarikan diri ke hutan.

1284 M Kertanegara menugaskan Wijaya (menantu Kertanegara dan seorang pangeran Sunda) untuk menyerang Bali dan rajanya ditawan.

Kertanegara membangun Pura Kebo Edan bercirikan ajaran Bhairawa untuk pemeluk Hindu di Gianyar, Bali

Kertanegara mulai berselisih dengan Arya Wiraraja yang menolak program penyatuan Nusantara dan penyebaran Bhairawa Tantra.
jabatan Arya Wiraraja diturunkan jabatannya dari demung menjadi adipati di Madura.
Arya Wiraraja memancing Jayakatwang Kediri agar segera menyerbu Singasari.

1285 M – Persatuan Kerajaan Champa (Jaya Simhavarman III (Chế Mân/ Pangeran Harijit)) dan Annam (Đại Việt) untuk mengusir Invasi Mongol Kublai Khan.

Harijit mempunyai 3 istri:
– Putri Bhaskaradevi
– Ratu Tapasi. (saudara kandung Kertanegara Singosari)
– Huyen Tran (putri Annam)

KETURUNAN NABI ke-20: MEMPERSATUKAN Annam dan Champa
Persatuan Champa- Annam diduga juga hasil andil Ahmad Syah Jalal/ Amir Al-Mu’azhzham Syah Maulana Ahmad (keturunan nabi ke-20), beliau putra Abdullah Azmatkhan.
Abdullah Azmatkhan dan anaknya merupakan pejabat diplomasi dari India, kelak menjadi ulama disekitar China, Champa (Kamboja) dan Annam (Vietnam) bersaing dengan budaya yang dibawa oleh Marco Polo.
Sedangkan anak cucu Abdullah kelak berkelana ke selatan; Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Jawa dan Maluku sebagai anggota Walisongo.

1286 M – Penaklukkan Melayu selesai. Kertanegara menghadiahkan arca Amoghapasa kepada penguasa Dharmasraya.
1289 M – Dinasti Yuan mengirim utusan yang meminta agar Singhasari tunduk pada kekuasaan Mongol. Kertanegara dengan tegas menolak dan memotong telinga sang utusan.

PERLAK ke SAMUDRA PASAI
1292 M – Marcopolo menulis;
di Perlak, ada tiga kelompok masyarakat, yaitu
(1) China, yang seluruhnya beragama Islam;
(2) Barat (Persia), yang seluruhnya beragama Islam; dan
(3) pribumi, yang menyembah pohon, batu, dan roh, bahkan di pedalaman masih memakan manusia!

Tahun ini Perlak bergabung dengan Kerajaan Samudera Pasai

Kertanegara penganut Bhairawa Kalacakra melukai utusan Kaisar Mongol.
Kaisar Khu Bhi Lai Khan sendiri menganut Bhairawa Heruka, lalu Khubilai Khan mengirim pasukan untuk menyerang pulau Jawa (Singhasari).

Kertanegara Raja Singosari diserbu Jayakatwang Kediri saat ritual Bhairawa Tantra di Istana. menandai runtuhnya Singhasari dan kembali bangkitnya Kediri. Wijaya bersedia tunduk lalu mendirikan desa Majapahit sebagai bawahan Kediri. Di tahun yang sama, pasukan Mongol mendarat di pesisir utara Jawa timur dan menduduki kota-kota pelabuhan dari Tuban hingga Ujung Galuh (Surabaya).

1293 Tentara Mongol membantu R. Wijaya, menantu Kertanegara, untuk menggulingkan Jayakatwang, namun tak lama tentara Mongol diusir oleh Raden Wijaya.
Lalu berdirilah kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto Jawa Timur oleh pasukan Raden Wijaya dibantu pasukan kecil muslim dari China.(Said Aqil Siradj)
Pulangnya pasukan Ekspedisi Pamalayu, salah satu putri Melayu yaitu Dara Petak dijadikan istri oleh Raden Wijaya.

Raja Inggris Edward I memberontak terhadap Perancis setelah berselisih.
Raja Philip dari Perancis berhutang ke jaringan Templar untuk membiayai perangnya.

1294 M – Raden Wijaya membuat Prasasti Kudadu.
1295 M – Ranggalawe, salah satu pendiri Majapahit yang menjabat sebagai adipati Tuban tewas dalam suatu konspirasi oleh Halayudha, seorang licik yang berambisi menjadi mahapatih Majapahit. Ia tewas di tangan Kebo Anabrang (mantan panglima ekspedisi Pamalayu), yang langsung dibunuh saat itu juga oleh Lembu Sora, paman Ranggalawe.
Arya Wiraraja (ayah Ranggalawe) mendirikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru berjuluk Prabu Menak Koncar I, menguasai Madura, Lamajang, Patukangan atau Panarukan dan Blambangan.

FYI, Gelar Menak dalam babad Betaljemur adalah gelar untuk raja raja Islam.
Apakah saat itu Arya Wiraraja dari Kasta Satria sudah masuk Islam? belum ada informasi..

1296 M – Ahmad Syah Jalaluddin (putra ke-6 Abdullah Azmatkhan) naik tahta menjadi Raja ke-3 Kesultanan Naserabad India Lama.
Tahun yang sama, Juna Muhammad Khalji/ Ala ud-Din Khalji naik tahta menjadi sultan Delhi-dinasti Khalji.

1297 M – Akhir Perang Salib.
1298 M – Alaudin Khalji penguasa Delhi yang tiran, membantai mualaf 15.000 dan 30.000 orang di dekat Delhi dalam satu hari, karena kekhawatiran akan adanya pemberontakan.

1299 M – Usman 1, panglima terpercaya Seljuk, mendirikan Dinasti Ottoman di Turki karena Sultan Seljuk terakhir (Alauddin) tak berketurunan

ABAD KE-14
1300 – 1373, masa hidup Ibnu Katsir.
1300 M – Lembu Sora tewas di tangan mahapatih Nambi setelah keduanya diadu domba oleh Halayudha.

1303 M – Shah Jalaluddin al-Mujarrad al-Naqshbandi atau Hazrat Shah Jalal, tokoh sufi murid Syed Ahmed Kabir Suhrawardi dari Mekah, tiba di Sylhet Bangladesh.

Sylhet saat itu dalam kondisi perang antara Sultan Lakhnauti; Shamsuddin Firoz Shah (Islam sunni) melawan Gour Govinda Dev (Hindu).
Shah Jalal membantu Firoz Shah melawan Raja Hindu.

1307 M – Philip IV dari Prancis mempersekusi dan membunuh anggota jaringan Templar untuk menutupi Hutang-hutangnya terhadap Ordo ini.
Raja Champa meninggal. Kisruh lagi antara Champa dengan Annam.

1309 M – Jayanegara (Kala Gemet), putra sulung Raden Wijaya dengan Dara Petak naik tahta menjadi Raja kedua Majapahit.
Nambi mengundurkan diri dari jabatan mahapatih Majapahit dan menjadi raja di Lumajang.

Ida Kresna Wang Bang Kapakisan, anak Ida Danghyang Soma Kapakisan, mengabdi di Majapahit.
Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang;
1) Menjadi raja di Blangbangan,
2) Raja Pasuruan,
3) Ratu Sum­bawa,
4) Dalem Ketut Kresna Kapakisan, menjadi Raja Bali dan keturunannya bergelar Dalem.

Keturunan Nabi ke-21 : Jumadil Kubro
1310 M – Lahirnya Muhammad Jamaluddin Akbar alias Jumadil Kubro, Putra Ahmad Syah Jalaluddin (Keturunan Nabi Muhammad ke-21)
1312 M – Kelompok Templar secara resmi dibubarkan oleh Paus Clemens V atas desakan Philip IV.
Kisah ini menimbulkan tanda tanya berabad-abad…
1313 M – Gajah Mada menjadi kepala pasukan khusus Bhayangkara.

1316 M – Nambi, salah satu pendiri Majapahit tewas akibat difitnah oleh Halayudha dan Jayanagara. Lumajang dianeksasi oleh Majapahit. Halayudha diangkat sebagai mahapatih baru.
1319 M – Pemberontakan Dharmaputra Winehsuka pimpinan Ra Kuti. Trowulan berhasil diduduki, namun dapat direbut kembali oleh pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada yang kemudian menumpas para Dharmaputra. Jabatannya dinaikkan menjadi patih. Halayudha dihukum mati setelah segala fitnah yang ia perbuat di masa lalu terbongkar.
Di Eropa, Pelarian Templar bergabung dengan ordo Kristus di Portugal.

KETURUNAN NABI ke-20 : HIJRAH LAGI
1320 M – Muhammad bin Tughlags, Turko-India (Budak Turki Muslim, Hindu India) berhasil merebut India dari dinasti Khalji, mengawali kesultanan Delhi dinasti Tughlag..
Bin Tughlagq seorang penguasa Kejam, menyebabkan keluarga Ahmad Syah Jalaludin mengungsi ke timur/ Champa.
1321 M – Odorico da Pordenone dari Venesia mengunjungi Majapahit.

1325 M – Adityawarman (anak Dara Jingga) yang lahir di Majapahit memimpin duta Perdamaian ke Khanbaliq, Tiongkok. Untuk membina lagi hubungan yang memburuk saat pendirian Majapahit.
Ibnu Batutah, suku Berber, memulai petualangannya.

1328 M – Jayanagara dibunuh oleh Ra Tanca, anggota Dharmaputra terakhir yang masih hidup. Tanca kemudian langsung dibunuh oleh Gajah Mada saat itu juga. Tahta Majapahit diserahkan kepada Bre Kahuripan/ Tribhuwanatunggadewi sebagai RAja ke-3 Majapahit.
1329 M – Pemberontakan Keta.
1331 M – Pemberontakan Sadeng.
1332 M – Adityawarman kembali pergi ke Khanbaliq sebagai duta besar Majapahit.
1334 M – Hayam Wuruk lahir.
1336 M – Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih di Majapahit. Pengucapan Sumpah Palapa

Pengelana Syiah memasuki Bengkulu dibawah pimpinan Imam Maulana Irsyad.
diantaranya terdapat : Imam Sobari, Imam Bahar, Imam Suandari dan Imam Syahbuddin.

Setiba di Bengkulu mereka langsung melaksanakan rangkaian Upacara Ritual Tabot mengenang gugurnya Husein bin Ali bin Abi Thalib yang diselenggarakan selama 10 hari, yakni dari akhir bulan Dzulhijjah 756 H sampai dengan tanggal 10 Muharram 757 H.

Ritual ini masuk Pariaman sekitar 1831 M dengan sebutan Tabuik.

1337 M – Wang Dayuan, seorang pengelana Yuan-Mongol mengunjungi Majapahit dan melaporkan tentang adanya sisa-sisa pasukan Mongol yang menetap dan membentuk komunitas Muslim Hui di lembah Gelam, Sidoarjo.
1339 M – Majapahit menaklukkan negeri-negeri di Sumatra dan Malaya yang belum tunduk. Adityawarman diangkat sebagai gubernur Sumatra.

1343 M – Majapahit di bawah Adityawarman dan Gajah Mada menaklukkan Raja Sri Gajah Waktera (Sri Astasura Ratna Bumi Banten) dari kerajaan Bedahulu Bali (Bedulu, Wangsa Warmadewa) Raja Bali ini adalah seorang Bhairawa penganut ajaran Durga Bhairawi.

Saat di Bali inilah Adityawarman mempelajari ilmu Bhairawa juga.
Perwakilan Majapahit di Bali didirikan di Samprangan dan kemudian Gelgel .

1345 M – Ibnu Batutah mengunjungi Shah Jalal di Sylhet.

Lalu Ibnu Batutah tiba di pelabuhan Quanzhou pesisir timur Cina, saat itu di bawah kekuasaan bangsa Mongol.
Ibnu Batutah mencatat bahwa sudah ada perkampungan muslim, memiliki masjid, pasar, dan rumah sakit mereka sendiri.

1349 M – Mpu Tantular (Danghyang Angsokanata) menuju ke Bali dan mengabdi pada Sri Haji Wungsu Raja Bali.
Ida Mpu Tantular mempunyai empat anak Iaki-Iaki;
1) Mpu Danghyang Panawasikan, kelak putrinya menikah dengan Danghyang Nirartha.
2) Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra.
3) Mpu Danghyang Smaranatha.
4) Mpu Danghyang Soma Kapakisan, mengabdi di Majapahit. kelak menjadi gurunya Gajah Mada.

Danghyang Smaranatha kelak di akhir kajayaan Majapahit mempunyai dua putra;
– Danghyang Angsoka, berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Anaknya Astapaka kelak menuju Bali menurunkan keluarga Brahmana Budha
– Danghyang Nirartha (Danghyang Dwijendra)

1347 M – di Sumatra, Adityawarman melanjutkan kekuasaan kakeknya, raja Mauliwarmadhewa (lihat 1275 M), mendirikan kerajaan baru bernama Malayapura beraliran Buddha Vajrayana yang masih melakukan ritual Bhairawa Tantra.
Adityawarman memindahkan ibukota dari Dharmasraya ke Swarna Bhumi kemudian ke Pagarruyung.

1349 M – Jumadil Kubro (39th) dan adiknya Syeikh Thanauddeen (Datuk Adi Putera), tiba di Kelantan untuk berdakwah.
Jumadil Kubro ini merupakan anak pertama dari istri pertama pangeran muslim Champa Che Bonga.(?)
Anak Shah Jalal yang hijrah ke Champa (?)

1350 M – Hayam Wuruk naik tahta menjadi raja Majapahit ke-4.
1351 M – Majapahit menaklukkan Kerajaan Lasem.
1353 M – Ibnu Batutah mengunjungi kerajaan Afrika kuno Mali menceritakan bahwa penduduk setempat bersaing satu sama lain dalam jumlah budak dan pelayan yang mereka miliki, dan dia sendiri diberi seorang budak laki-laki sebagai “hadiah keramahtamahan.”

1357 M – Perang Bubat. Raja Sunda tewas dalam suatu kesalahpahaman oleh Gajah Mada.
Hayam Wuruk yang kecewa kemudian mencabut jabatan sang mahapatih dan mengasingkannya ke Madakaripura. Majapahit menaklukkan Sumbawa.

1360 M – Che Bonga/ Po Binasuor/ Zainal Abidin naik tahta menjadi Raja Champa Muslim.
pemerintahannya kuat.
Tempat Ahmad Syah jalal mengabdi (?)

1365 M – Mpu Prapañca (Dang Acarya Nadendra, pendeta Buddha Majapahit) menulis Kitab Kakawin Negarakretagama di bawah kekuasaan Hayam Wuruk.
1368-1369 M – dikuburnya beberapa orang yang sudah Islam diwilayah Trowulan dan Tralaya (ibukota kerajaan Majapahit).

1371-1377 M – Adityawarman duta Pagarruyung, mengirimkan utusan ke Tiongkok sebanyak 6 kali.
1371 M – Prabu Niskala Wastukancana naik tahta di Sunda.
1376 M – Wijayarajasa mendirikan keraton Majapahit Timur (Blambangan), namun masih sebagai bawahan Majapahit pusat. Adityawarman wafat.
1377 M – Pemberontakan kerajaan-kerajaan di Sumatra: Pagaruyung, Palembang, dan Dharmasraya. Berhasil ditumpas oleh Majapahit, namun berakibat lepasnya Pagaruyung.
1380 M – Wafatnya Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan di Bali. Digantikan oleh Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan.

Syekh Jumadil Kubro/ Syaikh Jamaluddin Husein Al-Akbar/ Sayyid Jamaluddin al-Husaini al-Kabir dikisahkan melakukan perjalanan dakwah ke Wajo, Makassar.

Jumadil Kubro mengislamkan Raja Lamdusalat (La Maddusila Toappasawe’ Datu Tanete)

1382 M – Wastukancana membagi Tatar Sunda kepada kedua putranya.
Sunda pun kembali terpecah menjadi Sunda dan Galuh.

1386 M – Pelarian Bangsawan dari Majapahit bernama Parameswara (Anak Sang Sapurba?) menuju Singapura dan mendirikan kerajaan Singapura.

1389 M – Hayam Wuruk wafat. Wikramawardhana menikahi putri Hayam Wuruk, naik tahta menjadi Raja Majapahit ke-5.
1390 M – Che Bonga Raja Champa Muslim dibunuh dan dikudeta oleh salah satu jenderalnya; Ko Cheng/ La Khai.
La Khai yang bergelar Jaya Simhavarman VI ini mempunyai anak;
1. Dewi Candrawulan, kelak menikah dengan Malik Ibrahim asmorokondi (anak Jumadil Kubro), memeperanakkan Sunan Ampel dan Ali murtadho.
2. Dewi Dwarawati/ Anarawati (menikah dengan Bhre kertawijaya Majapahit. memperanakkan Ratu Pembayun handayaningrat, nenek Jaka Tingkir Pajang.

1398 M – Singapura/ Tumasik dilibas Majapahit.
Parameswara, bersama Laksamana Cheng Ho menghadap kaisar Cina untuk meminta perlindungan.

1399 M – Syekh Jumadil Kubro datang ke Jawa setelah kunjungannya ke Campa (Vietnam)
Raja Campa yang dikudeta adalah ayah (angkat) Jumadil Kubro karena hijrahnya Syah Jalal dari India (?).
Tetapi La Khai pemenang kudeta merupakan besan Jumadil Qubro (??).

Jumadil Qubro mempunya anak Malik Ibrahim Asmaraqandi dan Maulana Ishaq.

Dalam rangka ke Jawa ini Jumadil Qubro mengajak dua anaknya.

ABAD KE-15
1400 M – mulai berkembang agama Samaritan, pecahan dari Yahudi.

1401 M – lahir Sunan Ampel di Campa, anak Maulana Malik Ibrahim.
1402 M – Sekembalinya dari China, Parameswara memeluk agama IslaM – mendirikan kerajaan Malaka dan bergelar Sulthan Iskandar Syah.

PERANG PAREGREG MAJAPAHIT BARAT vs TIMUR
1404 M – Perang Paregreg, yaitu perang antara Majapahit istana barat Trowulan (Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk), melawan istana timur Blambangan (Bhre Wirabhumi, putra kesayangan Hayam Wuruk dari selir).

Tokoh Minak Djinggo dalam cerita Damar Wulan merupakan olok-olok terhadap Wirabhumi.

1405 M – Armada Cheng Ho yang memimpin sekitar 208 kapal mengunjungi Pasai.
Dalam kunjungan tersebut Cheng Ho juga menyampaikan hadiah dari Kaisar Tiongkok, Lonceng Cakra Donya.

Perjalanan Cheng-Ho juga menuju Jawa, ke Ibukota Majapahit Timur, Kedaton Wetan, ibukota yang diakui oleh Dinasti China .
Saat singgah di Tuban, Gresik, Surabaya, menemukan ada sekitar 1000 keluarga China islam.

1406 M – Akhir perang Paregreg. Majapahit Timur diserbu.
Wirabhumi terbunuh oleh Raden Gajah. Naasnya, beberapa pasukan Cheng-Ho juga terbunuh. Ini membuat Kaisar China Tak terima.
Wirabhumi dimakamkan di Candi Grisapura di Desa Lung.
Wikramawardhana si pemenang perang, namun diwajibkan membayar denda pada kaisar China sebesar 60.000 tahil.
Sampai 1408 baru bisa diangsur 10.000 tahil saja. Akhirnya, kaisar membebaskan hutang tersebut karena kasihan.

1409 M – Majapahit Barat menganggap Adityawarman di Pagarruyung telah membangkang, oleh karena itu segera dikirim ribuan pasukan Majapahit ke Sumatra.
terjadi pertempuran dahsyat didaerah yang kini bernama “Padang Sibusuk” dan “Kiliran Jao

1410 M – Syekh Hasanuddin dari Campa yang ikut menumpang kapal Cheng-Ho, turun di Karawang untuk membangun Pesantren di Jawa Barat.
Syeh Hasanudin ini merupakan keturunan Husein Bin Ali r.a., dari jalur Dyah Kirana, kelak dikenal dengan nama Syeh Quro.

Kemudian berdiri pesantren pertama di Karawang Jawa Barat oleh Syekh Quro.
Karawang saat itu termasuk wilayah kerajaan Sunda Galuh atau Pajajaran.

=

PENGIRIMAN WALISONGO dari TURKI OTTOMAN.
Joan of Arc mengaku mendapat wahyu.
1413, Mehmed 1 (Muhammad 1/ Muhammad al Jalabiy/ Celeby Mehmed), putera Sultan Murod, naik tahta menjadi Sultan Ottoman Turki ke-5
.
Berinisiatif mengirim delegasi 9 Ulama ke Jawa atas Laporan Syekh Jumadil Kubro tentang suatu daerah yang penuh Ilmu Hitam dan Jin Jahat.
1. Maulana Malik IbrahiM (Champa-Anak Jumadil Kubro).
2. Maulana Ishaq (nak kedua Jumadil Kubro) .
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro.
4. Maulana Muhammad al Maghriby, dari Marokko.
5. Maulana malik Israo’il, dari Turki.
6. Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia.
7. Maulana Hasanuddin, dari Palestina.
8. Maulana Aliyuddin, dari Palestina.,
9. Syekh Subakir/ Sayyid Syamsuddin Albaqir Alfarsi, dari Iran (Persia)

Malik Ibrahim menuju kota Gresik.

Kelompok Jumadil Kubro mulai membangun markas di Turgo lereng merapi.

Syeikh Subakir, pendekar pulau Persik, memasang tumbal di puncak gunung tidar Magelang.

Perjanjian Antara Subakir dan Semar dan Togog
Setelah menyelesaikan urusan dengan penduduk jawa termasuk makhluk-makhluk halus yang jahat, Syeh Subakir melakukan perjanjian dengan Dua Tokoh yang Tak memusuhi Subakir namun juga tak mendukung; mereka adalah Semar dan Togog (Said Aqil Siradj)

Walisongo Angkatan pertama ini mengenalkan Islam tanpa sekalipun membawa budaya Arab.
Mereka mulai mengenalkan Sarung, shalat jumat 41x berturut-turut sama mulianya dengan naik haji.

Mengejar pengikut Bhairawa Tantra hingga ke Banyuwangi.
Pasca Perang Paregreg, jawa Timur porak poranda.
Saat itu Para kanibal Bhairawa berlindung ke penguasa alas Purwo banyuwangi yang bernama Menak Sembuyu(putra Wirabhumi) dan Bajul Sengoro yang juga pemakan manusia.
Putri Menak Sembuyu, yaitu Dewi Sekar Dalu (Sekardadu) kelak dinikahi oleh Maulana Ishaq dan 1442 M lahir bayi laki-laki diberi nama Raden Paku terkenal sebagai Sunan Giri.

=

FYI, Gelar Menak dalam babad Betaljemur adalah gelar untuk raja raja Islam.
Apakah saat itu Arya Wiraraja dari Kasta Satria sudah masuk Islam? belum ada informasi..

=

Beberapa pelarian Bhairawa ke Bali mengajar Tantrayana Ilmu Leak.

1415 M – Kaisar Dinasti Ming mengakui kedaulatan Majapahit atas Palembang.

1419 M – Wafat ulama Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) di Gresik Jawa Timur.
Anaknya; Sunan Ampel masuk anggota Wali Songo.

1420 M, Syekh Nurjati, teman Syeh Hasanudin, yang juga menumpang kapal Cheng-Ho, turun di Cirebon untuk membangun Pesantren.
Syeh Nurjati kelak disebut sebagai Syekh Mursahadatillah.

1426 M – bencana kelaparan melanda Jawa dan Majapahit

1430 M – Raden Pamanah Rasa, putra mahkota Padjajaran yang kelak menjadi Prabu Siliwangi, ditugaskan menghancurkan Pesantren Syekh Quro, namun terkesima oleh suara merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Subang Larang, putrinya Ki Gedhe Tapa (Kepala Pelabuhan Cirebon) yang sedang mengaji.

Akhirnya Prabu Siliwangi masuk Islam dan menikahi Subang Larang, mempunyai tiga anak;
– Walangsungsang (Cakrabuana kelak pendiri Kesultanan Cirebon)
– Rara Santang, ibu Sunan Gunung Jati hasil pernikahan dengan Abdullah Maulana Huda (Sayyid dari Campa), lihat tahun 1448 M.
– Kian Santang, kelak berjasa dalam mengislamkan penduduk Jawa barat.

=

Salah satu anak Syekh Quro bernama Syekh Bentong (Tan Go Hwat alias Kyai Batong), kelak punya anak bernama Siu Ban Ci yang dijadikan selir oleh Raja Majapahit (Kertabumi/ Brawijaya V, Purwaka Caruban Nagari). Hasil pernikahan ini kelak menghasilkan anak bernama Jin Bun (R. Patah).

Ada juga yang mengatakan Siu Ban Ci, yang saat ini berumur 17 tahun, merupakan putri Campa yang dikirim ke Majapahit zaman Ratu Suhita untuk menikah dengan Pangeran Kertawaijaya.

1432 M – lahir Mpu Santi Badra di Kerajaan Lasem. Kelak dihomrati dikalangan umat Buddha dengan karyanya Kidung Badra Santi
1433 M – kunjungan Cheng-Ho ke Nusantara yang ketujuh.

1437 M – Rani Suhita (Kencanawungu) naik tahta menjadi raja Majapahit ke-6 (putri Wikramawardhana) didampingi suaminya Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja (Damar Wulan?).
Mulai banyak pemberontakan dan persekusi.

1440 H, Rombongan dari Campa tiba di Gresik.
Mereka adalah Raden Santri/ Raden Ali Murtadla, Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan Putri Campa tiba di Gresik Jawa Timur.
Tujuannya untuk menggantikan Peran Malik IbrahiM – Ayah Sunan Ampel, yang sudah meninggal.

Raden Rahmat diberi lokasi PAdepokan di Ampel, Gresik (oleh Ratu Suhita?)

1442 M – Lahir Sunan Giri, anak Maulana Ishaq dengan putri penguasa Blambangan trah Majapahit (Banyuwangi)
Kono ibu dan keluarga Istana masih Hindu, oleh karena itu Maulana Ishaq pergi dari Blambangan menuju pasai, bayinya dititipkan di Gresik.

Portugis memulai pelayaran pertamanya ke arah selatan, menyusuri pantai Afrika Barat.

1444 M – 1448 M – lahir Jin Bun anak Kertawijaya dari selir Putri Campa.

1447 M – Suhita mangkat dan pemerintahan Majapahit Barat dilanjutkan oleh adiknya; Kertawijaya menjadi Raja Majapahit ke-7 (sri maharaja Wijaya Parakrama Wardhana Dyah Kertawijaya).

Kertawijaya beristri dua orang;
1) Jayeswari, mempunyai 3 putra:
1a) Rajasawardhana dyah Wijayakumara atau Sang Sinagara,
1b) Girisawardhana dyah Suryawikrama,
1c) Singawikramawardhana dyah Suraprabawa.

2) Ratu Champa, anaknya bernama;
2a) Jin Bun (R. Patah)
2b. Bathara Katong

Kertawijaya membuat prasasti yang berisi Silsilah lengkap Girindrawardhana.
Termasuk memnceritakan adanya dua hakim agama Boddha dan 4 hakim Siwa.

1448 M – lahir Syarif Hidayatullah putra Rara santang. kelak menjadi Sunan Gunung Jati.
Dewi Anarawati (Putri Campa istri Kertajaya Majapahit, ibunya Jin bun), meninggal dunia dimakamkan di situs Trowulan.
Jin Bun diungsikan ke Palembang untuk diasuh Arya Damar.

1450 M – lahir Raden Said alias Sunan Kalijogo, anak Aria Wilatikta Adipati Tuban.
1451 M – Kertawijaya wafat, digantikan oleh Rajasawardhana Dyaha Wijayakumara/ Sang Sinagara.

Sang Sinagara memperistri Ratu Tanjungpura Manggalawardhani. Dikaruniai EMPAT Anak.
Ibukota Majapahit dipindah ke Kahuripan (Sidorajo-Surabaya).

Mulai terjadi pertikaian antara Putra Sulung Bhre Kahuripan Samarawijaya dan Bhre Wengker(III) Girisawardhana. (Nia Kurnia Sholihat, “Rekonstruksi Sejarah Majapahit”)

Tiga kekosongan kekuasaan di Majapahit.

1453 M – Muhammad Al Fatih Sultan Ottoman ke-7 berhasil merebut Konstantinopel dari Romawi Timur dan segera mengubah namanya menjadi Istanbul.
Girisawardhana naik tahta menjadi Raja Majapahit.

Jumadil Kubro meninggal dunia dan dimakamkan di Wajo, Sulawesi.
Saat ini makam/ petilasan Syekh Jumadil Kubro diyakini berada di beberapa tempat;
– Trowulan Majapahit, Mojokerto;
– Genuk Kota Semarang;
– lereng Merapi Turgo (dekat Plawangan, Kaliurang), Desa Purwobinangun, Kecamatan PakeM – Kabupaten Sleman;
– Parangtritis Gunungkidul, Yogyakarta
– Wajo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Gereja dan Perbudakan
1455 Paus Nicholas V menyetujui Perbudakan yang dilakukan oleh Portugis.

DEMAK PUSAT PELEBURAN KASTA
1458 M – mulai dibangun masjid Demak dan perkembangan Demak sebagai Pusat Islam.
Pusat penghapusan Kasta dan ritual sesat Bhairawa Tantrayana.
Pusat Peleburan Kelompok Gusti dan Kawulo dengan nama baru Masyarakat.

Pemakaian luas sebutan kata ganti pertama dengan Ingsun, Aku, Kulun, awak. Sebelumnya hanya boleh dipakai oleh golongan Keraton.

PELEBURAN AGAMA KAPITAYAN KE ISLAM
Menyembah Tuhan disebut sembahyang (dari Sembah hyang taya, agama Kapitayan).

Tempat ibadah kecil dinamai Langgar (dari Sanggar), yakni bangunan empat persegi yang pada dindingnya ada lubang kosong (simbol dari Sang Hyang Taya, bukan patung atau arca seperti Hindu Buddha).
Sang Hyang Taya berarti Hampa atau Kosong atau Suwung atau Awang-uwung
Istilah Puasa, poso (dari Upawasa).
Sadran atau nyadran (dari kata sraddha), upacara setelah 12 kematian seseorang.

Peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 10 hari, 1000 hari kematian seseorang (tradisi Campa)

Perubahan cerita Mahabarata dan Ramayana menjadi versi Islam.

Sunan Bonang kelak menginisiasi Slametan/ Kenduri, upacara tandingan Bhairawa Tantrayana.
Peserta laki-laki semua duduk membuat lingkaran, di tengahnya ada makanan, lalu berdoa. Inilah yang disebut tradisi kenduri atau slametan.

Islam berkembang pesat karena kasta rendah mulai menolak anaknya dijadikan tumbal.

1462 M – Syekh Subakir dari Jawa kembali ke Persia.

1463 M – mulai terjadi konflik internal dalam keraton Majapahit di bawah Girisawardhana.
1464 M istri Sang Sinagara menjadi Bhre Daha dan wafat 1474 M.
1465 M – lahir Raden Maulana Makdum Ibrahim alias Sunan Bonang di Rembang, putra Sunan Ampel.

KONFLIK SURAPRABHAWA vs EMPAT PUTRA SANG SINAGARA
1466 M – Suraprabawa Sang Singawikramawardhana, alias Pandansalas naik tahta menjadi Raja Majapahit. Ibukota Kahuripan dipindah ke Trowulan.

1468 M – Baru dua Suraprabhawa bertahta (prabhu rong tahun), Empat keponakan raja Sura prabhawa menyingkir dari Keraton Kahuripan. Empat putra Sinagara yang sakit hati menyingkir ke Jinggan (antara Mojokerto dan Surabaya sekarang), yaitu;
– Bhre Kahuripan Samarawijaya,
– Bhre Mataram(V) Wijayakarana,
– Bhre Pamotan(II) Wijayakusuma,
– dan si bungsu Bhre Kertabhumi Ranawijaya.

Mereka berempat menyusun kekuatan untuk merebut hak mereka atas tahta dipimpin oleh Kakak Sulung Samarawijaya yang bergelar Sang Munggwing Jinggan (Yang Berdiam di Jinggan).;

LEGENDA WALI SONGO
1470 M – lahir Sunan Drajat adiknya Sunan Bonang, dimulainya era Walisongo angkatan kesekian yang melegenda;
Sunan Ampel
Sunan Bonang (anak Sunan Ampel)
Sunan Giri
Sunan Kalijogo, penggagas Wayang Kulit dan Gamelan.
Sunan Drajat
Sunan Kudus, penggagas Wayang Golek. Ahli ekonomi, fiqih dan muhadist. Hari raya besar tidak memotong sapi, tetapi Kerbau.
Sunan Muria, anak Kalijogo hasil pernikahan dengan putri Maulana Ishak.
Sunan Gunung Jati

1471 M – Perang Champa vs Vietnam. 100.000 pasukan Vietnam dibawah Kaisar Lê Thánh Tông menaklukkan Champa. Pembantaian 60.000 jiwa diibukota Champa, sisanya diperbudak.

Abdullah Umdatuddin Azmatkhan (Sultan Maulana Sharif Abdullah Mahmud Umdatuddin/ Wan Bo Tri-Tri/ Wan Abdullah/ Syekh Maulana Akbar/ Syekh Israel Yakub) putra Ali Nurul Alam bin Jumadil Kubro menjadi Raja Champa (Habib Lutfi)

Ali Nurul Alam, ayahnya memiliki nama lain Sultan Qonbul/ Maulana Malik Israil/ Arya Gajah Mada

Abdullah Umdatuddin Azmatkhan adalah ayah dari Sunan Gunung Jati (Agus Sunyoto, Dadan Wildan).
Selengkapnya sebagai berikut;

1. Istri Syarifah Zainab binti Sayyid Yusuf Asy-Syandani Azmatkhan (Pattani Thailand) melahirkan:
a. Sayyid Abul Muzhaffar (melahirkan para sultan Pattani, Kelantan lama dan Malaysia)
b. Sayyid Babullah, melahirkan Sultan-sultan Ternate.

2.Isteri Nyai Rara Santang/ Syarifah Mudaim binti Prabu Siliwangi Raja Pajajaran, melahirkan:
a.Sultan Nurullah (Raja Champa)
b. Syarif Hidayatullah (Raja Cirebon) bergelar Sunan Gunung Jati.

3. Istri Syarifah Zaenab Binti Ibrahim Zaenuddin Al Akbar Asmorokondi melahirkan:
Raden Fatah.

Tahun ini juga lahirnya Fatahillah/ Fadhillah Azmatkhan/ Maulana Fadhillah, cucu Maulana Ishak juga..

1474 M – Suraprabhawa masih menjadi Raja Majapahit (Trowulan) mengeluarkan prasasti pamintihan untuk memberi anugerah pada satu pengikut setianya yaitu sang arya surung. prasasti ini ditemukan di bojonegoro.

Di Keling- Daha, janda Sang Sinagara, yaitu Bhre Daha(VI) Manggalawardhani Dyah Suragharini wafat.

1478-1481 M – Raden Paku/ Ainul Yaqin/ Sunan Giri ke-1 (anak Maulana Ishaq) membina Giri Kedaton di dekat Gresik Jawa Timur.
Bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Negara Daha di Banjar Kalimantan Selatan.

Selain membina di daerah Gresik, Sunan Giri dan keturunannya senantiasa berkunjung dan menjaga Blambangan Hindu (wasiat ayahnya).

PERANG SUDARMA WISUTA AWAL KERUNTUHAN MAJAPAHIT: GIRINDRAWARDHANA MENYERBU MAJAPAHIT
1478 M – Girindrawardhana (Empat putra Sang Sinagara dari Jinggan menyerbu Majapahit Trowulan, Suraprabhawa sang paman Terbunuh (bukan moksa). (kapernah paman, bhre prabhu sang mokta ring kadaton, pararaton).
Naasnya, Bhre Koripan Samarawijaya juga gugur. Prasati Pethak menyebutkan
kadigwijayanira sang munggwing jinggan duk ayun-ayunan yudha lawaning majapahit
(“kemenangan Sang Munggwing Jinggan yang naik-jatuh berperang melawan Majapahit”).

Wijayakarana, putra Kedua naik tahta. Istana dipindah dari Trowulan ke Keling, bergelar Girindrawardana dyah wijayakarana batara i kling

=

Ada yang menyebut pasukan Girindrawardhana dipimpin oleh Patih Udara.

Perhatikan juga, Babad Tanah Jawi yang ditulis 1800-an menyebutkan bahwa yang menyerbu Majapahit Trowulan adalah R. Patah

===

Mpu Santi Badra yang sedang menuntut ilmu lolos dan melarikan diri menuju Madirasari, Gunung Argasoka, LaseM – mulai menyusun Kakawin Babad Badrasanti

1479 M – Masjid Demak resmi berdiri. Sebagai pusat keraton yang akan dibentuk kemudian.
GirindraWardana Dyah Wijayakarana (putra kedua sang Sinagara) segera menyerang Sunan Giri di Giri Kedaton Gresik.

1481 M – Raden Patah (Saudara Tiri Suraprabhawa, Raja yang dikudeta oleh Girindrawardhana) naik Tahta menjadi Kerajaan Islam Demak dan segera menyatakan perang terhadap Majapahit Keling.
Terjadi “tumuli guntur” (Gunung meletus?) di Jawa (Pararaton). Kiasan atas berdirinya Demak?
ini juga Sunan Ampel Meninggal dunia dan dimakamkan di Demak.

========================================
ini berakhirnya Naskah Pararaton. Diduga inilah kemunculan Kitab pararaton, namun penulisnya tak diketahui. Kelak digubah lagi dijaman Sultan Agung 1613
========================================

1482 M – R Pamanah Rasa menjadi Raja Padjajaran bergelar Prabu Siliwangi. Ibukota di Pakuan (Bogor)
Ia kembali menyatukan Sunda dan Galuh ke dalam satu pemerintahan, serta merebut Lampung dari Majapahit. Cucunya (Anak Rara Santang), yaitu Sunan Gunung Jati menggantikan menggantikan kedudukan Cakrabuana sebagai penguasa Cirebon.

Sedangkan Anak Laki-laki ketiga (Raden Kian Santang) mendapat tugas mengislamkan seluruh keluarga Padjajaran dan Jawa Barat, kecuali patih Pucuk umun menolak masuk Islam dan mengasingkan diri menjadi suku Baduy dg kepercayaan sunda wiwitan/ Karuhunan.

1482 M – Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi naik tahta di Sunda (Istana Bogor Sekarang – Ridwan Saidi).

==
1485 M – kronik China di Kuil Sam po Kong menyebutkan seorang bupati Majapahit (Trowulan) bernama Nyoo Lay Wa yang mati karena ada pemberontakan pribumi (penyerbuan Majapahit Keling?).
Nyoo Lay Wa mati, ditunjuk Ranawijaya sebagai penggantinya.

Jika info ini benar maka zaman itu akan ada Dua Ranawijaya;
– Ranawijaya boneka Demak
– Ranawijaya Raja Daha

Konon Kronik ini diangkut oleh Residen Poortman dalam sebuah penggerebekan di Klenteng Semarang pada 1928 M. Ternyata diketahui Residen Poortman ini tak pernah ada.

==

1486 M – pemerintahan Majapahit Keling kemudian dilanjutkan oleh Wijayakusuma (girindrawardana dyah wijayakusuma sri singawardana batara i kling) yang cuma beberapa bulan saja (4-10 bulan?).
Digantikan oleh Bhre kertabhumi ranawijaya yang bergelar Sri Wilwatikta Janggala Kadhiri Prabhu Natha.
Istana dipindah dari Keling ke Daha.

Pembuatan prasasti PETAK (Kembang Sore) dan prasasti JIYU 1 (Trailokyapuri) masa kepemimpinan Ranawijaya Kediri.
Isinya tentang kemenangan Trah Girindrawardhana merebut Majapahit Trowulan.
– Majapahit masih berdiri bukan negara bagian/ boneka (Demak)
– Hadiah tanah bagi Sri Brahmanaraja Ganggadara atas jasanya membantu menggulingkan Suraprabhawa.
– Peringatan Sradda (12 meninggalnya Raja). Raja yang meninggal 1474 M adalah janda Sang Sinagara, yaitu Bhre Daha(VI) Manggalawardhani Dyah Suragharini wafat di Daha.

1488 M – Portugis tiba di Tanjung Harapan, untuk memulai pelayaran menuju ke Timur; India.

1492 M – Askia Muhammad, penguasa Kekaisaran Songhai di Timbuktu, memaksa orang Yahudi harus masuk Islam atau pergi dari wilayahnya.
Orang Yahudi yang masuk Islam ini kelak dinamakan ANUSIM.

Paus Inosentius VIII mulai memberlakukan Simoni (lelang jabatan dalam Gereja Roma) dan Sinekura (Jual beli jabatan Imam tanpa Umat).
Tak lama Paus diganti oleh Rodrigo Borgia (Alexander VI) dari Spanyol.

Raja Ferdinand dan Ratu Isabella Memerintahkan untuk mengusir orang-orang Yahudi dari Spanyol kecuali mereka bertobat pada titik pedang ke Kristen.

Pelaut-pelaut Spanyol dibawah Colombus tiba di daratan Amerika.
Dibawah Persetujuan Raja Fernando dan Ratu Isabella; Columbus mulai memberlakukan sistem Encomiendas, yaitu memperbudak suku Indian untuk misi menemukan lokasi emas.

Terjadi keributan antara Spanyol dan Portugis yang mengira bahwa Spanyol telah berlayar ke India.
Lalu ditengahi oleh Pemimpin Katolik; Paus
1494 M – Dibuatlah Perjanjian Tordesilllas antara Spanyol dan Portugal atas prakarsa Paus Alexander VI.
Wilayah sebelah timur dimiliki oleh Portugis dan sebelah barat oleh Spanyol.

Perdagangan Segitiga – Budak Trans atlantik
1. Ekonomi Atlantik Selatan dan Karibia terutama bergantung pada pasokan tenaga kerja yang aman untuk produksi komoditas tanaman, membuat barang dan pakaian untuk dijual di Eropa.
2. Dari eropa, barang-barang seperti senjata, amunisi, dan barang-barang buatan pabrik lainnya diekspor barang ke Afrika.
3. Ekspor budak dari Afrika melintasi Samudera Atlantik ke Amerika dan Kepulauan Karibia.

1496 M – Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah dengan ibukota Banda Aceh.
Perancis di bawah Charles VIII menantang Perang Spanyol.
Mengawali perang 20 tahun Perancis vs Spanyol di tanah Italia.

1499 M – Guru Nanak mengenalkan ajaran SIKH yang merupakan ‘campuran Hindu-Islam’ di Punjab India di era pemerintahan Mughal.

1497 M – Vasco Da Gama dari Portugis memulai pelayarannya.
1499-1518, Patih Hudara mengkudeta Girindrawardhana Ranawijaya.

===

ABAD KE-16
1503 – 1504 M – Portugis dan armada besarnya meluluh lantakkan Calicut India.
1505 M – Babur, Keturunan Timur Lang merangsek dan menaklukkan Kabul Afghanistan.
1506 M – Sunan Giri wafat.
1506 M – Pogrom Lisbon dengan korban “Kristen Baru” (orang-orang Yahudi yang dipaksa masuk Kristen)

Saat ini juga mulai berkembang ATHEISME, ketidakpercayaan adanya Tuhan.

1507 M – Pate Rodin alias Raden Patah meresmikan Masjid Agung Demak yang baru diperbaiki (Tome Pires dalam Suma Oriental).

1509 M – Mpu Santi Badra (Siswa Buddha dari Bhikkhu Na Wang I Campa dan Majapahit), calon Raja Kerajaan LaseM – menjadi seorang sramana Buddha (semacam pandita Buddha yang melakukan praktik brahmacari di usia tua).
Mpu Santi Badra menghabiskan sisa hidupnya hampir 18 lamanya Puntuk Punggur, Gunung Ngargapura, Lasem. Ia mengajarkan Buddhadhamma bercorak kegeniusan lokal yang dikenal sebagai Endriya Pra Astha.

PORTUGIS TIBA DI MALAKA
1511 M – Demak melancarkan ekspansi ke wilayah sekitarnya. Sedayu, Tegal, dan Kudus berturut-turut jatuh ke dalam kekuasaannya.
de Albuquerque dari Portugis menaklukkan Kesultanan Malaka dengan kekuatan 1.200 dan tujuh belas atau delapan belas kapal. Dimulainya Kristenisasi dari Eropa.

1512 M – Menantu Jin bun bernama Pate Unus (bupati Jepara) bersekutu dengan Cirebon segera membantu Malaka untuk mengusir Portugis, sayangnya armada ini menghadapi gelombang besar di lautan sehingga banyak yang tenggelam. Setelah terdampar di Palembang kelak Pati Unus kembali ke Jawa berjuluk pangeran Sabrang Lor (Ceramah Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan)
Surawisesa prabu Pajajaran (Anak Siliwangi) meminta bantuan Portugis Afonso de Albuquerque di Malaka untuk menghadapi Demak -Cirebon yang sebenarnya adalah saudara-saudaranya sendiri.

Portugis lalu bergeser ke Ternate Tidore tetapi menemui kegagalan.

1512 M – Tome Pires pengelana Portugis tiba di Malaka. Menulis Buku Suma Oriental.
1513 M – Sunan KaliJogo Wafat dimakamkan di Demak.

Daha masih menjadi ibu kota Majapahit di masa Ranawijaya/ Bhatara Wijaya/ Batara Vigiaya (Tome Pires).
Tome Pires menulis;

“..di Pulau Jawa ada seorang raja bernama Batara Vigiaya. Ibu kota kerajaannya terletak di Dayo. Pemerintahannya hanya bersifat simbol, karena yang berkuasa penuh adalah mertuanya yang bernama Pate Amdura“.(Suma Oriental)

1515 M – Tome Pires meninggalkan Malaka
1517 M – Syeh Siti Jenar dihukum mati.

Majapahit Daha di bawah Dyah Ranawijaya menjalin hubungan diplomatik dengan Portugis, menyebabkan Jinbun/ Raden Patah segera menyerbu Majapahit Daha.

Spanyol dipimpin Raja Carlos V, menguasai kepulauan Karibia dan telah memusnahkan separo suku asli. Sedangkan Magellan dari Portugis mulai mendarat di pantai Timur Brazil dan membuka lahan Perkebunan Tebu.

Portugis memutuskan bahwa penggarap perkebunan tebu didatangkan dari penduduk Angola, Afrika Selatan.
Dimulainya perbudakan.
Kota pusat Perdagangan Budak adalah Sao Paulo, Brazil.

1518 M – Yat Sun/ Pangeran Sabrang Lor/ Pati Unus anak Jinbun menjadi Raja Demak menggantikan Raden Patah yang wafat di usia 63 tahun.
Beredar kitab Sanghyang siksakanda ng karesian sekitar Kerajaan Pajajaran. Kitab Suci penganut Sunda Wiwitan.

1519 M – Carlos V diangkat menjadi Kaisar Roma Suci.
Gereja mulai menjual Surat Purgatori (pengampunan Dosa).
Surat yang bisa ‘mempersingkat waktu tunggu di Api Pencucian agar bisa segera masuk ke Sorga”

Mulai Muncul gerakan Protes (Protestan) yang dimotori oleh Martin Luther King.
Martin Luther berjuang melalui Pamflet-pamflet.

HANCURNYA KERAJAAN ISLAM SAMUDERA PASAI
1521 M – Kesultanan Pasai ditaklukkan oleh Portugis. Sisa-sisa pasukan bergabung dengan Kesultanan Aceh. Demak kembali menyerbu Malaka, namun kembali menemui kegagalan dan Pati Unus gugur.
Sultan Trenggono naik tahta menjadi Raja Demak menggantikan Pati Unus.
kelahiran Nirartha di Daha Kediri kelas Brahmana (Berg).

Babur menaklukkan Punjab India dan bertemu Guru Nanak pengajar Sikh.

1522 M – Antonio Pigafetta, pelancong, menyatakan bahwa pesisir utara Jawa sudah muslim semua.
Perjanjian Sunda Kalapa antara Pajajaran-Portugis.
Surawisesa memperbolehkan Portugis membangun benteng di Sunda Kalapa dengan jaminan kerajaannya diberi bantuan militer.

1524 M – Demak menyerang Majapahit dipimpin oleh Sunan Ngudung, Panglima Perang bergerak menuju Daha/ Kediri. Namun Sunan Ngudung terbunuh dalam peperangan.

1524 – 1526 M – meninggalnya Girindrawardhana/ Ranawijaya (bukan moksa).
Tahun ini juga meninggalnya Sunan Bonang, dimakamkan di Tuban.

Babur menaklukkan New Delhi India.

1526 M – Aliansi antara Kesultanan Cirebon dan Demak untuk menggempur kerajaan Pajajaran.
Sunan Gunung Jati mendirikan kesultanan Banten sebagai bawahan Cirebon.

Raden Samudra, keturunan Kerajaan Negara Daha Kalimantan, mendirikan kerajaan baru Kesultanan Banjar di Banjarmasin.
Kelak Raja Terakhir, pangeran Antasari di 1905 M memimpin perlawanan terhadap Penjajah.

Di India, Kesultanan Delhi- dinasti Lodi ditaklukkan dan digantikan oleh Kekaisaran Mughal.

KERUNTUHAN MAJAPAHIT 1527 M (Bukan 1478 M)
1527 M – Tuban dan Daha Majapahit dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak.
Pasukan Demak dibawah pimpinan Sunan Kudus (putra Sunan Ngudung).
Majapahit runtuh (De Graaf, Pegeaud). Raja Majapahit terakhir meloloskan diri ke Panarukan dan menjadi raja Blambangan.

Nirartha dan keluarganya Daha kediri mengungsi ke Timur, Pasuruan lalu Banyuwangi.
Demak juga menyerbu dan menduduki pesisir utara Pajajaran, termasuk Sunda Kalapa yang kemudian diganti namanya menjadi Jayakarta oleh Fatahillah, panglima militer Demak.

Fatahillah bernama asli Fadhillah Azmatkhan, cucu Jumadil Kubro. Populer dengan nama Fadhillah Khan atau Falatehan.

Ratna Kencana, putri Sultan Trenggana mendirikan kerajaan Kalinyamat sebagai bawahan Demak.

1528 M – Kerajaan Panarukan (dan Blambangan), didukung sisa-sisa kekuatan Majapahit Daha, berkunjung ke markas Portugis di Malaka untuk bekerja sama. (Barros, de Asia]
Sedangkan Raja Madura yang telah Islam – merdeka dari Majapahit dan bekerja sama dengan Demak.

Perang Palimanan antara Cirebon dengan Galuh, kerajaan bawahan Pajajaran. Rajagaluh dianeksasi oleh Cirebon.
Demak menundukkan Wirosari dan Wirasaba.

==

SIAPAKAH BRAWIJAYA??
Rentang 1478 – 1527 M di atas terjadi kesimpangsiuran, siapakah tokoh yang bernama BRAWIJAYA?
Pararaton atau prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit tidak mengenal nama Brawijaya.

Ada yang menyebut Brawijaya = Kertabumi (Babad Tanah Jawi ditulis 1800-an, Serat Kanda, Kronik Sam po Kong, serat Dharmagandul), meninggal saat diserbu Daha.
Ada yang menyebut Brawijaya = Ranawijaya (Girindrawardhana Dyah Ranawijaya)

==

Hamzah Fansuri/ Hamzah Pansuri, masa hidup seorang Sufi dan Seniman di Sumatera.
Masa ini terkenal pula Syamsuddin Sumatrani.

Aktivitas kedua orang ini kelak mendapat perlawanan dari Nuruddin ar-Raniri dan Abdur Rauf Singkili.

1529 M – Perjanjian Saragosa, yaitu perjanjian antara Spanyol dan Portugis tentang Koloni atas prakarsa Paus.
Pembagian di garis bujur yang melalui 297,5 marine leagues (17° sebelah timur Kepulauan Maluku).
Hasil kesepakatan;
– Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan kegiatan di Filipina.
– Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku.

Sultan Sulaiman dari Ottoman bergerak mengepung Wina Austria.

Pangeran Cakrabuana wafat. Demak menundukkan kadipaten Purbaya dan Gegelang di Madiun.
1530 M – Demak menundukkan Medangkungan di Blora dan Jogorogo di Ngawi.
Danghyang Ashoka pendeta Buddha Majapahit masih bermukim di Daha Majapahit dengan Aman tanpa adanya persekusi oleh pemenang perang (Demak).
Hubungan Surat-menyurat dengan Kerajaan Bali masih lancar.
Danghyang Astapaka (Anak Danghyang Ashoka, ), berangkat ke Bali atas Undangan kerja sama Raja Bali (Watu Renggong). (babad Bali)

1531 M – Demak menundukkan Surabaya. Perjanjian damai antara Pajajaran dengan aliansi Cirebon-Demak.
1533 M – Prasasti Batutulis.
1535 M – Loaisa (pengelana Portugis) mencatat bahwa di Jawa ada Raja Islam dan Raja yang bukan Islam.
Yang Terbesar adalah Raja Demak yang terus memusuhi Portugis.
Ratu Dewata menaiki tahta Pajajaran. Seorang raja yang menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk bertapa dan menyepi.
1536 M – Toyib, seorang ulama Aceh tiba di Jepara untuk menyebarkan Islam. Ia kemudian menikah dengan Ratu Kalinyamat dan diberi gelar Sultan Hadlirin.

1537 M (?), Nirartha Brahmana, pelarian dari Majapahit Daha Kediri yang runtuh dan beragama Hindu shaivisme, tiba di Bali di masa pemerintahan Dalem Baturenggong kerajaan Gelgel Bali (Berg).

Baturenggong merupakan Dinasti Kresna Kepakisan.
Nirartha kelak mengubah simbol Lingga-Yoni dengan patung Murti-Puja dan Padmasana sebagai niyasa Siwa.

===
Tapi Rontal Dwijendra Tattwa menyebut bahwa kedatangan Nirartha ke Bali 1489 M –
Ini tidak masuk akal karena tersebut Majapahit Daha di bawah Ranawijaya sedang mencapai kemenangan gemilang.
===

bertepatan dengan Bali sedang terjangkit penyakit bertahun-tahun.
Nirartha memberikan sebagian rambutnya kepada raja dan menyatakan bahwa hal tersebut akan menghapus penderitaan.
Rambut ini ditempatkan di sebuah kuil yang kemudian menjadi tempat ziarah pengikut Shaivis di Bali.
Kemudian Nirartha menjadi penasehat Spiritual Raja Bali, menghasilkan karya sastra dan Arsitektur di Bali.

Danghyang Nirartha mengganti namanya menjadi Danghyang Dwijendra.
Kelak Danghyang Nirartha dan DangHyang Astapaka mendirikan Triwangsa di Bali.

1541 M – Demak di bawah Sulta Trenggono berturut-turut menundukkan Lamongan dan Blitar.
1543 M – Ratu Sakti naik tahta di Pajajaran menggantikan Ratu Dewata. Menjadi raja yang lalim dan kejam.
1545 M – Demak menaklukkan Pasuruan, kerajaan Sengguruh di Malang dan kemudian bergerak ke Blambangan.

1546 M – Raja Bali Gelgel memberontak terhadap Demak (tulisan Mendes Pinto Fernao dari Portugis).
Trenggono Raja Demak meninggal dalam perjalanan menyerbu Kerajaan Panarukan. (Barros, de Asi]

1546 M – Konsili Trente, mengutuk Protestan sebagai Bidat.
Trenggana wafat dalam pertempuran melawan Blambangan di Panarukan. Sunan Prawoto naik tahta sebagai sultan Demak menggantikannya.
Kalinyamat melepaskan diri dari Demak setelah Sultan Hadlirin tewas terbunuh dalam suatu konspirasi oleh Prawoto dan Arya Penangsang.
Ratna Kencana kembali menjadi Ratu Kalinyamat.

1548 M – Sunan Prapen ditunjuk menjadi pemimpin Giri Kedaton.
1549 M – Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang, yang kemudian menggantikannya sebagai sultan Demak. Jaka Tingkir mendirikan kerajaan Pajang dan bergelar Hadiwijaya.
Sunan Kudus mendirikan Masjid Menara Kudus.
1550 M – Sunan Kudus wafat. Ratu Kalinyamat bekerjasama dengan kesultanan Johor menggempur Malaka Portugis. Meski sempat menduduki sebagian besar kota Malaka, namun aliansi Johor-Kalinyamat ini akhirnya dapat dipukul mundur oleh pasukan Portugis.

1550–1589, Kerajaan Buddha Bayinnaung Burma/ Myanmar mulai membantai muslim rohingya.
Sentimen etnis dan agama masih berlanjut hingga hari ini antara Buddha dan Muslim.
Wafatnya Sunan Kudus dan dimakamkan di Kudus.

1552 M – berdiri Kesultanan Banten hasil aliansi antara Demak dan Cirebon, Sunan Gunung Jati mengangkat putranya, Maulana Hasanuddin menjadi sultan Banten. Banten lalu menundukkan Lampung.
1554 M – Arya Penangsang tewas di tangan Sutawijaya, putra Ki Ageng Pemanahan yang memimpin pasukan pemberontak suruhan Hadiwijaya dari Pajang. Kesultanan Demak pun resmi runtuh. Pajang muncul sebagai penguasa baru di Jawa. Demak, Jepara, dan Jipang menjadi bawahan Pajang.

1555 M – Humayun putra Babur menjadi penguasa di Delhi, kota ini terdapat bermacam pemeluk; Islam, Hindu dan Kristen (Portugis).
1556 M – Hadiwijaya menghadiahkan tanah Mataram kepada Ki Ageng Pemanahan atas jasanya mengalahkan Arya Penangsang.

Danghyang Astapaka menyingkir dari Kerajaan Gelgel Bali karena ada perang saudara pertama.
1560 M – Portugis mendirikan pos dagang di Panarukan.
1567 M – Prabu Suryakancana naik tahta sebagai raja terakhir Pajajaran.
1568 M – wafatnya Sunan Gunung Jati dan dimakamkan di Cirebon, penggantinya Fatahillah.

1568 M – Pertemuan antara Sunan Prapen, Hadiwijaya dan Panji Wiryakrama dari Surabaya (penguasa Jawa Timur), menyatakan bahwa Seluruh Jawa Timur kecuali Blambangan dan Madura resmi bersatu dengan Pajang.

1570 M – Fatahillah wafat. Maulana Hasanuddin wafat. Maulana Yusuf diangkat menjadi Sultan Banten menggantikan ayahnya.
Armada Spanyol tiba di Filipina dari arah timur (Pasifik)

1574 M – Ratu Kalinyamat kembali mengirim armada perang untuk menyerbu Malaka Portugis. Kali ini bekerjasama dengan Aceh. Meski sempat membuat Portugis kewalahan, serangan ini juga gagal merebut Malaka.
1575 M – Ki Ageng Pemanahan wafat. Sutawijaya menggantikan ayahnya sebagai penguasa Mataram.
1576 M – Kesultanan Banten melancarkan agresi besar-besaran terhadap Pajajaran. Kota Pakuan dikuasai oleh pasukan Banten. Prabu Suryakancana dan keluarganya meloloskan diri ke pedalaman Pandeglang.

1578, Dalem Waturenggong (Dalem Bekung?) di Samprangan (Klungkung, Bali) melaksanakan upacara homa yajna/ Yadna Homa (Agnihotra) dalam rangka upacara Eka Dasa Rudra di Besakih.
Upacara homa ini dipimpin dua orang pendeta, yaitu Danghyang Nirartha (pendeta Siva) dan Danghyang Astapaka (Pendeta Buddha, anak Danghyang_Angsoka pendeta Majapahit).(I Ketut Widnya)

Pemberontakan Internal kedua di Kerajaan Gelgel

1579 M – Kerajaan Pajajaran Jawa Barat dihancurkan oleh Kesultanan Banten. Mengakhiri Kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa

Prabu Geusan Ulun naik tahta di kerajaan Sumedang Larang dan menyatakan lepas dari Cirebon.
Ratu Kalinyamat wafat. Pangeran Arya Jepara, keponakan sang ratu sekaligus putra sultan Banten, diangkat sebagai penguasa Kalinyamat. Ia berhasil menanamkan kekuasaan di pulau Bawean.

1580 M – Kakawin Babad Badrasanti digubah menjadi Geguritan oleh Pangeran Tejakusma I atas permintaan Sultan Pajang

1581 M – Dang Hyang Nirartha meninggal dunia di Bali (Berg), di masa meninggalkan bermacam tulisan

=====================
Masa Hidup Dyang Niratha ada beberapa versi;
Rentang 1521-1581 M (Berg, lebih dipercaya. baca 1578 M)
Rentang 1478-1560 M dari Daha sampai Tambora (Soegianto Sastrodiwiryo)
Rentang 1453-1520 M (I Wayan Suadnyana)

=====================

Di Bali, keturunan Danghyang Nirartha dan Danghyang Astapaka menduduki pos sebagai Brahmana Wangsa, Siwa dan Buddha. (Jalur Mpu Tantular, keturunan anak ke-3/ Mpu Danghyang Smaranatha)
Diberi nama Ida Bagus dan Ida Ayu.
Untuk Panditanya bukan Danghyang atau Mpu, berubah menjadi Pedanda.

Keturunan para Dalem menduduki Kesatria Wangsa.(Jalur Mpu Tantular, keturunan Anak ke-4, Danghyang Soma Kapakisan)
Diberi nama Anak Agung dan Anak Agung Ayu.

Para Arya menjadi Vaisya wangsa. Diberi nama I Dewa, I Gusti, I Dewa Ayu, Desak, I Gusti Ayu, Ngakan dan lain-lain.

Diluar ini adalah kelompok Sudra/ Wang Jaba dan tidak diperkenankan mempelajari veda,
Diberi nama I Gede, I Wayan, I Putu, I Made, I Nyoman, I Ketut dan lain sebagainya.

1582 M – Hadiwijaya wafat. Daerah-daerah bawahan di Jawa Timur pimpinan Surabaya melepaskan diri dari kekuasaan Pajang.
1583 M – Arya Pangiri naik tahta sebagai sultan Pajang setelah menyingkirkan Pangeran Benawa.
1586 M – Benawa bersekutu dengan Sutawijaya untuk menggempur Pajang. Arya Pangiri dilengserkan dan Benawa menjadi sultan Pajang. Sutawijaya kemudian menyerbu Madiun untuk menundukkan Purbaya.
1587 M – Erupsi gunung Merapi.
1588 – 1589 M – Sutawijaya memerdekakan Mataram dari Pajang. Ia menjadi penguasa bergelar Panembahan Senopati. Benawa wafat. Pajang pun bersatu dengan Mataram.
Senopati kemudian menyerbu Surabaya yang tak ingin tunduk, sebelum didamaikan oleh Sunan Prapen.

1590 M – Perang Mataram-Purbaya berakhir dengan takluknya Purbaya. Mataram juga menaklukkan Madiun, kemudian menyerbu Jepara namun berhasil dipukul mundur oleh pasukan Kalinyamat.
1591 M – Perebutan tahta di Kediri.

1596 M – Bangsa Belanda untuk pertama kalinya tiba di Jawa. Mereka mendarat di Banten, namun masih sebatas berdagang. Benteng Kuta Raja Cirebon dibangun sebagai simbol persahabatan antara Cirebon dengan Mataram.
1597 M – Belanda berlabuh di bali, dibawah Cornelis de Houtman.
Dalem Bekung memerintahkan Panglima Perang I Gusti Ngurah Jelantik (III) untuk menumpas pemberontakan di Blambangan dan Pasuruhan.

1598 M – Mulai dibangunnya Galiung (Kapal Besar) pengangkut Perak jalur Manila – ke mexico.
1599 M – Peristiwa Bedhahe Kalinyamat. Mataram melancarkan invasi besar-besaran terhadap Jepara dan berhasil menguasainya. Kerajaan Kalinyamat pun runtuh.
1600 M – Pemberontakan Pati pimpinan Adipati Pragola. Berhasil ditumpas oleh putra mahkota Mataram, Raden Mas Jolang.

ABAD KE-17
1601 M – Ekspedisi Belanda kedua dipimpin Yakub van Heemskerck berlabuh di Bali.
Masa dimulainya pelabuhan Buleleng sebagai tempat perdagangan budak dari penduduk Bali ke Batavia/ kota lain atas ijin Raja Bali.

Sekitar tahun ini Blambangan Hindu berhasil direbut oleh Demak Islam.
Kerajaan Demak sebenarnya dicegah menyerbu Blambangan oleh Sunan Giri berdasarkan wasiat ayahnya; bahwa ayahnya pernah berjanji tak akan menyerang Blambangan.

Pelarian Balambangan menuju Kedawung, Puger, Jember.

Panembahan Senopati wafat digantikan oleh anaknya, Raden Mas Jolang (Panembahan Hanyakrawati).
Selat Muria diperkirakan lenyap akibat pendangkalan berkepanjangan. Pulau Muria pun bersatu dengan Jawa.

1602 M – Pemberontakan Demak pimpinan Pangeran Puger. Dimulailah Perang antara Mataram-Demak.
VOC milik Belanda didirikan.
1603 M – VOC mendirikan pos dagang di Banten.
1605 M – Pangeran Puger ditangkap dan dibuang ke Kudus. Demak kembali menjadi bagian dari Mataram.
1607 M – Pemberontakan Ponorogo pimpinan Jayaraga, adik Hanyakrawati. Berhasil dipadamkan dan Jayaraga dibuang ke Nusakambangan.
1609 M – berdiri kesultanan Melayu Sambas di kalimantan.
1610 M – Mataram menyerbu Surabaya, namun mengalami kegagalan.
1611 M – VOC mendirikan pos dagang di Jayakarta.
1613 M – Mataram kembali menyerbu Surabaya, namun kembali gagal. Pos-pos VOC di Gresik dan Jaratan ikut terbakar. Sebagai permintaan maaf, Sultan Hanyakrawati mengizinkan VOC mendirikan pos dagang baru di Jepara. Hanyakrawati kemudian wafat dalam kecelakaan saat berburu kijang di hutan Krapyak.

1613-1645 M – Cucu Sutawijaya; Pangeran Aryo Martopuro atau Sultan Agung/ Raden Mas Rangsang di Mataram naik Tahta.
Konflik antara Mataram dan aliansi Jawa Timur.
Bersamaan dengan ditulisnya Kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Bali.

1614 M – Mataram menaklukkan Malang dan Lumajang. VOC mengirim duta besar pertamanya ke Mataram untuk menjalin kerja sama namun ditolak oleh Hanyakrakusuma.
1615 M – Patih Mataram, Ki Juru Martani wafat. Kedudukannya digantikan oleh Tumenggung Singaranu. Mataram menaklukkan Wirasaba. Surabaya membalas dengan mengirim pasukan ke Wirasaba.
1616 M – Pasukan Mataram mengalahkan pasukan Surabaya di desa Siwalan. Mataram kemudian lanjut menaklukkan Lasem.
1617 M – Pemberontakan Pajang pimpinan Ki Tambakbaya. Berhasil dipadamkan dan Tambakbaya melarikan diri ke Surabaya. Mataram menaklukkan Pasuruan. Cirebon menjadi bawahan Mataram.
1618 M – Mataram menaklukkan Galuh.
Sunan Giri ke-3 menggubah Kitab Asrar (Musarar) yang dianggap karangan dan ramalan Prabu Jayabaya (lihat 1179 M).

Gubernur Kuba Diego Velazquez bawahan Spanyol, mengirimkan Hernan Cortez untuk misi eksplorasi dan penaklukan Suku Maya di Mexico dan Amerika Selatan.
Suku Maya dan kaisarnya Moctezuma II merupakan penyembah berhala dengan ritual korban manusia.

1619 M – VOC menaklukkan kota Jayakarta dan mengganti namanya menjadi Batavia. Markas VOC yang semula di Ambon pun dipindah ke Batavia. Jan Pieterszoon Coen ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal VOC. Pendudukan Belanda di pulau Jawa pun dimulai. Mataram menaklukkan Tuban.
1620 M – Invasi Mataram ke Surabaya dimulai. Pasukan Mataram membendung Sungai Mas untuk menghentikan suplai air. Mataram juga menggempur dan menaklukkan kerajaan Sumedang Larang.
1621 M – Mataram mulai menjalin hubungan diplomatik dengan VOC.
Jan Pieterszoon Coen membantai penduduk Kepulauan Banda, Maluku. sisanya dijadikan budak di Batavia.

1622 M – Mataram menaklukkan kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat.
1624 M – Mataram menaklukkan Madura. Hanyakrakusuma mendapatkan gelar baru, Sultan Agung.

1625 M – Surabaya dilanda bencana kelaparan akibat suplai pangan terputus oleh invasi Mataram. Jayalengkara akhirnya menyerah dan bersedia menjadikan Surabaya sebagai bagian dari Mataram.
1627 M – Pemberontakan Pati pimpinan Adipati Pragola, sepupu Sultan Agung. Berhasil ditumpas.
1628 M – Invasi Mataram ke Batavia dimulai. Pasukan Mataram berhasil menduduki sebuah benteng VOC, namun kemudian terpukul mundur akibat kekurangan perbekalan.
1629 M – Mataram kembali menyerbu Batavia, namun kembali mengalami kekalahan. Walaupun begitu, pasukan Mataram berhasil membendung dan mengotori Sungai Ciliwung yang mengakibatkan wabah kolera melanda Batavia. Gubernur Jenderal VOC pertama, JP Coen tewas menjadi korban wabah tersebut.

Kesultanan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda menyerang Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Namun gagal.
1630 M – Sultan Agung mengirim utusan ke Gresik agar Giri Kedaton bersedia menjadi bawahan Mataram, namun ditolak oleh Sunan Kawis Guwa, penguasanya saat itu. Akibatnya, Mataram menyerbu Giri Kedaton. Pertempuran besar terjadi hingga enam tahun berikutnya.

Shah Jehan di India membangun Taj Mahal sebagai makam bagi istrinya.

1631 M – Pemberontakan Sumedang.
1632 M – Cirebon yang setia pada Mataram berhasil memadamkan pemberontakan Sumedang.
1633 M – Mataram menyerang Blambangan.
Sultan Agung menciptakan Tahun Jawa dan memberlakukannya pada negerinya.
1636 M – Perang Mataram-Giri Kedaton berakhir. Giri Kedaton takluk dan dianeksasi oleh Mataram.
Mataram juga menundukkan kesultanan Palembang di Sumatra Selatan.
Mataram akhirnya dapat menaklukkan Blambangan setelah berperang 3 tahun lamanya. lalu bergerak ke Bali yang saat itu dibantu oleh Belanda.
1639 M – Pasukan Mataram menyeberang ke Bali, dihadang oleh I Gusti Ngurah Jelantik (VI) yang memenangi pertempuran di Pantai Kuta.

1641 M – Sultan Agung menggubah Serat Nitipraja.

1645 M – Sultan Agung wafat. Sebelumnya, ia memerintahkan pembangunan Imogiri sebagai pusat pemakaman keluarga bangsawan kesultanan Mataram. Raden Mas Sayidin naik tahta menggantikan ayahnya dan bergelar Sultan Amangkurat I.
1646 M – Mataram kembali menjalin hubungan dengan VOC.
1647 M – Ibukota Mataram dipindah ke Plered.
1649 M – Sultan Cirebon, Panembahan Girilaya diundang oleh Amangkurat I untuk mengunjungi Mataram. Sesampainya di sana, ia dan kedua putranya justru dilarang kembali ke Cirebon dan dipaksa untuk tinggal di Mataram. Pangeran Wangsakerta diangkat sebagai wali sultan karena ayahnya tak kunjung kembali.

1651 M – Sultan Ageng Tirtayasa naik tahta di Banten.
Kerajaan Gelgel runtuh karena konflik internal.

1652 M – Mataram menyerahkan wilayah Bekasi kepada VOC. Tawang Alun naik tahta di Blambangan.
1659 M – VOC menduduki Palembang. Kekuasaan Mataram di Sumatra pun lenyap. Blambangan bekerja sama dengan Bali untuk melepaskan diri dari Mataram. Pertempuran terjadi dan berakhir dengan dikuasainya ibukota Blambangan oleh pasukan Mataram. Sang Prabu Tawang Alun dan pengikutnya mundur ke Bali.
1661 M – Putra mahkota Mataram, Raden Mas Rahmat melancarkan aksi kudeta setelah terlibat perselisihan dengan sang ayah, namun mengalami kegagalan.

1662 M – Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili (syiah Kuala) menyebarkan tarekat Syattariyah di Aceh hingga pantai barat sumatera (padang pariaman).

Tarekat syattariyah merupakan ajaran Syiah.

Sepeninggal Syiah Kuala, aktivitas dilanjutkan oleh Muridnya, yaitu Syekh Burhanuddin Pariaman (Ulakan) yang mulai mendirikan
Surau di Tanjung Medan dan di Ulakan.

Kerajaan Pagarruyung berangsur menjadi Kerajaan Islam.
Gelar Raja berubah menjadi Sultan.

Struktur masyarakat Hindu (Kasta) juga berubah.
Brahmana => Sidi dan Tuanku (Ulama).
Ksatria => Sidi/ Bagindo (laki)/ Puti (perempuan).
Waisya => Sutan
Sudra atau Paria = Marah.

Untuk kelompok Sidi/ Bagindo, panggilannya Ajo
Untuk kelompok Marah, panggilannya Uda.

1665 M – Pagarruyung/ Minang pesisir barat memberontak terhadap gubernur Aceh.
1666 M – VOC juga mengusir Aceh dari pesisir barat Sumatera untuk kepentingan dagangnya.
1668 M – Pagarruyung bersekutu dengan VOC di Padang dalam menghadapi Aceh.
Di Turki, Sabbatai Zevi, rabi yahudi dipaksa masuk Islam.

1674 M – Trunojoyo/ Trunajaya/ Panembahan Maduretno , seorang bangsawan Madura memerdekakan wilayah tersebut dari kekuasaan Mataram.

1676 M – Laskar Madura pimpinan Trunojoyo berturut-turut menduduki Lasem, Rembang, Demak, Semarang, dan Pekalongan. Tawang Alun memerdekakan Blambangan dari jajahan Mataram.
1677 M – Trunojoyo berturut-turut menduduki Tegal, Cirebon, dan Banyumas, hingga akhirnya berhasil menguasai dan menjarah ibukota Mataram. Amangkurat pun terpaksa meninggalkan keraton dan kemudian wafat dalam pelariannya di Tegalwangi. Mas Rahmat naik tahta sebagai sultan Mataram bergelar Amangkurat II. Ia mengadakan perjanjian dengan VOC di Jepara untuk mengalahkan Trunojoyo. Pangeran Wangsakerta mengadakan seminar sejarah Gotrasawala di Cirebon dengan para sejarawan dari beberapa negara di Nusantara saat itu. Cirebon kehilangan wilayah Rangkas Sumedang (Karawang-Purwakarta-Subang) yang direbut oleh Belanda.
1679 M – Pemberontakan Trunojoyo berhasil ditumpas oleh pasukan aliansi VOC-Mataram yang dibantu oleh armada Bugis pimpinan Arung Palakka. Ibukota Mataram berhasil direbut kembali.

Sebagai imbalan, VOC memperoleh pesisir utara Jawa.
VOC pun mulai terlibat dalam suksesi pemerintahan di Mataram dan juga Madura. Sultan Ageng Tirtayasa membagi Cirebon menjadi dua untuk menghindari perpecahan keluarga, yaitu keraton Kasepuhan dan keraton Kanoman.

1679-1680 M – orang-orang Yahudi dari Yaman diusir dari kota oleh Imam al-Mahdi Ahmad, lalu dikirim ke daerah kering dan tandus di negara bernama Mawza? untuk menahan nasib mereka atau mati.

1680 M – Puncak kejayaan kesultanan Banten di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa. Trunojoyo dihukum mati oleh Amangkurat II. VOC menyerbu dan menghancurkan Giri Kedaton, sekutu terakhir yang loyal terhadap Trunojoyo. Ibukota Mataram dipindah ke Kartasura.

1681 M – Cornelis Speelman ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal VOC. VOC mengadakan perjanjian monopoli dagang dengan Cirebon.
Kakawin Babad Badrasanti digubah menjadi tembang macapat oleh oleh Pangeran Tejakusma IV.

1682 M – Kapitan Francois Tack memimpin pasukan VOC melancarkan ekspedisi pelayaran ke Banten. VOC berhasil merebut dan memonopoli perdagangan lada di Banten dan mengusir bangsa Eropa lain yang telah lama berdagang di sana.
1683 M – Pasukan VOC menyerbu Banten dan berhasil menduduki istana Surosowan. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap. Banten kemudian menjadi bawahan VOC.
1684 M – Speelman wafat di Batavia.
Untung Suropati, umur 24 tahun, memulai pemberontakan terhadap VOC di Sungai Cikalong.(Babad Tanah Jawi)

1686 M – berdiri Kerajaan Klungkung di Bali, empat kilometer utara Gelgel.
Kapitan Francois Tack tewas di tangan Untung Surapati.
Untung Suropati diberi hadiah oleh Amangkurat II menjadi adipati (raja) Pasuruan, bergelar Raden Adipati/ Tumenggung Wironegoro yang sangat memusuhi kompeni Belanda.

Untung Suropati menjadi raja di Pasuruan dengan gelar Raden Adipati Wironegoro. Selama 20 pemerintahan Suropati (1686-1706)

1689 M – Inggris vs Perancis memulai perang 200 (hingga 1815 M).
1691 M – Prabu Tawang Alun wafat. VOC melaporkan pemandangan mencengangkan saat prosesi pembakaran jenazah sang Prabu, di mana sebanyak 271 dari total 400 istri Tawang Alun ikut membakar diri ke dalam kobaran api.
1697 M – Kerajaan Buleleng dari Bali menyerang dan berhasil menaklukkan Blambangan.
1698 M – Pangeran Wangsakerta dan para sejarawan di seminar Gotrasawala merampungkan penyusunan naskah Pustaka Rajya-rajya i Bhumi Nusantara dan beberapa karya sejarah lainnya.

ABAD KE-18
Perang Opium; Inggris vs China
Sekitar 1700, Inggris membanjiri daratan China dengan Opium/ Candu.
1703 M – Amangkurat II wafat. Perebutan tahta antara Amangkurat III dengan Pangeran Puger.
1704 M – Perang Tahta Mataram Pertama dimulai. VOC mengangkat Pangeran Puger sebagai sultan Mataram bergelar Pakubuwono I, sementara Amangkurat III diusir.
1705 M – Bersama Surapati, Amangkurat III mendirikan pemerintahan pengasingan di Pasuruan. VOC merebut Priangan Timur dan Cirebon.
1706 M – Pasuruan diserbu oleh VOC dan sekutunya. Surapati tewas setelah bentengnya diduduki oleh VOC. Amangkurat III melarikan diri.
1708 M – Amangkurat III ditangkap dan dibuang ke Sri Lanka oleh VOC.

Pada 1709, penganut Sikh berhasil mendirikan Kemaharajaan, mulai membantai kelompok lain yang tak sepaham; Muslim dan Hindu.
Konflik nantinya diperparah lagi dengan datangnya pelaut dan penjajah dari Eropa (kristen dan Katolik).

1719 M – Perang Tahta Mataram Kedua dimulai. Pakubuwono I wafat dan digantikan oleh Amangkurat IV.
1722 M – Terbit Babad Tanah Jawi versi P. Adilangu II.

1729 M – China mulai melarang penggunaan OpiuM – dilanjutkan pada 1839, Kaisar Daoguang China, menunjuk viceroy Lin ZexuChina untuk menghentikan impor Opium.
Terjadi perang antara China dengan Inggris yang berakhir dengan kekalahan China.
Berakibat penyalahgunaan Opium makin merajalela.

1740 M – Peristiwa Geger Pecinan. Tentara VOC melancarkan genosida terhadap etnis Tionghoa di Batavia. Tak kurang dari 10.000 orang yang tewas dalam pembantaian massal ini. Sisanya melarikan diri ke timur menyusuri pesisir utara Jawa. Dalam perjalanan, mereka menyerang sebuah pos VOC di Tangerang.
1741 M – Pelarian Tionghoa dari Batavia bekerja sama dengan prajurit Mataram menyerang dan menduduki pos-pos VOC berturut-turut di Lasem, Rembang, Juwana, Jepara, dan Semarang.
1743 M – VOC menduduki pulau Bawean.
1744 M – di Jazirah Arab wilayah Turki Ottoman, dimulai aliansi antara Muhammad bin Saud penguasa Dirra’iyah (Sekarang Riyadh) dengan Muhammad Bin Abdul Wahhab.

=============================
Selengkapnya kisah ini bisa dibaca di http://genghiskhun.com/resensi-buku-kudeta-mekkah-sejarah-yang-tak-terkuak
=============================

1746 M – Mataram mengadakan perjanjian dengan VOC, hasilnya Pakubuwono II bersedia menyerahkan kembali Madura dan pesisir utara Jawa yang sebelumnya dikuasai aliansi Mataram-Tionghoa kepada VOC. Pangeran Mangkubumi melancarkan pemberontakan menuntut tahta Mataram. Perang Tahta Mataram Ketiga dimulai.
1749 M – VOC melantik Raden Mas Suryadi sebagai sultan Mataram bergelar Pakubuwono III. Patih Mataram, Raden Mas Said memberontak, ikut menuntut tahta Mataram.

1750 M – Pagarruyung mulai mengadakan kontak dengan Inggris di Malaka agar mengusir VOC dari Sumatra.
Raden Panji Margono bekerjasama dengan laskar Tionghoa dan laskar santri melancarkan pemberontakan terhadap VOC di Lasem. Dapat dipadamkan oleh VOC.
1754 M – Gubernur VOC atas wilayah Jawa Utara Hartingh mengadakan pertemuan tertutup dengan Pangeran Mangkubumi mengenai pembagian Mataram.
1755 M – Perjanjian Giyanti, mengakhiri Perang Tahta Mataram. Mataram secara resmi dibagi menjadi dua pemerintahan: Yogyakarta dan Surakarta. Mangkubumi diangkat sebagai penguasa Yogyakarta bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I, sementara Pakubuwono III menjadi penguasa Surakarta. Kedua negeri pecahan ini pun menjadi bawahan VOC.
1757 M – Perjanjian Salatiga. Raden Mas Said yang terdesak akhirnya menyerahkan diri. Ia kemudian diangkat sebagai penguasa di Mangkunegaran bergelar Mangkunegara I.

1767-1772 M – perang antara Kerajaan Hindu Blambangan dengan VOC Belanda.
1771 M – Kesultanan Pontianak didirikan oleh musafir al-Sayyid Syarif Abdurrahman al-Kadrie, keturunan Imam Ali ar-Ridha

1771 M – Perang Puputan Bayu. Rakyat, prajurit, dan bangsawan Blambangan melakukan bela pati mempertahankan tanah air mereka dari rongrongan VOC. Diperkirakan lebih dari separuh populasi Blambangan musnah dalam pertempuran ini.
1772 M – Blambangan sepenuhnya ditaklukkan oleh VOC.

1778 M – beredar Kitab Veda palsu di Perancis bernama Ezourvedam. Diduga ditulis oleh pihak Kristen.

1785 Coolen (Rusia – jawa Mataram) menyebarkan Kristen Kejawen di Ngoro Jawa Timur. Syahadat Khasnya;
“La illahaila Allah, Yesus Kristus Putrane Allah”.
Murid-muridnya;

Kyai Yakobus Singotaruno,
Kyai Eliasar Kunto,
Paulus Tosari,
Kyai Abisai Ditotaruno dan
Ki Dalang Yohanes Dasimah.

1788 M – Yasadipura 1 menulis versi asli Babad Tanah Jawi karya Carik Braja 1757 M – atas perintah Sunan Paku Buwono III.
Tahun yang sama Pakubuwono III wafat dan digantikan putranya yang bergelar Pakubuwono IV.

1789 M – REVOLUSI PERANCIS.
1799 M – Napoleon naik tahta menjadi Kaisar Perancis.
Tetap memerangi Inggris sebagai babak penutup Perang 200 tahun..
Belanda memihak Perancis.

Inggris ikut memerangi Belanda, termasuk VOC di Nusantara.
Perselisihan di Nusantara ini kelak diselesaikan dalam Traktat London 1824 M.

Dari 1880 hingga permulaan era Komunis, Inggris berusaha untuk mencegah penggunaan candu di Tiongkok, tetapi malah mempromosikan penggunaan morfin, heroin, dan kokain, yang semakin memperburuk masalah kecanduan.

Sekitar 1800, Adolf von Harnack mengusulkan dehellenisasi dalam Kristen. Bersamaan dengan dimulainya Diaspora China (dengan membawa opiumnya) yang berlangsung hingga 1949. Menyebabkan masalah baru dengan meluasnya peredaran opium di benua Amerika

ABAD KE-19
1803 M – Mulai terjadi benih konflik antara kaum Padri (agamawan) dan kaum adat di wilayah pagarruyung.
Kaum Padri dipimpin oleh Harimau Nan Salapan sedangkan Kaum Adat dipimpinan oleh Yang Dipertuan Pagaruyung waktu itu Sultan Arifin Muningsyah

1806 M – Kekaisaran Inggris menyerbu Hindia Belanda. Pertempuran besar terjadi di Laut Jawa antara armada Inggris melawan koalisi Belanda-Prancis.
1807 M – Pemerintah Belanda dibawah Prancis mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
1808 M – Daendels tiba di Hindia Belanda. Ia mendirikan pemerintahan langsung di Lampung, kemudian memulai pembangunan Jalan Raya Pos Jawa dari Anyer-Panarukan, yang kini menjadi Jalur Pantura. Keputusan ditentang oleh Sultan Banten. Akibatnya, Daendels menyerbu Banten dan menghancurkan istana Surosowan. Sang sultan kemudian diasingkan. Kesultanan Kacirebonan dibentuk sebagai pecahan dari Kanoman.
1809 M – Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman (termasuk Kacirebonan) menjadi bawahan Belanda.
1810 M – Pemberontakan para bangsawan Yogyakarta pimpinan Raden Rangga melawan Belanda. Daendels bersama ribuan prajurit berangkat ke Yogyakarta, memaksa Hamengkubuwono II untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya kepada Raden Mas Surojo, yang bergelar Hamengkubuwono III. Daendels mengibarkan bendera Prancis di Batavia.

1811 M – Sultan Mahmud II dari Turki Ottoman, mengirimkan pasukan dari Mesir di bawah pimpinan Muhammad Ali Pasha untuk menumpas pemberontakan Saud di sekitar Mekkah.
Daendels ditarik kembali ke Eropa untuk membantu Napoleon dalam ekspedisinya ke Moskow. Jan Willem Janssens diangkat sebagai Gubernur Jenderal yang baru. Inggris menyerbu Jawa dan berhasil menduduki Batavia. Janssens kemudian menyerah dan menandatangani Kapitulasi Tuntang di Salatiga dimana ia bersedia menyerahkan seluruh jajahan Hindia Belanda kepada Inggris. Thomas Stamford Raffles diangkat sebagai Gubernur Jenderal di Jawa. Pendudukan Inggris di Jawa pun resmi dimulai. Hamengkubuwono II kembali merebut gelarnya sebagai Sultan di Yogyakarta.
1812 M – Peristiwa Geger Spehi. Bekerjasama dengan Mangkunegaran, Raffles memimpin pasukan Inggris menyerbu dan menduduki keraton Yogyakarta. Hamengkubuwono II dilengserkan dan diasingkan ke Padang. Tahta Yogyakarta kembali diserahkan kepada Hamengkubuwono III. Natakusuma mendirikan Dinasti Pakualam.
1813 M – Kesultanan Banten dihapuskan oleh Raffles. Ia kemudian mendirikan pemerintahan langsung di sana.
1814 M – Ekspedisi Inggris melaporkan penemuan Candi Borobudur, Prambanan, dan reruntuhan kota Trowulan ke Eropa untuk pertama kalinya. Hamengkubuwono IV naik tahta menjadi Sultan Yogyakarta di usia 13 tahun. Pangeran Diponegoro ditunjuk sebagai wali sang Sultan yang tak lain adalah adiknya sendiri.

1815 M – Napoleon dari Perancis kalah perang dengan Inggris. mengakhiri kekuasaannya.

PERANG PADRI
Tuanku Pasaman memimpin kaum Padri (agamawan) menyerbu Istana Pagarruyung, mengawali Perang Padri.
Sultan Arifin Muningsyah melarikan diri dari ibu kota kerajaan ke Lubuk Jambi.

Tokoh terkemuka perang Padri adalah
– Haji Miskin
– Haji Piobang
– Haji Sumanik
lulusan Al Azhar Mesir yang berpaham Wahabi.
Trio ini mantan tentara Turki saat berperang dengan napoleon (Mangaradja Onggang Parlindungan)

1816 M – Perubahan iklim akibat erupsi gunung Tambora. Sebagian besar Bumi mengalami musim dingin berkepanjangan. Penyerahan kekuasaan dari Inggris kepada Belanda. Belanda secara resmi kembali menjadi penguasa di Hindia Belanda. Raffles meninggalkan Jawa dan pindah ke Bengkulu.
1817 M – Raffles menyelesaikan penulisan buku ‘History of Java’, yang berisi tentang rangkuman penelitian kesejarahannya tentang Jawa.
1818 M – Belanda mengakhiri perdagangan budak di Jawa.

1821 M – Sultan Tangkal Alam Bagagarsyah (kemenakan dari Sultan Arifin Muningsyah) bekerja sama dengan Belanda dalam melawan Kaum Padri.
1824 M – Traktat London; Perjanjian Inggris-Belanda untuk membagi wilayah jajahannya.

1825 – 1830 M – Perang Diponegoro di Jawa.
1825 M – Sultan Tangkal Alam Bagagarsyah dikhianati Belanda. Berbalik bersekutu dengan kaum Padri.
1826 M – Perang gerilya merebak di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebagai akibat dari menyebarnya gerakan anti-Belanda yang dipelopori oleh Diponegoro. Du Bus diangkat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, menggantikan Van der Capellen. Belanda membebaskan Hamengkubuwono II dari pembuangan dan mengangkatnya kembali menjadi Sultan Yogyakarta. Pasukan Belanda memukul mundur Diponegoro dan pengikutnya di Gowok. Raffles wafat.
1827 M – Puncak Perang Diponegoro.
1828 M – Kyai Maja, seorang abdi setia dan penasihat pribadi Diponegoro, ditangkap oleh Belanda di akhir sebuah pertempuran.
1829 M – Pangeran Mangkubumi dan Senapati Sentot Alibasyah, pendukung dan pengawal setia Diponegoro, menyerahkan diri kepada Belanda.
1830 M – Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda setelah tertipu bujukan untuk mengadakan diplomasi di Magelang. Ia dibuang ke Manado, lalu ke Makassar. Perang Diponegoro pun berakhir. Diperkirakan separuh lebih populasi Yogyakarta lenyap akibat perang ini. Wilayah kekuasaan Yogyakarta dan Surakarta menjadi semakin sempit. Johannes van den Bosch diangkat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ia mulai menerapkan sistem tanam paksa terhadap rakyat, lalu mendirikan KNIL sebagai kesatuan tentara resmi Hindia Belanda.

1832 M – Mas Ngabehi Poerbawidjaja dan Mas Ngabehi Mangoenwidjaja menulis Babad Kadhiri atas pesanan VOC, pasca perang Diponegoro, salah satu isinya menyebutkan bahwa

Raja Joyoboyo mempunyai 2 abdi setia bernama;
– Kiai Doko, kemudian menjadi Senopati Perang Tunggul Wulung
– Kiai Dhoho, kemudian menjadi patih Buta Locaya

Saat Joyoboyo Hilang moksha, kedua abdi ini ikut moksa.
Buta Locaya ditugaskan untuk menjaga Selabale (gua Selomangleng).
Tunggul Wulung diperintahkan untuk menjaga kawah Gunung Kelud agar letusannya tidak banyak merusak desa sekitar, dan memakan banyak korban jiwa. Konon, nantinya Raja Jayabaya akan datang kembali, dan tugas Tunggul Wulung adalah mempersiapkan kedatangan sang raja yang telah muksa.

Mangoenwidjaja, mengakui bahwa karyanya merupakan cerita fiktif hasil dari dialog dengan jin yang didatangkan dengan ritual pemanggilan tertentu.
Jin tersebut mengaku bernama Buta Locaya.

Nama “Tunggul Wulung” memiliki arti “Panji/ Bendera Biru-Hitam”.

1840 M – Ngabdullah dari Juwono Pati, umur sekitar 40 tahun, mantan pengikut Diponegoro, terobsessif oleh Babad Kadhiri segera bertapa di lereng gunung Kelud selama 7 untuk menyongsong Prabu Joyoboyo (bambang Noorsena).
Di lereng bertemu dengan Endang Sampurnawati (Anak Bupati Kediri, lantas menjadi istrinya).

1841 M – Tuan Gadang di Batipuh (penerus Sultan Tangkal Alam Bagagar) memimpin pemberontakan melawan dominasi Belanda di Pagarruyung Sumatra.

1846 M – Belanda menundukkan Buleleng di Bali, namun kembali lepas setelah pasukan KNIL mundur kembali ke Jawa.

1848 M – Ngabdullah berganti nama menjadi Tunggul Wulung.
Van Akkeren menduga Ngabdullah ingin menyamakan dirinya dengan Tunggul Wulung, penjaga Gunung Kelud, lambang kekuatan yang menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Lalu Tunggul Wulung (Ngabdullah) menyebarkan Kristen Jawa, mengarang cerita:
– Yesus Kristus lahir di Gunung Lawu dan Kristus berarti ‘keris yang tus’ keris yang sejati.
– Ratu Adil yang selama ini diharap-harapkan kedatangannya oleh orang Jawa tidak lain adalah Kanjeng Nabi Isa Rohullah.
– Mengarang cerita Sabdapalon Nayagenggong, Darmogandul, Gatoloco, Nyi Roro Kidul mantu.
isi cerita Sabdapalon Nayagenggong menyebutkan bahwa penyerang yang menghancurkan Majapahit adalah Demak. Padahal yang menghancurkan Majapahit adalah Girindrawardhana dendam lama Jayakatwang Kediri. Diduga hasil jiplakan Babad Kadhiri;

Sedangkan Darmogandul dan Gatoloco adalah Kitab porno.

1849 M – Belanda kembali menyerbu Bali, menghancurkan Buleleng serta menundukkan Jembrana dan Karangasem.

1850 M – Terbit Babad Kadhiri secara resmi, hasil dialog dengan jin (Agus Sunyoto).
1855 M – Tunggul Wulung (Ngabdullah) dibaptis oleh Jellesma di Mojowarno Jombang.
Pangeran Diponegoro wafat dalam pembuangannya di Makassar.
1856 M – Pasrah Karso, Pieter Jansz, Tresna Wirodiwongso dan Petrus menyebarkan Injil di Jepara Jawa Tengah.

1860 M – Muncul Naskah Perang Bubat ditulis oleh orang Bali atas suruhan Belanda.
Isinya tentang pembantaian Sunda oleh Majapahit.
menurut Agus Sunyoto, cerita dalam naskah ini fiktif.

1858 – 1863 M – Kakawin Babad Badra Santi digubah menjadi Kidung oleh Ki Kamzah (R. Panji Kamzah, anak dari cicit Tejakusuma IV) untuk melengkapi karya Carita Lasem.
Carita Lasem berisi tentang Sejarah Kerajaan Lasem dalam kurun waktu 1351 sampai 1863. Mulai dari Dewi Indu atau Bhre Lasem I (-1382) sampai dengan Ki Kamzah.

Salah satu kutipannya ;
“… Pangeran Santibadra mengabdi ke Majapahit (1469), dia didampingi oleh Eyang Kakek Pandhita Na Wang I. Selain Na Wang I, Pangeran Santibadra juga dipanakawani oleh Gin Hong, Kecruk, dan Palon….

… Santi Badra dinobatkan menjadi Tumenggung Wilwatikta oleh Kertabumi”

Perhatikan dengan Sabda palon pada karya Darmagandul karya Ngabdullah Tunggul Wulung.
Karya ini terbit hampir bersamaan, apakah mereka berdua teman akrab? belum ada informasi…

Kelak di abad 21, dongeng khayal ini masih dijadikan bahan rujukan oleh penulis Damar Shashangka (Buddha), pembacanyapun ikut percaya…..

Pada masa Turki Ottoman dan Sassaniyah Persia, Bahá’u’lláh mengaku mendapat wahyu di Iran mendirikan Baha’iyah yang mengajarkan nilai penting dari semua agama; kesatuan semua orang, menolak rasisme dan nasionalisme.
Bahaullah mengaku keturunan dari Ibrahim melalui jalur Keturah.

1865 M – Babad Sengkalaning Momana ditulis oleh Pangeran Suryonegoro, berisi kisah Aji Saka.

1865 – 1870 M – Sultan Aceh Mansyur Syah meminta bantuan ke Turki Utsmaniyah. Sebagai balasan, Sultan Abdul Majid I mengirimkan beberapa alat tempur untuk Aceh dalam rangka melawan Belanda.

1870 Kyai Sadrah Surapranata (Radin Abah/ Sadrach) murid Tunggul Wulung dari Karangyasa (Banyumas) menyebarkan Kristen Abangan.
Kelak ajaran Sadrah menjadi cikal bakal Gereja Kerasulan (Kerasulan baru).

1871 M – lahir Traktat Sumatra.

1872, Charles Taze Russell mendirikan Saksi Yehova atau Saksi Yehuwa (Jehovah’s witnesses). Inti ajarannya;
– Yehuwa adalah satu-satunya Allah,
– Yesus adalah Putra Allah, bukan bagian dari Tritunggal. (mirip Arian; Yesus berbeda substansi dengan Allah Bapa)

1873 M – tindak lanjut Traktat Sumatra, pasukan Belanda mendarat di Pantai Cermin Meuraksa menandai awal invasi Belanda Aceh.

1880 M – Theodor Herzl menginisiasi gerakan imigrasi kembali ke Israel.

=========================
Bagian ini bisa dibaca di sini; http://genghiskhun.com/yahudi-zionis-kristen-zionis-dan-islam-zionis
=========================

1881 -1884, Pogrom Tsar Rusia pertama.
1883 M – Erupsi dahsyat Gunung Krakatau di Selat Sunda.
1889, Mirza Ghulam Ahmad mendirikan Ahmadiyyah.

1890 M – Di Blora, Samin Suråsentikå mulai mengajarkan ajaran Samin.
1896 M – Snouck Hurgronje mulai berperan di Aceh.
1900 M – Belanda menundukkan Gianyar di Bali.
Di Jawa berdiri Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) resmi diakui Belanda untuk meminimalisir aktivitas Sadrah.
yang sama ditulis Serat Darmagandul oleh Ki Kalamwadi/ Ngabdullah Tunggul Wulung (Philip Van Akheren).

Hampir seluruh isi Sêrat Darmågandhul merupakan bentuk turunan dari cerita Babad Kadhiri (lihat 1832 M)
Tokoh Ki Darmågandhul juga kuat dugaan diinspirasi oleh tokoh Ki Darmåkåndå dari Sêrat Babad Kadhiri tersebut (G.W.J. Drewes).

ABAD KE-20
1901 M – Sukarno lahir.
1902 M – Mohammad Hatta lahir.
1902 M – di Jazirah Arab, Abdul Aziz bin AbdurRahman (cucu Ibnu Saud mengalahkan Gubernur Ottoman di Riyadh memulai Dinasti Saud ke-3.
1903–1906, Pogrom Tsar Rusia kedua

1905 M – Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam yang kelak berganti nama menjadi Sarekat Islam (SI).
1906 M – Belanda berturut-turut menundukkan Badung dan Tabanan di Bali.
1906 M – Terbit Babad Demak versi Kraton Yogyakarta
1907 M – Belanda menundukkan Bangli di Bali.
1908 M – Era Kebangkitan Nasional dimulai dengan didirikannya organisasi Budi Utomo. Belanda menundukkan Klungkung di Bali. Seluruh pulau Bali pun sepenuhnya jatuh ke tangan Belanda.

1909 berlaku larangan kepemilikan Opium di Amerika.
1912 Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah.
1912 M – HOS Cokroaminoto menjadi pimpinan Sarekat Islam. Ia berhasil membujuk pemerintah Hindia Belanda untuk mengesahkan dan mengakui keberadaan SI.
1914 M – Perang Dunia I dimulai. Henk Sneevliet mendirikan ISDV yang kelak menjadi cikal bakal PKI.
1918 M – Perang Dunia I berakhir.

1918-1919 Pogrom Kota Guba di Armenia dengan korban ribuan yahudi.

1920 M – Muhammad Subuh Sumohadiwidjojo mendirikan Subud (Kejawen).
Subud dibentuk dari kata susila (karakter manusia yang baik), budhi (kekuatan batin) dan dharma (kepercayaan pada Tuhan).

1926 Hasyim Asyari mendirikan NU.
Hasyim Asyari adalah keturunan pangeran Benawa bin Jaka Tingkir, keturunan Maulana Ishak bin Ahmad Jumadil Qubro, keturunannya Ali Zainal Abidin bin Hussein bin Ali suami Fatimah Azzahra.

Terjadi Pemberontakan PKI di Banten, Batavia, dan Bandung. Berhasil dipadamkan oleh pasukan KNIL.

1928 M – Ikrar Sumpah Pemuda.
Residen Poortman dikatakan menyita kronik China dalam sebuah penggerebekan di Klenteng Sam Po Kong Semarang.

Menurut Agus Sunyoto; Serat yang ditulis pasca Perang Diponegoro dinilai meragukan; semisal Babad Kediri, Serat Darmogandul, Serat Syekh Siti Jenar, Kronik Klenteng Sam Po Kong.
Agus Sunyoto mengaku pernah mengejar Kronik China ini sampai ke Leiden , Belanda namun hasilnya nihil.

Menurut De Graaf, Sejarawan Belanda; tidak pernah ada Residen yang bernama Portman.
Petunjuk ini akan memicu penyelidikan lebih lanjut ke arah penulis yang merujuk ke Poortman, yaitu Mangaradja Onggang Parlindungan (Tuanku Rao) dan Slamet Muldjana (“Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara” 1968 M).

1932 M – Sukinohartono mengaku memperoleh wahyu dan mendirikan ajaran Kejawen Sumarah.

=

1936 M – Muktamar NU 1936 mengadopsi Piagam madinah, merekomendasikan pendirian negara DARUSSALAM – bukan Darul Islam.
1939 M – Perang Dunia II dimulai.
1940 M – Pusat pemerintahan Belanda di Eropa jatuh ke tangan Jerman Nazi. Hindia Belanda mengumumkan keadaan siaga.
Partai Komunis China berkuasa. Roda perekonomian ditingkatkan dengan perdagangan Candu.

1941 M – progrom Iasi Rumania dengan korban 13.266 Yahudi.
Pogrom tykocin dan Jedwabne di Polandia.

David Ben-Gurion memproklamirkan Negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948.

Kekaisaran Jepang memulai penaklukkan Asia Timur Raya.

1942 M – Pasukan Jepang melakukan pembantaian atas muslim Rohingya di Burma (Myanmar sekarang) dan muslim Moro di Mindanao dan Sulu (Filipina).
=====
Pembantaian Rohingya masih berlanjut hingga saat ini meski sudah berganti pemerintahan.
=====

Pasukan Jepang menyerbu dan menguasai seluruh Jawa dalam tempo yang singkat. Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Pulau Jawa pun resmi menjadi bagian dari Kekaisaran Jepang. Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo dan laskar Hizbullah memimpin gerakan Islam radikal di Tasikmalaya.

Berdirinya negara India menimbulkan kerusuhan sektarian yang sangat luas antara IslaM – Hindu dan Sikh.

1943 M – Pemerintah Jepang membentuk PUTERA dan menunjuk Sukarno sebagai ketuanya. Jepang kemudian juga mendirikan PETA. Di antara anggotanya adalah Sudirman dan Suharto.
1944 M – Pasukan Sekutu menyerbu Surabaya.
1945 M – Sukarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, setelah serangkaian peristiwa besar yang mengakhiri pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Pasukan Sekutu bersama Van Mook dan perwira NICA mendarat di Jakarta. Serangkaian perang besar berkobar di Semarang, Ambarawa, dan Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

1946 M – Ibukota RI dipindah ke Yogyakarta setelah kondisi keamanan di Jakarta makin memburuk. Peristiwa Bandung Lautan Api. Konferensi Malino. Perjanjian Linggajati. Puputan Margarana. Belanda atas nama Gubernur Jenderal Van Mook mendirikan Negara Indonesia Timur lewat Konferensi Denpasar.
1947 M – Agresi militer Belanda I terhadap Jawa dan Sumatra. Suria Kartalegawa mendirikan negara Pasundan di bawah pengaruh Belanda.
1948 M – Pemberontakan PKI di Madiun pimpinan Musso. Berhasil ditumpas oleh TRI. Belanda mendirikan negara Madura dan negara Jawa Timur. Agresi militer Belanda II terhadap Jawa dan Sumatra. KNIL berhasil menduduki kota Yogyakarta dan menangkap para pemimpin RI.
1949 M – Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia dalam bentuk negara Serikat setelah konferensi di Den Haag, serta serangkaian serangan umum di Yogyakarta dan Surakarta. SM Kartosuwiryo mendeklarasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII alias DI/TII) di Jawa Barat.
1950 M – Republik Indonesia Serikat resmi dibubarkan. Amir Fatah menyatakan sebagian Jawa Tengah sebagai bagian dari DI/TII.

1954 M – Gerald Gardner mendirikan perkumpulan Wiccan (Pagan-Sihir) yang menyembah patung patung.
Amir Fatah menyerahkan diri. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah pun berakhir.

1955 M – Pemilihan Umum diadakan untuk pertama kali.
1957 M – Peristiwa Granat Cikini, percobaan pembunuhan Presiden Sukarno oleh aktivis DI/TII.
1958 M – Letnan Kolonel Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI di Sumatera, dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menteri.
Segera ditumpas oleh Letnan Kolonel Ahmad Yani.

Setelah peristiwa tersebut, orang-orang Sumatera Barat seolah takut membuka diri sebagai orang Minang karena khawatir dikait-kaitkan dengan PRRI.

1960 M – Penembakan di Istana Presiden oleh seorang Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta.
1961 M – Operasi Trikora dimulai setelah dikumandangkan oleh Sukarno di Alun-alun Utara Yogyakarta untuk merebut Papua Barat dari Belanda.
1962 M – Kartosuwiryo ditangkap dan dihukum mati, mengakhiri pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.
1963 M – Konfrontasi Indonesia-Malaysia dimulai. Papua Barat berintegrasi dengan RI.
1965 M – Tragedi nasional G30S di Jakarta dan Yogyakarta, menyebabkan terbunuhnya 9 orang petinggi TNI-AD.

Vatikan mengumumkan sebuah dokumen yang disebut “Nostra Aetate ” (Bahasa Latin untuk “In Our Time”) yang menyatakan bahwa orang Yahudi pada umumnya tidak bertanggung jawab atas kematian Yesus.

1966 M – Pembantaian massal terhadap ribuan tertuduh komunis di seluruh Indonesia oleh Suharto dan TNI-AD. Diperkirakan 70 ribu-1 juta orang tewas dalam genosida ini. Penyerahan Supersemar dari Suharto kepada Sukarno. Konfrontasi Indonesia-Malaysia resmi berakhir. Kedua negara mulai memperbaiki hubungan. Indonesia kembali menjadi anggota PBB.
1967 M – Sukarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Suharto.
1968 M – Era Orde Baru resmi dimulai dengan dilantiknya Suharto sebagai Presiden RI kedua.
1970 M – Sukarno wafat di usia 69 tahun. Pemerintah menetapkan masa berkabung selama 7 hari.

1979 – 2013 dalam buku The Eticon, Mar Gregorius Yuhanna Ibn al-Ibri (uskup agung Ortodoks Syria di Aleppo) mendeskripsikan waktu-waktu shalat, makna dan urutan-urutannya dalam bahasa Arab.
1. Shalat al-Masa’ atau al-Ghurub (shalat maghrib);
2. Shalat al-Naum (shalat malam);
3. Shalat Nishfu al-Lail (shalat tengah malam);
4. Shalat Subuh (shalat subuh);
5. Shalat Sa’at ats-Tsalitsah (shalat jam ketiga);
6. Shalat Sa’at as-Sadisah (shalat jam keenam);
7. Shalat Sa’at At-Tasi’ah (shalat jam kesembilan).

====
Lebih lengkapnya bisa dibaca di http://genghiskhun.com/menelusuri-asal-mula-shalat-tujuh-waktu-kristen-ortodoks-syria-sabu-ash-shalawat
====

1980 M penemuan makam Talpiot yang diduga milik Jesus dan keluarganya.
1982 M – Petrus, serangkaian operasi rahasia oleh pemerintahan Suharto berupa penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan di pulau Jawa. Berlangsung hingga 2 tahun berikutnya.
1984 M – Kerusuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Pada 1990 M – di Srilanka terjadi pengusiran dan pembantaian muslim oleh Macan Tamil (Hindu).
Ajaran shalat Tujuh Waktu berbahasa arab Kristen Ortodoks Syria masuk ke Indonesia. (Teguh Hindarto)

1991 M – Berdiri AAI, Atheist Alliance International.
Athesime berkeyakinan bahwa;
– Tidak percaya pada tuhan mana pun, walaupun mungkin Tuhan/ Tuhan-Tuhan itu ada (ateis agnostik).
– Iman saja tak cukup, harus ada bukti yang tidak bisa disangkal.

Kampanye utama mereka adalah mengajak para pemeluk agama (terutama Kristen) untuk berpikir; di dalam kitab Suci; Sejarah manakah yang Mitos dan manakah yang Fakta?

Yesus yang telah berbohong;
Matius 16:28

“Sesungguhnya Aku berfirman kepadamu, Ada beberapa orang yang berdiri di sini, yang tidak akan merasakan kematian, sampai mereka melihat Anak Manusia datang dalam kerajaannya.” (Juga lihat Matius 24:34; Lukas 21:32; Markus 13:30)

Pengikut Atheis biasa mengidentifikasi dirinya dengan;
– pemikir bebas,
– skeptis,
– sekuler,
– agnostik,
– non-beriman
– dan lain -lain

1996 M – Peristiwa 27 Juli alias Kudatuli di Jakarta.
1997 M – Krisis finansial melanda Asia, melumpuhkan perekonomian dan keuangan di sebagian besar Asia Timur. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami pukulan berat, bersama dengan Thailand dan Korea Selatan.
1998 M – Suharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden setelah serangkaian kerusuhan di Jawa. Bacharuddin Jusuf Habibie dilantik sebagai Presiden RI ketiga. Orde Baru pun berakhir dan Era Reformasi resmi dimulai.
1999 M – Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dilantik menjadi Presiden RI keempat menggantikan Habibie.

ABAD KE-21
2001 M – Megawati Sukarnoputri dilantik sebagai Presiden RI kelima menggantikan Gus Dur.
Pada 2003, di Tibet, kelompok Buddha mempersekusi muslim Hui.
Di India, selalu terjadi kerusuhan berkala antara Muslim dengan Hindu.

2004 M – Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menjadi pasangan pemimpin RI pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat.
2008 M – Suharto wafat di usia 86 tahun.
2009 M – SBY kembali memenangi Pilpres dan menjadi Presiden RI bersama Budiono sebagai Wapres yang baru. Gus Dur wafat di usia 69 tahun.
2010 M – Erupsi Gunung Merapi.
2014 M – Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wapres Indonesia menggantikan SBY-Budiono. Erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur.

Ada Channel Youtube menarik yang menggambarkan Sejarah Jawa dengan Grafis

SELESAI

Oleh:
Genghis Khun

Baca Lebih Lanjut;
Larry Gonick, Kartun Riwayat Peradaban
Simon Sebag Montefiore, Jerusalem

Syeikh Syamsuddin Wasil (2): Antara Fakta dan Legenda


J. D. Wolterbeek, Babad Zending di Pulau Jawa
Kajian Gus Muwaffiq
kajian Said Aqil Siradj
Kajian Agus Sunyoto
https://pelangisingosari.wordpress.com/dongeng-arkeologi-antropologi/
https://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/07/14/distorsi-sejarah-yang-mengeliminir-peran-walisongo-sebagai-penyebar-islam-di-nusantara/

Prof. Dr. Ahwan MukarroM – MA, SEJARAH ISLAM INDONESIA I, http://digilib.uinsby.ac.id/20188/1/Sejarah%20Islam%20Indonesia%20I.pdf

PETA
http://alanqasaharica.blogspot.com/2017/02/kronologi-sejarah-pulau-jawa-10000-sm.html

https://www.dutaislam.com/2019/05/5-generasi-para-walisongo-menurut-habib-luthfi.html

Pekabaran Injil di Jawa


http://gitjkdpenjalin.com/Profil/
https://id.wikipedia.org/wiki/Babad_Tanah_Jawi
https://id.wikipedia.org/wiki/Samaratungga

Silsilah Azmatkhan:
http://ikrafaalfattah.blogspot.com/2015/03/asal-usul-nama-azmatkhan-leluhur.html
http://wwwahamid.blogspot.com/2018/
https://en.wikipedia.org/wiki/King_of_Champa

Inilah Asal-usul Marga Azmat Khan (Sejarah Islam Dari India, Thailand Hingga Indonesia)


https://nextnusantara.wordpress.com/2016/11/27/dari-simpang-siur-penulisan-sejarah-wali-sanga-hingga-ajaran-makrifat-kiyai-samin-surasentika/

Tentang Bhairawa Tantra
http://digilib.uin-suka.ac.id/913/1/BAB%20I%2C%20V%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

Bhairawa


https://kriyayoganusantara.wordpress.com/2016/03/20/tantra-bhairawa/
http://blackbali.blogspot.com/2008/04/tantrayana-dan-perkembangannya-di.html

Syeh Syamsuddin Wasil:

Syeikh Syamsuddin Wasil (2): Antara Fakta dan Legenda


http://agungpambudi72-sejarahdanperistiwa.blogspot.com/2013/05/sulaiman-al-wasil-syamsudin-atau-syekh.html
https://mistikus-sufi.blogspot.com/2013/07/syeikh-ali-syamsujen.html
https://ahmadsamantho.wordpress.com/2010/02/08/prabu-jayabaya-seorang-muslim/

Raja Jawa
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia
Babad Tanah Djawi L.Van Rijkkevorsel
https://id.wikipedia.org/wiki/Babad_Tanah_Jawi
http://kajanglako.com/id-881-post-mitos-adityawarman-dan-penaklukan-kerajaan-jawa-terhadap-sumatra.html
https://suprizaltanjung.wordpress.com/2012/08/10/adityawarman-arrya-dewaraja-pu-aditya-arya-damar/comment-page-1/
https://kekunoan.com/akibat-keburu-tewas-sebelum-upacara-tuntas-singhasari-tumpas/

Santibadra:

Menguak Kidung Badra Santi, Kesaksian Senjakala Kerajaan Majapahit


Skripsi Analisis Konteks dan carita Lasem http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-10//S57016-Norma%20Rizkiananingrum

https://siwisang.wordpress.com/2016/06/08/prasasti-petak-1486m/
Tentang Ramalan Jayabaya:
https://ahmadsena3.blogspot.com/2018/10/kisah-prabu-jayabaya.html
http://www.serunik.com/2014/04/inilah-isi-lengkap-ramalan-jayabaya.html
https://sangpencarikebenaran.wordpress.com/2014/02/25/raden-patah-melakukan-pemberontakan-pada-ayahnya-sendiri/
https://www.kompasiana.com/tamam.malaka/5528b578f17e616b7b8b45bf/-majapahit-runtuh-bukan-sebab-serangan-demak
https://indocropcircles.wordpress.com/2015/10/08/sejarah-majapahit-yang-terkubur-dan-dilupakan/

http://wayansuyasa-webblog.blogspot.com/2012/08/ilmu-leak-bali.html

https://rumahmuallafindonesia1.wordpress.com/2012/11/15/jejak-syiah-di-sumatera-barat/
https://regional.kompas.com/read/2016/02/08/14294371/Ketika.Orang-orang.Minang.Sempat.Takut.Memakai.Nama.Asli.Daerah?page=all

Sejarah Gelar Sidi Pada Masyarakat Pariaman (Keturunan Nabi Muhammad SAW)

https://ibgwiyana.wordpress.com/2012/09/18/babad-dhangyang-nirartha-dan-keturunannya-di-sanur-bali/
Raechelle Rubinstein, Beyond the realm of the senses : The Balinese ritual of kakawin composition, https://books.google.co.in/books?id=H0LIiSfh5hgC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false

http://niakurniasholihat.blogspot.com/

Diskusi Keruntuhan Majapahit Antara Siwi Sang dan Darma Shasangka;
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/10/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-kerajaan.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit_10.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit-5.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/prokontra-sejarah-keruntuhan-majapahit-6.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/prokontra-tafsir-serat-pararaton-bagian.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/prokontra-sejarah-masa-akhir-majapahit-8.html

gendra76.wordpress.com/2013/09/01/babad-danghyang-bang-manik-angkeran-siddhimantra-tatwa/
https://www.babadbali.com/pustaka/babad/manikangkeran2.htm
https://kakasd.wordpress.com/2010/10/22/danghyang-nirartha-dan-sejarah-wangsa-di-bali/
http://sejarahharirayahindu.blogspot.com/search?q=bhairawa
https://padangulan.wordpress.com/2011/07/30/sunan-giri-putra-blambanganb-paus-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s