FLIGHT of IDEAS….

Imajinasi, Ilusi & Halusinasiku…

Terapi Herbal Alami Kencing Manis (Diabetes Mellitus)

Ambon_2004 Definisi Diabetes Mellitus sebagai berikut (silahkan diterjemahkan sendiri):
“Diabetes mellitus (DM) is a multisystem disease with both biochemical and anatomical consequences. It is a chronic disease of carbohydrate, fat, and protein metabolism caused by the lack of insulin. In type 1 diabetes, insulin is functionally absent because of the destruction of the beta cells of the pancreas. Type 1 DM occurs most commonly in juveniles but can occur in adults, especially in those in their late 30s and early 40s. Unlike people with type 2 DM, those with type 1 DM generally are not obese and may present initially with diabetic ketoacidosis (DKA).”


Gejala yang biasa muncul bagi penderita ini adalah polidipsi (banyak minum), polifagia (banyak makan) dan poliuria (banyak kencing). Oleh karena itu bila mulai terdapat gejala-gejala di atas anda harus waspada kemungkinan mulai mengidap Kencing Manis.

Pada pemeriksaan laboratorium, kadar gula darah yang normal adalah sebagai berikut:
Gula Darah Sewaktu < 200 mg/dl
Gula Darah Puasa < 126 mg/dL

Berikut daftar Tanaman Obat yang bisa digunakan untuk menurunkan Kadar Gula Darah:

Adem ati (Litsea chinensis)
Akar Adem Ati 5 gram, Daun Salam 4 lembar dan Air 140 ml dibuat infus. Minum 2 x 100 cc, pagi dan sore.

Alpokat (Persea gratissima Gaertn.)
Biji dipanggang lalu dicacah dengan golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah dingin.

Apel (Pyrus malus, Linn)
1 buah apel sedang dibelah menjadi 4 bagian dan direbus dengan air 3-4 gelas sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Minum rutin 2x sehari.

Bawang Merah (Allium cepa)
Umbi Bawang Merah (dirajang) 4 g, Buah Buncis (dirajang) 15 g, Daun Salam (dirajang) 10 helai dan Air 120 ml, dibuat infus, lalu diminum 1 x 100 ml. Pengobatan selama 14 hari.

Belimbing Asam (Averrhoa bilimbi.)
3 genggam daun belimbing asam + 1 liter air, direbus sampai mendidih, kemudian disaring. Airnya diminum 2 x sehari, pagi dan sore

Belimbing Manis (Averrhoa carambola)

Ciplukan (Physalis peruviana, Linn.)
Tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akarnya dan dibersihkan > direbus dengan 3 gelas air sampai tingga 1 gelas, kemudian disaring, minum 1 kali sehari.

Baret (Mimosa invisa Mart.)

Bidara Upas (Merremia mammosa (Lour.) Hall.f.)
100 g umbi segar dicuci bersih Ialu diparut, peras dengan sepotong kain. Minum setiap pagi, 1/2 jam sebelum makan.

Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.hen jin t)
1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.

Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.)
8 lembar daun bungur, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring, lalu minum sekaligus pada pagi hari.

Dandang Gendis (Clinacanthus nutans Lindau)
Daun Dandang Gendis segar 7 gram dan Air 110 ml, dibuat infus atau seduhan. Minum 1 x sehari 100 ml.

Daun Sendok/ Urat (Plantago mayor L.)

Iler (Coleus scutellarioides, Linn,Benth)
Tumbuhan iler lengkap (Batang, daun, bunga), dan adas pulawaras secukupnya.
Seluruh bahan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. diminum 2 x sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

Jamblang (Syzygium cumini [Linn. ] Skeels.)

Jambu Biji (Psidium guajava, Linn.)
1 buah jambu biji setengah masak dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. minum 2 kali sehari, pagi dan sore

Jambu Monyet (Anacardium occidentale, Linn.)
2 potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras secukupnya, direbus dengan 2 L air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. minum 2x sehari, pagi dan sore.

Johar (Cassia siamea Lamk,)

Jombang (Taraxacum officinale Weber et Wiggers)
30 g Jombang segar direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Minum airnya 2 x sehari ½ gelas.

Kacapiring (Gardenia augusta, Merr.)
12 lembar daun kacapiring, direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Minum sekaligus setiap hari 1x.

Kedelai (Glycine max, (Linn.) Merrill.)
1 genggam biji kedelai hitam, direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring untuk diambil airnya. Minum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara rutin setiap hari.

Kejibeling (Stachytarpheta mutabilis, Vahl.)
Daun Keji Beling 3 lembar, dimakan sebagai lalapan, teratur setiap hari.

Kompri (Symphytum officinale L. Em,)
3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam, direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

Kumis Kucing (Orthosiphon spicatus)

Kunyit (Curcuma longa Linn.)

Leng lengan (Leucas lavandulifolia Smith)

Lidah Buaya (Aloe Vera Linn.)
1 batang lidah buaya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 ½ gelas, minum sehari 3 x ½ gelas, sehabis makan.

Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.)
½ sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air panas. Diminum selagi hangat, 30 menit sebelum makan. 2-3 kali sehari.

Mengkudu (Morinda citrifolia, Linn.)
Diabetes. Beberapa helai daun mengkudu dicuci, rebus sampai matang. Makan sebagai lalap.

MINDI (Melia azedarach)

Murbei (Morus alba L.)

Ngokilo (Stachytarpheta mutabilis, Vahl.)
Daun segar Ngokilo 3 lembar, dimakan sebagai lalapan, teratur setiap hari.

Pare (Momordica charantia L.)
a. 200 g buah pare segar diblender, lalu diperas dengan sepotong kain sampai terkumpul sebanyak 50 ml (seperempat gelas). Perasan dihangatkan dengan api kecil selama 15-30 menit. Setelah dingin diminum, lakukan setiap hari.
b. 200 g buah pare dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum, Lakukan setiap hari.

Pete (Parkia speciosa Hassk.)

Petai Cina (Leucaena leucocephala, Lmk. de wit)
Biji petai cina yang sudah tua dan kering; digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan diseduh dengan air panas (seperti membuat kopi).
Dosis: minum 1 x sehari 1 gelas secara teratur.

Pulai (Alstonia scholaris [L.] R. Br.)
2 jari kulit batang pulai direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin disaring, minum 2 x ¾ gelas, ½ jam sebelum makan.

Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1–2 kali sehari.

Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.)
7 lembar daun salam direbus dengan 3 gelas air bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum.

Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)
½ genggam daun sambiloto direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minum 3x ¾ gelas, sehabis makan.

Semangka (Citrullus vulgaris Schrad.)
Potong-potong kulit buah semangka (30 g) dan buah jambu biji yang masih mengkal (1 buah), lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1
gelas dan minum setelah dingin. Lakukan setiap hari, sehari 2–3 kali.
Rebus biji semangka (1 genggam) dengan satu liter air sampai mendidih (45 menit) dalam panci tertutup. Setelah dingin, minum seperti teh dan lakukan setiap hari.

Solidago (Solidago lepida DC.)

Stevia (Stevia rebaudiana Bertonii M.)

Tapak Dara (Vinca rosea L.)
a. 10 – 16 lembar daun direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Minum setelah dingin.
b. 35 – 45 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras, direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Minum setelah dingin.
c. 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapakdara, direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Minum pagi dan sore setelah makan.

Teh (Camellia sinensis [L.] Kuntze)

Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
5 lembar daun tempuyung diasapkan sebentar. Makan sebagai lalap nasi. Lakukan 3 kali sehari.

Tomat (Gycopersicum esculentum Mill.)
Terong Siam (Solanum sanitwongsei L.)

Teratai (Nelumbium nelumbo Druce)

Pengalaman pribadi (literatur belum ditemukan):
Ketan Hitam
1 sdm ketan hitam diseduh dengan air panas 200 cc. setelah dingin diminum.

Pantangan:
Penderita kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.

ada yang mau menambahkan?

Genghis Khun

Rujukan:
http://www.emedicine.com
http://www.mayoclinic.com
http://www.iptek.net.id
http://www.warintek.ristek.go.id


Juni 12, 2009 - Posted by | Medis

1 Komentar »

  1. Terima kasih artikel ini sangat membantu saya dan merupakan referensi makanan anjuran dan pantangan

    Komentar oleh sumpono | Desember 21, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: