Rumus Untuk Mengukur Baik/ Buruknya Ventilasi Ruangan – Pencegahan COVID-19

Sering kita dengar ucapan; pencahayaan cukup, ventilasi cukup dan lain sebagainya.
Bagi anda yang terbiasa mencari tahu ‘batas yang tegas’. Kalimat tersebut tidak cukup, harus anda angka pasti yang mendefinisikan ‘ventilasi’ cukup tersebut. adakah?
Ternyata Ada.

Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk melakukan ventilasi pada bangunan:
ventilasi alami, mekanis dan hibrid (model campuran)

Bila ventilasi alamiah tidak dapat menjamin adanya pergantian udara dengan baik, maka ruangan harus dilengkapi dengan penghawaan buatan atau mekanis.

Ventilasi Mekanis Secara Sederhana, Alur masuknya udara dari luar ke dalam ruangan sebagai berikut;

Udara Luar => Tower Intake => Filter => Saluran => Dalam Ruangan => Ektraktor Udara, HEPA Filter & UVGI => Exhaust Udara => Outlet pembuangan

UVGI tidak direkomendasikan sebagai sistem yang berdiri sendiri tetapi hanya sebagai pelengkap filtrasi HEPA dalam hal resirkulasi udara.

Anemometer
Anemometer adalah sebuah alat pengukur kecepatan udara.
Alat ini dirancang pertama kali oleh Leon Battista Alberti pada tahun 1450.
Selain mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin itu.

Saat ini, banyak bertebaran produk Anemometer baik yang konvensional maupun Digital.
Produk Digital yang sering digunakan merk Vaneometer buatan Dwyer Instruments, Inc

Anemometer dipakai untuk mengetahui Jumlah Pertukaran Udara (JPU)

RUMUS Perubahan Udara Per jam (Air Change per Hour/ ACH)
Setelah mempunyai alat Anemometer, mengetahui luas Ruangan dan Ukuran Kipas Exhaust, maka kita bisa mengukur baik/ buruknya Ventilasi Ruangan tersebut.

Rumusnya ACH = Q/ V

Dimana Q = v x Luas Penampang Exhaust x 3600
Maka;
ACH = (v x Luas Penampang Exhaust x 3600)/ V

Keterangan
(V) Volume Ruangan = meter kubik (m3).
(Q) (kapasitas Ventilasi) = CMH (m3/h), meter kubik per jam
Luas penampang Exhaust fan (dalam meter).
(v) Velocity diperoleh dari ANEMOMETER, satuan meter/ detik

Contoh Soal;
Di sebuah Ruangan berukuran panjang 6m, lebar 4m dan tinggi 3meter.
Anemometer dipasang di depan Exhaust fan berukuran 0,4m x 0,4m menunjukkan angka 3,07.
Berapa nilai ACH-nya?

Perhitungannya;
= (3,07 x 0,4 x 0,4 x 3600)/ (6x4x3)
= 24,5 x/ jam

Nilai ACH yang direkomendasikan untuk Rumah Sakit minimal 12 x/jam (SNARS Edisi 1.1)

LAPORAN PERUBAHAN UDARA PER JAM secara Online
idealnya, untuk institusi seperti halnya Rumah Sakit, Laporan ACH ini selalu update.
Artinya, alat Anemometer dan hasil perhitungan ACH tiap ruangan terhubung dalam jaringan intranet agar bisa dipantau setiap saat.

Informasi ini tentu sangat berguna apalagi dimasa Pandemi COVID-19 yang memerlukan pertukaran udara bersih setiap saat.

Jalur Instalasinya agar terhubung ke Komputer sebagai berikut;
Kincir Anemometer => Sensor kecepatan, Suhu dan Kelembaban => System Informasi RS

Contoh Instalasinya bisa dilihat disini

Demikian Semoga Bermanfaat

Rujukan
Sistem HVAC
PEDOMAN TEKNIS PRASARANA SISTEM TATA UDARA PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT, KEMENTERIAN KESEHATAN – RI
SNARS Edisi 1.1, Standar PPI 8 dan MFK 9
Akreditasi Puskesmas SIAP 219 Kriteria 1.4.7 Pemantauan prasarana atau Sistem utilisasi
https://en.wikipedia.org/wiki/Ventilation_(architecture)
http://meberbagi.blogspot.com/2015/12/cara-menghitung-kebutuhan-ventilasi.html

Satu pemikiran pada “Rumus Untuk Mengukur Baik/ Buruknya Ventilasi Ruangan – Pencegahan COVID-19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s