Menguak Detik-Detik Keruntuhan Majapahit Yang Misterius_ Integrasi Google Maps

Melanjutkan tulisan sebelumnya Bhairawa Tantrayana vs Islam Nusantara vs Ngabdullah Ibrahim Tunggul Wulung (Toenggoel Woeloeng)

Walaupun banyak teori; dari mulai dongeng fiktif hingga riset serius, keruntuhan Majapahit menarik untuk selalu dikupas.

Umumnya publik memilih percaya dengan sosok Sabdapalon, Noyogenggong, panglima Joyoboyo (Tunggung Wulung dan Butalocaya) hingga Jangka Jayabaya.

Padahal nama-nama tersebut di atas (selain Jayabaya/ Joyoboyo) hanyalah tokoh fiktif/ dongeng khayalan seorang Ngabdullah dari Pati, mantan pengikut Diponegoro yang frustasi setelah kekalahan perang tahun 1830 M).

Prabu Jayabaya sendiri, Raja Dhoho Kediri, setelah meninggal dunia, kedua putranya malah saling berebut tahta (konflik Internal).

Di Masa Keruntuhan Majapahit, kita akan mengenal tokoh-tokoh berpengaruh di bawah ini;
– Danghyang Angsoka (cucu Angsokananta/ Mpu Tantular)
– Danghyang Nirartha
– Santri Badra

Dongeng terbaru semisal Sejarah Runtuhnya Majapahit Yang Di Rahasiakan Pemerintah karangan Dhamar Shasangka, atau KERUNTUHAN MAJAPAHIT HINGGA PENGISLAMAN NUSANTARA karangan Benedictus Sigit Wibowo luput mengisahkan tokoh diatas.

Mengherankan bukan?

Di sisi lain, apakah anda tahu adanya periode Majapahit tanpa raja selama 3 tahun?
Mari kita simak kronologisnya sambil minum es Wedhang Jahe,
Tak lupa kami sertakan Google Map/ Streetview untuk lokasi-lokasi yang penting..

PERANG PAREGREG MAJAPAHIT BARAT vs TIMUR
1404 M – Awal mulainya perang Paregreg, yaitu perang antara Majapahit istana barat Trowulan (Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk), melawan istana timur Blambangan (Bhre Wirabhumi, putra kesayangan Hayam Wuruk namun dari selir).

Kedaton Kulon vs kedaton Wetan
===================
Tokoh Minak Djinggo dalam cerita Damar Wulan merupakan olok-olok terhadap Wirabhumi.
Tahun ini lahir juga Raden Abdul Jalil (Siti Jenar/ lemah Abang)
===================
1405 M – Cheng Ho/ Zheng He, 34 th (1371–1433, mengawali Ekspedisi pertamanya dari pelabuhan Liujiagang – Changle – Qui Nhon (Champa)- Tuban – Palembang – Pasai dst.
Terdiri dari 27.000 anak buah kapal dan 307 (armada) kapal laut yang terdiri dari kapal besar dan kecil, mulai dari kapal bertiang layar tiga hingga bertiang layar sembilan. Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 feet atau 120 meter dan lebar 160 feet atau 50 meter.

Kelak singgah ke Indonesia sebanyak 7x.

Dalam kunjungan ke Pasai, tersebut Cheng Ho menyampaikan hadiah dari Kaisar Tiongkok, Lonceng Cakra Donya.

https://www.youtube.com/embed/es__Le3eob0?version=3&rel=1&showsearch=0&showinfo=1&iv_load_policy=1&fs=1&hl=id&autohide=2&wmode=transparent

Perjalanan Cheng-Ho juga menuju Jawa, ke Ibukota Majapahit Timur (Zhaowa/ Chaowa (爪蛙)), Kedaton Wetan, ibukota yang diakui oleh Dinasti China .
Saat singgah di Tuban, Gresik, Surabaya, menemukan ada sekitar 1000 keluarga China islam.

1406 M – Akhir perang Paregreg. Majapahit Timur diserbu.
Wirabhumi terbunuh oleh Raden Gajah. Naasnya, beberapa pasukan Cheng-Ho juga terbunuh. Ini membuat Kaisar China Tak terima.
Wirabhumi dimakamkan di Candi Grisapura di Desa Lung.


Wikramawardhana Majapahit Barat si pemenang perang, namun diwajibkan membayar denda pada kaisar China sebesar 60.000 tahil.
Sampai 1408 baru bisa diangsur 10.000 tahil saja. Akhirnya, kaisar membebaskan hutang tersebut karena kasihan.

1409 M – Majapahit Barat menganggap Adityawarman di Pagarruyung telah membangkang, oleh karena itu segera dikirim ribuan pasukan Majapahit ke Sumatra.
terjadi pertempuran dahsyat didaerah yang kini bernama “Padang Sibusuk” dan “Kiliran Jao

1410 M – Syekh Hasanuddin bin Yusuf Sidik dari Champa yang ikut menumpang ekspedisi ke-3 Cheng-Ho (umur 39 th), turun di Karawang dan ijin kepada Prabu Niskala wastu Kancana Raja Sunda Galuh (1348-1475) untuk membangun Pesantren di Jawa Barat.
Syeh Hasanudin ini merupakan keturunan Husein Bin Ali r.a., dari jalur Dyah Kirana, kelak dikenal dengan nama Syeh Quro.

Di Blitar, dibangun candi Gambar Wetan di lereng barat gunung kelud (1410-1438 M)

1411 M – China, kunjungan dari rombongan Parameswara Raja Malaka untuk beraliansi dengan Kaisar Yongle (memerintah 1402–1424), agar Malaka dilindungi dari serangan Majapahit dan Siam.

  • PENGIRIMAN WALISONGO dari TURKI OTTOMAN.
    Joan of Arc mengaku mendapat wahyu.
    1413, Mehmed 1 (Muhammad 1/ Muhammad al Jalabiy/ Celeby Mehmed), putera Sultan Murod, naik tahta menjadi Sultan Ottoman Turki ke-5.
    Ibukotanya masih di di Edirne (Adrianople)
    .
    Berinisiatif mengirim delegasi 9 Ulama ke Jawa atas Laporan keluarga Jumadil Kubro (Sultan Barokat Zaenal Alam?) tentang suatu daerah yang penuh Ilmu Hitam dan Jin Jahat.
  • 1. Maulana Malik Ibrahim Asmaraqandi (Champa- Anak Sultan Barokat Zaenal Alam).
  • 2. Maulana Ishaq 21th??(anak Maulana Ibrahim Zaenuddin) .
  • 3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro.
  • 4. Maulana Muhammad al Maghriby, dari Marokko.
  • 5. Maulana Malik Israil (Ali Nurul Alam 24th).
  • 6. Maulana Muhammad Ali Akbar 102th (??), dari Persia (atau India??).
  • 7. Maulana Hasanuddin, dari Palestina.
  • 8. Maulana Aliyuddin, dari Palestina.,
  • 9. Syekh Subakir/ Sayyid Syamsuddin Albaqir Alfarsi, dari Iran (Persia)

=======================
Naskah Sinkretis Islam-Hindu Serat Paramayoga karya Ranggawarsita tahun 1861 M menyebutkan bahwa nama Sultan ini Al Gabah
=======================

Malik Ibrahim Asmaraqandi menuju kota Gresik. Terkenal sebagai Sunan Gresik/ Kakek Bantal.
Mendirikan masjid di dekat makam Fatimah binti Maimun.

Kelompok lain dipimpin Syeh Subakir bergerak ke Jawa Tengah mulai membangun markas di Turgo lereng merapi.

Syeikh Subakir, pendekar pulau Persik, memasang tumbal di puncak gunung tidar Magelang.

============================
legenda Perjanjian Antara Subakir dan Semar dan Togog??
Setelah menyelesaikan urusan dengan penduduk jawa termasuk makhluk-makhluk halus yang jahat, Syeh Subakir melakukan perjanjian dengan Dua Tokoh yang Tak memusuhi Subakir namun juga tak mendukung; mereka adalah Semar dan Togog (Said Aqil Siradj)
============================

Walisongo Angkatan pertama ini mengenalkan Islam tanpa sekalipun membawa budaya Arab.
Mereka mulai mengenalkan Sarung, shalat jumat 41x berturut-turut sama mulianya dengan naik haji.

Tahun yang sama, rombongan pendatang Buddha dari Champa dipimpin oleh Bi Nang Un mendarat di pantai Regol, Lasem. Menurunkan putri Bi Nang Un/ Wikuni Kumudhawardani; cikal bakal pencipta Batik Lasem.

=

1415 M – Kaisar Dinasti Ming mengakui kedaulatan Majapahit atas Palembang.
Muncul dinasti Sayyid di kesultanan Delhi yang sebelumnya porak poranda.

1416 M – Berdiri pesantren pertama di Karawang Jawa Barat oleh Syekh Quro.
Karawang saat itu termasuk wilayah kerajaan Sunda Galuh atau Pajajaran masa Niskala Wastu Kancana.

1419 M – Wafatnya Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim, 68th) di Gresik Jawa Timur.

Anaknya; Raden Rahmat/ Sunan Ampel, 18 tahun, masuk anggota Wali Songo angkatan ke-2 (leluhur Hasyim Asy’ari pendiri NU, Nahdlatul Ulama).

Sunan Ampel dan generasi Walisongo keempat, membawahi delapan sunan diantaranya:

  • Sultan Abdul Fatah,
  • Sunan Drajat,
  • Syaikh Makdum Ibrahim (Sunan Bonang),
  • Syaikh Maulana Utsman Haji,
  • Syaikh Muhammad bin Abdurrahman (Sunan Mejagung),
  • Syaikh Maulana Ja’far Shadiq (Sunan Kudus),
  • Sayyid Abdul Jalil (Sunan Bagus Jeporo, Bukan Syaikh Siti Jenar).

Ajaran Sunan Ampel; Mohlimo atau Molimo; Moh/ emoh (tidak mau), limo (lima), untuk memperbaiki lima kerusakan akhlak di tengah masyarakat pada zaman itu yaitu:

  • Moh Mabok: tidak mau minum minuman keras, khamr dan sejenisnya.
  • Moh Main: tidak mau main judi, togel, taruhan dan sejenisnya.
  • Moh Madon: tidak mau berbuat zina, homoseks, lesbian dan sejenisnya.
  • Moh Madat: tidak mau memakai narkoba dan sejenisnya.
  • Moh Maling: tidak mau mencuri, korupsi, merampok dan sejenisnya.

1419-1420 M, Syekh Nurjati, teman Syeh Hasanudin, menumpang ekspedisi ke-5 Cheng-Ho (umur 49th), turun di Cirebon untuk membangun Pesantren.
Syeh Nurjati kelak disebut sebagai Syekh Mursahadatillah.

1420 – 1422 M – Raden Pamanah Rasa 18 th, putra mahkota Padjajaran yang kelak menjadi Prabu Siliwangi, ditugaskan menghancurkan Pesantren Syekh Quro, namun terkesima oleh suara merdu ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan oleh Subang Larang, putri Ki Gedhe Tapa (Kepala Pelabuhan Cirebon) yang sedang mengaji.

Akhirnya kelak Prabu Siliwangi masuk Islam dan menikahi Subang Larang, mempunyai tiga anak;
– 1423 M; Lahir Walangsungsang/ Cakrabuana, kelak pendiri Kesultanan Cirebon)
– 1426 M – Lahir Rara Santang, kelak menikah dengan Abdullah Maulana Huda (Abdullah Umdatuddin Azmatkhan, Sayyid dan Jenderal Champa), pada tahun 1448 M. mempunyai anak Sunan Gunung Jati/ Syarif Hidayatullah.
– 1428 M; Lahir Kian Santang, kelak berjasa dalam mengislamkan penduduk Jawa barat.

1424 M – Swan Liong (Arya Damar), duta besar Ming ke kota Majapahit, pada masa Wikramawardhana bertahta (Chawari 1993).
Masa tugasnya 1424 – 1449 M
=====
Apakah Swan Liong kemudian dijadikan adipati Palembang??
=====

1426 M – bencana kelaparan melanda Jawa dan Majapahit

Salah satu anak Syekh Quro bernama Syekh Bentong (Tan Go Hwat alias Kyai Batong), kelak punya anak bernama Siu Ban Ci/ Retno Subanci/ Banyowi yang dijadikan selir oleh Raja Majapahit Kertabumi/ Brawijaya V (Purwaka Caruban Nagari).

Pendapat lain; Siu Ban Ci, 17 tahun, merupakan putri Champa yang dikirim ke Majapahit zaman Ratu Suhita untuk menikah dengan Pangeran Kertawijaya.

====
Pendapat Purwaka Caruban Nagari sepertinya tidak tepat, sebab prasasti Waringin Pitu tidak/ belum menyebutkan keberadaan Kerthabumi/ bhre Kertabhumi.

Pendapat kami; putri China Siu Ban Ci/ Retno Subanci/ Banyowi/ Tan Eng Kian merupakan selir pangeran Kertawijaya di masa ratu Suhita.

Hasil pernikahan mereka kelak menghasilkan anak bernama Jin Bun (R. Patah).

1432 M – lahir Mpu Santi Badra di Kerajaan Lasem. Kelak dihomrati dikalangan umat Buddha dengan karyanya Kidung Badra Santi

====================
Kalangan Buddha menganggap bahwa Santi Badra adalah ayah sunan Kalijaga
====================

Sayyid ‘Ali Nurul-Alam bin Husain Jamadi al-Kubra menjabat sebagai Perdana Menteri Kelantan-Majapahit II 1432-1467 bergelar Sri Sultan Iskandar Shah ibni al-Marhum Sultan Baki Shah, menyatakan bahwa Kelantan merupakan bagian dari Majapahit di Jawa (Christoper Buyer)

Ali Nurul Alam (32th, Raja Odhara), memiliki nama lain Sultan Qonbul/ Maulana Malik Israil/ Arya Gajah Mada (bukan Gajah Mada patih majapahit ya) merupakan Perdana Mantri Kelantan-Majapahit II 1432-1467 (bawahan Majapahit)

Ali Nurul Alam mempunyai 3 anak:
1. Wan Hussain/ Sri Amravamsa/ Tuk Masjid, menjadi patih di Majapahit II.
2. Maulana Syarif Abdullah Mahmud Umdatuddin/ Syekh Israel Yakub/ Wan Bo Tri Tri, perwira di Champa dan kelak menjadi Raja Champa (1471-1474) setelah penyerbuan oleh Annam.
3. Wan Demali Alimuddin, menjadi patih dan laksamana di Kerajaan Majapahit.

1433 M – kunjungan Cheng-Ho (62th) ke Nusantara yang ketujuh. penyelesaian buku Ying-yai Sheng-lan: Survei keseluruhan pantai lautan; bahwa ada hanya ada tiga tipe orang di Jawa: Muslim dari barat, Cina (sebagian Muslim), dan Jawa kafir.

1435 M – Wafatnya Maulana Muhammad Ali Akbar dan Maulana Malik Isroil (Walisongo pertama)

1437 M – Rani Suhita (Kencanawungu) naik tahta menjadi raja Majapahit ke-6 (putri Wikramawardhana) didampingi suaminya Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja (Damar Wulan?).
Mulai banyak pemberontakan dan persekusi.

Dyah Jayeswari, putri bungsu Bhre Pandan Salas, diangkat menjadi Bhre Daha.

1438 M – Pachacuti Inca Yupanqui, penguasa Inca 1418–1471 M, membangun situs Pacchu Michu di Peru

1439 M – Raden Walangsungsang (16th) bersama adiknya Nyi Mas Rara Santang (13th) dari Pakuan berangkat ke Cirebon untuk berguru ke pesantren Syeh Nurjati.

Di Lereng Lawu, Pembangunan Candi Sukuh

1441 M – Maha Kali (Ma Kha Quý Lai) yang masih muda naik tahta Raja Champa menggantikan Ngauk Klaung.(1441-1442)
Mulai terjadi Intrik internal Champa.

1440 – 1443 M, Rombongan keluarga muslim Ngauk Klaung dari Champa tiba di Gresik, menuju Majapahit.
Mereka adalah;

  • Raden Santri/ Raden Ali Murtadla (Ali Murtadho),
  • Raden Rahmat (Sunan Ampel, 39th) dan
  • Putri Champa .

Raden Rahmat/ Sunan Ampel sebagai kapten armada Tionghoa ditugaskan di Jiaotung (Bangil) diijinkan oleh Ratu Suhita dan diberi lokasi Padepokan di Ampel, Gresik.

Ali Murtadho kelak mempunyai anak bernama Usman Haji/ Sunan Ngundung

Mengejar pengikut Bhairawa Tantra hingga ke Banyuwangi.
Penguasa alas Purwo banyuwangi/ Blambangan yang bernama Menak Sembuyu/ Dadali Putih (putra Wirabhumi) dan patihnya Bajul Sengoro yang juga pemakan manusia.

Putri Menak Sembuyu/ Menak Samboja bin Wirabhumi, yaitu Dewi Sekar Dalu (Sekardadu) kelak dinikahi oleh Maulana Ishaq dan 1442 M lahir bayi laki-laki diberi nama Raden Paku terkenal sebagai Sunan Giri.

Beberapa pelarian Bhairawa ke Bali mengajar Tantrayana Ilmu Leak.

=====
Kisahnya sebagai berikut:
Saat Dewi Sekardadu (Dewi Kasiyan/ Dewi Kasihan) sakit, Resi Kandaboyo mengatakan bahwa yang bisa menyembuhkan adalah pendeta yang beragama lain di ampeldento (Syekh Maulana Ishaq/ Syekh Wali Lanang).
Akhirnya Raja Menak Dedali Putih mengutus patihnya yang bernama Bajulsengoro supaya menemui Syekh Maulana Ishaq.
Singkat cerita, Sekardadu dapat disembuhkan dengan obat dari buah pinang lalu menjadi istrinya.

Sayangnya, menurut Dadali Putih, Islamisasi itu hanya boleh dilakukan di kalangan keluarga istana saja. Sedangkan rakyat awam tidak diperbolehkan ikut dalam proses islamisasi.

Intrik yang dilakukan Bajulsengoro yang juga menyukai Sekardadu menyebabkan Maulana Ishaq terusir dari Blambangan.
Sekardadu dikucilkan dari keluarga istana, anak yang baru lahir dibuang dan dihanyutkan ke laut (sunan Giri).
=====

1442 M – Maha Vijaya (Ma Kha Bí Cai) menjadi Raja Champa menggantikan Maha Kali. Maha Kali di isolasi di penjara.
Dai Viet Tak terima dan berniat menyerang Champa.

Thang Long Ibukota Dai Viet (Hanoi, Vienam sekarang)

Vijaya, Ibukota Champa (Qui Nhon, Vietnam sekarang)

1442 M – Lahir Sunan Giri I (Prabu Satmata/ Satmoto), anak Maulana Ishaq dengan putri penguasa Blambangan trah Majapahit (Banyuwangi)
Konon ibu dan keluarga Istana masih Hindu, oleh karena itu Maulana Ishaq pergi dari Blambangan menuju Pasai, bayinya dititipkan di Gresik (lihat dongeng bayi yang dihanyutkan). ini adalah kakek buyut hasyim Asy’ari pendiri NU

Portugis memulai pelayaran pertamanya ke arah selatan, menyusuri pantai Afrika Barat.

1443 M – Di Eropa, Paus Eugene IV (1383 – 1447)) menyerukan Perang Salib Varna. Paus Eugene

1445 M – Tun Perak memimpin pasukan Malaka untuk menaklukkan Kerajaan Siam dan memenangkan Pertempuran.

1446 M – Pembangunan Candi Sukuh masa Ratu Suhita

Dinasti Dai Viet menyerang Champa. Maha Kali (Ma Kha Quý Lai) diangkat lagi menjadi raja hingga tahun 1449 M.

1447 M – Suhita mangkat dan pemerintahan Majapahit Barat dilanjutkan oleh Adiknya; Kertawijaya menjadi Raja Majapahit ke-7 (sri maharaja Wijaya Parakrama Wardhana Dyah Kertawijaya/ Brawijaya V), periode 1447 – 1451 M.

Kertawijaya beristri dua orang;
1) Jayeswari/ Bhre Daha, mempunyai 3 putra:
1a) Rajasawardhana dyah Wijayakumara atau Sang Sinagara (Brawijaya III),
1b) Girishawardhana dyah Suryawikrama (Brawijaya IV),
1c) Singawikramawardhana dyah Suraprabawa (Brawijaya V).

2) Putri Champa/ Dewi Dwarawati/ Anarawati/ Murdaningrum, anaknya bernama;
2a. Lembu Peteng,
2b. Raden Gugur/ Sunan Lawu.

3) Putri China/ Siu Banci/ Tan Eng Kian
3a) Jin Bun/ Tan Eng Hwa (R. Patah)
3b. Bathara Kathong/ Raden Joko Piturun/ Raden Harak Kali

3c) Putri Tan A Lok (Pembayun?), menikah dengan Tan Kim Han (Syekh Abdul Qodir Al-Shini) yang ikut dalam pelayaran Cheng Ho

=========

Putri Tan A Lok merupakan leluhur Gus Dur dari jalur ayah.

=========

4) Dewi Wandan Kuning
4a. Raden Bondan Kejawan/ Joko Tarub II (kelak mempunyai cucu Ki Ageng Sela – Pemanahan – Sutawijaya) domisili di Selo-Grobogan.

======
Pendapat lain; Jin Bun adalah anak Siu Banci dengan Kertabumi (??) Sayangnya saat itu si bungsu Bhre Kertabhumi belum lahir

Kertawijaya membuat prasasti Waringin Pitu yang berisi Silsilah lengkap Girindrawardhana.
Lima pangeran dengan urutan hirarki sebagai berikut:
– Bhre Kahuripan Rajasawardhana,
– Bhre Wengker Girisawardhana,
– Bhre Tumapel Suraprabhawa,
– Bhre Matahun Samarawijaya, dan
– Bhre Keling Wijayakarana

Prasasti juga menceritakan adanya dua hakim agama Boddha dan 4 hakim Siwa.
Prasasti juga menyebutkan 14 keraton bawahan Majapahit dan seluruh anggota wangsa Girindra menempati istana masing masing sebagai penguasa keraton bawahan Majapahit.
Keraton Bawahan Kertabhumi BELUM ada dan dua anak terakhir sinagara BELUM lahir (Bhre Pamotan Wijayakusuma dan Bhre Kertabhumi Ranawijaya tidak tercantum di prasasti Waringin Pitu dan Pararaton)

========================

Abdullah Umdatuddin Azmatkhan (Sultan Hud/ Hut) menjadi Jenderal di Champa. Istrinya;
1. Syarifah Zainab binti Sayyid Yusuf Asy-Syandani Azmatkhan (Pattani Thailand) melahirkan:
a. Sayyid Abul Muzhaffar (melahirkan para sultan Pattani, Kelantan lama dan Malaysia)
b. Sayyid Babullah, melahirkan Sultan-sultan Ternate.

2. Nyai Rara Santang/ Syarifah Mudaim binti Prabu Siliwangi Raja Pajajaran, melahirkan:
a. Sultan Nurullah (Raja Champa)
b. Syarif Hidayatullah (Raja Cirebon) bergelar Sunan Gunung Jati.

3. Syarifah Zaenab Binti Ibrahim Zaenuddin Al Akbar Asmorokondi melahirkan:
Raden Fatah.(?)

===================
Pendapat lain R. Patah adalah anak pangeran Kertawijaya dengan putri China Siu Ban Ci
===================

1448 M – lahir Syarif Hidayatullah putra Rara santang (18 th). kelak menjadi Sunan Gunung Jati.
Dewi Anarawati/ Murdaningrum (Putri Champa istri Kertajaya Majapahit), meninggal dunia dimakamkan di situs Trowulan.

Jin Bun masih dalam kandungan Siu Banci.
Kertawijaya menghadiahkan Siu Ban ci/ Retno Subanci (putri Cina) yang sedang mengandung, untuk menikah dengan putranya; Prabu Arya Damar, adipati Palembang.

Dengan syarat; “menikahinya setelah menunggu putranya lahir”.

======
Mungkinkah Siu Banci mengandung benihnya Bhre Pandansalas – Bhre Tumapel Suraprabhawa (anak Prabu Kertawijaya)? ini tidak mungkin karena Raden Kusen (anak tiri) menjadi panglima perang Majapahit di Masa Girindrawardhana-orang yang menggulingkan Suraphrabawa.

Mungkinkah Siu Banci mengandung benihnya Bhre Kertabhumi Ranawijaya (cucu Kertawijaya)?
ini tidak mungkin karena Kertabhumi belum lahir.
=======

Kemudian lahirlah Raden Patah di bawah asuhan Arya Damar di Palembang.
disusul oleh Raden Husen/ Raden Kusen (adik tiri Raden fatah) beberapa tahun kemudian.

==

Dikisahkan bahwa anak Kertawijaya; Retno Pembayun (dari putri China) diculik oleh Menak Daliputih. Kemudian diselamatkan olah Jaka Sengara/ Andayaningrat/ Ki Ageng Wuking/ Ki Ageng Pengging Sepuh/ Sayyid Muhammad Kabungsuwan ().

Jaka Sengara diberi hadiah mejadi Bupati Pengging. Setelah menikah; kelak mereka dikaruniai anak;

  • – Kebo Kanigara
  • – Kebo Kenanga (Ki Ageng Pengging, Ayah Joko Tingkir, tokoh sufi besar, murid Siti Jenar)
  • – Kebo Amiluhur.

========

Ada pendapat bahwa Joko Sengoro adalah keturunan Jumadil Kubro (dari jalur?) , maka Retno Pembayun kemungkinan merupakan saudara kandung R. Patah yang juga putri dari China.

Saudara kandung R. Patah yang juga putri dari China adalah Moyangnya Gus Dur dari jalur Ibu Gus Dur (Abdurrahman Wahid).

Sedangkan moyang dari jalur ayah Gus Dur adalah Sunan Kalijaga yang menikah dengan putri Siti Jenar.

========

1449 M – Maha Kaya (Ma Kha Quý Do), adik Maha Kali, merebut tahta Champa.
1450 M – lahir Raden Said/ Gan Si Tjang alias Sunan Kalijogo, si Brandal Lokajaya, anak Aria Wilwatikta Adipati Tuban. (Tome Pires, Babad Tuban)

=========
Ada pendapat mengatakan bahwa Kalijaga alias Santi Kusuma anak Mpu Santibadra.
Kemungkinan Aria Wilwatikta ini sesudah menjadi Adipati Tuban, menuju Daha untuk belajar Buddha-Kanung.
=========

1451 M – Kertawijaya wafat, digantikan oleh putra sulung Bhre Pamotan Rajasawardhana Dyah Wijayakumara/ Sang Sinagara bergelar Brawijaya II.
Ada yang berpendapat bahwa Wijayakumara ini hanya menantu, dan punya penyakit gila dan epilepsi.

Sang Sinagara/ Rajasa (Maharaja Suryanata?) yang beristri Ratu Tanjungpura 1429-1464 M, yaitu Manggalawardhani Dyah Suragharini (Puteri Junjung Buih/ Puteri Tunjung Buih Negara Dipa Kalimantan?) mempunyai EMPAT Anak (Girindrawardhana).

Karena terjadi konflik, Ibukota Majapahit dipindah ke Kahuripan (Sidorajo-Surabaya).

Si Anak bungsu baru lahir sebagai BHRE KERTABHUMI (Ranawijaya 1451-1478 Par.32:24)
=====
Apakah Ranawijaya ini yang dikenal sebagai Arya Dewangga di Kalimantan?
=====
1452 M – Rajasawardhana Dyah Wijayakumara/ Sang Sinagara mengirim duta besar ke Tiongkok.

Masa Wijayakumara, mulai terjadi pertikaian antara Putra Sulungnya, yaitu Bhre Kahuripan Samarawijaya dengan adik kedua Wijayakumara; yaitu Bhre Wengker(III) Girisawardhana. (Nia Kurnia Sholihat, “Rekonstruksi Sejarah Majapahit”)

MAJAPAHIT; PERIODE 3 TAHUN TANPA RAJA
1453-1456 M – Dyah Wijayakumara meninggal.
Ada yang mengatakan stress dan terjun ke laut. Ada pula yang berpendapat sengaja dibunuh/ buang ke laut saat epilepsinya kambuh.

Konflik Majapahit ke II: Periode ini memulai Tiga Tahun kekosongan kekuasaan di Majapahit.

Gereja dan Perbudakan
1455 Paus Nicholas V menyetujui Perbudakan yang dilakukan oleh Portugis.
Masa ini, dua anak terakhir Sang Sinagara (Wijayakusuma dan Kertabhumi Ranawijaya) masih kanak-kanak.

1456 M – Muhammad Al Fatih Sultan Ottoman ke-7 berhasil merebut Konstantinopel dari Romawi Timur dan segera mengubah namanya menjadi Istanbul.

Girishawardhana/ Hyang Purwawisesa Bhre Wengker Girisawardhana dyah Suryawikrama naik tahta menjadi Raja Majapahit bergelar Brawijaya III.(1456 -1466)

Maulana Ibrahim Zaenuddin Asmoro 86th meninggal dunia dan dimakamkan di desa Gesikharjo Tuban

===

Di Malaka, Tun Perak diangkat menjadi bendahara Kerajaan setelah berhasil memenangkan pertempuran melawan Siam.

===========
Tahun ini diduga mulai muncul berandal Hang Tuah di Bintan, wilayah kekuasaan Malaka, yang kemudian diangkat oleh Tun Perak menjadi Laksamana.

Dikatakan Hang Tuah sempat berkonflik dengan Gajah Mada. Padahal Gajah Mada Majapahit sudah meninggal.
Apa mungkin Arya Gajah Mada, PM Kelantan-Majapahit II?
===========

DEMAK PUSAT PELEBURAN KASTA/ MANUNGGALING KAWULO-GUSTI
1458 M – mulai dibangun masjid Demak dan perkembangan Demak sebagai Pusat Islam.
Pusat penghapusan Kasta dan ritual sesat Bhairawa Tantrayana.
Pusat Peleburan Kelompok Gusti dan Kawulo dengan nama baru Masyarakat(dari arab Musharaka).

Pemakaian luas sebutan kata ganti pertama dengan Ingsun, Aku, Kulun, awak. Sebelumnya hanya boleh dipakai oleh golongan Keraton/ Gusti.

PELEBURAN Kepercayaan Asli Jawa KE ISLAM
Menyembah Tuhan disebut sembahyang (dari Sembah hyang taya).

Tempat ibadah kecil dinamai Langgar (dari Sanggar), yakni bangunan empat persegi yang pada dindingnya ada lubang kosong (simbol dari Sang Hyang Taya, bukan patung atau arca seperti Hindu Buddha).
Sang Hyang Taya berarti Hampa atau Kosong atau Suwung atau Awang-uwung
Istilah Puasa, poso (dari Upawasa).
Sadran atau nyadran (dari kata sraddha), upacara setelah 12 kematian seseorang.

Peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 10 hari, 1000 hari kematian seseorang (tradisi Champa)

Perubahan cerita Mahabarata dan Ramayana menjadi versi Islam.

“NgAllah” bukan berarti Kalah, tetapi menuju (tujuan, dan atau tujuan) Allah (tawakkal)

1459 M – Sultan Mansur Syah bin Muzaffar Syah naik tahta menjadi Sultan Malaka keenam (periode 1459-1477)

1460 M – Maha Saya (Sajan, P’an-Lo T’ou-Ts’iua/ Bàn La Trà Toàn) naik tahta menjadi Raja Champa (terakhir), karena tahun 1471 M dihancurkan oleh kekuatan Dai Viet.

1462 M – Syekh Subakir ahli Ruqyah kembali ke Persia dan wafat di tahun yang sama.
Makam murid-muridnya berada di Blitar, yaitu Makam Sentono Dowo, sebelah utara Candi Penataran

Makam Sentono Dowo

Di Bali, Wafatnya Dalem Ketut Ngulesir (1380-1462 M), digantikan oleh Dalem Watu Renggong/ Waturenggong (1462 – 1555 M).
Terjadi gunung meletus tahun ini? (Pararaton)

1463 M – Mulai terjadi konflik internal dalam keraton Majapahit di bawah Girisawardhana.

Sidang walisongo yang kedua diadakan di Ampel Surabaya.
Setelah kedatangan Sayyid Ja’far Shodiq Azmatkhan dari Palestina (Sunan Kudus), menggantikan Malik Isro’il yang wafat pada tahun 1435 M (Malik Isroil ini berbeda dengan Udatuddin jenderal Champa??).

========================

Keturunan Sunan Kudus -> …..-> puteri Nganten Salamah —- > Gus Baha (Bahaudin Nursalim), Said Aqil Siradj

========================

Dan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (15 th), menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat tahun 1435 M.

==============
Ibnu Batutah menyebutkan bahwa kedatangan Sunan Kudus dan Syarif Hidayatullah tahun 1436 M ?
padahal Syarif Hidayatullah lahir tahun 1448 M
==============

Para wali kemudian membagi tugas;
– Sunan Ampel, Maulana Ishaq bertugas di Jawa Timur.
– Sunan Kudus, bertugas di Jawa Tengah.
– Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanuddin dan Maulana Aliyuddin di Jawa Barat.

Makam Maulana Ishaq

1464 M istri Sang Sinagara menjadi Bhre Daha (pindah dari Negara Dipa Kalimantan?) dan kelak wafat 1474 M.
tetapi Pararaton menyebutkan bahwa tahun ini meninggalnya Bhre Daha
Perlu diverifikasi kenapa janda ini tidak melakukan ritual Sati saat suaminya meninggal.
Kemungkinan karena jasadnya tenggelam di laut sehingga tidak ada upacara Kremasi.?
=====================
Keraton Negara Dipa Kalimantan dipegang oleh anak bungsunya Ranawijaya alias Arya Dewangga (?)
=====================

1465 M – lahir Raden Maulana Makdum Ibrahim alias Sunan Bonang di Rembang (alias Abdul Jalil??), putra Sunan Ampel (64th) hasil pernikahan dengan Nyai Ageng Manila putri Arya Teja (Gan-eng-cu, China), Bupati Tuban.
Bupati Arya Teja kelak dilanjutkan oleh Arya Wilatikta, adiknya Nyai Ageng Manila.
Arya Wilatikta adalah ayah Sunan Kalijogo.

(Menurut perhitungan, B.J.O. Schrieke dalam Het Book van Bonang (1916), Sunan Bonang diperkirakan lahir sekitar tahun 1465 Masehi dan tidak bisa lebih awal dari tahun itu)

Wafatnya Maulana Muhammad Al Maghrobi, yang berasal dari Maroko (Walisongo pertama).

===

Kakak beradik dari Mesir; Rara Dampul dan Usman Haji (Sunan Undung/ Ngudung, mungkin berumur 10th) tiba di Puser Bumi di Cirebon dan bertemu dengan Syarif Hidayat 17th, sepupu mereka yang menjadi Sunan di Gunung Jati.
Syarif Hidayat menyarankan agar Undung pergi ke Ampeldenta berguru kepada Sunan Ampel.

Raja Ternate, Marhum (1465–1486), mulai memeluk Islam setelah berkenalan dengan Dato Maulana Husein.

Marhum adalah anak Gapi Baguna II (1432-1465)

Tiga kerajaan lain disekitarnya adalah Tidore , Bacan dan Jailolo

KONFLIK MAJAPAHIT ke-III; SURAPRABHAWA vs EMPAT PUTRA SANG SINAGARA
1466 M – Suraprabawa Sang Singawikramawardhana, alias Pandansalas naik tahta menjadi Raja Majapahit bergelar Brawijaya IV. Ibukota Kahuripan dipindah ke Trowulan.(1466 – 1478)
Raden Husen (Kusen), 18th, dipanggil dari Palembang untuk mengabdi ke Majapahit, menjadi Pecut Tanda (Pegawai Pajak) di Terung (Sidoarjo Jawa Timur).

Hang Tuah, Laksamana Malaka berkunjung ke Majapahit, lalu diberi kenag-kenangan keris Taming Sari

Walisongo periode ke-4:
Maulana Ahmad Jumadil Kubro dan Maulana Muhammad Maghrobi wafat. Dua wali yang menggantikannya ialah:

– Raden Patah (18th), murid Sunan Ampel.
– Fathullah Khan, putra Sunan Gunungjati.

1467 M – Ali Nurul Alam (67th) meninggal di Champa. Pendapat lain makamnya di gunung Santri.

1468 M – Baru dua tahun Suraprabhawa bertahta (prabhu rong tahun), keponakan raja Sura prabhawa yaitu Empat putra Sinagara yang sakit hati mengonsolidasikan kekuatan di Jinggan (antara Mojokerto dan Surabaya sekarang), yaitu;

  • – Bhre Kahuripan Samarawijaya,
  • – Bhre Mataram(V) Wijayakarana,
  • – Bhre Pamotan(II) Wijayakusuma,
  • – dan si bungsu Bhre Kertabhumi Ranawijaya.

Mereka berempat menyusun kekuatan untuk merebut hak mereka atas tahta dipimpin oleh Kakak Sulung Samarawijaya yang bergelar Sang Munggwing Jinggan (Yang Berdiam di Jinggan).;

===============
Versi lain; pangeran Kertabumi (putra Wijayakumara yang mati tenggelam di laut) yang memberontak, menyebabkan Suraprabawa/ Pandansalas yang menyingkir ke Dhaha (Hasan Djafar).

pendapat ini tak tepat; karena secara Hierarki di prasasti Waringin Pitu, yang berhak menjadi Raja selanjutnya adalah Samarawijaya, lalu Wijayakarana..
===============
Jika digabung dengan Hikayat Banjar;
Ranawijaya/ Aria Dewangga ijin pulang ke Jawa. Anaknya yang bernama Raden Sekar Sungsang, 6 tahun, dipukul oleh ibunya.
Sekar Sungsang menyusul ke Jawa tetapi malah berguru ke Sunan Giri.

LEGENDA WALI SONGO
1470 M – lahir Sunan Drajat/ Raden Qasim/ Raden Syarifudin. adiknya Sunan Bonang, dimulainya era Walisongo angkatan kesekian yang melegenda;

  • Sunan Ampel (69th)
  • Sunan Bonang (5 tahun, anak Sunan Ampel), pencipta gending pertama
  • Sunan Giri (28th), pencipta tembang dolanan anak seperti jamuran, cublak suweng. Pencipta tokoh Wayang wanara Kapi Menda, Kapi Sraba, Kapi Anala, Kapi Jembawan, Kapi Winata, Urahasura
  • Sunan Kalijogo, 20th, penggagas Wayang Kulit dan Gamelan. (Ki Dalang Sida Brangti/ Ki Dalang Bengkok/ Ki Dalang Kumendung/ Ki Unehan)
    Pencipta tokoh Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Togog, dan Bilung
  • Sunan Drajat, berdakwah dengan seperangkat gamelan “Singo Mengkok”
  • Sunan Kudus, penggagas Wayang Golek. Ahli ekonomi, fiqih dan muhadist. Hari raya besar tidak memotong sapi, tetapi Kerbau. Pencipta Gending Maskumambang dan Mijil
  • Sunan Muria, anak Kalijogo hasil pernikahan dengan putri Maulana Ishak. tradisi nelung dino, mitung dino, nyatus dino dan sebagainya.
  • Sunan Gunung Jati (22th)

Makam Sunan Muria

1471 M – Perang Champa vs Vietnam. 100.000 pasukan Dai Viet (Vietnam) dibawah Kaisar Lê Thánh Tông (Koci?) menaklukkan Champa yang beribukota di Vijaya.
Pembantaian 60.000 jiwa di ibukota Champa, sisanya diperbudak.
Raja Cham Tra Toan ditangkap hidup-hidup dan mati dalam perjalanan ke Thang Long.
Kerajaan Champa hancur.

Negara bagian Panduranga yang dipimpin oleh Jenderal Wan Bo Tri Tri/ Po Jayavarman/ Wan Abdullah/ Syekh Israel Yakub/ Syarif Abdullah Umdatuddin Azmatkhan mengambil alih kendali Champa dan berusaha memulihkan situasi (1471-1474 M) (Habib Lutfi Pekalongan)

Memproklamasikan diri menjadi kerajaan Panduranga Champa (propinsi Provinsi Binh Thuan, Vietnam sekarang)

1474 M – Syarif Abdullah Umdatuddin Azmatkhan wafat. makamnya di gunung santri

Raja Majapahit (Trowulan, mungkin Suraprabhawa? atau Kertabhumi?) mengeluarkan prasasti pamintihan untuk memberi anugerah pada satu pengikut setianya yaitu sang arya Surung. prasasti ini ditemukan di bojonegoro.

Di Keling- Daha, janda Sang Sinagara, yaitu Bhre Daha (VI) Manggalawardhani Dyah Suragharini wafat.
Perlu diverifikasi mengapa janda ini tidak melakukan ritual Sati ?

====================
Versi lain; Suraprabhawa yang meninggal di Dhaha.
Mengawali adanya DUAlisme kepemimpinan Majapahit:
– Kertabumi putra Wijayakumara segera naik tahta (Majapahit Trowulan).
– Ranawijaya anak Suraprabawa (menantu kertabumi) juga mengklaim sebagai Raja.(Majapahit Daha)
====================

Raden Patah (26th) diangkat menjadi Adipati Anom di Glagah Wangi, Bintoro Demak oleh Raja Majapahit (Suraprabawa?, Kertabumi si pemberontak-versi 2?).
Ada pendapat bahwa Raden Patah adalah anak Kertabumi (padahal R. Patah lahir sebelum Kertabumi lahir).

Pasukan Warok Majapahit dibawah Ki Ageng Kutu/ Ki Gedhe Ketut Surya Alam/ Ki Ageng Suryongalam, bergerak membasmi Ki Ageng Mirah di Wonogiri.
Ki Ageng Mirah kalah dan lari ke Demak.

Ki Ageng Kutu mempunyai 3 anak:
– Niken Gandini yang nantinya akan menjadi istri dari Raden Batoro Katong.
– Suryodono/ Suromenggolo (pengikut dari Raden Batoro Katong)
– Suryodoko/ Surohandoko (pengikut dari Raden Batoro Katong) .

Anak-anak Sang Sinagara bersiap memberontak.
(Ada yang menyebutkan bahwa tahun ini Raden Patah menyerang Majapahit?)

1475 M – Duta besar Ming yang kedua datang ke Majapahit; Kin San (Raden Kusen).
======================
Anaknya Swan Liong dari Palembang?
======================

Kelak kita akan tahu bahwa di tahun 1475 M, Majapahit masih eksis namun mengalami benih perpecahan perang saudara hingga akhirnya diserbu oleh Girindrawardhana tahun 1478.

CANDI CETHO; CANDI TERAKHIR MAJAPAHIT

Di Karanganyar, lereng barat laut Gunung Lawu dibangun Candi Ceta/ Cetho.

Legenda mengisahkan bahwa ini adalah lokasi menyingkirnya Prabu Brawijaya, dengan hiasan Arca Sabdapalon dan Nayagenggong.

Pendapat Agus Sunyoto; candi ini dibangun di periode Kertawijaya yang masuk Islam (1447 – 1451 M).

Namun menurut Situs Cagarbudaya.kemdikbud: Situs Candi Cetho dibangun sekitar tahun 1451-1470

Yang jelas Candi ini lebih dekat ke Demak daripada Kediri atau Mojokerto

1478-1481 M – Raden Paku/ Ainul Yaqin/ Sunan Giri ke-1/ Prabu Satmata, 36th (anak Maulana Ishaq) membina Giri Kedaton di dekat Gresik Jawa Timur.
Gelar Prabu Satmata diberikan karena masih keturunan Kerajaan Blambangan.
Bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Negara Daha di Banjar Kalimantan Selatan.

Selain membina di daerah Gresik, Sunan Giri dan keturunannya senantiasa berkunjung dan menjaga Blambangan Hindu (wasiat ayahnya).

==
Babad Tanah jawa menuturkan, Prabu Brawijaya mengirimkan Patih Gajahmada dan pasukannya ke Giri.
Ini mustahil karena Gajah Mada sudah wafat puluhan tahun yang lalu.
==

PERANG SUDARMA WISUTA AWAL KERUNTUHAN MAJAPAHIT: GIRINDRAWARDHANA MENYERBU MAJAPAHIT TROWULAN (Tjandrasasmita, Koentjaringrat)
1478 M – Girindrawardhana (Empat putra Sang Sinagara dari Jinggan) menyerbu Majapahit Trowulan, Suraprabhawa sang paman Terbunuh (bukan moksa). (kapernah paman, bhre prabhu sang mokta ring kadaton, pararaton).
Naasnya, Bhre Koripan Samarawijaya juga gugur. Prasati Pethak menyebutkan
kadigwijayanira sang munggwing jinggan duk ayun-ayunan yudha lawaning majapahit
(“kemenangan Sang Munggwing Jinggan yang naik-jatuh berperang melawan Majapahit”).

Wijayakarana, putra Kedua naik tahta (1478 – 1486). Istana dipindah dari Trowulan ke Keling, bergelar Girindrawardana dyah wijayakarana batara i kling/ Bermana dalam Babad Songennep (Sumenep)

Ada yang menyebut pasukan Girindrawardhana dipimpin oleh Patih Empu Tahan dan putranya Raden Udara.

====================
Perhatikan, Babad Tanah Jawi yang ditulis 1800-an menyebutkan bahwa yang menyerbu Majapahit Trowulan adalah R. Patah (Raffles, Serat Kanda, Slamet Muljana, Babad Kadhiri, Serat Darmagandhul, Babad Tanah Jawi versi Olthof, Kronik Cina Klenteng Sampokong)*

Versi lain; perang saudara Majapahit; Ranawijaya Raja Majapahit Daha yang berhasil membunuh Kertabumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Majapahit runtuh sesudah 1488 M (P.J. Veth).
Runtuh 1518 M (G.P. Rouffaer)
Runtuh pada 1541 M (N.J Krom, Prasasti Pabanolan)

*Kata kunci: Perhatikan masa ditulisnya Serat tersebut..
====================

Mpu Santi Badra (46th) yang sedang menuntut ilmu di DAHA, melarikan diri menuju Madirasari, lereng Gunung Argasoka, Lasem – mulai menyusun Kakawin Babad Badrasanti.

Lasem berada tak jauh dari Demak (pusat aktifitas Muslim di Jawa)

=====================
Perhatikan: Santi Badra bermukim di Daha- markas penyerbu, melihat pergerakan pasukan Daha hendak menyerbu Trowulan.
Kemungkinan Santi Badra menjauhi intrik poltik Girindrawardhana, bukan karena berhasil lolos dari adanya serbuan.
====================

kelahiran Danghyang Nirartha, bayi nsegera dibawa mengungsi ke timur, Pasuruan lalu Banyuwangi.

=====================
Masa Hidup Dyang Nirartha ada beberapa versi;
Rentang 1478-1560 M dari Daha sampai Tambora (82 tahun menurut Soegianto Sastrodiwiryo)
Rentang 1521-1581 M (60 tahun menurut Berg, lihat tahun 1578 M)
Rentang 1453-1520 M (67 tahun menurut I Wayan Suadnyana)

Pendapat terakhir terbantahkan karena sesudah tahun 1520 M, Raja Gelgel melaksanakan upacara homa yajna/ Yadna Homa (Agnihotra) yang dipimpin Danghyang Nirartha. (I Ketut Widnya)
===================
Perhatikan bahwa jalur pelarian Santi Badra tidak ke timur, tetapi malah ke pesisir utara yang mayoritas muslim dan dekat dengan Demak.

Perhatikan juga bahwa tahun ini Sunan Ampel belum meninggal. Salah satu alasan yang mendasari Penyerbuan Demak ke Majapahit Daha adalah SESUDAH sunan Ampel meninggal .
Sunan Ampel meninggal tahun 1481 M.
“Jeng Sunan Ngampel mambengi, mring para wali sedaya, lawan putra sedayane, rehning prabu Brawijaya, among sesadyanira, mring para wali sedarum, pinadekkaken kewala”
(Sunan Ampel melarang semua para wali begitu juga semua putranya, karena Prabu Brawijaya menjaga para wali semuanya, membiarkan saja apa yang dilakukan para wali itu) (Kitab Wali Sana – Babadipun Parawali)

===================

Ki Ageng Kutu (Adipati Wengker dan membawahi pasukan Warok) yang setia dengan Raja sebelumnya, berniat balas dendam atas penggulingan ini.
Majapahit Keling mengirimkan Bathara Katong untuk menumpasnya, namun gagal.
Bathara Katong kemudian menyerah dan menikahi anak Ki Ageng Kutu, Ni Ken Gendhini,

==
Kisah ini simpang siur, analisa yang paling masuk akal adalah Batara Katong saat ditugaskan oleh Girndrawardhana, segera disadarkan oleh Ki Ageng Kutu.
akhirnya Batara katong berbalik memihak Raja Majapahit terguling dan mendukung Demak.

==

Di sekitar Pacitan, dikisahkan Ki Ageng Posong bersama Ki Ageng Petung dibantu Ki Ageng Menak Sopal (kelak menjadi cikal bakal Kabupaten Trenggalek), dibantu Syeh Maulana Maghribi (?) berusaha menundukkan Buwana Keling (ipar Raden Patah), .

1479 M – Masjid Demak resmi berdiri. Sebagai pusat keraton yang akan dibentuk kemudian.
GirindraWardana Dyah Wijayakarana (putra kedua sang Sinagara) segera menyerang Sunan Giri, 37th, di Giri Kedaton Gresik.

Di Cirebon, Syarif Hidayatullah/ Maulana Jati/ Gunung Jati (31 tahun) dinobatkan sebagai penguasa
Caruban Larang (mengantikan pamannya Walang Sungsang/ Cakrabuana), dengan gelar Tumenggung (Susuhunan) Syarif Hidayatullah. Para wali lain yang mendengar perihal pengangkatan ini menganugerahinya gelar Panetep Panatagama Rasul di Tanah Sunda.

1481 M – Raden Patah (30th) (Saudara Tiri Suraprabhawa, Raja yang dikudeta oleh Girindrawardhana) naik Tahta menjadi Kerajaan Islam Demak dan segera menyatakan perang terhadap Majapahit Keling.
Terjadi “tumuli guntur” (Gunung meletus?) di Jawa (Pararaton). Kiasan atas berdirinya Demak?
Tahun ini juga Sunan Ampel (80th) Meninggal dunia dan dimakamkan di Demak.

========================================
ini berakhirnya Naskah Pararaton. Diduga inilah kemunculan Kitab pararaton, namun penulisnya tak diketahui. Kelak digubah lagi dijaman Sultan Agung 1613
========================================

Sekitar 1482-1486, Majapahit Keling juga menyerang Sumenep (Babad Songennep) di masa Joko Tole (Secadiningrat II).

Joko Tole (Arya Kuda Panole/ Pinolih) dijadikan pangeran Majapahit bergelar Secadiningrat III setelah konon menang dalam pertempuran melawan armada Dompu Awang/ Dempo Abhang/ Pu Wahan Maha Wirotama/ Patih Udara. 

Dikisahkan; bahwa Joko Tole naik Kuda terbang menghancurkan perahu Dempo Abang.

1482 M – Pamanah Rasa (72th) menjadi Raja Padjajaran bergelar Prabu Siliwangi. Ibukota di Pakuan (Bogor)
Ia kembali menyatukan Sunda dan Galuh ke dalam satu pemerintahan, serta merebut Lampung dari Majapahit.

Sunan Gunung Jati (34th) cucunya (Anak Rara Santang), menggantikan menggantikan kedudukan Cakrabuana sebagai penguasa Cirebon.

Sedangkan Anak Laki-laki ketiga (Raden Kian Santang/ Ki Godog/ Sunan Rahmat, 52th) mendapat tugas mengislamkan seluruh keluarga Padjajaran dan Jawa Barat, kecuali patih Pucuk umun menolak masuk Islam dan mengasingkan diri menjadi suku Baduy dg kepercayaan sunda wiwitan/ Karuhunan.

keturunan Kian Santang adalah KH ABDULLAH BIN NUH (ulama besar Indonesia)

1482 M – Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi naik tahta di Sunda (Istana Bogor Sekarang – Ridwan Saidi).

1483 M – Lahir Trenggono anak kedua R. Patah, adik YUnus (Pati Unus), dari putri Sunan Ampel
Tak lama lahirlah anak ketiga dari istri putri Jipang, yaitu Raden Kikin/ Surowiyoto (Seda Lepen)

==
1485 M – kronik China di Kuil Sam po Kong menyebutkan seorang bupati Majapahit (Trowulan) bernama Nyoo Lay Wa yang mati karena ada pemberontakan pribumi (penyerbuan Majapahit Keling?).
Nyoo Lay Wa mati, ditunjuk Ranawijaya sebagai bawahan Majapahit.

Jika info ini benar maka zaman itu akan ada Dua Ranawijaya;
– Ranawijaya boneka Demak
– Ranawijaya Raja Daha

Konon Kronik ini diangkut oleh Residen Poortman dalam sebuah penggerebekan di Klenteng Semarang pada 1928 M. Ternyata diketahui Residen Poortman ini tak pernah ada.

Bathara R. Hutagalung pun mengakui bahwa Naskah Asli Poortman pun tak pernah ada.

MOP (Parlindungan, pengarang Tuanku Rao) mengakui pernah bertemu Poortman, tapi tak menyebutkan naskah asli Poortman.

Raja Ternate Zainal Abidin anak Marhum (1486–1500) memberlakukan Hukum Islam dan mengubah kerajaan menjadi Kesultanan Islam; gelar Kolano (raja) kemudian diganti dengan Sultan.

========================

François Valentijn mengatakan bahwa Zainal Abidin merupakan anak Gapi Baguna II (1432-1465)

==

MAJAPAHIT KELING KE DAHA
1486 M – pemerintahan Majapahit Keling kemudian dilanjutkan oleh Wijayakusuma (girindrawardana dyah wijayakusuma sri singawardana batara i kling) yang cuma beberapa bulan saja (4-10 bulan?).
Digantikan oleh si bungsu Bhre kertabhumi Ranawijaya yang bergelar Sri Wilwatikta Janggala Kadhiri Prabhu Natha.
Istana dipindah dari Keling ke Daha (MAJAPAHIT DAHA).

Pembuatan prasasti PETAK (Kembang Sore) dan prasasti JIYU 1 (Trailokyapuri) masa kepemimpinan Ranawijaya Kediri, sebagai kemenangan Trah Girindrawardhana merebut Majapahit Trowulan.

Prasati Petak:
– Penghormatan atas “sang munggwing jinggan [yang bersemayam di Jinggan] ketika terombang-ambing masa kemelut perang melawan Majapahit.”

Prasati Jiyu 1/ Trailokyapuri:
– Majapahit masih berdiri bukan negara bagian/ boneka (Demak)
– Hadiah tanah bagi Sri Brahmanaraja Ganggadara atas jasanya membantu menggulingkan Suraprabhawa.
– Peringatan Sradda (12 meninggalnya Raja). Raja yang meninggal 1474 M adalah janda Sang Sinagara, yaitu Bhre Daha(VI) Manggalawardhani Dyah Suragharini wafat di Daha.

Siapa Sri Brahmanaraja Ganggadara? masih misterius…

Sidang Walisongo berlangsung di Ampel Surabaya.
– Sunan Giri I (44th).
– Sunan Kalijaga (36th).
– Sunan Bonang (21 th), putra Sunan Ampel.

1486 M – Bathara Katong membabat hutan Ponorogo (suksesi biasa atau setelah membunuh Ki Ageng Kutu? tetua sebelumnya?).
Babat Alas dibantu istrinya Niken Sulastri dan iparnya, Suromenggolo adalah anak Ki Ageng Kutu.

1488 M – Portugis tiba di Tanjung Harapan, untuk memulai pelayaran menuju ke Timur; India.

Sunan Kalijogo membuat Tiang/ Pilar Masjid Demak Soko Tatal, bahan pecahan kayu.

1489 M (?) – Nirartha (11th) Brahmana, pengungsi dari Majapahit, tiba di Bali di masa pemerintahan Dalem Waturenggong kerajaan Gelgel Bali (Rontal Dwijendra Tattwa).

Waturenggong merupakan Dinasti Kresna Kepakisan.
Nirartha kelak mengubah simbol Lingga-Yoni dengan patung Murti-Puja dan Padmasana sebagai niyasa Siwa.

===
Pendapat Berg menyebut bahwa kedatangan Nirartha ke Bali 1537 M –
===

bertepatan dengan Bali sedang terjangkit penyakit bertahun-tahun.
Nirartha memberikan sebagian rambutnya kepada raja dan menyatakan bahwa hal tersebut akan menghapus penderitaan.
Rambut ini ditempatkan di sebuah kuil yang kemudian menjadi tempat ziarah pengikut Shaivis di Bali.
Kemudian Nirartha menjadi penasehat Spiritual Raja Bali, menghasilkan berbagai karya sastra dan Arsitektur di Bali, semisal:

Pura Tanah Lot

Pura Uluwatu

Danghyang Nirartha mengganti namanya menjadi Danghyang Dwijendra.
Kelak Danghyang Nirartha dan DangHyang Astapaka mendirikan Triwangsa di Bali.

1490 M – Sunan Bonang (20th) menginisiasi Slametan/ Kenduri, upacara tandingan Bhairawa Tantrayana yang berpusat di Daha, Kediri.

Markas Sunan Bonang di desa Singkal, Nganjuk

Peserta laki-laki semua duduk membuat lingkaran, di tengahnya ada makanan, lalu berdoa. Inilah yang disebut tradisi kenduri atau slametan.

Sunan Bonang dikenal sebagai Sunan Wadat Cakrawati, sebagai pemimpin atau imam Chakra Iswara (Cakreswara).

Islam berkembang pesat karena kasta rendah mulai menolak anaknya dijadikan tumbal.

1492 M – Askia Muhammad, penguasa Kekaisaran Songhai di Timbuktu, memaksa orang Yahudi harus masuk Islam atau pergi dari wilayahnya.
Orang Yahudi yang masuk Islam ini kelak dinamakan ANUSIM.

Paus Inosentius VIII mulai memberlakukan Simoni (lelang jabatan dalam Gereja Roma) dan Sinekura (Jual beli jabatan Imam tanpa Umat).
Tak lama Paus diganti oleh Rodrigo Borgia (Alexander VI) dari Spanyol.

Raja Ferdinand dan Ratu Isabella Memerintahkan untuk mengusir orang-orang Yahudi dari Spanyol kecuali mereka bertobat pada titik pedang ke Kristen.

Pelaut-pelaut Spanyol dibawah Colombus tiba di daratan Amerika.
Dibawah Persetujuan Raja Spanyol Fernando dan Ratu Isabella; Columbus mulai memberlakukan sistem Encomiendas, yaitu memperbudak suku Indian untuk misi menemukan lokasi emas.

Terjadi keributan antara Spanyol dan Portugis yang mengira bahwa Spanyol telah berlayar ke India.
Lalu ditengahi oleh Pemimpin Katolik; Paus

1494 M – Paus Alexander VI menetapkan Perjanjian Tordesilllas antara Spanyol dan Portugal
Mengenai pembagian Wilayah perdagangan rempah-rempah;

  • Sebelah timur dimiliki oleh Portugis dan
  • Sebelah barat oleh Spanyol.

Di Jawa, Saat ini terdapat 4 wali berpengaruh: Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunungjati, dan Sunan Kalijaga.

1495 M – Di Kalimantan, Raden Sekar Sungsang/ Ki Mas Lalana/ Panji Agung Rama Nata atau Raden Sakar Sungsang gelar Maharaja Sari Kaburungan atau Miharaja Sari Babunangan Unro (logat Dayak Maanyan) adalah raja Negara Daha ke-1 di Muhara Hulak dekat Banjarmasin Kalimantan (Kerajaan peralihan Hindu-Islam).

Sekar Sungsang juga murid sunan Giri di Jawa, menikah dengan wanita jawa mempunyai anak bernama Raden Panji Sekar/ Sunan Serabut yang kemudian dijadikan menantu oleh Sunan Giri.

Pemindahan dan pemisahan dari Negara Dipa (sekitar Amuntai), dengan penguasa mantan istri, Puteri Kalungsu, yang ternyata adalah ibunya sendiri (Hikayat Banjar II).

1496 M – Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah dengan ibukota Banda Aceh.
Bathara Katong resmi dilantik sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo.

Perancis di bawah Charles VIII menantang Perang Spanyol.
Mengawali perang 20 tahun Perancis vs Spanyol di tanah Italia.

1499 M – Guru Nanak mengenalkan ajaran SIKH yang merupakan ‘campuran Hindu-Islam’ di Punjab India di era pemerintahan Mughal.

1497 M – Vasco Da Gama dari Portugis memulai pelayarannya.


1499-1518 M – Di Kediri, Patih Hudara mengkudeta Girindrawardhana Ranawijaya.
Patih Udara menjadi penguasa de facto Majapahit DAHA (Prabu Udara) bergelar Brawijaya VII.
Bandingkan dengan tulisan Tome Pires kelak tahun 1513 M.

===

ABAD KE-16
1500 M – Perkiraan kelahiran Prawoto putra Trenggono
1501 M – Di Iran, Shah Ismail I mendirikan dinasti Safawi, beribukota di Tabriz.
1502 M – Di Paciran Jawa Timur, Sunan Drajat (32th) membangun membangun masjid di desa Jelag.
1503 – 1504 M – Di India, Portugis dan armada besarnya meluluh lantakkan Calicut India.

1504 M – Hernan Cortes, katolik 19 th, Sang Penakluk Mexico tiba di Azua Hispaniola (kini di Republik Dominika)

1505 M – Babur, Keturunan Timur Lang merangsek dan menaklukkan Kabul Afghanistan.

1505-1515 M – Pasukan Majapahit Keling dipimpin patih Pular dan Joko Tole diduga memerangi Blambangan yang sedang dipimpin oleh Jayengpati/ Uru besi/ Menak Jingga. (Dalam Babad Songennep disebutkan bahwa Joko Tole bersama Gajah Mada )

1506 M – Sunan Giri, 64th, wafat. Giri Kedaton dilanjutan oleh Sunan Giri kedua (Sunan Dalem), pengarang Serat Walisana

1506 M – Pogrom Lisbon dengan korban “Kristen Baru” (orang-orang Yahudi yang dipaksa masuk Kristen)

Saat ini juga mulai berkembang ATHEISME, ketidakpercayaan adanya Tuhan.

1507 M – Di Demak, Pate Rodin alias Raden Patah (52th) meresmikan Masjid Agung Demak yang baru diperbaiki (Tome Pires dalam Suma Oriental).

Di Iran, Afonso de Albuquerque, si jenius dari portugis, menaklukkan Selat Hormuz milik Shah Ismail dari Persia.
Raja Manuel Portugis telah memerintahkannya untuk merebut Hormuz, Aden dan Malaka (pelabuhan penting yang dikuasai oleh Muslim) .

Penyusunan Kitab Hukum Angger-Angger Suryangalam bagi kerajaan Demak.

1509 M – Mpu Santi Badra, 77th (Siswa Buddha dari Bhikkhu Na Wang I Champa dan Majapahit/ ayah Kalijaga??), calon Raja Kerajaan Lasem – menjadi seorang sramana Buddha (semacam pandita Buddha yang melakukan praktik brahmacari di usia tua).

====

Baca lagi tahun 1478 M ketika Santi Badra melarikan diri dari Kediri akibat adanya konflik antara Daha dengan Trowulan

====


Mpu Santi Badra menghabiskan sisa hidupnya hampir 18 lamanya Puntuk Punggur, Gunung Ngargapura, Lasem. Ia mengajarkan Buddhadhamma bercorak kegeniusan lokal yang dikenal sebagai Endriya Pra Astha.

Vihara Ratanavana Arama/ Vihara Tluèng.

Ulama pesisir jawa saat ini adalah Seh Bari, dengan konsep “dasar-dasar menempuh jalan mistis”.  al-Ghazali, melawan teologi Ibn al-‘Arabi, yang menganut gagasan “kesatuan wujud” (wahdat al-wujud)

1510 M – lahir Sunan Giri Prapen, cucu Sunan Giri I.

Afonso de Albuquerque, ditunjuk menjadi Gubernur Portugis di India (1509–1515).

PORTUGIS TIBA DI MALAKA; Misteri Ferdinand Magellans dan Frasisco Serrao

1511 M – Demak melancarkan ekspansi ke wilayah sekitarnya. Sedayu, Tegal, dan Kudus berturut-turut jatuh ke dalam kekuasaannya.
Di Malaka, de Albuquerque dari Portugis menaklukkan Kesultanan Malaka dengan kekuatan 1.200 dan tujuh belas atau delapan belas kapal.

Dalam misi ini bergabung Ferdinand Magellans dan Fransisco Serrao

Dimulainya Kristenisasi dari Eropa (Katolik Roma).

Kesultanan Malaka saat itu dibawah Sultan Mahmud Shah bin Sultan Alauddin Riayat Shah. Raja dan pasukannya termasuk Hang Tuah, menyingkir ke Singapura, lalu Bintan/ Bentan. Hang Tuah meninggal di Singapura.

Benteng Portugis a Famosa dibangun.

“Raja Portugis telah memerintahkan saya untuk memguasai Selat Malaka, karena ini adalah tempat terbaik untuk mencegat perdagangan yang dilakukan oleh umat Islam di bagian ini.
Jadi ini sebagai pelayanan Tuhan, dengan mengambil Malaka, kami akan menutup Selat sehingga tidak akan lagi orang Muslim dapat membawa rempah-rempah mereka dengan rute ini …. Saya sangat yakin bahwa, jika perdagangan Malaka ini diambil dari tangan mereka, Kairo dan Mekah akan benar-benar hilang. “(The Commentaries of Great Afonso de Albuquerque)”

persenjataan Malaka menurut Portugis;
“..benteng Malaka dilengkapi dengan meriam besar yang diimpor dari Jawa ”

Hernan Cortes, 26th, Sang Penakluk Mexico, bergabung bersama ekspedisi Diego Velázque ke Kuba

1511 M, Antonio d’Arbau pelaut asal Portugis menyebut wilayah Papua dengan nama “Os Papuas” atau llha de Papo.

Penginjil yang datang bersama Portugis memasuki Aceh (Katolik Roma dari Ordo Karmel)

1512 M – Di Demak, Pate Unus (bupati Jepara, Menantu/ Anak Jin bun?) bersekutu dengan Cirebon segera membantu Malaka untuk mengusir Portugis, sayangnya armada ini menghadapi gelombang besar di lautan sehingga banyak yang tenggelam. Setelah terdampar di Palembang kelak Pati Unus kembali ke Jawa berjuluk pangeran Sabrang Lor (Ceramah Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan).


Surawisesa prabu Pajajaran (Anak Siliwangi) meminta bantuan Portugis Afonso de Albuquerque di Malaka untuk menghadapi Demak -Cirebon yang sebenarnya adalah saudara-saudaranya sendiri.

Portugis yang bercokol di Malaka, mulai ekspedisi lagi ke timur untuk menemukan ke Pulau rempah-rempah, melalui rute Jawa – Kepulauan Sunda Kecil – Pulau Ambon – Kepulauan Banda, akhirnya Ternate Tidore.

1512 M – Tome Pires pengelana Portugis tiba di Malaka. Menulis Buku Suma Oriental.
Kerajaan Gelgel Bali dibawah Dalem Waturenggong memulai invasi ke barat dan ke timur.
Ke barat menaklukkan kerajaan Blambangan

EKSPEDISI PEMBEBASAN MALAKA I: DEMAK VS PORTUGIS
1513 M – Pada bulan Januari, Pati Unus memimpin armada lagi mencoba menghalau Portugis dari Malaka.
Fernão Pires de Andrade, Kapten armada yang menghalau Pati Unus, mengirim surat kepada Alfonso de Albuquerque atasannya:

Jung milik Pati Unus adalah yang terbesar yang dilihat oleh orang-orang dari daerah ini. Ia membawa seribu orang tentara di kapal, dan Yang Mulia dapat mempercayaiku … bahwa itu adalah hal yang sangat luar biasa untuk dilihat, karena Anunciada di dekatnya tidak terlihat seperti sebuah kapal sama sekali.

Kami menyerangnya dengan bombard, tetapi bahkan tembakan yang terbesar tidak menembusnya di bawah garis air, dan (tembakan) esfera (meriam besar Portugis) yang saya miliki di kapal saya berhasil masuk tetapi tidak tembus; kapal itu memiliki tiga lapisan logam, yang semuanya lebih dari satu cruzado tebalnya.[catatan 2] Dan kapal itu benar-benar sangat mengerikan bahkan tidak ada orang yang pernah melihat sejenisnya.

Butuh waktu tiga tahun untuk membangunnya, Yang Mulia mungkin pernah mendengar cerita di Malaka tentang Pati Unus, yang membuat armada ini untuk menjadi raja Malaka.”

–  Fernão Pires de Andrade, Suma Oriental

Sunan KaliJogo, 63th, Wafat dimakamkan di Demak. Namun ada kisah bahwa Kalijogo masih hidup hingga zaman Jaka Tingkir?

Namun menurut Gus Dur, makam Kalijaga ada di Medalem, Senori, Tuban

Daha masih menjadi ibu kota Majapahit di masa Ranawijaya/ Bhatara Wijaya/ Batara Vigiaya (Tome Pires).
Tome Pires menulis;

“..di Pulau Jawa ada seorang raja bernama Batara Vigiaya. Ibu kota kerajaannya terletak di Dayo. Pemerintahannya hanya bersifat simbol, karena yang berkuasa penuh adalah mertuanya yang bernama Pate Amdura“.(Suma Oriental)

Yang berkuasa di Majapahit adalah Pate amdura/ Gusti Patih Mahodara/ Patih Udara/ Guste Pate.

Ada Pate Vira dari Tuban yang meskipun muslim tetapi mendukung Guste Pate di Daha. 

Mengenai Ritual Sati/ Bela:

“Sudah menjadi kebiasaan di Jawa dan di negeri-negeri yang akan kita bicarakan nanti, bahwa ketika sang raja mangkat, para permaisuri dan selir-selirnya akan membakar diri hidup-hidup, begitu juga dengan beberapa bawahannya,” tulis Pires.”

Terjadinya peperangan antara kerajaan Banjar di Kalimantan dengan Majapahit Daha di duga terjadi masa ini;

“Kerajaan Banjar mulai berkembang dan maju, mengusik kekuasaan Pangeran Tumenggung, raja Daha yang juga Paman dari Pangeran Samudera. Sehingga terjadi penyerbuan oleh Daha.

Peperangan yang berlarut-larut menyebabkan Pangeran Samudera terdesak, dan meminta Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Nusantara.

Demak bersedia membantu kerajaan Banjar, dengan syarat raja dan rakyatnya masuk Islam.

Pengeran Samudera setuju dan tentara Demak datang bersama Khatib Dayan yang kemudian mengislamkan rakyat Banjar. Sejak itu Pangeran Samudera berganti nama menjadi Sultan Suriansyah.”

1514 M – Sultan Ottoman, Selim I, memerintahkan pembantaian 40.000 warga Syiah Anatolia.
Selim I setelah dikunjungi utusan Demak, membantu persenjataan.
Tome Pires:

…ada sekitar 300 pasukan Turki dengan senjata pistol. Turki mengajari Demak tentang cara membuat meriam dan mesiu. Alih teknologi menjadikan Demak terkenal sebagai produsen meriam terbaik di Nusantara pada masa itu.

Francisco Serrão, utusan Portugis dari Malaka, tiba di Banda.

Dalam perjalanan kembali ke Malaka kapalnya karam. Serrao merampas kapal penduduk lokal yang menolongnya lalu menuju Ambon.

Sultan Abu Lais/ Bayan Sirrullah (1500-1522) dari Ternate Membina persekutuan dengan Serrao (Portugis) yang disetujui untuk membangun benteng Forte_de_São_João_Baptista_de_Ternate (Benteng Kastela)

Ali Mughayat Shah naik tahta menjadi Raja kesultanan Aceh (1514–28)

1515 M – Tome Pires meninggalkan Malaka
1517 M – Majapahit Daha di bawah Dyah Ranawijaya/ Patih Udara menjalin hubungan diplomatik dengan Portugis,
mengirim utusan ke Alfonso d’Albuquerque dengan hadiah 20 lonceng, pakaian kain panjang Kambayat yang ditenun, 13 potong lembing, dll.
Hal ini menyebabkan Jinbun/ Raden Patah (62th) dan aliansi Cirebon yang memusuhi Portugis, segera bersiap menyerbu Majapahit Daha.

Tome Pires menulis ”

“…Persahabatan Guste Pate dengan Portugis membuat marah Pate Rodin Senior (Raden Patah),raja Demak yang merupakan musuh Portugis. Pate Rodin Senior mempunyai putra Rodin Junior dan mempunyai menantu Pate Unus yang pernah menyerang benteng Portugis di Malaka. “

Pate Rodin Senior; Raden Patah (1481–1518)
Pate Unus: Pangeran Sabrang Lor Adipati Yunus (1518–1521)
Rodin Junior: Raden Trenggana (1521–1546)”

Di Portugis, Ferdinand Magellan (1480 – 27 April 1521) yang baru datang dari Malaka, rencana ekspedisinya ditolak oleh raja Portugis Manuel I.

Ferdinand Magellan melepas kewarganegaraan portugisnya dan membelot ke Spanyol,  meminta dukungan Raja Spanyol Charles untuk ekspedisi pelayaran.

Raja Charles I menyanggupinya.

Ini menyebabkan kejengkelan Raja Portugal dan rencana sabotase namun gagal.

Spanyol dipimpin Raja Carlos V, menguasai kepulauan Karibia dan telah memusnahkan separo suku asli. Sedangkan Magellan (armada Spanyol) mulai mendarat di pantai Timur Brazil dan membuka lahan Perkebunan Tebu.

Portugis memutuskan bahwa penggarap perkebunan tebu didatangkan dari penduduk Angola, Afrika Selatan.
Dimulainya perbudakan.
Kota pusat Perdagangan Budak adalah Sao Paulo, Brazil.

Perdagangan Segitiga – Budak Trans atlantik
1. Ekonomi Atlantik Selatan dan Karibia terutama bergantung pada pasokan tenaga kerja yang aman untuk produksi komoditas tanaman, membuat barang dan pakaian untuk dijual di Eropa.
2. Dari eropa, barang-barang seperti senjata, amunisi, dan barang-barang buatan pabrik lainnya diekspor barang ke Afrika.
3. Ekspor budak dari Afrika melintasi Samudera Atlantik ke Amerika dan Kepulauan Karibia.

1518 M – Yat Sun/ Pangeran Sabrang Lor/ Pati Unus anak Jinbun menjadi Raja Demak menggantikan Raden Patah yang wafat di usia 63 tahun.
Beredar kitab Sanghyang siksakanda ng karesian sekitar Kerajaan Pajajaran. Kitab Suci penganut Sunda Wiwitan.

Duarte Barbosa (1480 -1521), pengelana Portugis menyebutkan Pate Udra sebagai raja Majapahit.

1519 M – Carlos V diangkat menjadi Kaisar Roma Suci.
Gereja mulai menjual Surat Purgatori (pengampunan Dosa).
Surat yang bisa ‘mempersingkat waktu tunggu di Api Pencucian agar bisa segera masuk ke Sorga”

Mulai Muncul gerakan Protes (Protestan) yang dimotori oleh Martin Luther King.
Martin Luther berjuang melalui Pamflet-pamflet.

Di Mexico, Hernan Cortes, 34th, Sang Penakluk Mexico, berangkat dari Kuba untuk memimpin ekspedisi mendarat di pantai Yucatan lalu bergerak ke Tabasco

kekuatan Cortes 600 pasukan bertempur dengan Suku Aztec pinggiran 800 pasukan. suku Aztec mengalami kekalahan.

Cortes melakukan aliansi dengan Xicotenga suku Tlaxcala untuk bergerak menggempur pusat kota Tenochtitlan.

Ternyata kedatangan Cortes disambut meriah Raja Montesuma karena bertepatan dengan ramalan Aztec tentang adanya dewa berkulit putih yang datang dari timur.

Intrik dan terbunuhnya Montezuma menyebabkan perang besar pasukan Cortes melawan Aztec.

1520 M – Sunan Drajat (50th) diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah. Museum Gamelan Sunan Drajat berada disamping makamnya.

Sunan Bonang (55th) pindah ke Daerah Lasem Rembang lalu ke pulau Bawean, Sunan Ngudung menggantikan sebagai Imam Masjid Demak, dilantik oleh Adipati Unus/ Sabrang Lor .

Di Demak, Sunan Bonang mengadakan syahadat massal yang dikenal sebagai SEKATEN.

Dalem Waturenggong menaklukkan Pulau Lombok.

Di Banjarmasin ada kisah Patih Masih dari desa Oloh Masih (cikalbakal Banjarmasin) bersama pemuka lainnya sepakat mengangkat Pangeran Samudera (pelarian dari Majapahit) menjadi Raja kerajaan baru bernama Banjar.

Pangeran Samudera (1520-1540 M) bergelar Sultan Suryanullah/ Suriansyah/ Suria Angsa kemudian menaklukkan Muara Bahan dan kerajaan kecil lainnya serta jalur-jalur sungai sebagai pusat perdagangan pada waktu itu.

HANCURNYA KERAJAAN ISLAM SAMUDERA PASAI
1521 M – Kesultanan Pasai ditaklukkan oleh Portugis. Sisa-sisa pasukan bergabung dengan Kesultanan Aceh.

EKSPEDISI PEMBEBASAN MALAKA II: DEMAK VS PORTUGIS
1521 M – Demak kembali menyerbu Malaka, namun kembali menemui kegagalan dan Pati Unus gugur di Malaka.
Konflik Suksesi diantara para adik Pate Unus; yaitu Raden Kikin (kakak, dari selir istri Jipang) dengan Trenggono (adik, dari permaisuri putri sunan Ampel)

===============
Kikin dibunuh oleh Prawoto (anak pertama Trenggono) di tepi sungai pada saat sepulang dari sholat jumat menggunakan Keris Kyai Setan Kobar yang dicuri dari Sunan Kudus.

Kikin = Pangeran Sekar Seda ing Lepen yang mempunyai arti Bunga yang gugur di sungai.

Arya Penangsang masih anak-anak, bersama Patih Matahun dan Tohpati mengelola wilayah jipang berada di kecamatan (Cepu, Blora, Jawa Tengah).
===============

Sultan Trenggono akhirnya naik tahta menjadi Raja Demak menggantikan Pati Unus.

Syeh Siti Jenar (114th?) dihukum mati. (Ada yang menyebutkan dihukum mati tahun 1517 masa Raden Patah?)

================
Siti Jenar membina kampung-kampung Lemah Abang dan mempunyai hak milik atas tanah dan bisa diwariskan
Trenggono (dan kelak kerajaan Mataram) masih mempertahankan kasta dan tidak mengakui hak milik atas tanah. Oleh karena itu Siti Jenar dihukum mati oleh Trenggono.
================

Babur menaklukkan Punjab India dan bertemu Guru Nanak pengajar Sikh.

Di Mexico, Hernan Cortes berhasil menguasai seluruh Mexico. pusat kota Aztec dijadikan Mexico city

Lalu Cortes mengutus Pedro de Alvarado untuk memimpin ekspedisi ke Guatemala dengan 180 kavaleri, 300 infanteri, 4 meriam, dan ribuan prajurit sekutu dari Meksiko tengah.

1522 M – Antonio Pigafetta, pelancong yang mengikuti pelayaran Magellan, menyatakan bahwa pesisir utara Jawa sudah muslim semua. Di pedalaman masih ada kerajaan Meghepahert yang bukan Islam (Majapahit).

Perhatikan bahwa di tahun ini majapahit Daha masih ada, sedangkan raden Patah sudah wafat.


Pigafetta menyebutkan bahwa zaman itu, tidak ada yang sombong melebihi orang Jawa (kelompok bangsawan/ Gusti; Brahmana-Ksatriya maksudnya)

“Jika mereka berjalan, dan ada juga orang-orang dari negara lain yang berjalan di tempat yang lebih tinggi, mereka akan diperintahkan untuk turun. dan jika mereka menolak, mereka akan dibunuh. Itulah karakter orang Jawa.

Jadi dalam bahasa Jawa Kawi kuno, tidak ada istilah “kalah” (“kalah”).

Jika seseorang berselisih dengan orang lain, maka hanya ada “menang” atau “mati”.mencatat, di Chao-wa ( Jawa) jika seseorang menyentuh kepala mereka dengan tangannya, atau jika ada kesalahpahaman tentang uang dalam penjualan, atau pertempuran kata-kata ketika mereka gila dengan mabuk, mereka segera mengeluarkan pisau dan menikam [satu sama lain].

Dia yang lebih kuat menang.

Ketika [satu] pria ditikam sampai mati, jika pria [lainnya] melarikan diri dan menyembunyikan dirinya selama tiga hari sebelum muncul, maka dia tidak kehilangan nyawanya; [tetapi] jika dia ditangkap pada saat [penikaman], dia juga langsung ditikam sampai mati.

Negara tidak memiliki hukuman [seperti] cambuk; tidak peduli apakah pelanggarannya besar atau kecil, mereka mengikat kedua tangan [pelaku] di belakang punggungnya dengan rotan halus, dan mendorongnya pergi untuk beberapa langkah, kemudian mereka mengambil pu-la-t’ou dan menikam pelaku sekali atau dua kali di bagian belakang atau tulang rusuk yang melayang, menyebabkan kematian instan.

Menurut kebiasaan setempat di negara itu, tidak ada hari berlalu tanpa seorang pria pun dihukum mati; Sangat mengerikan.”

Perjanjian Sunda Kalapa antara Pajajaran-Portugis.
Surawisesa (penguasa Pajajaran) memperbolehkan Portugis membangun benteng di Sunda Kalapa dengan jaminan kerajaannya diberi bantuan militer.

Sunan Tembayat/ Bayat/ Pandanaran/ Pandan Arang/ Mbah Brayut diutus oleh Kalijogo dari Semarang menuju Klaten untuk berdakwah hingga meninggalnya.

Menurut Siwisang, Sunan Tembayat adalah Raden Kaji, putra Pandanarang. Sedangkan Pandanarang sendiri tetap di Semarang hingga wafatnya tahun 1525 M (Siwisang)

Dikisahkan, di hutan Donorojo, Sunan Bayat berhasil mengislamkan Raden Kalak (anak Brawijaya V yang mengawini adiknya sendiri_ beda ibu). Raden Kalak/ Kyai Cengkris menceraikan istrinya dan menikahi salah seorang putri Sunan.

Sedangkan janda yang tak lain adiknya sendiri dinikahkan dengan Kyai Sujendro pengikut setianya.

1523 M – Simão de Abreu, pelaut Portugis tiba di Celebes/ Sulawesi.

Di Guatemala, Ekspedisi Pedro de Alvarado suruhan cortes, tiba di ..

Gunung Jati dikisahkan pulang dari Mesir menikahi adik perempuan Sultan Trenggana dari Demak (Michael Laffan, SEJARAH ISLAM DI NUSANTARA 2011) ,

PERANG DEMAK vs MAJAPAHIT ke-1
1524 M – Perang PERTAMA Demak vs Majapahit; Demak menyerang Majapahit dipimpin oleh Sunan Ngudung, Panglima Perang bergerak menuju Daha/ Kediri di masa Prabu Udara.


Pasukan Majapahit dipimpin oleh Gajah Sena(??)
Andayaningrat ayah Kebo Kenanga terbunuh oleh Sunan Ngudung.
Namun Sunan Ngudung terbunuh oleh Raden Husen Adipati Terung (76th).(Hikayat Hasanuddin)

Makamnya di Troloyo, Trowulan

Tahun yang sama, terjadi pernikahan antara Sunan Gunungjati/ Syekh Nurullah dari Cirebon, dengan saudara perempuan (putri pertama) raja Demak R. Patah.(Sadjarah Banten)

Pasca meninggalnya Sunan Ngudung, Sunan Gunung Jati menetapkan pengganti Imam Masjid Kudus, yaitu Sunan Kudus, anak Ngudung.

==

1524 – 1526 M – meninggalnya Girindrawardhana/ Ranawijaya (bukan moksa).
1525 M – Meninggalnya Sunan Bonang, 60 tahun, dimakamkan di Tuban.

Ada yang mengatakan makamnya di pulau Bawean

Tak lama Ki Ageng Pandanarang (Made Pandan, adipati semarang) juga wafat.

Babur menaklukkan New Delhi India.
Gomes de Sequeira, pelaut Portugis yang lain, tiba di Celebes/ Sulawesi.

1526 M – Pasukan Aliansi Cirebon – Demak menggempur kerajaan Pajajaran – Portugis.
Aliansi ini diperkuat dengan pernikahan antara Fatahilah dengan Pembayun putri R. Patah

Gunung Jati pindah ke Banten.
Sunan Gunung Jati mendirikan kesultanan Banten sebagai bawahan Cirebon. (kelak keturunannya bernama SAS, Said Aqil Siradj ketua PBNU 2020)

Raden Samudera, Raja Banjar dibantu Demak menyerbu Kerajaan Daha dan memenangkan pertempuran pada 24 Desember 1526, sehingga tanggal tersebut dijadikan sebagai :

  • Hari kemenangan Pangeran Samudera, dan cikal bakal Kerajaan Islam Banjar
  • Penyerahan kerajaan Daha kepada kerajaan Banjar..

Kelak Raja Terakhir Banjar, yaitu pangeran Antasari di tahun 1905 M memimpin perlawanan terhadap Penjajah.

Di India, Kesultanan Delhi- dinasti Lodi ditaklukkan dan digantikan oleh Kekaisaran Mughal.

KERUNTUHAN MAJAPAHIT 1527 M (Bukan 1478 M)
1527 M – Perang kedua Demak vs Majapahit: Tuban dan Daha Majapahit dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak.
Pasukan Demak dibawah pimpinan Sunan Kudus (27th) (putra Sunan Ngudung).
Majapahit runtuh (De Graaf, Pegeaud). Raja Majapahit terakhir (Prabu Udara??) meloloskan diri ke kota pelabuhan Panarukan/ Situbondo dan menjadi raja Blambangan (Slamet Muljana).
pendapat lain; moksa? (Naskah Sabda Palon dan naskah mertasinga tahun 1800-an)

Adipati Terung yang masih pro Majapahit melairkan diri ke Cimanuk wilayah kerajaan Sunda (Sekarang Indramayu) kemudian menikah dengan seorang wanita asli penduduk Cimanuk (Prof Agus Aris Munandar dkk, “Cimanuk Perspektif Arkeologi, Sejarah dan Budaya”).
keturunan Adipati Terung di Cimanuk:
1. Raden Husain (Adipati Terung)
2. Ki Gede Baludan
3. Banjaran Sari
4. Ki Lodak (Pengajang)
5. Menjangan Abang (Ki Gede Paoman)

=====================
Ki Ageng pengging/ Kebo Kanigoro (ayah Jaka Tingkir) dikisahkan melarikan diri menyusuri pantai selatan ke hingga blitar??
=====================

Demak juga menyerbu dan menduduki pesisir utara Pajajaran, termasuk Sunda Kalapa yang kemudian diganti namanya menjadi Jayakarta oleh Fatahillah, panglima militer Demak.

Fatahillah bernama asli Fadhillah Azmatkhan bin Sultan Hud Pasai bin Zaenal Alam bin Barakat Zaenal Alam bin Jumadil Kubro. Populer dengan nama Fadhillah Khan atau Falatehan.

Ratna Kencana, putri Sultan Trenggana mendirikan kerajaan Kalinyamat sebagai bawahan Demak.
Putri Trenggono yang lain, menikah dengan Jaka Tingkir bin Ki Ageng Pengging/ Kebo Kenanga (keturunan kertawijaya Pengging.
ini adalah buyutnya Gus Baha (Bahaudin Nursalim)

Tahun yang sama, Mpu Santi Badra meninggal di lereng gunung Lasem.

=====================
Dikisahkan Ki Ageng Sela/ Selo dari Grobogan (cucu Bondan Kejawan – cicit Kertawijaya, kakek Sutawijaya), tak lulus ujian menjadi pasukan Demak gara-gara memalingkan muka saat wajahnya terkena cipratan darah kepala banteng yang dipukulnya
=====================

MAJAPAHIT BLAMBANGAN KLUNGKUNG
1528 M – Kapal Don Garcia Henriquez, berlabuh di pelabuhan Peneruca/ Panarukan mengisi perbekalan dalam rangka ke Maluku.
Raja Panarukan (dan Blambangan), didukung sisa-sisa kekuatan Majapahit Daha, berkunjung ke markas Portugis di Malaka untuk bekerja sama. (Barros, de Asia]

Delegasi Majapahit Blambangan dipimpin oleh Suro Samudro
Sedangkan Raja Madura yang telah Islam – merdeka dari Majapahit dan bekerja sama dengan Demak.

Blambangan kelak masih Hindu hingga abad ke-17.

Perang Palimanan antara Cirebon dengan Galuh (bawahan Pajajaran). Rajagaluh dianeksasi oleh Cirebon.
Demak menundukkan Wirosari dan Wirasaba.

==

Btw, SIAPAKAH BRAWIJAYA??
Rentang 1478 – 1527 M di atas terjadi kesimpangsiuran, siapakah tokoh yang bernama BRAWIJAYA?
Pararaton atau prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit tidak mengenal nama Brawijaya.

Ada yang menyebut Brawijaya = Kertabumi = Dyah Suraprabawa.(Babad Tanah Jawi ditulis 1800-an, Serat Kanda, Kronik Sam po Kong, serat Dharmagandul), meninggal saat diserbu majapahit Daha.
Ada yang menyebut Brawijaya = Ranawijaya (Girindrawardhana Dyah Ranawijaya)

==

Hamzah Fansuri/ Hamzah Pansuri, masa hidup seorang Sufi dan Seniman di Sumatera.
Masa ini terkenal pula Syamsuddin Sumatrani.

Aktivitas kedua orang ini kelak mendapat perlawanan dari Nuruddin ar-Raniri dan Abdur Rauf Singkili.

1529 M – Perjanjian Saragosa, yaitu perjanjian antara Spanyol dan Portugis tentang Koloni atas prakarsa Paus.
Pembagian di garis bujur yang melalui 297,5 marine leagues (17° sebelah timur Kepulauan Maluku).
Hasil kesepakatan;
– Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan kegiatan di Filipina.
– Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku.

Sultan Sulaiman dari Ottoman bergerak mengepung Wina Austria.

Pangeran Cakrabuana wafat. Demak menundukkan kadipaten Purbaya dan Gegelang di Madiun.


1530 M – Demak menundukkan Medangkungan di Blora dan Jogorogo di Ngawi.
Danghyang Angsoka (Ashoka/ Asoka) pendeta Buddha Majapahit masih bermukim di Daha Majapahit dengan Aman tanpa adanya persekusi oleh pemenang perang (Demak).
Hubungan Surat-menyurat dengan Kerajaan Bali masih lancar.
Danghyang Astapaka (Anak Danghyang Angsoka), berangkat ke Bali atas Undangan kerja sama Raja Bali (Watu Renggong). (babad Bali)

Dalem Waturenggong di Samprangan (Klungkung, Bali) melaksanakan upacara homa yajna/ Yadna Homa (Agnihotra) dalam rangka upacara Eka Dasa Rudra di Besakih.
Upacara homa ini dipimpin dua orang pendeta, yaitu Danghyang Nirartha (52th, Siva) dan Danghyang Astapaka (Pendeta Buddha, anak Danghyang_Angsoka pendeta Majapahit).

===================
I Ketut Widnya berpendapat bahwa upacara ini terjadi tahun 1578 M, namun Ini tidak mungkin karena Waturenggong sudah wafat dan di tahun tersebut telah terjadi intrik dan konflik dalam istana
===================

1535 M Sunan Giri Kedua menyelesaikan Naskah Serat Walisana

BERSAMBUNG ke Musnahnya Kearifan Lokal Nan Horor; Bhairawa Tantrayana & Ritual Sati

Pustaka

Diskusi Keruntuhan Majapahit Antara Siwi Sang dan Darma Shasangka;
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/10/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-kerajaan.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit_10.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/diskusi-sejarah-keruntuhan-majapahit-5.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/prokontra-sejarah-keruntuhan-majapahit-6.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/prokontra-tafsir-serat-pararaton-bagian.html
http://kisahsejarahklasik.blogspot.com/2016/11/prokontra-sejarah-masa-akhir-majapahit-8.html

Tentang Ramalan Jayabaya:
https://ahmadsena3.blogspot.com/2018/10/kisah-prabu-jayabaya.html
http://www.serunik.com/2014/04/inilah-isi-lengkap-ramalan-jayabaya.html
https://sangpencarikebenaran.wordpress.com/2014/02/25/raden-patah-melakukan-pemberontakan-pada-ayahnya-sendiri/
https://www.kompasiana.com/tamam.malaka/5528b578f17e616b7b8b45bf/-majapahit-runtuh-bukan-sebab-serangan-demak
https://indocropcircles.wordpress.com/2015/10/08/sejarah-majapahit-yang-terkubur-dan-dilupakan/

Santibadra:
http://buddhazine.com/menguak-kidung-badra-santi-kesaksian-senjakala-kerajaan-majapahit/
Skripsi Analisis Konteks dan carita Lasem http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-10//S57016-Norma%20Rizkiananingrum
https://lasemhistorical.wordpress.com/2016/01/03/mengupas-leluhur-lasem-ki-sendang-dan-ni-rahki/


https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/

Candi Cetho; http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/cagarbudaya/detail/PO2016011200010/candi-cetho

https://serbasejarah.wordpress.com/2010/03/30/melanjutkan-perspektif-tragedi-bubat/
https://padangulan.wordpress.com/2011/07/13/negeri-dengan-banyak-julukan/

https://pelangisingosari.wordpress.com/dongeng-arkeologi-antropologi/

https://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/07/14/distorsi-sejarah-yang-mengeliminir-peran-walisongo-sebagai-penyebar-islam-di-nusantara/

https://rumahmuallafindonesia1.wordpress.com/2012/11/15/jejak-syiah-di-sumatera-barat/

https://regional.kompas.com/read/2016/02/08/14294371/Ketika.Orang-orang.Minang.Sempat.Takut.Memakai.Nama.Asli.Daerah?page=all

https://www.saribundo.biz/sejarah-gelar-sidi-masyarakat-pariaman.html

http://ikrafaalfattah.blogspot.com/2015/03/meluruskan-nasab-maulana-malik.html

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2015/03/03/asal-usul-nasab-azmatkhan-reshared/

http://sangpetualangalami.blogspot.com/2012/10/sejarah-pulau-bali.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s